Lone Hero

Lone Hero
Isabella



Shin sangat merasakan peningkatan kekuatannya yang tajam ini, meningkat dari ahli pembentukan akhir ke duniawi akhir dalam sekali jalan tak pernah terjadi dalam sejarah ratusan tahun kekaisaran. Dengan tingkat kekuatannya saat ini tidak diragukan lagi kalau Shin adalah generasi muda terkuat di seluruh Azure Sky Empire, bahkan bakat paling hebat di Imperial Family, Dou Yehan hanya merupakan setengah langkah surgawi dalam umur 20-an, dan saat seumuran dengan Shin dia hanyalah ahli pembentukan akhir. Itupun dia dipuji-puji sebagai bakat yang hanya muncul seratus tahun sekali dan kandidat terbaik sebagai ahli master ketujuh.


Sekarang kekuatan yang menentang logika dan akal sehat siapapun muncul disini, dia sudah melewati banyak tua-tua di kekaisaran.


Orang lain hanya bisa melihat hasil diluar nalar ini dengan takjub dan iri, namun mereka semua tidak pernah bisa membayangkan apa yang harus dialami olehnya untuk mendapat kekuatan hebat ini. Orang lain hanya menyebutnya jenius tanpa tahu usaha keras yang dilakukannya.


Melihat peningkatan tiga tingkat sekaligus telah membuat Shen senang, setidaknya Shin melangkah lebih dari delapan. Dia mendekati Shin yang masih duduk bersila dan bertanya, "Berapa langkah Shin ?"


Masih dalam posisinya, Shin tertawa kecil dan menunjukan wajah sombong sebelum menjawab.


"Hehe... kau mungkin tak percaya, tapi aku berhasil sembilan langkah !!" Jawaban Shin sontak menyebabkan Shen tidak percaya pada awalnya.


Apa sembilan langkah itu? Dari satu juta tahun yang lalu dan seluruh sejarah dunia ini hanya satu orang yang berhasil mencapai ketinggian seperti itu, dan dia sudah menjadi ahli terkuat didunia tanpa ada tandingan.


Walau Shen masih terkejut dan tersentak dengan fakta yang sangat menentang akal sehat ini, dia tersenyum bahagia, Tian Chen kedua akan muncul lagi di jaman ini, dengan hasil seperti ini juga meningkatkan peluang kemenangan melawan para iblis nanti. "Walau aku sempat menilaumu rendah, tapi sekarang kau sudah membuktikan kalau mata tua ini telah salah. Kau sudah membuatku bangga, Shin." Shen bahkan kehabisan kata-kata untuk menunjukkan pujian dan sanjungannya.


"Xiao Shin-ku memang tidak akan pernah mengecewakan!" Zhu Long mendekat dan langsung memeluk Shin, wajahnya sangat bahagia dan senyum manis nan hangat dipancarkan dari bibir merah merona. Ekpresinya yang bahagia ini membawa sedikit ketidaksenangan bagi Shin, dia kesulitan bernapas!


Empat orang lainnya, Shen, Flame Empress, Flame Emperor, dan Ying Ai masih berada disini dan bisa dengan bebas melihat kemesraan mereka berdua.


Shen memang sudah tahu hubungan diantara mereka berdua yang bisa dibilang dekat, menimbang Shin adalah keturunan dari sahabatnya. Tapi dia tidak pernah menyangka kalau dekat disini adalah dalam artian sesungguhnya! Devouring Master menangis melihat ini.


Disisi lain Ying Ai menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena kejadian yang tak disangka-sangka ini, apalagi dia baru pertama kali melihat wanita secantik Zhu Long. Dia tak percaya bahwa mereka akan berpisah sebentar lagi dan Shin malah mesra-mesraan selingkuh dengan wanita lain. Dan itu tepat didepannya!!!


