
Shin sangat tertarik untuk mencoba kekuatan barunya, ia memutuskan untuk berburu beast level 1 dan menjadikannya makanan. Berbagai beast dia bunuh dalam perjalanannya dan berakhir masuk kedalam perutnya. Bekal yang disiapkan Hong Wei terlalu membosankan untuk dimakan, dengan skill memasaknya yang setara dengan seorang chef daging beast juga bisa jadi makanan yang lezat.
Perjalanan ke Kota Yan lumayan jauh, Shin membutuhkan paling tidak dua minggu perjalanan untuk sampai, tapi Shin tidak dalam keadaan terburu-buru sekarang. Ia berpikir untuk berlatih dalam perjalanannya ini.
Shin menyusuri hutan di siang hari dan berkultivasi serta belajar teknik Focussed Aura Control dimalam hari. Penguasaan Shin dalam teknik ini sudah meningkat, meski belum menguasai tahap pertama, dia sudah bisa memindahkan auranya ke satu titik. Dia sudah menyadari kelemahan dari teknik ini. Interval yang dibutuhkan Shin untuk mengedarkan auranya kembali adalah tiga detik. Dalam pertarungan ini adalah waktu yang sangat lama, satu detik saja seorang ahli berbuat ceroboh bisa mengakibatkan kematian.
Dalam kultivasinya, Shin masih belum membuat peningkatan apapun, dia merasa ada tembok tak terlihat antara kedua tahap ini. Shin yang berkultivasi sepanjang malam merasa pusing dengan keadaannya ini, "Aku harus memikirkan cara lain, jika seperti ini terus, aku tidak akan bertambah kuat."
Satu minggu telah berlalu, Shin semakin merasa stress dengan kultivasinya ini. Dia masih belum menemukan cara untuk memecahkan tembok tersebut. "Mungkinkah ada segel lain didalam tubuhku?" Pikiran Shin semakin menjadi liar, "Tidak, jangan berpikir seperti itu." Shin menggelengkan kepalanya kuat, mendaptkan kembali tekadnya yang sempat luntur.
Saat Shin hendak mengambil air dari sungai dia melihat beast level 2 didekatnya. Instingnya mengatakan bahwa dia harus segera mundur seperti yang biasa dia lakukan. Selama perjalanan sebisa mungkin Shin menghindari kemungkinan bahaya. "Tidak, aku merasa aku harus melawannya." Berbeda dari Shin yang biasanya, dia memutuskan untuk melawan beast level 2 yang setara dengan ahli tahap konversi fase menengah.
Beast itu adalah "B4bi" hutan bertanduk dua, dengan tubuh besar setinggi satu setengah meter yang ditutupi bulu berwarna coklat. Beast ini memiliki pertahanan yang kokoh sehingga sulit untuk dihadapi. Bulunya yang lebat dan tebal bisa meredam kekuatan serangan musuh, kulit kecoklatan dibaliknya yang sekeras besi juga menambah kekuatan beast ini.
"Tidak mungkin aku membunuhnya dalam pertarungan normal, aku harus pikirkan cara lain." Gumam Shin saat bersembunyi di balik semak belukar dan hanya menyisakan kepalanya.
Shin berjalan mengendap-endap mendekati beast itu dan diam-diam mengumpulkan auranya pada tinjunya. **** yang sedang asyik minum itu merasakan ancaman dari arah samping. Saat beast itu menoleh sebuah tinju berwarna emas sedang menuju kewajahnya.
Brukk!
Beast itu terpental beberapa meter dan tersungkur di tanah, meninggalkan bekas seretan beberapa meter.
"Apa aku berhasil ?" Shin segera mengedarkan auranya kembali kalau-kalau beast itu bangkit kembali.
Ngiiik!
Beast itu terkena serangan terkuat dari Shin. Noda darah segera mengalir dari dahinya, namun luka seperti ini masih belum cukup untuk bisa membunuhnya. Beast itu segera bangkit dan menyeruduk Shin dengan tanduknya yang runcing. Shin segera menghindar dari tandukan beast itu. Beast itu berlari melewati Shin, saat ia berlari ia mengirimkan tendangan belakang dari kakinya. Sebuah tipuan licik yang mengakibatkan Shin lengah.
