
"Taiyang, soal ahli Master itu...?" Bukannya perwira ini tidak mau dan tidak bisa melakukannya, hanya saja waktu yang dibutuhkan nantinya akan jadi terlalu lama, minimal mereka butuh satu jam untuk melakukan itu semua.
"Biar kubunuh mereka sendiri!"
Kalimat sang Jendral Besar itu langsung mengakhiri interaksi di Great Sun Army ini, pasukannya langsung menyebar ke berbagai arah dan mengepung seluruh perkemahan, menutup semua jalur pelarian yang memungkinkan. Dengan sebuah formasi tempur yang sangat menakjubkan ini, dengan cepat para ahli Evil Region kehilangan kehidupannya dengan tanpa jeritan apapun, mereka sudah terlebih dulu menyerah dan pasrah akibat tekanan yang dikeluarkan Great Sun Army ini.
Adapun ahli Surgawi Kekaisaran, mereka hanya bisa diam dan menonton pembantaian yang sedang terjadi ini dengan rahang yang terbuka lebar, ingin mengucapkan sesuatu tapi tidak bisa keluar dari tenggorokan mereka. Penampilan kekuatan yang hebat dan memukau dari tiap seorang perwira ini sudah membuat mereka terkagum dan ketakutan. Setidaknya satu orang ini saja setara dengan Patriark mereka! Bahkan ada beberapa yang mengeluarkan tekanan yang lebih kuat. Jelas, mereka tidak mengetahui asal-usul atau identitas dari pasukan mengerikan ini, mereka hanya berpikir bahwa para petinggi sudah berhasil meminta bantuan dari dinasti di sekitar kawasan ini. Lagi-lagi, mereka memuji dan menyanjung para petinggi dalam hatinya. Meskipun mereka tidak tahu, bahwa kedatangan Great Sun Army sama sekali tidak disangka-sangka, bahkan oleh para petinggi sekalipun. Semua ini... disebabkan oleh angin takdir.
Sebagai para perwira menyebar membentuk formasi, Taiyang menyebarkan Aura Sense miliknya untuk menentukan lokasi di mana fluktuasi Aura tertinggi berada. Dia memejamkan matanya dan tak perlu waktu lama, Aura Sense miliknya telah menyisir sejauh seratus km jauhnya. Dia merasakan pertarungan tingkat tinggi dan langsung melesat ke arah sana. Ya, itu adalah tempat dimana Shin dan kelompoknya beratarung.
***
Waktu baru saja berlalu tidak sampai lima menit, namun intensitas pertarungan di sini memang terlalu intens. Shin dan Old Liu mungkin sudah bertukar ratusan serangan namun masih belum menunjukkan skill andalan masing-masing, kendati demikian, kerusakan masih dapat terlihat dengan jelas di sini. Ada cukup banyak retak dalam tanah yang mana sebagian besar disebabkan oleh serangan yang meleset.
Shin berada cukup jauh dari Old Liu; kondisi keduanya pun masih terbilang cukup baik dan stamina pun masih ada banyak. Hanya dengan beberapa serangan yang berhasil mengenai masing-masing, mereka masih akan tetap melanjutkan pertarungan, paling tidak sampai salah seorang dari mereka mati.
Shin bagaimanapun, tujuannya adalah untuk membunuh Old Liu dan Chi Lan selama waktu yang bisa dibeli oleh Suo Qing, Yi Lei, dan Zhang Wu, paling lama sekitar satu jam. Ya, hanya satu jam, ini disebabkan oleh keterbatasan Zhang Wu dalam mengimbangi pertarungan para Master, bahkan dengan dibantu Yi Lei sekalipun dia tidak bisa bertahan terlalu lama. Dalam waktu yang terbilang singkat ini, Shin harus bisa membuat Old Liu membuat celah yang mana akan memuluskan penggunaan Arhat Absolute Strike yang terbatas. Dan caranya, tentu saja dengan berakting sombong namun tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi klaim sombongnya. Ya, dia akan berpura-pura lemah tapi banyak bacot.
Menurut ekspektasi Shin, setelah lima belas menit bertindak lemah seperti itu adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan serangan pamungkasnya, yang nantinya akan mudah diselesaikan dalam lima belas menit berikutnya. Shin masih punya berbagai kartu truf yang mana waktu lima belas menit sudah cukup baginya.
Old Liu menerjang ganas ke depan, dalam satu kedipan mata, dia sudah ada tepat di depan muka Shin. Dengan tangan yang layu dan keriput, dia mengirimkan sebuah telapak tangan yang diselimuti oleh kabut hitam pekat. Mengarahkannya pada dada Shin.
