
Besok.
Shin dan Ying Ai bangun saat matahari masih malu menyinari dunia ini, campuran antara gelapnya malam dan hangatnya pagi menjadikan suasana menjadi sangat indah. Shin sudah menyiapkan barang kebutuhan dari jauh hari, makanan kering dan beberapa hal lainnya juga tak lupa dia siapkan. Saat ini, makanan masih diperlukan karena mereka minimal harus mencapai tingkat Duniawi untuk mencapai bisa tidak perlu makan sama sekali, dan untuk tahap tidak perlu tidur sama sekali, itu masih menjadi rahasia.
Jarak antara Kota Yan menuju Wilayah Selatan berjarak 700 km. Butuh waktu satu minggu perjalanan kecepatan penuh mereka untuk sampai di sana. Mereka tidak terlalu terburu-buru memang namun tetap saja, kecepatan harus menjadi nomor satu dalam hal ini. Keduanya pun tidak terlalu risau perihal keamanan dan hal lain yang menyangkut soal nyawa, jalan yang akan dilalui oleh mereka juga adalah jalan yang luas dan relatif aman. Walau tentu saja sangat jarang ada orang yang melewatinya pada hari-hari biasa.
"Shen, apa kau punya informasi tentang Kekaisaran ini dan keadaan dunia saat ini?" Shin tampaknya meremehkan seseorang. Dengan mengucapkan hal ini, dia meragukan keabsahan dari orang paling berpengetahuan di dunia!
"Aku adalah Grand Sage Record of the World otomatis pengetahuan tentang dunia ada di kepalaku, meski aku terisolasi di sini aku masih tahu keadaan dunia ini, jangan pernah remehkan item paling hebat sepanjang sejarah! Tanpa ada usaha apa pun yang dilakukan, kondisi dunia sekarang ini juga sekarang sedang mengalir deras ke dalam kepalaku. Jangan katakan soal tempat ini, keadaan Kekaisaran dan musuh yang akan kalian hadapi juga sudah ada bayangannya. Semua tentang Azure Sky Empire dan beberapa wilayah di sekitarnya, sudah kuketahui sejak dahulu!" Shen mengungkapkan satu kehebatannya, hanya satu, kau tidak salah baca, memang dia hanya menyebutkan satu. Pada dasarnya dia hanya mengucapkan "aku tahu segala hal di dunia ini", dia sama sekali belum mengungkapkan banyak hal lain yang dimilikinya, yang tentu saja sama menakjubkannya dengan hal ini! Jadi, walau dia sudah direduksi hingga tingkat yang sangat menyedihkan, jangan sekali-kali remehkan item terhebat dunia!
"Ya ya, kau adalah benda terhebat di dunia dan aku adalah pemilik benda terhebat di dunia, beraninya kau bersikap sombong di depan pemilikmu! Hanya dengan pikiranku saja kau akan kembali menjadi buku tua tidak berguna!" Mau bagaimanapun juga Shin adalah tuan kedua dari Shen jadi Shen posisinya lebih rendah daripada Shin. Biarpun begitu, pada kenyataannya Shen sama sekali tidak merasa dan tidak mau mengakuinya sebagai "tuan" yang sejati, hanya sebatas rekan dan pembimbing dalam bidang kultivasi serta pelatihan.
"Heh! Hanya karena kau membentuk kontrak denganku kau bisa diakui sebagai tuan begitu saja, kau berharap terlalu banyak bocah!" Katanya dengan nada tinggi, mempertegas hubungan antara leduanya.
Bug!
Merasa bahwa sikapnya sudah keterlaluan dan sedikit tidak tahu diri, Shin menghantam kepalanya dengan wajah yang tersenyum puas, memukul leluhurnya sendiri, tak terbayangkan bagaimana rasanya itu.
"Sialan kau bocah...!" Tidak terima dengan sebuah pukulan yang membuat harga dirinya tercoreng, Shen melayangkan tinjunya yang dengan keras terbenam di kepala Shin, dengan raut muka penuh kemenangan, dia siap untuk membalaskan pukulan yang tadi... seratus kali lebih parah!
"Bahkan dalam bidang bela diri, kau masih terlalu cepat seribu tahun untuk bisa melawanku!"
Bug! Bug!
