Lone Hero

Lone Hero
Target Utama



Great Sun Army mini bergerak ke depan tidak cepat tapi mantap, dengan perintah Luo Ran mereka mengayunkan senjata mereka untuk menghancurkan pohon-pohon yang tumbuh di sini; meminimalisir keunggulan assasin dan mempermudah mereka. Mereka hanya berjumlah lima belas orang, jumlah itu terlalu sedikit untuk bisa dikatakan sebagai sebuah pasukan; mereka kalah jumlah, beberapa anggota ada yang kelelahan, semua anggota juga tidak dalam kondisi prima karena terus terbang selama beberapa hari penuh tanpa istirahat, mereka saat ini sedang berada di ujung tanduk. Tetapi, tidak ada dari mereka yang menyerah, bahkan sorot mata mereka masih tajam penuh dengan perjuangan, mereka tidak boleh mati.


Lari? Itu hanya mempermudah musuh saja, kecepatan mereka sudah jelas kalah, itu hanya memberikan punggungmu untuk diserang secara bebas. Hanya ada satu pilihan tersisa: bertempur!


Di sisi lain, sekitar tiga puluh jumlah assasin berpakaian serba hitam menerjang arah mereka secara acak-acakan, mereka tidak memiliki formasi yang pasti maupun pola yang dapat dibaca dari permukaannya, walaupun sebenarnya mereka itu bertarung sebagai satu kesatuan juga, hanya saja penerapannya yang berbeda dari sebuah pasukan pada umumnya.


Para assasin ini terpencar, ada yang pergi dari samping ada juga yang menerjang dari tengah, itu semua sudah diperhitungkan. Mereka menggenggam sebuah bola berwarna hitam di tangan mereka, itu adalah bom racun yang sebelumnya. Meskipun itu mampu membunuh seorang ahli Master mendalam, tetapi anggota Great Sun Army bukanlah ahli Master mendalam biasa saja, tubuh fisik mereka secara alami tangguh dan keras, racun seperti itu tidak akan mampu membunuh mereka.


Segera, kedua belah pihak sudah dalam jarak serang masing-masing, pepohonan sudah tidak ada lagi menciptakan sebuah tanah lapang yang luas. Tanpa banyak bacot, sepuluh buah bom racun dilemparkan oleh para pembunuh itu, melesat ke depan dengan kecepatan tinggi.


"Hancurkan!"


Luo Ran memberi perintah yang seketika diikuti dengan datangnya sepuluh lebih kilatan senjata yang menjadikan bom-bom itu tidak berguna, mereka masih mempertahankan kondisi seriusnya, ini hanyalah awal yang tidak penting.


Tetapi, para assasin itu adalah orang licik, dari sepuluh bom racun yang mereka lemparkan, dua di antaranya adalah bom asap biasa yang jika dihancurkan, asapnya akan tersebar. Dengan suara "bang" yang cukup keras, asap hitam pekat segera memenuhi angkasa dengan kecepatan tinggi. Hanya dua namun dua saja sudah cukup untuk memenuhi seluruh medan tempur.


"Tetap dalam formasi dan terus menerjang ke depan!" seru Luo Ran keras, pada situasi seperti ini mereka mutlak harus keluar dari medan yang menguntungkan musuh, mereka tidak bisa secara acak menghempaskan asap karena Aura mereka tidaklah terlalu banyak.


Swhooosh! Swhooosh! Swhooosh!


Di balik tabir asap yang menghalangi jarak pandang, para assasin itu sama sekali tidak terpengaruh. Mereka secara terorganisir melemparkan banyak jarum-jarum kecil yang sudah dilumuri racun. Ketiga puluh dari mereka melakukannya, dari segala arah dan sudut yang memungkinkan, menghujani Great Sun Army dalam hujan serangan yang sangat deras.


Clank! Clank! Clank!


Namun Great Sun Army bukanlah target mudah, mereka secara serempak memblok tiap jarum yang datang secara sempurna, jika rekan mereka ada yang meleset maka yang sebelahnya akan membenarkan kesalahannya. Dalam menghadapi hujan yang sungguh mengerikan ini, mereka bisa melawannya.