Sebagai respon defensif menghadapi serangan ini, Shin menarik Arhat Staff dan menempelkannya miring menghalangi tubuhnya, memblok tapak hitam yang tampak mengerikan tersebut.
Bang!
Tubuh Shin terdorong mundur beberapa belas meter dan dengan Arhat Staff yang dibenamkan ke tanah, menghentikannya untuk terpukul lebih jauh lagi. Tentu saja, hal ini sudah direncanakan oleh Shin sebelumnya, luka yang dialaminya tidaklah siginifikan, bahkan tidak layak untuk disebut sebuah luka sama sekali. Biarpun beberapa kekuatannya tetap disalurkan pada tubuhnya, Arhat Staff masih memblok sebagian besar dari itu. Apabila kita telusuri lebih lanjut lagi, sebenarnya Shin bahkan tidak perlu dan tidak mungkin terpukul sejauh ini, ya, dia terbang mundur dengan akting yang sangat realistik. Terlihat sangat alami dan bahkan Old Liu sekalipun tidak bisa melihat keanehan dalam hal ini.
"Kemana semua sifat sombongmu itu bocah!? Apa kau hanya orang sombong yang hanya bisa bacot saja, buktikan semua ucapanmu dan bunuh diriku ini! Aku yakin jika kau tidak memiliki berbagai item yang tidak diketahui itu, kau bahkan tidak layak untuk menjadi seorang ahli Duniawi!!" Old Liu sudah memakan umpan dan terpancing dengan akting Shin yang arogan tapi bodoh ini. Dia terbakar api emosi dan balas dendam, diselimuti oleh senangnya pertarungan dan kekesalan oleh Shin, sampai-sampai dia bahkan melupakan ancaman luar biasa yang sebenarnya, sudah datang menghampiri mereka!
"Diam kau tua bangka! Kau bahkan belum merasakan setengah dari kekuatanku. Dengan tubuh yang layu dan keriput seperti itu, khawatirkan dulu pinggangmu sebelum bertarung! Dan kenapa... aku bisa mencium bau tanah darimu?" Shin lebih memanas-manasi keadaan.
Dia bangkit dan mengeluarkan Arhat Staff dari dalam tanah, mengayunkannya datar yang seketika membuat tekanan udara besar yang jatuh ke arah Old Liu. Tekanan udara ini tidak kuat ataupun mematikan, pada dasarnya Shin bahkan tidak menaruh serius pada serangan ini, dia hanya sedang menambahkan aktingnya menjadi jauh realistik lagi.
Old Liu mengerutkan keningnya dan pembuluh darah mulai mencuat di dahinya yang layu, dia saat ini sudah kesal sampai ke tulang pada Shin! Dia difitnah keji memiliki penyakit pinggang dan bahkan dihina secara mentah-mentah--oleh seorang junior--sebagai seorang tua bangka yang bahkan disebut "bau tanah".
Kabut hitam yang merupakan seni unik milik Sekte Dark Cloud diperkuat hingga batas maksimalnya, karena penggunanya kali ini adalah Old Liu, salah satu dari lima 'Old' di Sekte Dark Cloud, tentu saja penguasaannya dalam seni ini haruslah pada yang tertinggi. Bukan hanya kedua tangannya, kini seluruh tubuh dan Auranya sendiri berubah diselimuti oleh awan hitam pekat yang mana memberikan tambahan kerusakan pada setiap serangan.
Old Liu mengepalkan tangannya dan langsung memukul udara kosong di depannya, segera tekanan udara dan energi yang besar nan mengerikan dipancarkan akibat dari pukulan bertenaga penuh ini. Menghasilkan aliran energi besar yang mana langsung menghancurkan serangan Shin tanpa ada perlawanan sama sekali.
Shin menatap datangnya energi ini dengan ngeri di mata, dia dengan sekuat tenaga melakukan roll ke samping guna mengelak dari dampak yang bahkan bisa menakutinya itu. Beruntung, Shin bisa menghindari serangan itu tepat waktu, karena pada saat Shin menatap bekas tempatnya berdiri tadi, dilihatnya sebuah garis panjang yang cukup membentang satu kilometer jauhnya! Jelas, Shin sendiri pun akan terluka cukup parah jika terkena.