Meninggalkan dua orang yang sedang bertarung layaknya kucing dan anjhing tersebut, murid Feng Li yang satunya yaitu Ying Ai juga sudah selesai bersiap-siap dan akan segera berangkat menuju Wilayah Selatan, tak seperti Shin yang sedang sibuk bertarung, Ying Ai saat ini memasang raut muka bahagia, bebas dan sama sekali tidak terbebani dengan apa pun, bahkan dia menganggap perjalanannya ke Wilayah Selatan hanya sebatas liburan dan pergi dari rutinitas kerasnya bersama Feng Li. Hal seperti ini memang langka, ini adalah pertama kalinya dia menjalani pelatihan dunia luar, tapi bagaimanapun, dia senang dengan hal ini.
Tak ada dari mereka berdua yang akan tahu bahaya apa yang menanti mereka di jalan atau di tujuan mereka nantinya, apakah akan menghadapi monster tua atau harus berurusan dengan jenius berlatar belakang mengerikan, semuanya masih menjadi misteri tersendiri bagi mereka. Yang pasti, mereka setidakmya memiliki beberapa hal dan kekuatan yang cukup untuk melindungi nyawa masing-masing. Shin dengan Divine Itemnya dan Ying Ai dengan armor dan kekuatannya sebagai seorang ahli Duniawi, bahkan di sana sekalipun kekuatan seperti ini masihlah sebuah kekuatan yang tinggi, mengingat semua yang datang adalah para generasi muda Azure Sky Empire.
Ying Ai beranjak dari ruangannya dan langsung keluar dari rumah, apa yang tampak dalam bidang penglihatannya kali ini sebenarnya cukup tidak etis untuk disebutkan. Bagaimana tidak, sang MC tercinta yang sangat OP harus menerima takdir kejam dipukuli hingga bonyok di banyak tempat, segala kekuatan dan keahliannya sebagai seorang martial artist sangat tidak berguna menghadapi Shen. Bahkan saat ini Shin meragukan teknik bela diri Feng Li dan Yan Shen.
Saat suara pintu terbuka terdengar dan Ying Ai keluar dari sana, Shen yang sedang menduduki Shin dan memukulinya segera beranjak dari sana dengan dahi dan punggung yang berkeringat banyak. Seorang wanita yang marah, dia sekalipun tidak bisa menahan gempuran seperti itu!
"Shen... kau...!" Tanpa ada keraguan dalam hatinya, Ying Ai seketika juga melemparkan sebuah bola api merah dengan kekuatan seorang ahli Duniawi, tidak bisa dibandingkan dengan sebelumnya.
Tapi yah, hal ini sudah bisa ditebak oleh Shen sebelumnya, dia segera mengelak dari arah lintasan bola api itu dan mendekati Shin, membuat kontrol bumerang tidak berguna karena tentu saja Ying Ai takut menyerang Shin. Akhirnya, bola api menghantam halaman dan menghilang tanpa memberi banyak kerusakan.
Sadar bahwa jika terlalu lama menunda keadaan akan jadi lebih berbahaya lagi, Shen memberikan penjelasan, "Tenang dulu Nyonya Besar, ini hanyalah beberapa kesalahpahaman saja. Tidak ada maksud dariku untuk membullynya sama sekali, dia hanya minta latihan sing-"
Sebelum Shen bisa menyelesaikan kebohongannya, Shin angkat bicara untuk memperjuangkan keadilan.
"Kau bo...!"
Dengan tangannya Shen langsung menyekap Shin, menghalanginya untuk berbicara lebih lanjut lagi. Matanya yang sangat tajam kini digunakan untuk menatapnya tanpa perasaan. Adapun Shin, dia menangis dalam hatinya karena tidak mampu mendapat keadilan.
Agar Ying Ai tidak curiga, Shen menghalangi pandangan Ying Ai akan wajah Shin dengan tubuhnya, menimbulkan sebuah blind spot yang semakin memuluskan ketidakadilan tersebut.
"Dia hanya meminta beberapa latihan, bahkan dia sendiri yang bilang untukku tidak menahan diri, jadi ya ini terjadi atas perjanjian yang sah antara dua belah pihak. Tapi karena kalian akan berangkat sebentar lagi, akan kusembuhkan dia walau harus terpaksa menggunakan beberapa kekuatanku." Dahulu, mau separah apa pun luka yang kau alami, asalkan kau masih punya satu napas yang tersisa dan dibawa pada Shen, maka kau akan sembuh dalam waktu satu minggu singkat. Tapi sekarang, menyembuhkan luka bonyok seperti ini saja dia sudah ada pada batasnya, itu pun tidak bisa dilakukan setiap saat, untuk bisa memulihkan kekuatannya lagi dibutuhkan waktu yang cukup lama.
Segera tangan yang digunakan untuk menyekap Shin mengeluarkan cahaya putih lembut, tidak terang dan kuat namun ketika cahaya ini muncul wajah Shin mulai kehilangan luka-lukanya dengan sangat cepat. Tak butuh waktu lama, hanya satu menit saja sampai Shin bisa sembuh total.