Melihat adegan yang sangat tidak dimengerti ini, dengan refleks Flame Emperor dan Flame Empress saling menatap. Flame Empress tidak mengerti kenapa dia melakukannya dan segera memalingkan wajahnya, disisi lain Flame Emperor hanya tertawa kecil melihat wanita yang mungkin menjadi pasangannya ini. Sayangnya dia sudah mati ribuan tahun yang lalu, impiannya memiliki seorang pasangan harus dipendam dalam-dalam.


Merasa bahwa dia diperhatikan oleh orang lain, Zhu Long melepaskan Shin dan mencoba mengembalikan image-nya didepan orang lain. Sepertinya kebahagiaannya telah membawa bencana besar.


"Zhu'er... Kau telah selingkuh!?" Shen menunjuk Zhu Long dan berkata tak percaya.


"Diam !" Zhu Long membuat satu cakram lubang hitam yang sama dengan yang digunakannya dulu.


Shen merasakan ancaman besar dari sana dan menghentikan candaannya dan Zhu Long juga merilis jurusnya.


"Kau telah berhasil bocah? Memang pantas sebagai anak dari mereka. Sekarang giliran muridku untuk mendapatkan divine flame." Flame Empress berkata demikian karena Shen.


"Murid?" Poin ini adalah yang paling dipertanyakan oleh Shin, apakah ini berarti kalau dia akan membawa Ying Ai pergi?


Shen tak berdaya dengan hal ini dan mulai menjelaskan semua yang telah terjadi. "Dia ingin membawa Ying Ai sebagai murid langsungnya. Asal kau tahu kalau sebenarnya bakat Ying Ai itu sama sekali tidak lebih rendah daripada milikmu, karena kau memiliki diriku kau bisa meraih ketinggian yang tak pernah dicapai oleh siapapun. Namun Ying Ai hanya punya Feng Li sebagai gurunya dan dia tidak cocok, walau harus kuakui dia guru yang hebat. Agar bakat dan potensinya tak tersia-siakan begitu saja, wanita ini, Flame Empress, memilih untuk menjadikannya sebagai murid langsung. Yang berarti bahwa Ying Ai akan menjadi ribuan kali lebih kuat dari gurumu dalam waktu sepuluh tahun singkat!" Shen menjelaskan semua hal baik yang akan terjadi pada Ying Ai agar Shin setuju.


"Tidak...tidak... kalian bahkan tidak memikirkan pendapatku kedalamnya!" Shin tentu sangat menolak konsep seperti ini dan Shen sangat mengerti dengan sifatnya, sebagai pencegahan Shen mengeluarkan titik lemah Shin sebagai perlawanan.


"Shin... walau ini adalah rencana mereka berdua, tapi aku juga ingin sekali menjadi muridnya. Dimasa depan kau akan jadi ahli yang kuat, sangat kuat malahan. Dan aku tidak ingin berada dibalik bayang-bayangmu begitu saja. Bisa dibilang, aku melakukan ini untukmu juga...." Ying Ai memang ingin pergi tapi juga enggan berpisah dengannya. Suaranya sedikit bergetar pada kalimat terakhir yang menunjukan keengganannya.


"Kalau begitu aku tidak akan jadi ahli terkuat jadi kau tidak perlu pergi dari sini!" Kekhawatiran Shen memang benar, walau hanya satu tahun dia sudah sangat terikat dengannya, jika ini dibiarkan lebih lama maka Shin akan benar-benar melakukannya.


"Jangan bertindak egois Shin, bukan hanya aku yang harus kau pikirkan dalam hidupmu. Masih ada pamanmu dan orang tuamu, lalu Shen dan wanita disana. Semuanya juga memberimu makna kehidupan untukmu, lagipula ini bukan berarti kita akan berpisah selamanya. Aku hanya berlatih di tempat yang disebut sebagai Sekte Nirvana." Ying Ai tidak ingin Shin menjadi orang biasa karenanya.