Kedua belah pihak kini berada dalam jalan buntu, Great Sun Army menahan gempuran ini tanpa melupakan tujuan utamanya, mereka masih bergerak ke depan walaupun melambat. Untungnya, stok jarum yang racunnya dapat berefek pada ahli Master mendalam ini sangatlah terbatas, setelah satu menit menghujani tanpa hasil, akhirnya jarum terakhir ditangkis tombak Luo Ran.


"Apa ada yang kena!?" Ini tugasnya sebagai inti formasi, dia harus selalu mengecek kondisi pasukan.


"Semua aman!" Salah seorang ahli Master mendalam menjawab sebagai perwakilan.


Aliran serangan berhenti, semuanya hening dan sunyi senyap; situasi menjadi sangat mencekam saat ini. Mereka tidak berani meningkatkan kecepatan untuk keluar dari tabir asap karenanya, dengan senjata yang sudah terhunus ke depan, mereka berjalan langkah demi langkah dengan hati-hati.


Luo Ran menyapukan pandangannya untuk menatap sekitar; Aura Sense tidak berguna melawan mereka. Matanya hanya bisa menangkap warna hitam pekat seperti tinta, sepenuhnya menyegel indera penglihatannya. Hanya bermodalkan pengalaman dan naluri, Luo Ran memimpin pasukannya.


"Berhenti."


Sesuai perintahnya, seluruh pasukan berhenti bergerak. Mereka tidak mengetahui apa yang terjadi namun tidak masalah.


Segera setelah itu, Luo Ran dapat mencium bau yang aneh dari gumpalan asap hitam ini, itu harum seperti bunga dan hidungnya sedikit berkerut kala menghirupnya. Seketika, kedua matanya melotot dan dia meraung keras, "Naik ke udara, cepat!"


BOOOOOM!!!


Ledakan besar tercipta dan segera menyapu asap hitam, membuka pandangan mereka kembali. Jelas, itu adalah ledakan hasil kombinasi bom racun dan bom api seperti sebelumnya. Hasilnya sungguh mengerikan, karena bukan hanya satu saja tapi dua bom racun dan bom api yang mereka lemparkan. Menatap ke bawah, para pasukan ini menghela napas lega.


"Jangan lengah! Buat Formasi Matahari Kecil dan segera berpencar!" Luo Ran melambaikan tangannya dan menyambung perintahnya, semua ini belum berakhir! Segera, Formasi Matahari Kecil dibuat oleh sisa pasukan, formasi ini sedikit berbeda dari Formasi Matahari Besar yang sebagai satu kesatuan, ini memecah mereka menjadi beberapa grup kecil yang berisi tiga orang--biasanya enam. Manuver pasukan membutuhkan waktu satu napas, setelah lima matahari kecil ini terbentuk, grup yang terdiri dari tiga orang ahli ini segera melesat ke lima arah yang berbeda.


Swhoosh! Swhoosh!


Tanpa diduga, sebuah hujan jarum beracun yang terdiri dari ratusan jarum menjatuhi tempat mereka berada sebelumnya. Segera, beberapa sosok hitam mulai dapat terlihat menggantung di langit dengan wajah tidak puas, rencana serangan mereka sudah dipatahkan! Dengan memancing Great Sun Army naik ke langit dan menangkap mereka lengah, seharusnya hujan jarum ini akan dengan mudah menusuk mereka. Tapi nyatanya tidak.


"Great Sun Army memang memenuhi reputasinya, tapi mereka hanya berhasil menghindari maut sekali saja. Serang pasukan kecil itu!" Orang yang menggantung di langit, pemimpin mereka, segera memberi perintahnya. Dalam sekejap mata, lima grup pasukan kecil dikejar oleh enam assasin masing-masing.


"Posisi kita kali ini sangat berbahaya!" Luo Ran kali ini sudah ikut dalam grup yang bergerak ke depan, di belakangnya dia bisa merasakan enam angka yang membawa senjata belati pendek; mereka berniat menyelesaikan semuanya di sini.


