
Empat bandit yang tidak layak disebutkan sudah terkapar di tanah tidak sadar. Shin merilis skillnya dan memfokuskannya pada satu tempat-- ketua bandit. Meski Mountain Weight Pressure ini hanya sebuah skill level 4 tapi jika ditambah dengan Focussed Aura Control, efektifitas skill ini bahkan melebihi skill level 6 biasa. Efek tekanan dari skill ini sangat berguna dalam pertarungan, bahkan lebih berguna daripada sebuah serangan penghancur, karenanya Shin menjadikan skill ini sebagai salah satu skill utama dalam rak senjatanya.
Jika menghitung besaran tekanan yang dirasakan ketua bandit, dia saat ini sedang menerima tekanan seberat tiga ton. Jika hanya satu ton dia masih bisa tahan namun tiga ton... sigh, dia bahkan pada dasarnya tidak bisa lolos.
Skill ini adalah skill toogle jadi konsumsi Aura terus berjalan setiap detiknya, Shin hanya bisa mempertahankan tekanan ini selama satu menit dan dalam waktu yang sangat singkat ini, tiga ketua bandit sekalipun akan mati di tangan bocah berambut hitam tersebut.
"Tenang dulu bocah, lepaskan skillmu dan aku akan langsung mundur dan memberitahumu kemana dia pergi! Semua hal masih bisa dibicarakan baik-baik dan kami berjanji tidak akan menggangu kalian lagi selama sisa perjalanan kalian selanjutnya." Shin bagaimanapun tidak peduli dengan kalimat ini, Shin bukanlah idiot yang toIol, jika dilepaskan maka dia akan langsung menyerang Shin. Dengan berbagai pengalaman yang mulai secara perlahan dimilikinya, Shin bisa mengambil keputusan yang tegas dan keras jika memang itu diperlukan. Dunia para ahli dan praktisi yang tak terhitung jumlahnya adalah dunia yang keras, jika tidak memiliki kekuatan yang cukup jangan harap bisa hidup dengan damai.
Shin langsung menyerang bandit ini membabi-buta tanpa memedulikan teriakan putus asa yang keluar dari sela-sela mulut yang sudah basah oleh darah itu. Ayunan dan tusukan yang dilakukan Shin selalu mengarah ke titik vital milik ketua bandit sehingga memudahkan Shin untuk membuatnya mati dalam waktu singkat.
Buk! Buk! Buk!
Sekuat apapun tubuh fisik yang dilatihnya tetap saja akan kalah di hadapan serangan kejam dan ganas ini, setelah lima menit pemukulan sepihak ini akhirnya ketua bandit menyerah, namun Shin belum membunuhnya juga. Bagaimanapun juga dia masih memerlukan beberapa informasi penting.
"Katakan ke mana si jahanam Wang Yan itu pergi!" Suara Shin menggelegar seperti guntur, suara sang dewa kematian menggema di seluruh tubuh ketua bandit yang terkapar di tanah ini. Shin mengarahkan tongkatnya ke kepala bandit ini dan mengintrogasinya.
"Dia... pergi ke utara...."
Crat!
Setelah dia tidak berguna lagi Shin langsung membunuhnya, jumlah penjahat di dunia ini tak terbilang banyaknya, meski kau membunuh semuanya juga mereka akan muncul kembali. Membunuh bukanlah dosa, tidak membunuh adalah dosa yang sebenarnya! Jika bandit ini dibiarkan tetap hidup entah berapa banyak wanita yang menjadi korbannya. Meskipun ini hanyalah dunia proyeksi mental, prinsip Shin tidak mengizinkan hal itu terjadi.
"Kau bilang dia pergi ke utara dan sepertinya kau tidak berbohong. Jadi, aku akan pergi ke selatan!" Shin tahu bahwa Wang Yan adalah orang yang sangat berhati-hati, dia selalu punya banyak antisipasi dan rencana cadangan. Dia tahu bahwa tujuannya akan bocor dan mengubah arah setelah lumayan jauh, jejaknya tetap ke arah utara namun di tengah jalan akan menghilang. Sebuah jebakan cerdik yang semakin memuluskan niatnya yang sangat tercela itu.