"Sekte Nirvana? Tempat semacam itu tidak akan bisa menghalangik!" Mendengar Shin yang dengan sombong merendahkan sektenya, Flame Empress sebisa mungkin menahan diri. Shen juga mengirim transmisi suara pada Shin menjelaskan apa itu Sekte Nirvana yang sesungguhnya.


Segera wajah Shin menjadi gelap dan merinding, dia tak percaya ada tempat yang sekuat kuat itu didunia ini. Tapi tekadnya tak akan pernah surut walau Sekte Nirvana menghalanginya sekalipun, meski sekarang itu sangat mustahil namun Shin yakin akan ada saatnya dia bisa datang kesana dengan wajah tegak.


"Bocah, jika kau ingin datang ke sekteku dengan kepala tegak, maka tujuh tahun dari sekarang kau harus mengikuti Thousand Starfall Battle di Great Wasteland Of Death. Setidaknya kau harus masuk sepuluh besar untuk bisa memilih Sekte Penguasa yang kau inginkan. Kalau kau tidak bisa melakukannya jangan harap bisa menemuinya lagi!" Flame Empress memberi syarat ketat walau sebenarnya ini syarat dari Shen.


"Thousand Starfall Battle? Sekte Penguasa?" Shin tidak tahu dengan dua kata ini, untuk Great Wasteland Of Death dia tebak ini hanyalah sebuah nama tempat.


"Nanti aku jelaskan soal yang pertama. Untuk yang kedua itu adalah faksi terbesar di Benua Yuan Besar Selatan ini. Total mereka ada sepuluh dan Sekte Nirvana ini menduduki tempat ketiga. Untuk detail lainnya kau akan tahu selepas kau pergi dari tempat ini." Shen menjelaskan sekilas soal keadaan dunia ini dan faksi didalamnya. Selain dari ratusan kekaisaran dan kerajaan banyak juga sekte atau klan yang mendominasi, diantara mereka ada sepuluh eksistensi yang merupakan penguasa mutlak disini, sehingga disebut sebagai sekte penguasa.


"Dan juga, jika kau sedang membutuhkan divine flame, jangan ragu untuk datang ke tempat kami." Flame Empress melempar sebuah token berwarna emas yang merupakan identititas khusus yang hanya bisa diberikan olehnya, jika Shin masuk kesana dan menunjukkan token ini dia akan diperlakukan layaknya seorang VIP. Tapi Shin tidak mau menurunkan harga diri dan kebanggaannya dengan menggunakan token ini sebelum dia bertemu dengan Ying Ai. Baru setelah itu dia akan bisa memakai token ini dengan bebas tanpa beban.


"Terima kasih. Junior ini pasti akan mengingat kebaikan ini." Shin menyimpan dalam cincin ruang miliknya dan menangkupkan tangannya.


"Gadis kecil cepatlah, aku hanya bisa bertahan beberapa minggu lagi." Flame Emperor memanggil Ying Ai untuk cepat mengambil divine flame.


"Baiklah. Suatu kehormatan bisa memiliki api yang sama dengan anda, Flame Emperor!" Kata Ying Ai sebelum berjalan kedalam Burning Heaven Divine Flame.


"Kau jalani saja ujian ini semampumu. Jika tidak bisa maka baiklah, mungkin ini bukan hari keberuntunganmu. Dan kusarankan agar kau melakukannya dengan cepat, waktuku tinggal sedikit." Klon Flame Emperor yang ini didesain agar bisa ada lebih lama dari yang lain, ujian dari divine flame memang butuh waktu yang relatif lama.


Tanpa berkata apa-apa lagi Ying Ai menjalankan ujian dari Burning Heaven Divine Flame.


Meninggalkan Ying Ai yang sedang menjalani ujian, Flame Emperor merasa bahwa ini adalah kesempatan sekali dalam seumur hidupnya, kesempatan untuk mendapatkan pasangan hidup yang sejati walau hanya bersama selama beberapa minggu tak akan dia biarkan begitu saja. Dalam umur yang sudah sangat terlambat ini, Flame Emperor akan melakukan PDKT.


