
Shin setelah memasuki Paviliun Mental langsung dipindahkan ke sebuah tempat ataukah, dimensi lain? Tidak ada apa pun di sini, hanyalah kehampaan dan kekosongan mutlak sejauh matanya bisa melihat, semuanya kosong, tak seperti bagaimana imajinasinya tentang bagian dalam bangunan super besar tersebut. Konsep waktu di sini terasa sangat samar dan tidak jelas, bahkan Shin sendiri tidak mengetahui sudah berapa lama dia berada di sini.
"Di dalam sini pasti sama halnya dengan Devouring Dragom Vessel, kurasa saat ini aku berada di dimensi di dalam Paviliun Mental. Sekarang, lebih baik aku mencari-cari saja tempat yang cukup menarik perhatian." Setelah memikirkan banyak, Shin akhinya memutuskan untuk beterbangan tanpa arah, cukup lama dia melakukan itu, sekitar sebulan jika dia bisa merasakan waktu. Saat dia masuk ke sini, dia dikirim tepat ke bagian luar dunia ini, untuk bisa mencapai tempat yang dimaksudkan dia harus menempuh perjalanan panjang untuk sampai ke bagian tengah.
"Ah, harusnya itu adalah tempat yang kucari selama ini. Yah, meski aku tidak tahu apa pun tetapi hanya itu penampakan selain kekosongan yang kutemukan sepanjang jalan. Salahku juga sebenarnya tidak bertanya pada Shen terlebih dahulu." Shin yang sedang dalam penerbangan menangkap sebuah gerbang kayu besar dengan matanya, itu berwarna kemerahan dengan tinggi berkilometer, untuk memudahkan siapa pun menemukannya. Walaipun disebut gerbang, menurut bentuknya lebih tepat disebut sebagai gapura. Hanya saja, gerbang ini terdapat portal yang mana akan menuntun Shin menuju tujuannya: extra mini super lemah Purgatory lapis pertama!
"Mungkin ini adalah tempatnya, ya, pasti ini tempatmya. Jika aku memalingkan wajah dari yang ini, aku tidak tahu kapan bisa menemukan yang serupa. Shen, aku akan mengutukmu jika ini membawaku ke tempat yang salah!" ucap Shin dengan sedikit emosi dibawanya, dia sudah cukup frustasi melakukan perjalanan panjang sebelum menemukan sebuah gerbang yang mana tidak ada bedanya dengan gacha ini, jika dia dapat ampas, hanya tertinggal Shen untuk disalahkan! Karenanya, Shin tanpa ada kraguan lagi langsung melesatkan tubuhnya untuk masuk!
Swooosh!
Dengan kecepatan tinggi seluruh tubuh Shin langsung masuk ke dalam portal, segera perasaan perjalanan ruang dirasakannya dan kesadarannya mulai memudar. Dia memasrahkan proses ini dan menyerah untuk melawan, ke mana pun gerbang ini akan membawanya, dia punya Shen sebagai pelampiasan emosi, ya, tak perlu dia menghancurkan padang pasir seperti yang prajurit primordial lakukan. Dia punya Shen.
Setelah proses selesai, Shin perlahan-lahan mulai mendapatkan kesadarannya kembali, matanya yang tertutup rapat mulai terbuka. Harus kuakui dia adalah orang yang beruntung, dia tidak salah gerbang sama sekali dan kini dia berada di lantai pertama Paviliun Mental, lebih tepatnya lantai pertama Paviliun Mental yang sejati. Seperti yang disebutkan sebelumnya, di sini adalah tiruan dari Purgatory yang asli, atau disebut juga "ekstra mini super lemah Purgatory yang tak bertenaga".
Dan saat Shin membuka matanya, pemandangan yang dipertontonkan padanya seketika ingin membuatnya pingsan kembali! Sejauh mata memandang dan lebih jauh lagi daripada bidang pandangan Shin serta lebih jauh lagi, hanya api berwarna merah yang meletup-letup bisa dilihatnya. Api itu berfluktuasi ganas, menguar dan berkobar tanpa ada kelemahan sama sekali, penuh dengan keganasan dan bahkan tidak ada perasaan menyenangkan hadir di sini sama sekali. Bisa ditebak, hanya setitik api kecil di sini saja sudah lebih dari cukup untuk membakar seorang ahli Master! Sekarang, coba kau pikirkan berapa banyak api di sini? Apakah hanya setitik kecil atau ada di ribuan kilometer jauhnya dengan intensitas tinggi?