"Turun," ucapnya memerintah grup kecil ini, dia ingin bertempur!


Dia berbalik dan kemudian berteriak keras pada semua pasukan, "Berhenti berlarian dan lawan mereka semua dengan segenap kemampuan kalian! Akan kita buktikan pada para badjingan ini... bahwa Great Sun Army tidak akan mati semudah itu!!"


"WHOOOOAH!!!" Teriakan keras mengguncang dunia dalam sekejap menggema ke seisi hutan, tiap pasukan ini mengencangkan genggaman mereka; menghentikan langkah kaki pengecut itu dan dengan gagah berani memghadapi musuh-musuhnya dalam situasi 3 vs 6!


Luo Ran segera membentuk formasi berbentuk segitiga, menunggu bagaikan gunung tak tergoyahkan seraya mengacungkan tombaknya ke atas; itu disimpan di atas tanah. Dia memejamkan mata dan menghela napas panjang, dalam situasi fokus penuh ini tampak segala yang ada terjadi dalam gerakan lambat, desisan angin dan kepakan burung yang terburu-buru, tak lupa kedatangan enam sosok yang menerjang dari depan. Dia menunggu sabar, saat dirasa cukup, dia membuka matanya!


Clank!


Tombaknya menikam ke arah kanannya namun dapat diblok oleh assasin itu, walaupun dampaknya langsung membuatnya terpukul beberapa puluh meter. Dia membalikkan tubuhnya dan menggerakkan kedua bola matanya ke berbagai arah, mencoba mengetahui situasi. Jelas, dia tidak ditargetkan sama sekali, kelima assasin sisanya sedang berkutat dengan dua orang di belakangnya yang menggunakan senjata pedang, keduanya sama.


Ahli di sebelah kiri harus menghadang gempuran tiga sedangkan yang kanan hanya dua, Luo Ran segera melesat ke arahnya untuk mengatur kembali formasi pasukan yang cukup kacau.


"Kau pindah ke kanan!" Seraya menghunuskan tombaknya lurus ke depan, Luo Ran berseru padanya. Ahli itu mengangguk dan kemudian terbang mundur; berbalik dan kemudian membantu rekannya.


Dentang!


Dengan mereka bertiga bergandengan tangan, serangan Luo Ran dapat ditangkis seutuhnya. Sang pemimpin yang bernama He Yao segera mundur ke balakang, sementara dua sisanya berdiri di kanan dan kiri, membentuk sebuah segitiga.


He Yao memasang senyum kejam dan berkata, "Hahaha... Great Sun Army yang tersohor harus menerima akhirnya di tangan kami!" Setelah itu, dia mengeluarkan sebuah jarum perak kecil dari Cincin Ruang miliknya dan dengan gerakan yang indah, itu melesat ke depan, mengarah pada kepala Luo Ran dengan kecepatan tinggi.


Luo Ran dengan refleks tinggi memiringkan kepalanya, menghindari jarum beracun itu dengan mudah. "Heh, apa hanya sebatas itu kemampuan assasin terbaik Wei!" dengusnya kesal.


He Yao tanpa ekspresi, dia menatap Luo Ran dalam dan secara tiba-tiba, dua pembunuh di depannya sudah menghilang.


Mereka kemudian muncul tepat di depannya dan menikamkan belati beracun mereka, itu terjadi sangat cepat, tidak ada setengah detik untuk semua adegan ini. Luo Ran masih tetap tenang dan melangkah mundur seraya menyapukan tombak berbilah segitiga itu datar. Angin kuat menyapu dan menghantam keduanya telak, mereka cukup terluka dengan hal ini. Luo Ran memasang sebuah senyum puas di wajahnya, dua assasin lemah seperti itu mudah dilawannya.


Stab!


Dari belakang, assasin yang sudah dilemparkannya tadi, secara kejam berhasil melakukan backstab! Tetapi dengan perlindungan armor ini, racunnya tidak melukainya. Di belakang, sebuah retakan kecil muncul dari armor emasnya itu. Dan assasin itu sama sekali tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia menikamkannya beberapa kali lagi bahkan sebelum Luo Ran bisa sadar atas apa yang tengah terjadi.


