
"Sebaiknya kita cepat, semakin lama kita menunggu semakin banyak ahli yang berkumpul di sini dan menyulitkan persembunyian kita." Saat mereka sedang bicara banyak siluet hitam mendatangi wilayah ini, godaan untuk Volcano Essence memang terlalu besar, tapi ini bukan semua ahli yang datang ke Wilayah Selatan, dalam beberapa bulan ke depan harusnya ada lebih banyak ahli yang datang, Kota Black Water juga tampaknya tidak akan cukup menampung semua ahli yang tergoda dengan warisan kuno. Bagaimanaoun, acara Volcano Essence ini hanyalah sampingan saja, acara utama tentu saja adalah Sekte Burning Heaven!
Mereka yang kini berada di atas langit langsung menukik tajam dan turun di kaki gunung berapi yang di sekitarnya dipenuhi dengan hutan bervegetasi merah, aliran magma terus mengalir dari gunung berapi yang tampaknya masih aktif ini, gunung itu lumayan tinggi tapi menurut kecepatan mereka jarak segitu dapat dilewati dengan mudah. Suhu di sini panas membara yang sungguh tidak cocok untuk manusia mana pun, untungnya Ying Ai adalah elemental api dan Shin sudah pernah mengalami yang ribuan kali lebih panas dari ini, panas di sini hanyalah angin sepoi-sepoi baginya. Ying Ai jelas sedikit terkejut saat melihat Shin yang seolah tak terpengaruh oleh panas di sini, panas di sini sebenarnya sudah cukup untuk membuat seorang ahli Duniawi dipaksa menggunakan Aura untuk melindungi diri, tapi Shin? Dia bahkan tidak mengeluarkan keringat dalam kondisi tanpa perlindungan. Tidak bisa membantu, Ying Ai memilih untuk diam saja.
"Nyonya besar, malam ini kau akan bermalam di sini. Besok saat kau mendapatkan sinyal dariku, lakukan sesuai yang kuperintahkan. Perhatikan segala di sekitar dan awasi keadaan; waspada kalau Magma Bird itu melakukan gerakan tak terduga." Shen menunjukkan sebuah tempat di atas pohon yang berwarna merah ini, itu adalah tempat yang dia maksudkan. Suhunya lebih panas dari udara di sekitarnya, sudah jelas bahwa pohon ini menyerap esensi panas di tanah untuk bisa tumbuh. Tapi harus kuakui kalau Ini memang tempat yang bagus untuk bersembunyi dan spionase, tidak akan ada yang mengira ada orang yang ingin tinggal di pohon yang sangat panas ini. Ying Ai mengagguk dan naik ke atas pohon yang tinggi dan kokoh ini, dengan bantuan Shin tentunya.
"Sekarang, ke mana tujuanku selanjutnya?" Lokasi sarang Blazing Tail Salamander dia sudah tahu, itu adalah di sungai lava, masalahnya adalah dia tidak tahu di mana hal itu.
"Kau terbang ke sana." Shen menunjuk dengan jarinya, tepat ke arah yang diinginkan Shin.
Shin berterima kasih padamya lalu terbang kembali menuju sungai lava yang letaknya ada di seberang wilayah Magma Bird. Jarak antara keduanya tidak terlalu jauh, hanya setelah setengah jam terbang Shin akhirnya menemukan tempat ini. Dia turun dan mendarat kemudian berjalan mendekati sungai lahar yang berada di tengah.
Tempat ini sunghuh berbeda dengan wilayah Magma Bird yang sebelumnya, di sini tidak ada vegetasi apa pun yang tumbuh dalam radius lima km, tidak ada tempat persembunyian dan hanya ada tanah merah datar yang seperti permukaan matahari, tentu saja itu sangat panas. Di pusat daerah ini ada sebuah sungai yang terbuat dari lahar yang terus mengalir seolah tak terbatas, membelah tanah datar menjadi dua yang jika diihat dari atas seperti lingkaran ini. Panas melonjak tajam lebih dari wilayah Magma Bird, namun panas yang gila ini sama sekali tidak menghalangi para penghuninya, tampak dalam sungai lahar yang ganas itu beberapa salamander kecil berenang-renang dan bermain di dalamnya, penampilannya yang kecil dan lembut serta menggemaskan menyebabkan siapa pun ingin memilikinya. Tak terkecuali dengan Shin.
