Lone Hero

Lone Hero
Battle Will



"Nak Shin, kenapa kau bertindak sangat aneh sebelumnya?" tanya seorang perwira Great Sun Army, melihat perilaku Shin yang seperti itu dia memang tidak bisa menahan rasa penasarannya, jadilah dia bertanya.


"Tidak ada hal menarik, hanya terbesit dalam pikiran tentang beberapa hal yang menyenangkan dan membangkitkan emosi. Alhasil aku jadi terlalu bersemangat dan seakan lupa dunia," jawab Shin dengan alibi yang dirancang agar bisa masuk dalam logika semua orang.


"Oh, begitu rupanya." Dengan itu, dia mengangguk puas dan masuk kembali ke dalam formasi, walaupun atmosfir dan suasana sedang menjadi canggung dan tidak mengenakkan hati, setidaknya tidak sampai pada tingkat sepenuhnya membisu.


Dalam benak Shin saat ini, sebuah pertanyaan penting yang cukup mengganggu pikirannya, bukannya dia tidak mau bertanya pada Shen sebelumnya, hanya saja target dari pertanyaan ini adalah orang yang berbeda. Bukan tentang kultivasi, Aura, atau pelatihan, karena dia akan menanyakannya pada Taiyang.


Shin maju ke depan, sejajar dengannya, dan kemudian hendak bertanya, tetapi sebelum beberapa kata bisa terlontar dari mulutnya, Taiyang dengan instingnya yang sangat peka berbalik terlebih dahulu kemudian berkata, "Tak perlu anggap serius mereka semua, paling dua jam kemudian juga mereka sudah kembali seperti semula. Tidak usah buang-buang usahamu untuk melakukan hal yang tidak diperlukan." Sebagai pemimpin mereka, tentu saja dia yang paling mengerti. Biarpun hal semacam ini baru kejadian pertama kalinya, dia bisa menebaknya dengan tepat menggunakan perasaan yang saling terhubung tersebut. Namun, dia menduga dengan salah, bukan perihal waktu dua jam tersebut, namun soal maksud kedatangan Shin. Karena memang, dia tidak bisa memikirkan beberapa alasan lain dalam benaknya.


"Memang hal yang bagus membiarkan waktu bekerja dengan caranya sendiri, hanya saja aku datang ke sini untuk bertanya beberapa hal," ucap Shin meluruskan. Pada dasarnya dia pun sudah mengerti akan hal itu, meskipun masih kabur tentang jumlah waktu yang dibutuhkan.


"Oh, ternyata aku terlalu cepat menyimpulkan. Baiklah, tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan, aku akan menjawabnya jika bisa," balas Taiyang yang menunjukkan betapa hati-hatinya dan betapa teguhnya dia dalam misi, "jika bisa" di sini tentu saja bukan karena dia tidak tahu, tapi kepada dia "boleh" menyebarkan informasi tersebut atau tidak. Karena beberapa hal, membutuhkan penjagaan rahasia tingkat tinggi. Bagaimanapun, Shin masihlah orang asing dan tingkat kepercayaan antara keduanya belum mencapai tingkat yang tinggi, masih perlu beberapa waktu agar itu tumbuh sehingga Taiyang tidak perlu khawatir tentang apa pun lagi. Dan saat ini, dia hanya bisa memberikan beberapa informasi dasar dan umum.


"Anda sendiri yang bilang bahwa Great Sun Army ini adalah pasukan paling elit seantero Qin, dengan kekuatannya yang sebesar ini memang wajar bila dijuluki demikian, bahkan dipimpin oleh Anda yang merupakan Jenderal Besar semakin menambah kelayakan pasukan ini menyandang gelar tersebut. Hanya saja, pastinya Qin masih memiliki beberapa pasukan lain yang lebih lemah daripada pasukan ini, jadi kenapa tugas menghapus The Five Devils dan beberapa persen ahli Evil Region diserahkan pada Anda?" tanya Shin yang mana langsung menyebabkan Taiyang menghela napas berat dan panjang, sangat tidak menduga akan mendengar pertanyaan semacam itu diterimanya. Karena, hal ini termasuk pada rahasia yang Shin tidak boleh tahu.