"Hey, apa kau tidak akan bosan menunggu disini selama berminggu-minggu?" Flame Emperor mendekatinya dan memulai dengan sebuah pertanyaan.


"A-a-apa maksudmu bertanya seperti itu? Dua tiga minggu bukanlah waktu yang lama. Aku akan kultivasi disini saja." Flame Empress sedikit gugup saat menjawab pertanyaannya.


"Aku bisa menunjukkanmu berbagai tempat yang menarik disini tadinya, tapi semuanya telah berubah menjadi abu emas." Flame Emperor sedikit menggodanya.


"Hmph! Ini salahmu karena tak bisa membunuh satu iblis rendahan. Jangan salahkan aku atas ketidak mampuanmu itu!" Flame Empress membalas ucapannya dengan telak. Kini Flame Emperor telah kehabisan cara untuk meyakinkannya lagi.


"Shen, tolong kau bantu aku sekarang!" Flame Emperor mengirim transmisi suara.


"Kau kan sudah mati, tidak ada kebutuhan bagimu untuk mencari seorang pasangan. Kau hanya akan melukainya jika melakukan ini!" Shen sudah sedikit pulih dan bisa mengirim transmisi suara walau hanya segini batasnya.


"Ayolah... pertimbangkan lagi hubungan masa lalu kita, lagipula aku setidaknya ingin merasakan apa itu rasanya mencintai dan dicintai." Flame Emperor semakin memelas pada Shen, memang Shen adalah satu-satunya harapan yang dimilikinya saat ini, dengan pengetahuannya Shen pasti punya pengetahuan tentang cinta.


Flame Emperor kemudian mendekati Shen guna mendapat pencerahan atas kondisi yang memilukan ini. Dirinya memang berada di puncak dunia tapi dia ada dipuncak dalam kesendirian, tidak ada satu orangpun yang menemaninya, sungguh sebuah ironi bagi seorang ahli. Dulu dia tidak peduli soal hal duniawi seperti ini, namun setelah kematiannya mendekat dia jadi ingin mendapatkan hati seorang wanita.


Shin yang sedang beristirahat tiba-tiba disedot kedalam Devouring Dragon Vessel oleh Zhu Long tanpa tahu apa yang akan mereka lakukan didalam.


"Shen, tolong bantu aku!" Flame Emperor sudah ada didepan Shen, cukup jauh dari Flame Emperor.


"Baiklah, permintaan terakhirmu akan kubantu kau mendapatkannya. Untuk mendapat wanita macam dia yang dingin dan kejam biasanya kau harus bersikap agresif, tapi karena dia juga tampaknya mau tapi malu mengakuinya, kau hanya harus mendorongnya lebih jauh, dan ingat jangan mengendur sedikitpun, pepet aja terooos ! Ambil topik pembicaraan yang berani pada awalnya namun semakin biasa namun hangat pada prosesnya, intinya adalah bikin dia nyaman senyaman mungkin. Lalu saat dia sudah sangat nyaman denganmu kau akan langsung meninggalkannya, macam pakboy! Kau yakin masih ingin melakukannya?" Shen menjelaslan semua ini dan memberikan pengetahuannya. Flame Emperor mengangguk masih bertekad melakukannya.


"Terima kasih, dan kudoakan kau akan segera dapat pasangan, sudah satu juta tahun kau bersama dengan para sage dan mereka semua laki-laki. Walau kau hanya sebuah roh item, kudoakan kau bisa dapat pasangan yang sesuai. Naga hitam itu sepertinya cocok denganmu!" Flame Emperor bermain mak comblang dengannya.


"Mana mungkin aku mau dengannya, naga tua shotacon macam dia adalah yang paling aku hindari." Shen merinding ketika membayangkannya dengan Zhu Long.