Stab! Stab! Stab!


Luo Ran dengan cepat menyadari semuanya, dia merotasi tombaknya hingga bilahnya mendatar dan kemudian memutar tubuhnya seraya mengayunkan hal itu bersamanya. Serangan tombaknya berat dan kasar, itu dengan mudah menyerang assasin yang tak terlindungi itu. Menyebabkan yang terakhir mundur seratus meter lebih dengan seteguk darah diludahkan. Segera, Luo Ran membentuk sebuah Aura Shield.


Jleb! Jleb!


Armornya sudah cukup rusak akibat serangan dadakan tadi, dengan tubuhnya yang berbalik artinya dia memberikan punggunggnya tanpa perlindungan. Bahkan dengan Aura Shield, dua buah jarum tipis yang dilemparkan secepat kilat masih dapat menembusnya, terus melaju hingga tembus kultinya! Racunnya tidak terlalu kuat, tapi itu mampu mempengaruhi pergerakannya. Tapi saat ini Luo Ran tidak hanya mengkhawatirkan dirinya sendiri, dia memandang dua orang sisanya. Untungnya, di sana terjadi sebuah jalan buntu yang tidak siapa pun mendapat keuntungan, dan mereka tidak bisa membantu dirinya, badjingan ini tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Jadi, dia harus bertarung melawan empat seorang diri.


"Kau tahu, tanpa ada sosok pemimpin seperti Taiyang mengambil komando, pasukan kecil kalian tidak akan bisa bergerak dengan benar. Mungkin hanya grup yang ada Gao Shun dan Chen Qi saja yang bisa bertempur dengan benar. Tapi dua sisanya...." He Yao jelas sedang mencoba menambah amarah Luo Ran saat ini, targetnya dari awal sudah jelas, dia tidak mau membunuh ketiganya tapi hanya ingin membunuh Luo Ran dengan segala usaha. Terbukti dari berbagai langkah yang dilakukannya untuk memisahkan keduanya.


"Apa kau meremehkan diriku yang tua ini?" Luo Ran masih berdiri tegak; dengan Auranya jarum yang menempel terlepas dari punggungnya dan jatuh. Adapun racunnya, dia tidak bisa membuang Aura untuk hal kecil seperti itu. Dalam kondisi 1 vs 4 melawan assasin terbaik, dia harus bisa tahan setengah jam... itu sungguh tugas yang teramat sangat sulit.


"Kau menginginkan nyawaku?" ucapnya seraya menatap He Yao tajam. "Maka ambil saja sendiri!!" Dengan itu, dia menembak ke depan dengan kecepatan tinggi.


Dua assasin terdepan dengan segera menyerangnya tapi Luo Ran tidak peduli, orang rendahan semacam ini bisa diurus lain waktu. Yang paling berbahaya apa pun caranya harus dihabisi lebih dulu!


Clank!


Dengan bunga api yang besar dan panas, dia sudah melewati garis pertahanan terdepan. Dia meneruskan gerakannya tajam, menuju He Yao yang kini sudah melemparkan jarumnya kembali. Itu mudah dihindari, bahkan sama sekali tidak perlu disebutkan. Menyadari bahwa jarak serang efektif senjata rahasia terlewati, He Yao mengeluarkan sebuah pedang panjang. Senjata yang cocok untuk pertempuran langsung.


Tidak berniat menunggu, He Yao kemudian menembak ke depan sembari memudarkan tubuhnya, menghilang, menyatu dengan alam sekitarnya. Adapun Luo Ran, dia sama sekali tidak cemas dengan hal ini, jarak sudah cukup dan dia segera menekan ujung tombaknya ke depan. Kekuatan yang dahsyat ditambah dengan momentum gerakan menjadikan sebuah serangan sederhana ini sungguh mengerikan.