"Haaah... bukannya aku tidak mau memberitahumu atau bagaimana, tetapi pertanyaanmu itu terkait langsung dengan misi yang sedang kujalani saat ini, apalagi pusat menetapkannya sebagai rahasia tertinggi, jadi maaf karena saat ini kau masih tidak boleh mengetahuinya. Kau bisa langsung menebak bahwa sebuah rencana sedang disusun oleh pusat khususnya Perdana Menteri Zhuge Chansheng, tapi kau bisa bertenang karena kujamin bahwa itu tidak akan mempengaruhi tanah kelahiranmu sama sekali," jelas Taiyang sedikit tidak enak, andai kata ini adalah dua bulan ke depan, dia tidak akan ragu memberi tahu semua hal ini. Hanya saja, butuh waktu agar kepercayaan bisa terjalin antara manusia.


"Sayang sekali, tapi itu tadi hanya pertanyaan yang timbul dari rasa penasaranku saja, jika memang itu adalah hal yang rahasia, apalagi ini menyangkut pemerinrahan, memang wajar Anda tidak memberitahuku." Dalam hal ini, Shin juga sangat sadar diri, posisinya di Qin sama tidak layaknya bagai semut.


"Untung kalau kau mengerti, tapi jika kau ada pertanyaan lain kau masih bisa bertanya. Namun sama saja, tidak semua hal bisa kujawab," jelas Taiyang agar hal yang sama tidak terulang dua kali.


"Jenderal Yang, sebenarnya aku cukup penasaran dengan kondisi politik di sini, biarpun aku tidak mau terjerumus ke dalamnya terlalu banyak tapi sebuah hal yang menarik untuk mengetahuinya. Tapi jika ini adalah hal yang rahasia, itu tidak terlalu masalah." Meski ini tidak terlalu rahasia seperti sebelumnya, tetapi Shin masih cukup sadar diri bila memang semua itu adalah informasi khusus, karena dia sama sekali tidak mengeatahui pemerintahan Qin, apakah itu seorang diktator atau tidak, tertutup atau tidak, dia tidak tahu, jadilah dia berkata demikian.