"Hahaha.... teruslah menjomblo satu juta tahun lagi! Aku akan mendapat wanita paling sempurna didunia ini!" Flame Emperor berbalik dan berjalan ke arah Flame Empress guna melanjutkan PDKT-nya, meninggalkan Shen sendirian tanpa pasangan disini.


'Sial... bikin iri saja ni orang!'


Disana Flame Empress sedang duduk di tanah guna mengistirahatkan tubuhnya dan agar mendapat visi yang lebih jelas ke atas langit. Tak mungkin dia berbaring karena dia harus menjaga imagenya. Flame Empress meluruskan kedua kakinya kedepan dan menatap langit dengan indah. Rambut emasnya tampak terurai dan menyentuh tanah yang berubah menjadi emas.


"Hey!" Flame Emperor memanggil Flame Empress yang sedang sibuk menatap langit. Dia berdiri tepat didepannya dengan sedikit membungkuk.


"A-apa!?" Flame Empress tidak tahu harus menjawab apa, dia tidak berpengalaman soal ini.


 


Setelah sapaan singkat ini Flame Emperor langsung duduk disampingnya, tanpa menatapnya Flame Emperor membuka percakapan.


"Hey, bagaimana keadaan dunia luar sekarang? Apakah para iblis masih merajalela disini?" Flame Emperor meninggal sebelum Great Desolate Era berakhir, jadi dia tidak punya info dunia setelah dia mati.


"Tidak, mereka semua telah dibasmi atau disegel. Dunia luar saat ini bisa dibilang damai tanpa ancaman besar. Kau bisa mati dengan tenang!" Flame Empress mengeluarkan pernyataan menohok, dia menyiratkan kalau Flame Emperor sudah mati, tak berguna jika dia mendekatinya.


"Hahaha.... kau benar, aku sudah mati ribuan tahun yang lalu. Keadaan dunia ini juga sudah bukan prioritas utamaku lagi."


"Kau adalah pahlawan yang meninggal demi dunia ini, bagaimana bisa kau mengucapkan kalimat tak bertanggung jawab seperti itu !! Kau telah mengecewakan anggota sektemu yang telah gugur!" Flame Empress membentaknya dengan keras.


"Haha... mereka pasti akan bahagia diatas sana." Flame Emperor tertawa getir melihatnya seperti ini, lagipula kalimatnya tadi hanyalah sebuah plot rayuan tajam.


"Kenapa kau tidak peduli dengan keselamatan dunia ini?" Tanya Flame Empress masih marah dan kesal. Sosok pahlawan gagah sudah menghilang jauh-jauh dari pikirannya, tidak ada pahlawan yang tidak peduli dengan hal yang ingin diselamatkannya.


"Kenapa aku harus mempedulikan dunia sedangkan kamu sedang ada disisiku saat ini?" Flame Emperor memberi sebuah serangan telak pada hati kecil nan rapuh milik Flame Empress, seumur hidupnya dia sudah menerima banyak sekali pujian sehingga dia menjadi tidak lagi peduli, tapi entah mengapa dia sangat bahagia dengan pujian ini.


"K..kenapa kau be...berkata seperti itu?" Wajah putih berseri miliknya kini memiliki rona merah didalamnya, saat dia menoleh ke arah Flame Emperor, sosok pahlawan dari negeri dongeng muncul dalam penglihatannya.


"Hei...."


"Jangan panggil aku 'hei' lagi, panggil saja namaku, Su Yan. Sebut saja aku begitu!" Alih-alih memberi Flame Emperor julukannya, Flame Empress malah memberi nama aslinya, ini pasti ada maksud tertentu didalamnya.


"Baiklah. Su Yan, apa kau adalah pemimpin dari sekte tempatmu berasal?" Tanya Flame Emperor.


