
Di tempat Aliansi Anti-Shin bermarkas, berdiri dengan megah sebuah bangunan di tengah-tengah kota, ini adalah tempat para petinggi sekaligus inti dari aliansi saling bertukar pikiran, memeras otak masing-masing agar bisa memenangkan perang melawan Shin.
Seluruh petinggi aliansi gempar karena Shin bukan hanya datang menyerang mereka, dia datang dengan kekuatan penuh! Bisa dibilang mereka sedang melawan orang yang lebih kuat daripada Feng Li, yang terkuat di kawasan ini. Jika mereka melawan Shin dengan borgol dan berbagai syarat yang memberatkan lainnya mereka mungkin masih bisa menang, tapi melawan Shin berkekuatan penuh hanyalah kematian yang menunggu mereka. Ahli master saja sudah sangat kuat, ditambah dengan senjata yang merupakan senjata paling kuat didunia ini, itu jauh lebih menakutkan lagi.
Hanya Paramita Staff lah sebuah senjata asli yang menduduki peringkat tertinggi di Primordial Divine Item List, tak berlebihan kalau menyebut ini senjata terkuat. Meski sudah dipecah menjadi lima tapi kehebatannya tak perlu untuk diragukan lagi.
Perang gerilya menguras tenaga Shin sedikit demi sedikit sudah tidak mungkin untuk dilakukan lagi, tidak ada yang bisa mengancamnya sekarang. Semuanya sepakat untuk menunggu bocah ini disini dengan menggunakan kelima puluh ribu anggota mereka, mereka menjaga tanah air mereka sendiri tanpa mempedulikan perbedaan dan permusuhan sebelumnya. Sebuah sikap yang patut dicontoh.
Shin yang dikejar waktu memilih opsi kedua, dia dalam kecepatan penuh menuju kota ini dan akan sampai dalam beberapa jam singkat.
Di tempat tujuan Shin lima puluh ribu orang sudah berkumpul di sisi timur kota, menunggu kedatangan Shin dengan rasa ngeri dihati. Mereka semua telah diberitahu tentang kekejaman dan keganasan bocah berumur tiga belas ini, puluhan ribu orang mati ditangannya dan alasan dibalik genosida ini hanyalah latihan. Kau tidak salah, ini hanya disebabkan oleh latihan, latihan yang mengirim puluhan ribu orang pada peciptanya.
Dengan berbagai senjata di tangan mereka berkumpul, ada yang takut duluan dan ada yang bersemangat, walau tidak ada bekas korban Shin disini kebencian terhadapnya telah ada pada titik tertinggi di hati semua orang.
Para prajurit berkumpul di luar gerbang dan tiga orang berdiri dengan megah diatasnya, saat tiga orang ini muncul semua menjadi tenang dan menatap ketiganya dengan hormat. Mereka masing-masing adalah tiga faksi besar yang menginisiasi pembentukan Aliansi Anti-Shin sekaligus pilar terpenting dalam aliansi.
"Semuanya, hari ini kita akan berperang 50.000 vs 1 melawan seorang bocah tiga belas tahun, apakah ini memalukan!?" Yang bicara adalah pria berbaju putih biru dengan pedang dipinggang, namanya adalah Wan Lin. Inisiator asli pembentukan aliansi sekaligus juga sebagai ketua Aliansi Anti-Shin.
"TIDAK!" Jawab semua orang menjawab serempak, kebanggaan dan tanah air mereka sendiri sedang diinjak-injak oleh seorang bocah, tak ada yang peduli dengan moral atau harga diri sekarang.
"Musuh kita bersama akan datang beberapa jam lagi! Masih belum terlambat untuk mundur, kalian bisa pergi dari sini dan melanjutkan hidup. Tapi kalian akan hidup dalam ketakutan! Dibayangi mimpi buruk kematian hanya karena seorang bocah! Hidup dalam ketakutan atau mati dalam kebanggaan!!?" Wan Lin terus menaikan moral pasukan serta memompa semangat serta kebencian mereka.
"BERTARUNG!!!" Semuanya berkata lebih keras dan lebih lantang daripada sebelumnya. Mereka yang awalnya bermusuhan kini jadi rekan seperjuangan, sungguh pemandangan langka. Dari tua hingga muda datang hadir disini, bersatu padu dalam momen perjuangan mengusir penjajah keji, tak peduli soal mati hanya mengerti bahwa mereka akan menjadi pahlawan sejati bagi generasi.
"Dalam beberapa jam musuh terbesar seluruh wilayah selatan akan datang dari belakang kalian. Wajah dan tubuhnya memanglah tidak mengerikan layaknya kita tapi prilakunya ribuan kali lipat lebih bengis! Dia membantai saudara setanah air hanya demi latihan!! Hanya ******** sejati yang akan melakukan hal ltu. Sudah terlambat untuk meminta perdamaian, yang tersisa hanya BERTEMPUR ATAU MATI!!" Wan Lin mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan semua orang mengikutinya.
"Semuanya, kirimkan semua kekuatan kalian kedalam array ini. Biar kami dua puluh petinggi yang akan melawannya, harapan dan tekad kalian tidak akan pernah sekalipun kami lupakan." Diujung tangan Wan Lin sebuah bola hitam yang terbentuk dari tulisan-tulisan dan aksara yang rumit, ini bukanlah array isolasi tapi array ofensif, bisa menyerang dan bukan hanya menyegel saja.