"Untungnya, hal ini adalah pengetahuan umum yang diketahui hampir seluruh warga, seharusnya tidak masalah memberitahumu," jelasnya, "Qin dipimpin oleh seorang kaisar yang bernama Qin Wuliang, dia adalah seorang ahli Master Puncak, di Dinasti Qin ini, hanya dirikulah yang mampu bertarung seimbang dengan beliau. Sifatnya baik dan bijak sehingga begitu dicintai oleh rakyatnya sendiri, banyak kebijakan yang dibuatnya semata-mata ditujukan untuk kepentingan bersama daripada untuk kepentingan politik dan kelompok saja. Bahkan dalam sepuluh generasi ke belakang, hanya beliau seorang kaisar yang begitu hebatnya. Tapi tentu saja, hanya kebaikan semata tidak akan membuatnya sehebat itu, saat diperlukan dia tidak akan segan-segan untuk meratakan sebuah kota. Tidak seperti yang lain, dengan sifatnya yang seperti itu Kaisar Qin Wuliang setia pada satu istrinya dan tidak mengambil banyak selir, alhasil Qin hanya mempunyai dua pangeran yang kepribadiannya berbanding terbalik satu sama lain. Pangeran pertama, Qin Wutian, bisa dibilang dia adalah cerminan dari sang ayah, penerus sejati dan penyambung tekad Qin Wuliang. Dia dididik sejak kecil teramat sangat baik, dia begitu mencintai kedamaian dan ketenangan, bukan tidak mungkin juga dia akan menjadi tokoh penyatuan yang selanjutnya, tentu saja aku sendiri menginginkan dia berhasil tak seperti pendahulu-pendahulunya, walaupun aku sudah tidak ada saat itu terjadi nanti. Beliau tidak begitu peduli dengan urusan politik dan perebutan kekuasaan, kendatipun seperti itu dia masih melakukan banyak hal yang berguna bagi rakyat Qin. Seringkali dia keluar dari istana untuk pergi ke daerah-daerah terdampak perang dan memberikan api cahaya harapan yang terang pada mereka semua, menjadikannya sama dicintai rakyat seperti ayahnya, sang Kaisar. Lalu pangeran kedua, Qin Wuyou, seperti yang kusebutkan sebelumnya memiliki kepribadian yang berbeda jauh, jika yang pertama hanya peduli soal kedamaian dan kepentingan rakyatnya, yang kedua sangat ambisius soal tahta dan kekuatan. Meski tidak jahat sampai membunuh orang tak bersalah, namun semua pergerakannya bisa membawa dampak besar. Walau tentu saja dia tidak akan sejauh itu hingga melakukan kudeta atau revolusi besar-besaran, asalkan posisi Kaisar sudah jatuh ke tangannya maka dia akan menjadi pasif. Ada juga Perdana Menteri Zhuge Chansheng, dia adalah pejabat tertinggi yang diangkat oleh sang Kaisar sendiri sejak dahulu, meski bakatnya pada bidang kultivasi sangat kurang, bahkan setelah semua sumber daya yang dimiliki Qin dikerahkan untuknya, dia hanya naik ke tingkat Master Dasar--setidaknya untuk memperpanjang umurnya. Tapi dalam hal bersilat lidah dan negosiasi, di tiga dinasti sekalipun tidak ada yang bisa menandinginya! Dengan otaknya yang licik itu, dia telah berguna banyak bagi Qin, jasa-jasanya hampir setara dengan semua prestasi yang kuraih di medan perang. Untungnya, dia tidak terlalu ambisius untuk meraih kursi tertinggi pemerintahan, karena jika iya aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelahnya. Meskipun begitu, saat ini hubungannya dengan kaisar sedang buruk, setelah sebuah rencana ditolak mentah-mentah. Kendati, semuanya bisa bertenang karena tidak mungkin dia akan berkhianat, karena jika Kaisar Qin Wuliang tidak melirik bakatnya itu, dia hanya akan menjadi sarjana yang hanya mampu menghidupi diri sendiri. Sebenarnya masih ada beberapa detil lainnya tapi kau akan mengetahuinya cepat atau lambat." Dengan itu Taiyang menutup penjelasannya. Walau dia lanjut menjelaskan sekalipun, jawaban yang keluar tidak akan terlalu mendetil karena dia seorang ahli militer, agar Shin bisa memuaskan rasa penasarannya dengan tuntas, mungkin dia harus bertanya ke Zhuge Chansheng secara langsung. Namun Shin sadar bahwa dia tidak boleh berharap terlalu banyak.


Selesai menyerap semua informasi, dia lanjut bertanya, "Tidak, itu sudah cukup bagiku. Jika sebelumnya aku bertanya tentang pemerintahan Qin, saat ini aku penasaran tentang kemiliteran Qin."


"Pertanyaan yang bagus, itu adalah bidangku sendiri jadi tanyakan saja yang kau mau," katanya seranya menepuk-nepuk pundak Shin, sangat jelas terlihat bahwa dia senang Shin bertanya seperti itu. "Seperti di tempat mana pun, Jenderal Besar adalah posisi tertinggi yang bisa diraih perwira militer. Dalam Qin, sebelumnya ada empat Jenderal Besar yang masing-masing memiliki senjata dan armornya tersendiri, empat Jenderal Besar yang mewakili empat senjata utama: pedang, golok, tombak, dan tongkat. Aku sendiri adalah Jenderal Besar tombak, meskipun tombak milikku ini berbeda dari tombak yang biasanya karena menyesuaikan penggunanya. Tapi seperti yang kau ketahui, dari keempat Jenderal Besar hanya diriku sendiri yang masih aktif dalam militer, sisa tiganya sudah pensiun karena usia dan ada juga yang sudah pergi. Jika bukan karena tidak adanya pengganti para Jenderal Besar, aku juga akan memilih pensiun dan menikmati akhir hidupku ini. Tetapi keadaan berbcara lain, saat ini mungkin aku harus mengabdi pada Qin sampai akhir hayat."