Shin menoleh ke kiri, kanan, atas, bawah, mengharapkan adanya pemandangan lain yang mampu merestorasi keberaniannya, ingin melihat apakag ada pemandangan selain dari neraka tanpa akhir ini. Tapi nihil, yang dia harapkan tidak dia temukan, ke mana pun dia memandang, hanya ada api api api api api api api api api dan api saja yang ada! Kau hitung berapa banyak "api" saya tulis sebelumnya, tentunya kau bahkan tidak membacamya kan? Tetapi itu hanyalah gambaran, tentang betapa penuhnya tempat ini dengan api.
Lanskap di sini hanyalah tanah datar, tidak jauh beda dengan padang pasir yang mengelilingi Paviliun Mental. Bedanya, tanah di sini terbakar oleh api yang sama, banyak kali terlihat uap panas meledak dan api melonjak naik dari sana, menjadikannya sangat berbahaya.
Kau mungkin bertanya-tanya perihal apa yang ada di belakang Shin. Di tempat ini, yang hanya versi sangat sangat lemah dari Purgatory asli, terdapat sebuah tempat khusus yang mana akan kau datangi tepat selepas memasuki gerbang tersebut, di sini adalah tanah biasa tanpa ada api sedikit pun, bahkan hawa panas mengerikan juga tidak tembus seolah ada penghalang tak terbatas di antara keduanya. Maksud didirikan tempat aman ini sudah jelas: sebagai tempat bagi para prajurit untuk mempersiapkan tekad dan mental mereka pada saat sebelum memasukinya, karena jika langsung dilempar ke dslam lautan api tersebut, saya yakin tidak ada yang mau menjalaninya. Jika menoleh ke belakang, ada sebuah dinding tanah hitam yang menjulang tinggi, jelas, ini adalah ujung awal Paviliun Mental. dan Shin sekarang berada di tempat ini.
"Sialan! Aku tidak tahu Shen itu bohong atau tidak, tapi ini jelas-jelas terlalu berlebihan untuk tempat yang disebut sebagai versi terlemah yang sudah dilemahkan serta diulang beberapa kali lagi. Shen, apa kau bercanda denganku!?" Shin bagaimanapun langsung ciut nyalinya saat dihadapkan dengan yang seperti ini, namun dia bahkan belum mencobanya, bagaimana bisa dia menyerah semudah itu?
Bukan Shin namanya jika dia tidak punya cara tersendiri untuk menyelesaikan situasi ini, dia mencoba terbang. Simpel saja sebenarnya, tidak ada api di langit, asalkan dia tetap berada di angkasa, harusnya segalanya akan lebih mudah, kan?
Tapi tentu saja, semua tidak akan terjadi sesuai harapannya, mau bagaimanapun Shin berusaha, tubuhnya tidak mau terangkat dari tanah, seolah kemampuan terbang tubuh mental sudah dimatikan. Namun Shin segera menyadari bahwa ini adalah salah satu ujiannya, mau tidak mau, dia harus berjalan!
"Bodo amatlah bisa terbang atau tidak! Hanya api merah yang bahkan tidak membuatku berkeringat saja sudah mampu sombong, kita lihat saja nanti!" Dengan itu, dia mulai melangkahkan kaki kanannya ke luar batas aman yang bahkan tidak terasa ada penghalang di sana.
Step!
Saat ini, telapak kaki kanan Shin sudah menyentuh tanah terbakar. Segera, sebuah panas yang hebat langsung ditransmisikan ke kakinya tanpa ampun, rasa panasnya amatlah mengerikan, rasa sakitnya sama seperti dibakar hidup-hidup dengan intensitas panas yang langsung mengubah tulangmu menjadi abu! Panas itu pun langsung mendidihkan darah di sana yang mana aliran darahnya masih terus mengalir! Shin, dari kakinya, rasa panas ratusan derajat segera membakar arterinya dan langsung mengalir terus melalui paha, tangan, jantung, hingga ke otak! Seisi organ dalamnys, seluruh isi otak dan segala yang di dalamnya direbus hidup-hidup dengan darah yang sangat mendidih, kepala Shin tidak ngebul atau mengeluarkan bau khas daging matang, ini karakteristik Purgatory
Tidak ada luka apa pun yang timbul baik di telapak kaki Shin atau jauh di balik kulitnya, semuanya madih sama saja seperti sebelumnya.