Shin sebisa mungkin menghemat tenaganya, hanya ada seperempat dari Aura Shin sekarang, dia sedikit kurang yakin bisa mwnang menghadapi Wang Yan secara dia dalam kondisi prima; memiliki benda bernama Kristal Api yang mungkin saja bisa membunuhnya. Shin juga harus memikirkan cara menghadapi Kristal Api milik Wang Yan, dan cara menyelamatkan Ning'er dari tangannya, dalam situasi yang sangat mendesak kali ini akhirnya Shin menyadari maksud kalimat terakhir dari Great Sage, "bahaya sejati bukanlah bahaya dari hutan", rekanmu sendirilah bahaya sejati tersebut!
Shin langsung bergegas ke selatan mengejar si Wang Yan durjana, Shin merasa lelah dan pusing karena berada di kondisi Battle Nirvana terlalu lama, kondisi ini memang tidak perlu menggunakan Aura namun menggunakan Kekuatan Mental seseorang, efek berlebih manakala menggunakannya sama berbahayanya dengan kehabisan Aura.
Shin berusaha mencari jejak Wang Yan di tanah namun sesekali terganggu karena ada Beast yang langsung dia hiraukan, gangguan semacam itu sama sekali tidak penting dibandingkan dengan kejadian yang bisa memutuskan keberhasilannya dalam ujian Great Sage Staff. Setelah tiga puluh menit akhirnya Shin menemukan jejak dan mulai mengikutinya.
Satu jam kemudian
Di sebuah tempat yang akan dituju Shin.
"Ini sudah cukup, si Shin itu pasti tidak akan menemukanku disini! Biarkan saja dia mencari-cari di utara tanpa tahu aku ada di mana sebenarnya." Wang Yan bersembunyi di sebuah gua yang ditutupi semak belukar dan pepohonan. Sebuah tempat yang sangat cocok untuk dijadikan sebuah persembunyian.
Wang Yan menyimpan tubuh surgawi Ning'er di lantai batu datar. Sebuah keindahan yang terlalu hebat ini telah membuat satu lelaki lupa diri, kulit mulus dan wajah yang cantik kini sudah di dalam genggamannya, Wang Yan membuka cadar biru milik Ning'er yang masih tidak sadarkan diri, wajah polos yang merupakan mahakarya tuhan membocorkan kilaunya, lalu...
Shin tiba di penghujung jejak yang ditinggalkan Wang Yan, Shin sudah memulihkan setengah Auranya dan menemukan cara untuk melumpuhkan Wang Yan, Shin menuju tempat yang sama yang didatangi Wang Yan, suara yang sangat bejat terdengar namun untungnya suara tepuk pramuka belum terdengar dari sana.
Shin mengaktifkan seluruh kekuatannya yang memancing Wang Yan untuk keluar, Shin menggunakan Focussed Aura Control ke tangan kanan dan tongkatnya, saat Wang Yan keluar dari gua dan belum sempat bicara apapun Shin mengangkat Great Sage Staff dengan satu tangan setinggi mungkin, dia mengulurnya kebelakang dan,
Woosh!
Tongkat dilemparkan dari tangan Shin layaknya tombak, tongkat melesat dengan sangat cepat hingga bayangannya tidak akan terlihat oleh mata seorang ahli Duniawi sekalipun! Dengan kecepatan yang tak terbilang cepatnya ini, tongkat mengarah ganas pada Wang Yan.
Jleb!
Shin membidik kaki dari Wang Yan agar dia tidak bisa lari lagi, tongkat sudah menembus paha kanan Wang Yan dan dia jatuh lalu meraung kesakitan. Tembus hingga ke belakang; menghancurkan daging; mematahkan tulang kakinya. Pada saat ini, Wang Yan menyesali keputusannya untuk keluar dari gua.
"AAAARGGH!!!"
Wang Yan tampak sangat lemah dalam kondisinya saat ini, bahkan lebih menyedihkan dari para bandit sebelumnya. Orang licik bin durjana sudah tidak ada lagi, ini seperti Wang Yan yang selalu menemani Shin dalam perjalanan ini. Walau tentu saja Shin sangat tidak senang dengan gal ini. Bahkan rasa jijik dan hina melintas di mata Shin saat menatapnya.
"Apa kau pikir aku ini idiot?! Jika kau hanya diancam kenapa kamu lebih menuruti penjahat daripada temanmu yang sudah menemanimu selama ini!!? Apa kau itu tidak punya hati sedikitpun!? Selama hidupku ini aku telah menemui berbagai orang jahat dan kejam tapi pengkhianat sepertimu adalah yang paling kubenci. Berbohong dan menggunakan topeng persahabatan yang palsu bahkan iblis paling jahat juga harus berguru padamu!!"