"Baik dari senjata atau armor khusus para Jenderal Besar, semuanya adalah harta Aura tingkat Master yang merupakan harta tertinggi Qin. Aku menyimpan milikku sendiri di rumah sedang sisanya tersimpan dengan baik di istana, menunggu untuk seorang pahlawan mengambilnya dari etalase yang berdebu tersebut. Juga, Jenderal Besar memiliki sebuah hak istimewa yaitu untuk memioiki tiga Jenderal di bawah naungannya, jadi total Qin memikiki empat Jenderal Besar dan dua belas Jenderal, lalu banyak lagi di bawahnya. Meskipun mereka bilang tiga, tapi aku hanya punya dua yang kau juga sudah mengenalnya: Lu Daofu dan Di Huanzhi, mereka berdualah Jenderal bawahanku. Tapi tetap, slot Jenderal tidak boleh kosong apa pun yang terjadi, dari sembilan bawahan Jenderal Besar, hanya lima dari mereka yang masih aktif, sisa lima itu diisi oleh  Jenderal independen; tidak di bawah komando siapa pun. Kedua belas orang itu mungkin sangat hebat dan berprestasi banyak di medan perang, namun untuk bisa menjadi seorang Jenderal Besar tidaklah semudah itu. Untuk menjadi Jenderal, kau harus bisa menjadi yang terbaik dari yang terbaik, mengerahkan segala yang kau punya. Tetapi untuk bisa menjadi Jenderal Besar, kau harus punya jiwa seorang Jenderal Besar! Tanpa itu, tak peduli seberapa hebatnya kau bertarunt, tak peduli sekuat apa dirimu, kau tidak layak untuk menjadi Jenderal Besar." Seperti katanya, dia bisa menjelaskan dengan detil, walaupun butuh banyak waktu untuk menjelaskan semuanya.


"Itu ada kaitannya dengan kemampuan mengendalikan Battle Will, jika Jenderal biasa hanya bisa mengendalikan pasukan seribu orang, Jenderal Besar harus bisa mengendalikan pasukan sepuluh ribu orang! Tapi angka hanyalah angka, mengendalikan Battle Will Great Sun Army ini sama sulitnya dengan mengendalikan pasukan lima belas ribu orang!" Jawaban ini seketika membuat Shin mengeryitkan kening, dia sama sekali tidak paham dengan penjelasan Taiyang kali ini, terutama soal "Battle Will" yang dia singgung beberapa kali.


"Eenn... Jendral Yang, apa itu Batttle Will?"


"Hahaha, aku terlalu senang menjelaskan sampai lupa kalau kau berasal dari Azure Sky Empire," ucap Taiyang sedikit merendahkan tapi Shin tidak peduli. "Battle Will bisa dikatakan sebagai jenis Aura, memang sebuah sumber kekuatan tapi ini adalah sebuah hal yang sangat unik. Tidak berasal dari latihan keras atau seni khusus, sesuai namanya itu berasal dari tekad pasukan untuk bertempur."


"Tekad?" Shin memasang raut muka aneh.


"Kau tidak salah dengar, itu memang berasal dari tekad sebuah pasukan. Tercipta dari tekad untuk peperangan, tekad pasukan untuk terus berjuang dan menang yang tersampaikan pada pemimpin mereka, sebuah jenis Aura yang sangat unik. Jika digunakan secara tepat, Battle Will dari Great Sun Army ini saja sudah cukup untuk membuatku setara dengan ahli Master Sempurna! Tapi tentu saja ada beberapa batasan yang dimilikinya, seperti kau harus punya kekuatan mental yang kuat untuk itu, karena tekad dari banyak pasukan ini memiliki kekuatan serangan mental yang dahsyat, jika tidak punya kekuatan mental yang cukup, kau bisa langsung mati setelah melakukannya. Tapi itu baru saja satu, hal yang paling dasar dalam mengendalikan Battle Will adalah kepercayaan antara pemimpin dan pasukannya, jika sudah saling percaya dan menjalani banyak latihan bersama, mengendalikannya bukanlah hal yang sulit. Oleh karena itu ini menjadi syarat utama untuk menjadi Jenderal Besar, setelah bisa mengendalikan Battle Will dari pasukan sepuluh ribu orang, hanya beberapa syarat mudah lainnya yang tersisa."


Shin mengangguk mengerti, tetapi dalam benaknya dia langsung teringat dengan kejadian di Border Forest, tentang bagaimana Wan Lin yang menerima aliran Aura dari puluhan ribu orang, yang langsung hancur menjadi debu beberapa saat kemudian.