Old Liu tertawa keras sekali melihat Shin yang berlarian layaknya kelinci, dia tampaknya sangat menikmati momen-momen pembalasan kematian Old Tu ini, atau lebih tepatnya momen pembullyan seorang junior. Harga diri dan prestisenya mungkin tercoreng dengan melakukan hal ini, tapi dia sama sekali tidak peduli! Asalkan bocah yang sepenuhnya putih di depannya ini meregang nyawa dengan cara yang menyedihkan, asalkan dia bisa mengorek semua rahasia besar yang dimiliki bocah putih ini, semuanya akan sebanding.
Creack!
Old Liu menguatkan cengkramannya pada kakinya yang mana, menyebabkan tanah dalam radius seratus meter langsung merekah dalam retakan yang tak tertandingi. Dengan kaki besar yang diliputi kabut hitam yang pekat itu, Old Liu mengarahkan kakinya ke atas, menyapu dalam bentuk potongan vertikal yang terlihat sangat kuat.
Segera, Aura yang dahsyat dan tekanan angin yang mengerikan keluar akibat tendangan ini. Mengarah pada Shin yang baru saja harus dengan payah menghindari pukulan Old Liu.
Energi tendangan dikirimkan secara penuh, membelah bumi kemanapun dia menuju, meninggalkan sebuah celah besar yang muat untuk satu orang.
Adapun Shin, dia tampaknya telah memancing amarah Old Liu lebih cepat dari jadwal yang ditentukan, harusnya fase ini dia alami pada menit kesepuluh tapi biarlah, ekspektasi dalam rencana berbeda dengan kejadian di lapangan adalah hal yang cukup lumrah terjadi, sudah terlambat untuk melakukan kalkulasi ulang dan sepertinya, Shin akan selesai lebih cepat juga.
Shin meletakkan Arhat Staff di atas tanah; menyimpan kedua tangannya di depan, sejajar dengan dadanya. Shin menguatkan cengkraman kakinya yang langsung menghancurkan bumi sejauh dua ratus meter, lebih banyak dari Old Liu! Dia mengalirkan kekuatan besar, dengan tubuh yang diselimuti Aura putih keperakan, Shin memotong ke atas dengan kakinya, sama seperti yang dilakukan Old Liu.
Energi yang besar melonjak memenuhi udara dan tampaknya jauh lebih mengerikan daripada punya Old Liu, bahkan lolongan hariamau samar bisa terdengar dalam tendangan ini, menjadikannya jauh lebih menakutkan dan superior lagi.
Ledakan!
Angin badai menyapu dengan ganasnya, menghasilkan sebuah ledakan kejut yang mengerikan pada saat kedua serangan ini saling berkonfrontasi. Dan hasil akhirnya, kedua serangan ini saling serang tanpa ada yang bisa mendapat kemenangan, keduanya mendapat skor seri.
Sedikit terkejut dengan hal ini, Old Liu mengalihkan pandangannya pada Shin yang sekarang, menjadi jauh lebih menyedihkan lagi. "Lumayan juga kau bisa menerima serangan tadi, bakatmu harusnya adalah yang tertinggi di Azure Sky Empire sana. Tapi sepertinya, ini adalah batasmu!"
Mimik muka yang sama, kening yang sama sekali tidak mengeluarkan keringat, postur tubuh yang tetap tegak seolah tidak akan rubuh, semakin menambah kesan "sombong tapi tidak mampu" Shin. Di mata Old Liu, Shin terlihat seperti seorang lemah yang berusaha berlagak kuat untuk dipuja-puji. Tak lebih dari sekedar permainan dan akting baginya. Saat ini, Old Liu telah buta, tidak bisa membedakan mana yang benar kenyataan dan hanya akting kebohongan.
Old Liu bergerak mendekati Shin yang saat ini terlihat jelas sedang berusaha mengembalikan Auranya pada keadaan semula. Sebuah kondisi yang sangat pas bagi siapapun untuk Old Liu memberikan sebuah serangan penghabisan, walau dia tidak tahu dan tidak sadar, bahwasannya yang akan menerima serangan penghabisan adalah dia sendiri!
Shin memegang ujung Arhat Staff; secara diam-diam menyalurkan Aura untuk mengeluarkan serangan terkuatnya. Adegan saat ini cukup mirip dengan yang terjadi pada Yun Xiao dulu, dimana musuh mendekatinya bagaikan ngengat dan api unggun. Hanya menghampiri untuk kematiannya sendiri, walau harus kita akui masih ada beberapa proses lagi diperlukan untuk benar-benar membunuh Old Liu. Arhat Absolute Strike hanya digunakan untuk memaksimalkan hasil yang didapat, mereduksi kondisi Old Liu sehingga membunuhnya tidak akan terlalu sulit. Paling tidak, Shin bisa menghemat sepuluh persen Aura dengan melakukan hal ini.