Shin tak bisa menahan hasrat untuk menyentuh makhluk imut seperti mereka, dia mendekati mereka dengan cepat namun sayang, salamander api kecil menggemaskan ini langsung kabur dan berenang ke dalam sungai lahar dan kembali pada induk mereka.
Shin menghela napas berat lalu memasang wajah kecewa. "Shen, apa mereka Blazing Tail Salamander?" tanya Shin. Penampilan fisik mereka memang sangat mirip dengan itu namun ekor mereka masih biasa saja. Di tempat ini juga hanya hidup satu ras, jadi besar kemungkinan itu adalah benar.
"Mereka hanya Blazing Salamander biasa, setelah dewasa dan berevolusi mereka akan jadi Blazing Tail Salamander sejati, ekor mereka lebih panas dari lahar di sini dan lebih kuat daripada baja, sifatnya yang lembut dan baik hati tampak seperti Gunung Mahameru yang indah, namun saat dia marah dia bagai Gunung Krakatau yang bisa menghancurkan segalanya. Dan sekarang kau harus membuatnya marah, dan langkah pertamamu adalah melawannya, saat aku merasakan pertempuran akan berakhir di sana kau harus membunuh anakan itu. Nyonya besar juga akan menerima sinyal dariku, jangan kau khawatirkan dia." Tidak kita sangka Shen sang Grand Sage yang berwibawa dengan kebanggaan dan kebaikan tinggi sebenarnya sekejam ini, teganya kau membunuh makhluk menggemaskan ini! Shin awalnya tidak setuju namun akhirnya takluk oleh genjutsu itachi.
Setelah keluar dari lantai kedua Paviliun Mental, Shin bukan hanya tahan rasa sakit dibakar api tapi juga tahan api itu sendiri, lahar atau magma di sini tidak akan melukainya sama sekali, ternyata ini adalah kelebihan melatih tubuh mental yang jutaan orang tidak menyadarinya. Hanya saja, itu hanya berlaku untuk api alam yang berasal dan terbetuk secara alami, untuk api yang berasal dari para ahli maupun Beast dan berbentuk serangan, dia punya resistensi yang lumayan, tapi belum mencapai tingkat kebal api dan tidak akan pula mencapainya.
Shin terus memperhatikan Blazing Salamander yang bermain dengan senyum di wajahnya, kadang salamander ini melontarkan napas api pada sesamanya dan tampak sangat imut. Tak lama kemudian, mereka yang ketakutan mulai menjadi penasaran, satu Blazing Salamander keluar dari sungai lava dan merangkak perlahan mendekati Shin; mencoba memastikan apakah itu ancaman atau bukan. Shin, dia sungguh tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, dia menyentuh dan menangkap mereka dengan kedua tangannya, kulit mulus dan bisa memantulkan cahaya ini berada di genggamannya, dia mengangkatnya untuk melihatnya lebih jauh, namun salamander ini memberontak dan menggigit jari Shin dengan mulutnya, namun karena dia masih bayi dia tidak punya gigi didalamnya. Shin hanya tertawa melihat tingkah laku seperti ini, namun, dibalik keimutan yang bisa membuat iblis menjadi malaikat ini tersimpan seorang ibu yang sangat overprotektif.
"Selamat, kau telah berhasul memancingnya, Shin!" Shen berkata puas, cukup tidak mengira bahwa dia tidak perlu ikut campur dalam hal ini.
Segera, sungai lahar di depannya terangkat naik, lahar yang panas segera berjatuhan dari tubuhnya dan menampilkan sebuah sosok yang sangat menakutkan, ekornya berapi-api bak cambuk para algojo neraka, tubuhnya sebesar belasan meter dengan bentuk yang sama dengan salamander di tangannya, hanya saja itu tidak imut atau menggemaskan, itu kejam dan mengerikan! Dia mendengus marah, napasnya ini bahkan bisa membuat air mendidih dalam sekejap, dalam satu lirikan Shin mengenali identitasnya. Itu Blazing Tail Salamander!
"Kau ingin anakmu kembali, Blazing Tail Salamander?" Shin mengarahkan bayi itu ke tanah dan melepasnya, dia langsung berlari kembali ke ibunya dan terlihat akan menangis. Sosok ganas di hadapannya langsung melunak ketika melihat anaknya seperti itu, dia mengirim anaknya jauh-jauh dan menatap Shin kembali, dengan tatapan haus darah.