"Sekarang kau malah mengungkit tentang pengawalan? Tidak pernah ada kebutuhan bagiku untuk mengawal srotang bhajingan dan sampah sepertimu! Kau juga sepertinya sudah diset sebagai pembohong terbaik, dulu kau bilang tidak tahu apa pun soal ujian." Shin sudah sangat sangat marah pada Wang Yan, semua kalimatnya ini dia keluarkan dari jiwanya yang paling dalam dan tidak ditahan sedikit pun.
"Tidak membunuhmu saat ini juga akan jadi penyesalan terbesarku!" Shin melesat dan mencabut tongkatnya dari kaki Wang Yan yang terkapar, Wang Yan semakin kesakitan dan berteriak lebih keras. Shin mengacungkan tongkatnya ke kepala Wang Yan yang berkeringat banyak sekali.
"Kau tak bisa membunuhku, kau akan gagal dari ujian Great Sage Staff ini!!" Wang Yan menggunakan ujian sebagai tameng terakhir, dia sudah kehabisan akal sehingga mengulanginya sekali lagi. Shin terdiam dan langsung memutuskan langkah yang harus diambilnya.
"Great Sage sekalipun pastinya ingin membunuhmu juga!!" Kalimat Shin menjadi lebih kasar dan seperti jarum yang menusuk jantung Wang Yan, adegan setelah ini pasti sudah dipikirkan semua pembaca.
Crat!
Dengan satu serangan tongkat yang berisikan semua kemarahan dan kekuatan Shin, kepala Wang Yan hancur. Mencipratkan darah dan isi kepalanya ke tanah; bau amis yang menjijikkan memenuhi seisi ruang.
Shin tidak memperhatikannya dan langsung menuju Ning'er di dalam, cadarnya terlepas dan bajunya sudah robek di banyak tempat, jika Shin terlambat sepuluh menit saja Wang Yan telah berhasil dalam rencananya. Shin sama sekali tidak tergoda dengan kecantikan peri di depannya, dia langsung mengambil satu set selimut dan menunggunya bangun. Dari hal ini kira bisa mengetahui bahws Shin adalah seorang yang setia.
Lalu secara tiba-tiba sosok Great Sage yang ditemuinya di awal saat datang ke sini muncul kembali. Dengan wajah yang keriput itu, dia mengeluarkan suara yang tak kalah tuanya.
"Selamat Nak Shin, kau sudah menyelesaikan ujianku. Sebuah harapan mungkin telah muncul saat ini kuga." Sang Great Sage berkata dengan kalimat yang telah ditunggu-tunggu oleh Shin.
"Tapi aku belum mencapai Kota Sage dan bahkan membunuh salah satu dari dua orang yang diperintahkan anda untuk dikawal. Semua hal ini aku tidak bisa mengerti." Ini hanya bisa berarti kondisi untuk berhasil adalah bukan itu.
"Tidak perlu melanjutkan perjalanan, ujian ini bukan untuk menguji kekuatanmu. Ini untuk menguji kekurangan dalam hatimu, kau masih terlalu baik dan terlalu baik adalah kesalahan fatal jika kau masih selemah ini. Pengkhianatan Wang Yan harusnya telah menunjukkanmu kebenaran dunia ini. Meski para Sage adalah orang baik tapi mereka masih bisa membunuh dan jadi kejam, tapi ingat untuk hanya membunuh orang yang tak bersalah. Semua di dunia ini harus mencapai keseimbangan mutlak tanpa satu menguasai satunya lagi, kebaikan dan keburukan, kau harus bisa mengendalikan dan mengontrol keduanya agar tidak dikuasai. Inilah kehidupan, inilah dunia, inilah... Yin dan Yang!"
"Sebuah keberuntungan bisa mendapatkan pengajaran dari Senior, junior ini akan mengingat nasehat ini semasa hidupnya." Shin membungkuk dan memberi hormat, pengkhianatan ini memang telah memberinya pengalaman baru. Tapi jika begini bukannya mudah bagi Feng Li untuk melewati ujian ini?
"Senior, apa ujian untuk tiap orang yang datang ke sini adalah sama? Soalnya dengan kemampuan Master Feng Li, dia harusnya bisa menjalani ujian ini dengan mudah."