Sebenarnya, Luo Ran hanya menusuk udara kosong di depannya, namun beberapa detik ke depan dapat terungkap sesosok yang menahan serangan itu dengan pedangnya. He Yao, dia sebagai assasin secara alami kalah dalam hal kekuatan fisik, dia terdorong mundur beberapa langkah namun Luo Ran sama sekali tidak membiarkannya mengambil napas. Dia menghunuskan tombaknya keji, cepat, dan tanpa ampun, beberapa afterimage serangan tercipta dan masing-masing dari itu mengarah ke titik vital He Yao. Luo Ran tidak berniat berlama-lama dalam pertempuran ini.


He Yao sadar diri, dia menghilang lagi. Dalam senyap, dia bergerak diam-diam ke sisi kanan Luo Ran; menghindari tusukan ganas sebelumnya. Pedang panjang bermata dua di tangannya seketika bergerak tajam, lurus ke arah leher Luo Ran tanpa suara. Tapi niatnya harus diurungkan karena sebuah bilah tajam sedang mencoba memenggal kepalanya dari arah kirinya, terpaksa, dia mundur kembali.


Segera, Aura Luo Ran meluap-luap dan itu semua disalurkan menuju tombak emas di tangannya. Dia tidak memiliki banyak waktu, karenanya dia langsung mengeluarkan gerakan pembunuhnya!


"Golden Dragon Flow!"


Sebuah citra naga berukuran besar tercipta di depannya, naga itu dan dia seperti sebuah kesatuan yang dengan kejam mengarah ke arah He Yao. Tombak mengarah datar, sedangkan raungan naga yang memekakkan telinga segera mengikuti. Itu datang dengan kecepatan tinggi, tidak mungkin He Yao menghindarinya bahkan dengan kecepatannya.


Waktu terlalu singkat untuknya melepaskan sebuah skill, dia hanya mampu melakukan sebuah tebasan berkekuatan penuh.


LEDAKAN!


Badai energi yang mengerikan menyapu kerika serangan Luo Ran mengenai tubuh He Yao telak, tebasan pedang kekuatan penuhnya sama sekali tidak berguna. Tubuh naga yang besar itu menekan dirinya ganas. Namun, dia tidak terhempas dari sana sama sekali, Luo Ran tidak mengingini hal itu!


Dia muntah beberapa teguk darah; di dadanya sudah ada sebuah luka robek yang cukup dalam dan panjang, dan sebuah tulang rusuk patah akibat serangan ini. Meskipun tingkat kultivasinya lebih tinggi daripada Luo Ran, pengalaman bertempurnya jelas lebih kurang. Dia tersungkur di tanah dan pedangnya sudah entah ke mana.


Tombak yang ujungnya sudah terbasahi darah ini Luo Ran tarik dan memutarnya dari bahwa ke atas. Dia tidak mau berlama-lama, sudah saatnya He Yao mati! Dia meloncat sedikit dan tombak sudah berada lurus ke atas, bergerak dengan kekuatan besar ke bawah; akan membelahnya menjadi dua. Namun, saat tombak itu hanya bergerak beberapa puluh centi lagi dari tubuh He Yao, sebuah pilar yang terbuat dari Aura menabrak hal itu dan membuatnya bergeser; luput dari target semula.


"Kekuatan ini... kenapa bisa ada ahli Master lanjutan lainnya!?" Syok melintas di matanya, hanya pilar Aura ahli Masrer mendalam tidak akan mendaptkan hasil seperti ini.


"Hehe... sejak awal, kami sudah sadar bahwa tidak mungkin untuk membunuh kalian semua. Karenanya, kau adalah satu-satunya incaran lami!" He Yao memegangi dadanya dan perlahan bangkit; dia mencari-cari pedangnya seraya menutup luka rersebut.


Whooosh!


Segera, ada dua sosok tambahan muncul dalam lineup musuh, keempat assasin yang dia tinggalkan juga sudah tiba. Kedua orang baru ini, kekuatannya adalah Master lanjutan! Luo Ran, dia terkepung dari dua sisi, harus melawan enam orang sekaligus... dia tidak tahu apa nasib yang menunggunya.


"Haah... sepertinya ini akan sulit."