"Aku harus memulihkan kekuatanku selama sebulan, dalam waktu ini aku tidak bisa menyembuhkanmu apa pun yang terjadi," ucap Shen seraya dia masuk kembali ke dalam dunianya. Biarpun dia melemah seperti itu, kemampuan dasarnya masih aktif dan tidak akan berpengaruh terlalu banyak.
Shin menunjukkan wajah tidak puas dan ingin mengeluarkan segala unek-uneknya, namun dia sadar bahwa sekarang bukanlah hal yang tepat untuk itu. Dia menjatuhkan pandangannya pada Ying Ai dan kemudian berkata, "Ying'er, kau sudah selesai dengan segala keperluanmu?"
Menghadapi pertanyaan ini, Ying Ai merespon dengan anggukan kecil disertai senyum hangat di wajahnya.
Tanpa banyak bicara lagi, mereka menuju gerbang selatan kota sebagai pintu pertama mereka menuju dunia luar, gerbang selatan yang besar nan kokoh masuk dalam visi keduanya, jalanan terasa sepi dan gerbang sekalipun tidak menunjukkan banyak aktivitas, maklum, saat ini masih subuh sehingga orang-orang belum keluar.
Saat keduanya berada dekat dengan gerbang, tanpa ada pertanyaan, pemeriksaan, dan hal lainnya gerbang langsung dibukakan oleh penjaganya. Memang, kedua murid Feng Li sudah membangun beberapa koneksi jadi cukup mudah untuk pergi ke luar kota.
Keduanya sudah keluar dari Kota Yan tercinta dan meneruskan perjalanan selanjutnya dengan kecepatan tertinggi. Dalam beberapa menit singkat, gerbang kota yang megah dan besar sudah menjadi semakin kecil dan kabur, tujuan mereka langsung menuju Wilayah Selatan tanpa berhenti dan nonstop. Perjalanan yang panjang dan melelahkan ini terasa sangat singkat dan menyenangkan dengan dia bersamanya. Shin yang selalu bepergian sendiri selama ini baru pertama kali pergi jauh bersamanya.
Jalur yang dilalui Shin kini terasa familiar, dia rasa pernah melewati jalan yang sepertinya memiliki banyak kenangan pahit ini. Shin bertanya pada Shen kemana jalan ini menuju dan akhirnya dia sadar.
Dia akan melewati Kota Mang!
Tanah tempat Shin tumbuh selama sepuluh tahun dan belajar banyak hal, tempat dia memiliki seseorang yang bisa dianggap sebagai keluarga. Tempat yang juga merenggut keluarga darinya, tempat yang memiliki banyak kenangan pahit dan Shin berjanji akan membalas dendam pamannya ini. Namun ini bukan waktu yang tepat, Shin masih terlalu lemah untuk itu, ada lebih dari dua puluh ahli Duniawi di Kota Mang jika seluruh faksi dikumpulkan, Shin akan kesulitan jika harus melawan mereka semua. Setidaknya sekembalinya dari Wilayah Selatan, tujuan pertamanya adalah menjungkirbalikkan Kota Mang!!
Satu jam kemudian.
Siluet Kota Mang yang kecil dan tampak sangat sederhana ada di pandangan Shin, menyebabkan rasa dendamnya melonjak tajam hingga ke puncak. Shin mengepalkan tangannya dengan kuat dan menggertakkan giginya, Ying Ai disampingnya yang juga tahu masa lalu Shin menjadi khawatir.
"Shin, tidak apa-apa. Jangan lupakan tujuan kita." Ying Ai memegang jemari Shin yang tampak marah dan mencoba menenangkannya.
"Ya, aku akan mengurus mereka setelah kembali dari wilayah selatan! Para bhajingan itu, akan kupastikan mati dengan tanganku sendiri!" Hong Ning, Hong Zhao, dan Hong Lei, tiga nama yang bagai penjahat terkejam di dunia untuk Shin, langit tidak akan salah mengambil keputusan, pengadilan langit tidak akan pernah bisa terlewat dan nanti, Shin akan bertindak sebagai eksekutor!
***
Di dalam Kota Mang, Aula Tetua Klan Hong.