Saat ini cukup berbeda dengan dulu, Shin menarik Arhat Staff dari tanah dan melentingkan tubuhnya mendekati Old Liu. Bagaimanapun serangan kali ini harus kena, Shin tidak ingin semua akting sebelumnya menjadi sia-sia saja.
Saat Old Liu mengalirkan sekitar setengah Auranya pada tangannya dan seketika juga mengirimkan sebuah pukulan dahsyat, inilah saat yang paling tepat untuk menyerangnya.
Shin mengangkat Arhat Staff ke atas dengan kedua tangannya, kemudian Aura memancar keluar dari sana dan berfluktuasi dengan hebat. Tanpa ada kemunculan dari sang Arhat, sebuah tongkat putih puluhan meter panjangnya muncul dan berada dalam kendali Shin.
Dengan cepat, Shin menggeserkan kaki kanannya ke depan; kaki kirinya dilututkan ke bawah; kedua tangannya membantingkan tongkat suci besar ini ke bawah, badan tongkat sepenuhnya menyentuh tanah dan bumi hancur akibat satu serangan ini.
Bang!
Dengan suara pecahan yang bergema berkilometer jauhnya, tongkat putih besar melahap Old Liu seutuhnya tanpa bisa membalas sedikitpun! Kondisinya cukup parah dan saat ini dia sedang terkapar di dasar bekas hantaman tongkst ini. Mulutnya telah meludahkan beberapa teguk darah serta organ dalamnya cukup terguncang. Beruntung, seni dari sektenya sendiri saat ini telah membuatnya menjauh dari kondisi yang parah. Setidaknya, Old Liu masih bisa bertarung setelah ini.
Tongkat putih mulai menghilang, menyingkapkan Old Liu yang kepayahan namun langsung bangkit kembali tidak terlalu lama berselang. Saat Old Liu mulai memantapkan posisinya lagi, sebuah tapak darah sudah meluncur ke arahnya dengan kemampuan eksplosif yang sama mengerikannya.
Ledakan!
Segera, Dark Blood Palm menepuk tubuh Old Liu, membuat yang terakhir terjatuh dalam kondisi yang bahkan jauh lebih mengerikan lagi. Old Liu memuntahkan dua teguk darah yang akibat dari luka internal yang cukup parah. Bahkan, sebuah tulang telah patah di kedalaman tubuhnya. Kini, dia sepertinya akan sedikit kesusahan untuk bertarung seperti semula.
Shin merespon hal ini tentu saja dengan senang, waktu lima belas menit yang ada dalam perkiraan awalnya untuk membunuh Old Liu sudah tidak ada lagi. Tergantikan oleh kisaran waktu yang jauh lebih singkat, sekitar lima hingga sepuluh menit waktu.
Shin berjalan pelan menuju Old Liu yang sudah mencoba untuk bangkit kembali. Namun saat Shin ingin menikam tubuh Old Liu, dengan indra dan instingnya, Shin bisa merasakan sebuah eksistensi tak terkalahkan dan niat membunuh kuat yang dibawa olehnya. Shin tersentak hebat dan mengurungkan niatnya untuk menghabisi Old Liu walau ia sadar bahwa perasaan ini tidak datang darinya.
Shin merasa sangat tidak nyaman bahkan sedikit gemetar menghadapinya, sebagai langkah pencegahan sekaligus sebagai jaminan kemanannya, Shin melangkah mundur beberapa meter jauhnya. Saat ia dalam retret ini, dilihatnya sebuah bilah tombak besar menembus tubuh Old Liu!
"Khhuuaah...!"
Darah merah sontak merembes melalui sela-sela giginya, menjadikannya terluka lebih parah lagi dan nasibnya sudah dipastikan sejak kejadian ini dipertontonkan. Tanpa melihat sosok yang telah menyerangnya kali ini, Old Liu masih bisa memberikan sebuah tebakan. Yang terakhir dalam hidupnya.
"***... Yang...."
Segera setelah dia berkata demikian, sosok penyerang yang dikenal sebagai Matahari Besar dari Qin itu menarik tombaknya kembali, dia memutarnya ke belakang untuk mengumpulkan momentum dan sebuah bilah besar datang dari atas.
Sraash!