"Tentu saja, aku adalah jenius yang jarang terlihat selama ribuan tahun. Sebentar lagi aku juga akan setara denganmu!" Flame Empress bangga dengan dirinya sendiri. Dia berdiri dan berjalan ke depan Flame emperor, dia menyentuh dadanya sendiri dan membungkuk sedikit, tubuhnya dicondongkan kedepan dan seyum hangat dipasang di wajahnya, tampak jelas sekali jika dia ingin terlihat hebat dan kuat didepan Flame Emperor.


"Jadi begitu, keadaanmu saat ini kurang lebih sama denganku dahulu." Flame Emperor tersenyum pahit melihat wanita didepannya berlaku seperti ini.


"Apa maksudmu sama?" Flame Empress tidak mengerti dengan kalimatnya.


"Kau ada di atas segala makhluk dan memandang mereka dengan rendah dari atas, orang-orang tampak menyanjung dan menghormatimu dan kau senang akan itu. Tapi nyatanya, itu tak lebih dari sekedar omong kosong. Kau kesepian dan tidak punya teman ataupun keluarga, atas pelampiasan hal ini kau terus berkultivasi tanpa henti. Dan jadilah dirimu yang sekarang." Sebenarnya kondisi Flame Emperor dahulu jauh lebih baik, setidaknya dia punya rekan seperjuangan yang siap bertaruh nyawa untuknya.


Flame Empress terkejut dengan jawaban ini tapi tak bisa membantahnya sama sekali, itu semua adalah kebenaran pahit yang dia juga tak ingin mengakuinya, berada di puncak dunia sendirian, apa bagusnya hal itu?


Flame Empress kemudian duduk disebelahnya lagi, sikapnya juga jadi lebih pendiam dan dingin. Kalimat Flame Emperor tadi sudah memberi damage yang cukup besar pada hatinya.


"Apakah kau dulu seperti itu? Maksudku, apa kau tidak punya teman ataupun keluarga." Tanya Flame Empress.


"Kondisiku sedikit lebih baik, karena dulu adalah masa perang aku punya cukup banyak rekan, meski semuanya telah mati di medan perang, sama sepertiku."


"Apakah... jalan yang kutempuh saat ini... salah?" Tanya Flame Empress.


"Tidak ada jalan yang benar atau jalan yang salah, semuanya tergantung apakah jalan itu kau yakini kebenarannya atau tidak. Jalan seseorang menuju puncak dunia ada beragam dan kesemua cara itu memiliki keberhasilannya tersendiri. Ada yang menempuh jalan pedang, ada yang menempuh jalan bela diri, dan ada yang menempuh jalan api seperti kita. Pedang memiliki keuntungan yang lebih daripada yang lain, tapi kenapa masih ada martial artist? Semuanya hanya tergantung pada diri ahli itu sendiri. Dan cara semua orang tidak ada yang berhak untuk mengaturnya, jika kau ingin keluar dari sektemu sendiri karena kata-kataku tadi, kau sudah terlalu lama tidak merasakan yang namanya kasih sayang." Orang seperti Flame Empress biasanya menolak hal-hal seperti itu, tapi jika dia dengan sukarela menerimanya dia akan setia hingga bisa dibilang fanatik, tidak ingin membiarkan sesuatu yang tidak pernah didapatkannya pergi begitu saja.


"Aku tidak terima diceramahi oleh mayat!" Flame Empress memberi kalimat yang menohok.


"Hahaha..... kau memang sangat menarik Su Yan." Flame Emperor memberi penilaian singkat.


"J-jangan puji aku lagi, kalau tidak...."


"Kalau tidak apa?" Flame Emperor menoleh kearahnya.


Wajah Flame Empress yang menawan tampak sedang dipermainkan olehnya, kini Flame Emperor telah bisa mengendalikan alur permainan cinta ini.


Flame Empress menolehkan wajahnya ke arah Flame Emperor, wajahnya memerah sedikit karena malu. Saat dia menatapnya dia tidak bisa bertahan lebih lama, dia memalingkan wajahnya ke bawah dan berkata dengan suara rendah.


"Kalau tidak.... aku akan mencintaimu...."