"Tidak, kau pasti bicara tentang gurumu kan? Dia diuji tentang kebaikan dalam hatinya, berbanding terbalik denganmu. Sekali lagi kukatakan bahwa ujian ini menguji kekurangan dalam hati." Dengan sifat Feng Li dia akan tanpa pikir panjang membunuh Wang Yan atau proyeksi lainnya. Dibutuhkan ujian yang lebih sesuai untuk mengetes sesuatu yang kurang dalam hatinya.
"Kau sudah menerima ujian dariku dan teknik tadi, kau sudah mempelajari Great Sage Art?"
"Junior ini tidak mempelajari Grrat Sage Art namun telah mempelajari Grand Sage Art. Junior ini mendapatkannya dari Roh Item Grand Sage Record of the World itu sendiri."
"A-Apa itu benar!? Jika begitu, maka Klan Sage akan kembali pada masa jayanya sekali lagi! Aku tidak punya penyesalan lagi sekarang." Tubuh sang Great Sage bergetar saat mendengar Grand Sage Art, kebahagiaan memuncak dari tubuhnya, sebagai ketua dari Five Great Sage dia secara alami tahu tentang Primordial Sage Clan, hanya ada satu Grand Sage saat itu, dan kekuatannya setara dengan pahlawan besar generasi kedua! Bisa bertemu penerusnya akan jadi kebahagiaan terbesarnya. Karena jika dibandingkan senioritas antara keduanya, Shin masih memegang skor unggul!
"Aku akan memberikan Great Sage Staff milikku ini dan kemampuan asli dari tongkat ini akan bisa kau keluarkan, walau kau harus menunggu dengan sabar untuk itu. Kuharap kau bisa menemukan keempat lainnya dan menyatukannya menjadi Paramita Staff yang sejati." Paramita Staff atau sering juga disebut sebagai Grand Sage Staff dipecah menjadi lima oleh pemiliknya pada masa akhir hidupnya, beliau melakukan ini karena kuantitas lebih dibutuhkan pada saat nanti dan meminimalisir kemungkinan senjata hebat seperti ini diambil oleh iblis. Jika Shin ingin menjadi Grand Sage sejati dia wajib memiliki Paramita Staff, yang mana artinya dia harus mencari empat sisanya di dunia yang sangat luas ini!
Great Sage kemudian menyentuh tempat antara dua alis Shin dan sebuah segel cahaya muncul di dahi Shin, segel yang tampak suci dan kuno terbentuk dan mengeluarkan cahaya yang terang.
"Itu adalah hadiah terakhir dariku; ini dibuat dari jiwa yang tertinggal disini. Kalau kau menemukan Great Sage Staff lain kau tidak perlu menjalani ujian lagi. Kuharap jasa kecil ini akan diingat penerus Grand Sage." Menurut senioritas Shin memang lebih tinggi daripada Great Sage ini, karena hal inilah Shin merasa tidak pantas diperlakukan dengan hormat oleh pahlawan idolanya.
"Junior tidak pantas menerima rasa hormat senior. Bagaimanapun saya masih sangat lemah dan tidak berpengalaman, masih sangat jauh untuk mencapai level senior Great Sage."
"Ujianmu telah selesai dan sudah waktunya aku untuk menghilang, jiwaku sudah ditukarkan untuk segel itu dan kuharap kau bisa mengabulkan permohonan terakhir orang tua ini di masa depan nanti. Kau masih punya jalan yang sangat panjang di depanmu, dan ingatlah bahwa jalan para ahli dan praktisi selalu penuh duri dan rintangan. Semoga berkah para Sage selalu menyertaimu. Setelah sekian lama aku akhirnya bisa beristirahat dengan tenang." Tubuh Great Sage semakin menjadi transparan dan menjadi ilusi. Jiwanya yang mempertahankan kehendaknya dan selalu menunggu penerusnya, setelah ribuan tahun menunggu akhirnya bisa beristirahat dengan tenang.
Pahlawan yang telah berjasa sangat besar bagi dunia ini, akhirnya bisa bertemu dengan rekan-rekannya di surga. Wibawa yang ditinggalkannya tidak akan pernah hilang sampai kapan pun. Kebanggaannya tidak akan bisa pudar oleh apa pun. setelah mereka tiada mereka masih tidak rela meninggalkan dunia ini begitu saja, ancaman dari iblis masih ada dan semakin besar setiap harinya.
Dunia, pantas bersedih karena kehilangan pahlawan ini dan pantas berbangga diri karena pernah memiliki pahlawan sepertinya.
"Senior Great Sage, rasa hormatku abadi pada anda!"