Tanpa ampun langsung menghancurkan tengkorak Old Liu, terus melaju tanpa kehilangan kekuatannya dan membelah tubuh tua dan layu Old Liu menjadi dua! Bahkan tidak sampai satu menit dibutuhkan untuk Taiyang membunuh seorang ahli Master. Selain karena kekuatannya yang pada tingkat Master Puncak juga karena senjatanya itu sendiri, memang bukan senjata Jendral Besar yang digadang-gadang sebagai senjata terhebat Qin yang merupakan harta tingkat Master. Senjata Taiyang saat ini memang lebih lemah, tapi itu tetap saja harta tingkat Surgawi! Bahkan kualitasnya melebihi katana milik Yun Xiao.
Shin tentu saja kaget dan tidak mengerti dengan segala runtuyan kejadian yang sudah terjadi ini. Bagaimana tidak, tiba-tiba dari depan datang sebuah eksistensi yang setara dengan gurunya lalu tanpa diketahui identitas dan maksud tujuannya ke sini, dia tiba-tiba membunuh Old Liu mudah sekali. Mungkin ini sebuah hal yang bagus mengingat Old Tu sudah mati. Tapi Shin belum tahu apapun mengenainya! Bisa saja dia sendiri yang menjadi target dari kekuatan besar ini, bahkan Shin sendiri tidak terlalu yakin bisa menang dalam pertarungan melawan sesosok manusia berbadan besar ini. Dari wajahnya yang sudah tua pun Shin mendapat petunjuk bahwa orang ini memiliki segudang pengalaman dalam kepalanya. Hawa keberadaan yang begitu agung serta menginspirasi juga menunjukkan bahwa dia adalah seorang pahlawan dan sosok penting di tempatnya berasal, bukan hal yang baik untuk memprovokasi eksistensi semacam ini. Tidak bisa membantu, Shin hanya diam di tempat dan hanya bicara saat ditanya saja.
"Hey bocah!" Seru Taiyang, "Apa kau yang telah melukai orang ini sebelumnya? Di pihak mana kau sebenarnya, Azure Sky Empire atau Evil Region?" Tanya Taiyang, memastikan beberapa hal yang tampaknya cukup mustahil.
Dicerca pertanyaan oleh sosok mengangumkan seperti ini, Shin merasa gugup, bahkan Eternal Nirvana tidak banyak membantu saat ini. "Een.... Orang yang disebut sebagai Old Liu memang bertarung denganku sebelumnya, memang benar bahwa dia terluka karena pertarungan tadi. Dan saya berada di pihak Azure Sky Empire." Shin mencari aman dengan berkata sejujurnya. Di hadapan sosok mengerikan seperti Taiyang, Shin sekalipun tidak bisa bersikap terlalu sombong!
Taiyang kemudian menggunakan Aura Sense untuk merasakan tingkat kekuatan Shin, dirasakannya sebuah kekuatan yang hanya bisa dimiliki oleh seorang ahli Surgawi Menengah, bahkan Aura milik Shin stabil dan tenang tanpa fluktuasi apapun. Hal ini menambahkan fakta bahwa Shin sudah cukup lama pada tingkat ini padahal sebenarnya tidak, Shin hanya pay to win. Dia mengalihkan bola matanya dan ya, Arhat Staff cukup menyita perhatiannya.
"Bocah, berapa umurmu saat ini?" Tanya Taiyang lebih lanjut.
"S-Saya baru saja berumur tiga belas tahun ini."
Taiyang menancapkan tombaknya ke tanah dan berjalan menuju Shin dengan wajah dewasanya yang kini terlihat... bahagia? Sebuah pergantian peristiwa yang dirasa cukup, tidak, sangat aneh.
Saat dia berada tepat di depan Shin, tubuhnya yang besar bahkan menghalangi visi Shin lebih jauh lagi. Hanya bisa dilihatnya sebuah armor emas berpola matahari jika dia melihat ke depan. Ukuran tubuh antara keduanya yang sangat berbeda jauh ini tampak seperti harimau dibandingkan dengan kucing.
Lalu dengan tangan besarnya Taiyang mulai menepuk pundak Shin tanpa diketahui tujuannya yang sebenarnya.
"Hahaha.... Bagus, bagus. Bahkan di Qin sekalipun seharusnya kau adalah individu dengan bakat terbaik yang tidak pernah terlihat selama seribu tahun. Biarpun kau dilahirkan di tempat terpencil seperti ini kau masih bisa mencapai ketinggian yang banyak orang tidak pernah harapkan sebelumnya. Jika kau masih terus terjebak di tempat rendahan semacam ini, masa depan gemilang yang harusnya kau raih hanya akan jadi angan-angan semata. Bocah, Jendral Besar ini memintamu untuk ikut ke tempat di mana Jendral ini berasal!"