Namun di sinilah letak paling mengerikannya, semua rasa sakit itu, yang dideskripsikan dengan penjelasan paling mengerikan yang saya bisa, yang bahkan rasanya tidak akan permah bisa dibayangkan manusia biasa, itu semuanya DILIPATGANDAKAN!! Apa yang dirasakannya... sudah berada di luar batas-batas nalar kemanusiaan. Lalu anda bayangkan saat ini juga, kalau semua itu, rasa sakit setelah dilipatgandakan itu, dikalikan lagi dengan angka yang tak terhitung jumlahnya! Itu adalah... Purgatory lapis pertama yang ASLI!
Shin tentu tidak tahan dengan rasa sakit ini dan langsung menarik kakinya kembali, dia meraung kesakitan setelahnya, raungannya terdengar sangat putus asa tanpa daya, mampu menyebabkan siapa pun menangis karena mendengarnya.
Itu baru yang terlemah dari yang terlemah, bahkan Shin juga baru merasakannya selama beberapa detik sebelum keluar dan juga itu hanya satu kaki! Bukan seluruh tubuhnya secara utuh. Untuk bisa berhasil menyelesaikan satu cobaan berat ini saja, Shin harus memasukkan seluruh tubuhnya dan bertahan selama berbulan-bulan! Ini adalah Paviliun Mental lantai pertama, masih tersisa dua lantai atau delapan lantai lagi, dan isinya sudah bisa kalian tebak, untuk purgatory yang asli... kemampuan deskripsi saya belum sampai pada tingkat yang benar-benar bisa menggambarkan betapa mengerikannya hal itu. Tapi inilah gambaran awal Purgatory asli: Shin harus tahan puluhan tahun sambil dibakar dengan suhu ribuan kali lipat dari ini! Hanya itu saja sudah gila, benar bukan? Tapi tentu saja bukan hanya itu saja yang akan dia alami nantinya, masih banyak ujian, hambatan dan siksaan lainnya menanti. Tak heran banyak prajurit yang melebur menjadi purgatory dan ratu hebat sekelas Zhu Long juga hanya bisa tahan enam lapis Purgatory. Shin menjadi sangat pesimis untuk menguasai Nine Purgaory Body ini, siksaan dan penderitaan yang dia alami haruslah jutaan kali lipat untuk bisa menguasainya secara sempurna dan mengolah tubuh jiwa! ...Sulit? Tidak ada kata atau kalimat yang sesuai untuk menggambarkan betapa sulitnya hal itu.
"Jika seperti ini bagaimana aku bisa setara dengan Monarch of Aura dan Martal Saint!? Ayah dan ibu memberiku teknik ini karena percaya aku bisa melalui siksaan Purgatory! Aku tidak percaya aku kalah hanya dengan paviliun sialan ini!!" Shin memberanikan diri, dengan segala tekad yang dia miliki, dia mengambil ancang-ancang dan berlari langsung meberobos batasan. Dengan suara "brug" seluruh tubuh Shin berada dalam purgatory.
Tidak ada jeda antara dia masuk ke dalam sana dan dilemparkan keluar, bahkan tanpa bisa bertahan satu detik dia sudah keluar, atau dalam hal ini... dia sudah mati!
