
Peringatan! Beberapa chapter kedepan itu flashback yah... kalian tahu kan kalo bagian ini dark. Tetep baca kalau mau mendapatkan feel cerita saya, plus ada beberapa detail penting.
Keesokan harinya, saat Shin dan Zhang Wu selesai makan malam dia kembali melanjutkan pertanyaan kemarin.
"Kak Zhang, kenapa dia bisa melawan 10.000 musuh seorang diri?" Jumlah sebanyak itu pasti bisa menghancurkan Kota Mang, yang mengherankan plus mengejutkan adalah semua ini mati karena satu orang!
"Karena dia adalah ahli tahap master, kau pasti sudah tahu kalau hanya setelah mencapai tahap surgawi kau baru bisa terbang kan? Sekarang kau bayangkan melawan musuh yang tak bisa kau serang sedangkan dia bisa dengan mudah menyerangmu." Zhang Wu menjelaskan sekilas.
"Ya, aku tau itu mengerikan, tapi pasti ada beberapa ahli setingkat itu saat kejadian itu berlangsung kan?" Shin adalah pemikir kritis, jawaban seperti itu tidak akan memuaskannya. Lagipula dia masih sangat samar soal ahli master itu, ahli surgawi saja dia tidak tahu apalagi ahli master, kekuatannya terlalu jauh untuk kapasitasnya sekarang.
"Tentu saja ada, ada sekitar dua puluh ahli surgawi saat itu, mereka tergoda untuk bisa dapat menembus ke tahap master, kebanyakan dari mereka adalah ketua klan atau sekte didaerah masing-masing. Saat kejadian itu berakhir Feng Li memancing kemarahan dari hampir seluruh sekte di kekaisaran ini. Bagaimana tidak, banyak dari mereka merupakan jenius unggulan dari sekte masing-masing. Feng Li ditargetkan oleh hampir semua kekuatan di kekaisaran ini termasuk keluarga kekaisaran dan tiga klan penguasa, semua klan mengirim total 100 ahli tahap surgawi yang merupakan tetua mereka dan ribuan ahli dari sekte-sekte kecil lainnya. Dihadapan line up ini Feng Li masih bisa membunuh 37 dari 100 ahli surgawi melumpuhkan 43 dan melukai 20 sisanya serta membunuh ribuan ahli yang dikirim tiap sekte. Kejadian berdarah ini adalah yang terbesar di kekaisaran ini sejak kekaisaran ini didirikan, hingga dia dijuluki Crimson Martial Artist. Total ada lebih dari 15.000 ahli mati ditangannya saat itu, kejadian ini menyebabkan seluruh kekaisaran melemah hingga hampir diserang oleh kekaisaran lain dan Tiga Evil Region. Untungnya sang kaisar akhirnya turun tangan karena tak mau ada korban tambahan lainnya dan akhirnya berhasil melukai Feng Li dan menghentikan aksinya." Zhang Wu memberikan info seluruh kejadian dalam rangkuman.
"Tapi kenapa dia melakukannya?" Pembantaian ini tentunya tidak akan terjadi begitu saja. Shin juga yakin bahwa orang yang dipercaya oleh pamannya tidak mungkin seorang yang jahat.
"Menurut info yang kudapat kejadian ini dimaksudkan untuk balas dendam untuk gurunya." Zhang Wu hanya membangkitkan rasa penasaran Shin.
"Memangnya apa yang terjadi?"
"Biar kuceritakan masa lalu Feng Li dan kejadian itu sekarang."
***
Dua puluh tujuh tahun yang lalu, Feng Li yang seorang anak miskin dan terlantar diangkat menjadi murid seorang ahli kuat di Kota Yan, tempat kelahirannya. Nama gurunya adalah Yan Shen, dia terkenal karena bela dirinya yang sangat kuat, hingga ahli dengan tingkatan lebih tinggi bisa dia kalahkan dengan mudah.
Saat ini Feng Li kecil yang hidup luntang-lantung tanpa arah dan tujuan sedang berteduh didepan sebuah rumah.
"Ikutlah denganku, setidaknya kau tidak akan kehujanan." Yan Shen mengulurkan tangannya dengan lembut, dibawah siraman air hujan, wajahnya yang tua dan keriput tampak sangat menenangkan. Feng Li tetap diam dan hanya menatapnya dengan kosong.
"Aku tak tahu apapun tentang masa lalu atau latar belakangmu, namun melihatmu seperti ini, hatiku seperti disayat pisau. Aku hanya bisa memberimu pilihan, jika jiwamu sudah mati langit juga tidak bisa menyelamatkanmu. Carilah aku di ujung kota sebelah utara kalau berubah pilihan." Yan Shen adalah salah satu dari sedikit orang yang punya kebaikan dalam hati mereka, selain karena kuat dia juga terkenal karena kebaikannya, dia tak pernah menyombongkan kekuatannya dan tak pelit ilmu pada orang lain.
Topi bambu dan mantel serba hitam adalah pakaiannya sehari-hari. Kekuatannya ada pada tahap surgawi awal. Dia tidak memiliki murid sama sekali, diumur yang sudah tua ini dia ingin mencari pewaris yang pas untuk teknik bela dirinya.