Brugg!
Shin terlempar dan menabrak pohon dibelakangnya. Tubuh Shin terbaring namun masih memiliki tenaga yang banyak, luka yang diderita juga tidaklah parah. Untunglah tubuh Shin lebih kuat dari ahli lain, jika ahli setingkat dengannya menerima serangan tadi, beberapa rusuk mereka akan patah!
Tak menyia-nyiakan waktunya, beast itu segera berbalik dan menyeruduk Shin sekali lagi. Serangan ini bukanlah tipuan tapi benar-benar ditujukan untuk membunuh Shin. Shin mengumpulkan aura pada kedua tangannya dan menangkap tanduk beast itu. Percuma, serangan beast itu terlalu kejam dan ganas, shin terlempar ke belakang dan merobohkan beberapa pohon. Darah segar menyembur dari mulutnya, saat dia bangkit dia melihat beast sudah mulai menyerangnya lagi. Beast itu berlari dengan cepat ke arahnya, saat sudah tiga meter didepan Shin beast itu melompat ke depan, di udara, beast itu dengan lincah memutar balikkan tubuh besarnya dan menendang dengan dua kaki belakangnya.
Bukk!
Dua tendangan menghantam dada Shin dan membuat yang terakhir menghancurkan beberapa pohon lagi. Sebuah cetakan kaki "b4bi" muncul di tubuhnya dengan warna merah menghiasinya. Punggung Shin lebam karena menabrak pohon dan menghancurkannya.
Saat Shin merasa hidupnya akan berakhir dia merasa sesuatu telah pecah didalam tubuhnya. Dia akan menerobos sekarang! Sebuah cara yang tidak konvensional memang, tapi cara mempertaruhkan nyawa ini bisa dibilang sukses besar!
Aura yang sudah lemah berotasi dalam meridiannya kembali dengan intensitas dua kali lipat dari sebelumnya. Meski tubuh fisiknya tidak memiliki peningkatan apapun tapi auranya telah meningkat secara signifikan. Perbedaan antara tahap pengumpulan aura dan konversi aura memang sangat jauh. Aura yang dangkal berubah menjadi lebih dalam dan padat, jika sebelumnya hanya satu tetes kecil maka sekarang seperti air dalam cangkir kecil. Masih sedikit tapi jika dibandingkan dengan yang sebelum, itu sangat berbedan jauh.
Shin merasa jauh lebih percaya diri untuk bisa membunuhnya sekarang. Beast itu mulai menyeruduk Shin sekali lagi. Tidak berniat untuk mundur atau menghindar, Shin mulai mengumpulkan aura di tinjunya. Tinju yang diliputi cahaya seperti cairan emas menabrak tanduk kokoh **** itu.
Crack!
Retakan kecil terlihat ditanduk beast tersebut. "Keras sekali, masih butuh beberapa pukulan lagi untuk menghancurkannya." Shin kegirangan dengan peningkatan kekuatannya. Tak berlama-lama Shin segera melontarkan pukulan beruntun
Retakan semakin lama semakin meluas sampai menutupi seluruh tanduk, setelah satu pukulan yang mengandung seluruh aura, tanduk tidak bisa menahan efek tinju yang mengerikan dan patah menjadi dua bagian.
Beast level 2 sebanding dengan ahli konversi aura fase menengah dan tanduk dari beast itu adalah bagian terkerasnya. Namun tubuh Shin juga sebanding dengannya, ditambah hampir seluruh aura berada di tinjunya, tanduk itu tak kuasa menahan gempuran itu.
Tangan Shin terlihat meneteskan darah akibat serangan itu namun itu sebanding dengan hasilnya, sekarang beast itu tidak mempunyai alat pertahanan dan serangannya. Beast itu segera mundur, melihat adegan ini Shin mengumpulkan aura di kakinya. Shin berlari menuju beast yang kabur itu dan menendang kaki belakangnya.