Saat dia berada beberapa mlisekon di sana, siksaan yang dialami jauh melebihi satu kaki di dalam. Udara panas memenuhi setiap tempat yang satu bagian kecil darinya bisa membakar habis sebuah kota! Shin menghirup udara yang sangat panas ini dan sistem pernapasannya langsung terbakar, dari hidung hingga ke paru-paru merasakan siksaan yang sama. Bagian dalam tubuh Shin mendidih seperti gunung berapi setelah dia bernapas. Setiap napas berada di sana menyebabkan semua bagian tubuh Shin dari ujung kepala hingga ujung kaki melepuh, dalam artian sakitnya seperti melepuh tanpa ada yang terlewat. Organ dalam Shin terpanggang hebat dan matang seketika, darah di sekitar kepalanya mendidih dan hal sama segera terulang, namun dengan intensitas yang jauh lebih mengerikan! Sumsum tulang belakangnya seperti direbus dalam kuali besar, mata Shin yang memerah karena rasa sakit juga tak luput dari pembakaran. Setiap inci dari tubuh Shin menderita sakit yang menumpuk dan menyebar, pengalaman satu napas di sini lebih buruk daripada jutaan napas di atas gunung berapi. Shin langsung menyerah dan terlempar dari sana.
Shen dan Zhu Long juga sudah mengharapkan kejadian ini menunggu dengan sabar, sosok Shin yang bergidik ngeri dan sangat ketakutan seolah melihat hantu paling mengerikan di dunia muncul di dekatnya.
"Bagaimana, kau masih ingin menjalaninya?" Zhu Long berkata pada Shin yang merinding. Shin tidak menjawab karena rasa traumanya yang teramat berat, sepertinya dia tidak akan pulih dalam waktu dekat.
"Jika kau tidak mampu di sana maka baiklah, kau memang masih terlalu muda dan minim pengalaman, kita bisa cari Divine Flame lain. Masih banyak waktu kau miliki dan Divine Flame itu tidak hanya satu saja, jangan paksakan dirimu karena keselamatan tetaplah hal paling penting." Shen juga sangat jelas tentang purgatory ini, meski ini adalah versi paling lemahnya ini tetap Purgatory. Kengerian dan teror di dalamnya memang menyebabkan seluruh makhluk di bawah langit bergidik ngeri.
Setelah lima jam Shin yang menggigil ketakutan akhirnya mau angkat bicara, "Ratuku, aku masih bersedia untuk mencobanya, itu hanyalah percobaan pertama serta aku pun sadar bahwa semua hal ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat, jadi bukan hal yang bagus untuk menyerah terlalu awal. Tetapi, waktu yang dibutuhkan terlalu lama, bisakah Anda mengatur waktu di sini lagi?" Shin jelas takut, akan aneh jika dia tidak, tetapi bagaimanapun takutnya dia, itu masih belum cukup untuk membuatnya down hingga tidak mau berbuat apa pun. Purgatory yang asli harus didatangkan jika ingin menghancurkan tekadnya dalam sekali serang!
"Baguslah, tekadmu untuk mau menjalaninya cukup membuatku terkesan, tetapi ingat untuk jangan kecewakan orang tuamu dengan mati di sana. Untuk pertanyaanmu, aku bisa, hanya saja dua puluh kali lebih lambat adalah batasku namun waktu di Paviliun Mental berjalan seratus kali lebih lambat. Jadi kau tidak perlu khawatir dengan batas waktu lima hari milikmu. Oh ya, aku lupa bilang tadi, untuk bisa menyelesaikan Purgatory lapis pertama baik di sini atau yang asli kau harus menuju sisi lainnya. Lantai pertama membutuhkan waktu satu bulan perjalanan tanpa henti, lantai kedua butuh setahun perjalanan nonstop, lantai ketiga butuh waktu sepuluh tahun perjalanan tanpa henti!! Dan purgatory asli butuh waktu 30 tahun perjalanan dengan intensitas api puluhan kali lipat dari lantai ketiga!! Tapi masih ada banyak waktu untuk beradaptasi, tiap kali kau masuk ke dalam sana tubuh mentalmu akan jadi lebih kuat dan lama-kelamaan panas di sana akan menjadi tidak berguna. Namun untuk mencapai itu kau harus dibakar lama sekali. Dan untuk Purgatory asli kau memasukinya dengan tubuh jiwa milikmu, itu bisa terluka dan akan pulih seketika, siklus luka-sembuh ini akan berlangsung lama sekali hingga waktu akan tidak terasa di dalam sana, sendirian di neraka asli seperti itu juga merupakan siksaan untuk mentalmu, sendirian tanpa harapan dan pertolongan, Purgatory ini hanyalah kotak pandora tanpa dasar. Namun ada kabar baiknya, setelah kau melewati Purgatory ini kau akan langsung naik dua tingkat tanpa mempengaruhi fondasimu dan tubuh fisikmu akan menjadi sangat tirani, meski kau hanya ahli Duniawi saat itu bahkan ahli Master juga tidak akan sebanding denganmu dalam hal ketahanan fisik, jangan pernah remehkan teknik body tempering terkuat pada era primordial. Yang paling penting adalah ini akan menjadi dasar mengolah soul form dan teknik jiwa lainnya. Dengan resiko yang teramat besar ini, dengan hadiah yang teramat kecil ini, masih beranikah kau mengambil teknik ini?" Zhu Long melakukan ini untuk keselamatan Shin juga, jika Shin hanya membuang nyawa maka semua usaha orang tuanya akan sia-sia. Shin tidak perlu berpikir untuk menjawabnya, tujuannya terlalu besar dan tak bisa dihentikan oleh apapun, meski Purgatory ini sangat sangat sangat berbahaya dan mengerikan namun ini harus dilalui oleh Shin!