"Enn... Shen, kau bilang dia susah marah, lalu apa maksudnya ini?" Dengan penampilan ganas ini, jika bukan marah terus apa lagi?
"Heh, hanya Gunung Krakatau saja sudah berani sombong di hadapan orang yang telah melewati lantai kedua Paviliun Mental, ini bahkan tidak sepersejuta penderitaanku di dalam sana!" Shin membalas tantangan Shen dengan tegas.
"Semoga beruntung Shin, karena suaminya masih ada di sini, meski dia masih Beast level 7 bagaimanapun juga dia adalah jantan terkuat di sini. Semoga tubuhmu masih utuh besok!" Dengan itu, dia kembali lagi ke tempatnya berasal dan tidak berniat muncul kembali dalam waktu dekat.
"W*f!! Kau tak pernah bilang apa pun soal suaminya!" Shin marah sekaligus kesal karena ucapan Shen, lebih parahnya lagi dia malah kabur dari tanggung jawabnya, tapi sudah terlambat untuk mengutuk kesal, Beast di depannya tidak akan menunggu untuk menyerang.
Baru saja Shin mau bersiap-siap, Blazing Tail Salamander betina di depannya sudah mulai menyerang, mulutnya dibuka dan ekornya ditegangkan, setelah beberapa saat api diekornya mulai padam, Shin tidak mengerti kenapa namun dia tahu bahwa ini bukan hal yang baik, dia segera terbang menjauh dari jangkauannya. Sedikit miring yang menyebabkannya naik ke udara.
Blazing Tail Salamander masih dalam posisinya dan Shin masih menggantung di udara, beast ini mengarahkan mulutnya ke arah Shin lalu bercak api terlihat di dalam mulutnya, Shin mengingat perilaku ini, akan ada semburan api ke arahnya! Dan ini ribuan kali lebih kuat dari bayi yang tadi.
Bercak api semakin lama semakin terang dan kuat, setelah satu menit dalam posisi ini Beast ini mengeluarkan serangannya, Shin masih percaya bahwa dia tidak akan pernah terkena jangkauan serangannya, namun dia salah.
BLAAAR!
Pilar api setinggi ribuan kaki muncul di udara dan menuju tepat ke arah Shin, api yang kuat dan ganas dengan diameter yang cukup luas dan gerakannya sangat cepat hampir tidak mungkin dihindari. Shin mendengus kesal karena telah meremehkan Beast ini. Para ahli di sekitar hutan mendongak dan melihat pilar api raksasa di langit, pilar api bertahan selama satu menit sebelum akhirnya memudar.
Shin kena telak serangan ini dan terlempar ribuan meter jauhnya, dia terkena serangan ini dengan telak, untungnya dia mampu melakukan reflek dan menahan sebagian serangan itu dengan Arhat Staff. Hanya saja, dia tidak mampu menahan semuanya, dia langsung muntah beberapa suap darah dan luka bakar yang cukup parah juga menghiasi kulitnya.
Dengan kejadian ini, Shin tidak lagi berani meremehkan Beast lawannya, dia menyesuaikan kondisinya kembali dan melesat dengan Arhat Staff untuk menantang mereka!
cukup lama Shin terbang, kemudian mendarat di depannya dan Arhat Staff masih menggantung di sisinya dengan posisi mendatar.
"Pergi, aku ingin lihat sejauh mana kekuatanmu!" Shin menerbangkan Arhat Staff dengan sangat cepat ke depan, serangan ini sama seperti lemparan pada Wang Yan dulu, bedanya ini bisa ditarik kembali dan kekuatannya jelas jauh lebih kuat. Tongkat melesat dengan cepat namun reflek Beast ini juga cepat, ekor apinya yang panjang dan besar dilengkungkan ke depan dan menutupi wajahnya.
Trank!
Serangan kuat yang bisa menembus Aura Shield ahli Duniawi akhir dengan mudah sebenarnya hanya bisa menggores kecil ekornya! Ketahanan ekornya memang yang paling keras seperti kata Shen, dan bagian bawah tubuhnya adalah yang paling lemah. Jika raja nomor 2 saja sudah sekuat ini, bagaimana dengan kekuatan Fire Ape King?!