"Jenderal Yang, apakah hal itu sama dengan Aura pada umumnya?" Mengaitkan penjelasan tadi dengan tragedi Wan Lin, Shin menemukan perbedaan jelas antara keduanya. Yang satu jelas-jelas menerima aliran Aura dari puluhan ribu orang, sedang yang lain meski dibilang seperti jenis Aura, Taiyang tidak pernah menyebutkan bahwa Battle Will adalah jenis Aura secara langsung.


"Tidak, keduanya sangatlah berbeda. Jika kau menerima aliran Aura maka jumlahnya sesuai dengan yang tubuh fisikmu bisa tampung dan banyak masalah menghantui setelah melakukannya, seperti Aura yang menjadi tercemar. Battle Will itu berbeda, tidak ada efek samping penggunaan jangka panjang, bahkan pada mental juga tidak berpengaruh. Jika tidak sanggup menahan jumlah Battle Will, kau akan menjadi dungu akibat hancurnya mental milikmu bahkan sampai kematian, itu untuk kasus yang parah, kasus biasa paling berujung pingsan atau hanya pusing saja. Tapi kelemahan Battle Will terlihat jelas, selain banyak persyaratannya, saat dalam fase penggunaan Battle Will, hanya para pemimpin yang bisa bertarung, jika tidak aliran Battle Will akan terganggu atau bahkan terputus. Karenanya, delapan dari sepuluh pertarunganku di medan perang adalah sebuah duel."


"Itu hanya satu cara untuk menggunakan pasukan, umumnya digunakan untuk menghalau Jenderal musuh agar tidak menyerang pasukan utama. Di bawah komando diriku ini, sebuah pasukan dengan kekuatan dua kali lipat lebih kuat, masih bisa dibantai habis dengan menggunakan seni berperang." Taiyang memamerkan kehebatannya sendiri, sebagai pelipur lara karena tidak mendapat imbalan. Terbukti, mata Shin berbinar bersemnagat mendengar semua hal itu, dia tidak sabar lagi untuk mendengar dan bertanya hal lainnya.


Namun segera, wajah tua berhias janggut hitam yang terlihat sangat perkasa berubah padam, merasakan sesuatu yang mampu membuatnya merasa waspada. Instingnya telah merasakan sesuatu, tapi untuk bisa meyakinkan dirinya, Taiyang menyebar Aura Sense sampai ratusan km jauhnya. Saat itu juga, tangannya terkepal pada tombaknya kuat dan dia berteriak dengan keras.


"Ada mata-mata Wei dan kita sudah terlihat olehnya! Jika informasi ini bocor ke Wei, Qin akan menderita masalah berat, putar haluan ke barat daya, kita akan membunuhnya!!"


***


Untuk yang sudah baca The Great Ruler tentunya tidak asing dengan Battle Will yang di atas, memang ambil referensi dari sana tapi saya otak-atik lagi jadi sedikit berbeda dengan yang di TGR. Tapi sesuai judul, kalo MC bikin pasukan kan gak nyambung.


Dan ini sedikit bocoran: Nanti isinya banyakan bacotnya daripada geludnya (tapi masih tetep ada), kenapa? Karena di season 2 ini (semua arc) saya mau fokus ke plot, karakter development, dan tentu saja kultivasi. Memang sulit untuk menjaga kualitas dan kuantitas sama-sama tinggi, bahkan banyak chapter yang isinya hanya 2200-2700 kata saja, cukup pendek memang jika dibandingkan dengan yang biasanya hingga 3000+ itu. Tapi agar target 2000+ per hari (dari saya sendiri) bisa tercapai, mohon maaf karena jumlah kata tidak akan lebih dari 3000. Jika digabung dengan cara nulis saya, bisa dibilang bertele-tele saking lamanya untuk menyelesaikan satu scene, its okay karena kenyataannya begitu. alhasil pace akan menurun, jadi rasa-rasanya bacanya itu sekelebat doang, sama sekali gak kerasa, efeknya mungkin ya ngaruh ke jumlah view. Tapi inget bahwa tidak ada scene, narasi, dan bahkan bacotan tokoh yang tidak ada gunanya dalam plot. Lagian, ini kan arc politik.