Teknik yang dibuatnya tidak memiliki dampak eksplosif yang kuat, berpaku pada kelembutan dan ketenangan, memgalahkan lawan dengan memanfaatkan kekuatan dan kelemahan lawannya. Dan sampai sekarang dia masih belum memikirkan nama untuk tekniknya sendiri karena berpikir kalau tekniknya belum sempurna.
Feng Li yang kehujanan melihat punggung yang semakin menjauh, ingin sekali dia berteriak dan berkata "tunggu" namun ia takut hanya membawa bencana bagi penolongnya.
Dia lahir di sebuah keluarga sederhana, hanya ada tiga orang dalam keluarga kecil tersebut, ayahnya hanya bekerja sebagai petani dan kekuatannya tidaklah tinggi, sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Ketiganya hidup bahagia selama bertahun-tahun walau hidup sederhana. Sampai pada suatu waktu.
"Apa yang kau lakukan!" Feng Li yang berumur tujuh tahun melihat seorang anak perempuan sedang dipukuli anak laki-laki. Tak tahan dengan perlakuan mereka Feng Li mendatangi mereka dan melindunginya.
"Terima kasih, tapi kau tak perlu sejauh itu untukku." Perempuan yang tersungkur itu berkata dengan lembut, meski dalam keadaan seperti ini dia masih bisa mengkhawatirkan orang lain.
"Siapa namamu?"
"Xiao Li."
"Nama yang indah, sekarang mundurlah dulu, aku akan menghalangi mereka."
Feng Li kecil masih memiliki rasa keadilan dan kebaikan yang kuat didalam hatinya, ini karena didikan dan lingkungan keluarganya yang damai dan tenang.
"Cih, hanya seeekor semut yang melindungi semut lainnya." Anak yang berdiri paling depan mengeluarkan kata-kata penghinaan pada Feng Li, umurnya sekitar satu tahun lebih muda darinya.
"Bagaimana kau bisa sangat kasar pada orang lain, apa orang tuamu tidak mengajarimu sopan santun?" Feng Li membentak bocah itu, namanya adalah Bo Fan dia adalah anggota dari Sekte Falling Moon.
"Sopan? Kenapa aku harus sopan pada kalian, jika kau ingin menyalahkan orang lain salahkan saja dia karena dia lemah!" Walau kata-katanya kejam dan tak bermoral tapi apa yang diucapkannya adalah kebenaran didunia ini. Feng Li yang masih kecil pasti tidak terima dengan perkataannya ini, dia melangkah mendekatinya dan melayangkan telapak tangannya.
Plak!
Feng Li menampar Bo Fan dengan keras, suara tamparan ini harusnya membuat Xiao Li senang, namun ekspresinya jadi lebih gelap lagi.
"Kau bodoh, orang yang kau tampar itu anak dari tetua Sekte Falling Moon! Keluargamu pasti mati karena kau telah menyinggung mereka!" Teriakan keras diawali dengan cacian terdengar dari belakang, orang yang ingin diselamatkannya kini berbalik menghinanya dan mengutuk keluarganya.
"S... Sekte Falling Moon!?" Feng Li terkejut mendengar tiga kata ini. Sekte kuat yang sudah mendominasi Kota Yan selama puluhan tahun, kekuatan yang dimilikinya tak dapat dikalahkan oleh faksi manapun didalam Kota Yan. Ketua dari sekte ini sudah mencapai tahap surgawi menengah dan untuk bisa menjadi tetua minimal tahap duniawi akhir. Kekuatan yang dimilikinya tidak bisa diruntuhkan oleh faksi manapun disini, karena inilah setiap anggotanya membawa serta kesombongan dan arogansi yang tinggi.
Feng Li juga tak ingin membawa bencana kedalam keluarga kecilnya, "Ampuni aku dan keluargaku tolong... Aku akan membayar kompensasi berapapun itu." Sambil berlutut Feng Li memelas pada orang yang telah ditamparnya tadi. Walau dia ingin menyelamatkan wanita bernama Xiao Li, keluarganya jauh lebih penting daripada apapun.
"Jangan harap kau bisa selamat setelah ini, ayahku pasti tak akan segan terhadapmu!" Sambil memegang pipinya, Bo Fan berbalik dan pergi. Tidak ada yang tahu kapan dia kembali dan berapa banyak orang yang akan dia bawa.
"Siapa yang memintamu menyelamatkanku, sekarang nikmatilah saat-saat terakhir bersama keluargamu sekarang! Dasar bodoh." Xiao Li mendengus marah dan pergi juga meninggalkan Feng Li sendirian.
"A...a... apa yang telah kulakukan, aku tak ingin ayah dan ibu mati karena kesalahanku." Feng Li yang masih kecil terdiam ditempatnya dan tak pergi kemana-mana. Sudah tak ada lagi tempat aman baginya di kota ini, dengan menyinggung sekte kuat di kota ini praktis hanya kematian yang menunggunya. Bangkit, Feng Li lalu berlari menuju rumahnya, dia harus cepat karena pasti tidak akan lama lagi Bo Fan akan membawa pasukan ke rumahnya.