Brukk!
Beast itu terjatuh dan terseret beberapa meter. Shin menduduki tubuh beast yang besar itu lalu memindahkan aura ke tangannya lagi dan mulai melakukan pukulan beruntunnya lagi.
Bam!Bam!Bam!
Ngiik!
Raungan rendah dari beast itu telah menutup hidupnya. Shin lalu memasukkan mayat beast itu kedalam cincin penyimpanannya. Pertarungan ini terlalu melelahkan bagi Shin, dirinya yang kehilangan darah merasa penghilangannya memudar. Dalam keadaan terluka Shin mencari tempat perlindungan terdekat, dalam perjalanannya ke tempat perlindungan Shin menemukan beberapa tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan lukanya.
Di tempat perlindungan
Baju Shin yang dinodai darah segera dilepas oleh Shin, terlihat tubuh yang terluka memar dan sobek. Tanaman obat yang ditemukannya segera dihancurkan lalu dioleskan pada luka. "Ahh... perih." Kata Shin kesakitan, tanaman obat yang ditemukan Shin adalah Rumput Bulan yang hanya bisa ditemukan dimalam hari, bisa mengobati luka dengan cara dioles, merupakan tanaman obat tingkat dua. Shin membutuhkan istirahat selama dua hari penuh untuk dapat pulih total.
Dua hari kemudian
Shin yang sudah sembuh memulai harinya dengan sarapan. Menunya hari ini adalah daging panggang hasil berburu dua hari kemarin. Perjalanan Shin sudah setengah jalan, jika tidak ada hambatan, Shin perlu berjalan satu minggu lagi.
Kekuatan Shin sudah meningkat jauh, aura di tubuhnya menjadi lebih dalam dan lebih luas menyebabkan Shin bisa belajar teknik aura dari pamannya. Shin melihat-lihat teknik dari pamannya dan mencari jika ada yang bisa dia pelajari sekarang. Shin melihat dengan malas teknik-teknik itu sebelum matanya tertuju ke sebuah teknik, Mountain Weight Pressure.
"Menghasilkan tekanan seberat gunung dengan pengguna sebagai pusatnya, semakin dekat semakin kuat juga tekanannya." Shin mulai membaca isi buku itu dengan semangat, tak seperti teknik lain yang mengharuskan aura mengubah bentuknya, mengubah bentuk aura hanya bisa dilakukan ahli tahap pembentukan. Teknik ini tak mengharuskan Shin untuk mengubah aura, ini seperti teknik ini dibuat untuk Shin.
"Melepaskan tekanan hingga seberat satu Ton! Tapi dengan kekuatanku saat ini 20 kg adalah batasku... namun dengan teknik kontrol ini mungkin bisa meningkat sampai 100 kg!" Shin bahagia karena mendapat teknik yang kuat, dia membaca lebih banyak dan mulai mempraktekkannya diluar.
"Mountain Weight Pressure"
Seolah gravitasi diperkuat, semua rumput dalam radius 10 meter dari Shin menyentuh tanah. Sekencang apapun angin berhembus, rumput itu tetap tidak mau bergerak. Seolah sedang tunduk pada Shin.
"Aku akan mencoba menggabungkan kedua teknik ini." Secara alami dia bicara soal Focussed Aura Control.
Rumput mulai kembali bergoyang karena angin, namun rumput yang berjarak 1 meter dari Shin seakan menerima tekanan yang lebih kuat lagi hingga menunjukan tanda-tanda hancur.
"Lumayan, tekanannya bertambah sampai 50 kg. Tapi ini masih kurang."
Semua rumput kembali mendapatkan kembali kebebasannya, tapi salah satu pohon mulai menggugurkan daunnya dengan aneh.
Crack!
Suara retakan terdengar dari pohon itu, segera pohon itu runtuh tanpa alasan yang jelas. Melihat ini Shin malah tersenyum, "Bagus, kalau aku fokuskan ke satu titik, tekanannya meningkat hingga 100 kg, Aku sebut saja ini Focussed Pressure."