"Ya, aku akan melakukannya!' Shin mengulang jawabannya kembali.
"Kuharap kau tidak menyesalinya, masuklah dan kau tidak perlu masa transisi seperti tadi, kau langsung ditempatkan di depan gerbang. Ingat untuk sebisa mungkin berjalan satu langkah lebih jauh setiap kali terlempar dari sana." Ratu menyemangati Shin, betapa beruntungnya dia.
Setelah ini Shin langsung berjalan menuju Paviliun Mental sekali lagi.
Shin saat ini sedang disiksa di dalam, memanfaatkan situasi ini, Zhu Long berbicara kepada Shen. "Shen, sepertinya memang benar kalau kita akan mendapatkan yang jauh lebih baik. Tian Chen, aku tidak menyangka orang itu bisa dilampaui, tetapi beberapa waktu ke depan... itu akan menjadi kenyataan!" Pada dasarnya, Tian Chen atau Monarch of Aura pertama adalah orang terkuat sepanjang sejarah, bahkan entitas tingkat tinggi seperti Zhu Long sekalipun masih berada di bawahnya, walau tentu saja, Zhu long di masa jayanya merupakan sebuah monster sejati.
"Hehe, jangan remehkan penilaian sang Grand Sage!" ucap Shen dengan senyum yang sangat puas, perkiraannya tidak akan mungkin salah.
Waktu dibengkokkan hingga 20 : 1, berarti Shin mempunyai waktu seratus hari di sini sebelum menuju Scarlet Land Forest, ditambah perbandingan waktu di dalam Paviliun Mental, Shin bisa disiksa selama mungkin di sini. Tanpa perlu hanyak khawatir, dia bisa melangkah satu demi satu untuk mencapai tujuannya yang sangat besar itu.
Di dalam Paviliun Mental.
Shin datang ke sini dengan semangat baru, setidaknya dia tahu tujuan Purgatory ini, dia melangkah dengan cepat.
Blub!
Sensasi menyiksa yang sangat kembali terasa di seluruh tubuhnya, Shin menggertakkan giginya dengan kuat.
"Satu... langkah... lebih...jauh...." Shin melangkahkan kakinya dengan sangat berat seolah dia adalah Atlas yang menopang dunia di atas pundaknya.
Step!
Saat Shin berhasil melangkah sekali lagi, dia langsung terlempar dari sana. Zhu Long dan Shen hanya melihatnya dengan kasihan dan penuh harapan. Setelah mengambil Volcano Essence dan menyerapnya Shin punya waktu senggang selama dua bulan kedepan, yang berarti Shin punya waktu kurang lebih dua tahun di sini. Penuaan dan umur Shin juga melambat di sini jadi meski dia menghabiskan dua tahun di sini penampilannya tidak akan banyak berubah, lagipula yang di dalam adalah tubuh mentalnya. Dalam kondisi ini Shin juga tidak perlu asupan makanan sama sekali jadi dia bisa disiksa sepuas mungkin.