"Patriark, kita harus kirim siapa ke Wilayah Selatan, seluruh klan di Kekaisaran ini sedang gempar dengan warisan kuno ini dan klan kita juga tidak boleh ketinggalan." Hong Zhao berkata pada patriark Klan Hong, Hong Xuan, dia adalah ahli Duniawi Akhir yang selangkah lagi akan menuju ahli Surgawi, jika itu terjadi maka Klan Hong akan mendominasi seluruh Kota Mang. Dengan ambisi yang tinggi dan tujuan yang tak terkira, dia memimpin Klan Hong sesuka hatinya.
"Kirim Hong Taixie dan Hong Niwa kesana, dengan kekuatan Pembentukan Tengahnya--yang tertinggi di seluruh generasi muda Kota Mang--pasti akan mudah mendapatkan warisan kuno, dan perintahkan mereka untuk lebih berfokus pada harta alam atau harta Aura lainnya. Jika mereka mendapat harta Aura dari sana dan membawanya ke sini, Hong Lei dan Hong Zhao akan menjadi wakil ketua klan!" Sebagai penjelas, Hong Taixie adalah anak Hong Lei dan Hong Niwa adalah anak Hong Zhao. Dan seperti yang saya katakan sebelumnya, ambisi dari Hong Xuan ini terlalu besar. Dia berencana menggunakan ini untuk menguasai Kota Mang. Dengan harta Aura kuno--paling kuat di Kekaisaran ini--dia memang bisa mengalahkan ahli Surgawi dengan mudah, jika itu terjadi maka tidak ada seorang pun di sini yang bisa menghentikannya. Pada saat itu, Kota Mang dan beberapa kota di sekitarnya termasuk Kota Yan akan masuk dalam kekacauan.
"Baiklah, tapi aku dengar bocah Shin itu sudah berguru pada Feng Li, apa yang harus kita lakukan padanya?" Siasat pencurian Focussed Aura Control milik Shin sudah diketahui oleh Hong Xuan dan mendapat persetujuannya! Perihal Shin yang menemui Feng Li juga sudah menjadi rahasia umum, tapi di kota ini tidak ada yang tahu kekuatan Shin yang sekarang.
"Hahaha... hanya bocah yang tidak bisa merasakan Aura saja berani datang ke Wilayah Selatan, bunuh dia saat mereka bertemu dengannya! Pasti sebuah kebohongan belaka dia berguru pada Feng Li, ahli sekelas dirinya tidak akan mau menerima sampah itu sebagai muridnya." Hong Xuan juga ingin memiliki Focussed Aura Control milik Shin, namun dia hanyalah katak di dalam sumur, dia tak tahu kalau kekuatan Shin bahkan sudah melebihinya! Apalagi rumor yang menyebutkan bahwa Shin adalah murid Feng Li, adalah sebuah fakta tak terbantahkan.
"Baiklah, saya akan memberitahu mereka berdua."
"Dan juga, pastikan mereka mencoba untuk membawa Volcano Essence ke sini, itu berguna untuk terobosanku ke tahap Surgawi!" Berita akan hal ini sudah menyebar di Kekaisaran, tidak menutup kemungkinan Kota Mang bisa tahu hal ini.
"Baiklah, saya dan juga Hong Lei akan diam-diam mengawasi mereka, jika kami bertemu bocah Shin itu di jalan kami akan langsung membawa kepalanya ke sini!"
"Kalian berangkat sekarang!" Hong Xuan ingin agar kedua tetua ini mengamankan jalan untuk dua perwakilan mereka, meski tak ada yang tahu pertemuan tak terduga yang akan mereka hadapi.
Keduanya langsung berbalik dan pergi meninggalkan Kota Mang.
Di tempat Shin, besoknya.
Shin dan Ying Ai bepergian sekitar 100 km dari Kota Yan dalam sehari, perjalanan mereka tenang dan damai selama ini, tidak ada Beast atau bandit yang mengejar. Setelah sarapan singkat mereka memutuskan untuk langsung melanjutkan perjalanan.
"Shin, ada dua orang mengejar kita dari belakang." Dengan Divine Sense miliknya, Shen dalam merasakan sekitar sangat tinggi, dia bisa melacak dalam radius ratusan km dan menjadi barang yang sangat berguna. Tidak ada orang yang bisa melakukan serangan mendadak jika ada dia.
"Apa kekuatannya Jika hanya ahli rendahan aku tidak akan terlalu peduli."
"Ahli Duniawi Tengah, memang sedikit tidak layak untukmu, tapi menariknya adalah mereka berasal dari Kota Mang! Apa kau yakin tidak tertarik dengan hal ini?" Shin tersentak saat mendengar kata Kota Mang, dia menjadi semakin tertarik dengan identitas kedua orang ini.
"Ying Ai kau diam di sini dulu, aku ada urusan yang sangat penting!'