Kekuatannya setara dengan serangan ahli master fase lanjutan, setara dengan serangan Feng Li! Sayangnya array ini mengonsumsi banyak sekali aura setiap kali digunakan, bahkan dengan seluruh anggota aliansi bergabung itu hanya bisa menyerang sebanyak tiga kali, mereka harap bahwa tiga serangan penentuan ini akan bisa membunuh Shin seutuhnya.
Semua orang mulai mengirim aura mereka pada array ini, ribuan cahaya melonjak memasuki array ini dan tidak menunjukkan tanda akan berhenti.
Beberapa jam kemudian banyak anggota yang sudah berhenti mengirim aura. Wajah Wan Lin dan beberapa petinggi lainnya dipenuhi rasa bahagia, array sudah siap dan tinggal bagaimana mereka akan menggunakan benda ini.
"Terima kasih untuk jasa kalian yang amat besar ini, sekarang mohon masuk kedalam kota dan berdoalah untuk kami disana, dengan doa dan harapan kalian kami yakin akan membawa kemenangan!!!" Wan Lin menyembunyikan array di tangannya dan memberi penghormatan pada mereka semua.
Tidak ada yang menjawab karena sudah tidak punya kekuatan untuk berteriak lagi, dengan teratur mereka semua memasuki kota sekali lagi, berharap dengan sangat pada Raja Yama agar segera menjemput Shin.
Shin sedang dalam perjalanan kecepatan penuh dengan Arhat Staff, dia ingin meminimalkan penggunaan aura sebelum bertarung, dia terbang ribuan kaki diatas tanah guna keluar dari radius indra aura musuh. Dia melihat kebawah dan sebuah kota besar masuk dalam pandangannya, dia menukik dan turun dengan cepat.
Diudara dia turun dari tongkatnya dan jatuh berkecepatan tinggi, dia memegang tongkatnya dan langsung mengeluarkan semua aura yang dia punya, aura langit dan bumi dia serap kedalam tubuhnya dengan bantuan Focussed Aura Control, aura senjata juga diaktifkan sepenuhnya tanpa penghalangan.
Shin yang berkekuatan penuh dengan cepat sudah tiba didepan dua puluh petinggi aliansi, mereka semua terbang kedepan dan saling menatap.
"Bagus kalian sudah berkumpul seperti ini, waktuku jadi tidak terbuang secara percuma!" Shin mengacungkan senjatanya.
"Kau terlalu percaya diri dalam pertarungan ini! Harus kuakui bakatmu adalah yang paling hebat semenjak kekaisaran didirikan tapi sayangnya kau harus menyinggung seluruh Border Forest selatan! Tidak ada yang masih hidup setelah melakukannya!!!" Wan Lin meraung marah, dia menyilangkan tangannya dibelakang sekaligus menyembunyikan array.
"Tahan ini kalau kau bisa!!" Wan Lin merentangkan tangannya kedepan dan seketika sebuah array hitam muncul ditangannya, array ini berputar dengan cepat seraya sebuah bola hitam terbentuk didalamnya.
Shin menatap array ini dengan syok dimatanya, tak mengira bahwa musuh akan mengeluarkan harta sekuat ini. Dia mengirim semua aura kedalam tongkat dan segera sesosok putih bercahaya besar muncul dengan tongkat ditangannya. Sosok ini tampak sangat mendominasi dan semua musuh tampak tidak signifikan didepannya.
Semua petinggi merasa ngeri melihatnya, merasakan seberapa kuat jika sosok itu menyerang mereka.
"Bantu aku dalam serangan ini!" Wan Lin sadar bahwa array miliknya tidak sebanding dengan sosok didepannya, mau tidak mau dia harus meminta bantuan.
Semua petinggi merasakan teror yang sama, semuanya mengangguk dan menyerang dengan aba-aba Wan Lin.
"Arhat Absolute Strike!!" Sosok Arhat didepan Shin mengangkat tongkatnya, senjata besar yang mengandung kekuatan besar itu diarahkan kedepan. Dengan gerakan tangan Shin, Arhat menusukkan tongkat puluhan meternya kedepan, melahap semua orang dalam sekali serang.
"Darkness Tribulation!!" Bola didalam array bergerak tak terkendali lalu tak lama berselang berubah menjadi seutas cahaya hitam gelap sebesar beberapa meter, dengan sangat cepat aliran cahaya hitam ini menabrak serangan Shin tapi tidak bisa menahan apalagi mendorong mundur, segera para petinggi lainnya juga ikut serta dalam pertarungan ini, tebasan dan serangan lainnya datang mengiringi hadirnya serangan array.
Menghadapi puluhan serangan berbeda serangan sang Arhat masih tidak gentar, itu masih merangsek maju meski gerakannya dilambatkan.
Crack!
Array mulai retak dalam pertukaran ini meski sudah dibantu berbagai serangan lain. Jika serangan dari array setara dengan ahli master lanjutan maka serangan Shin setara dengan ahli master puncak, meski hanya beda satu tingkat tapi perbedaannya sangat jauh. Tak bisa dilewati hanya dengan jumlah semata.
Crack! Crack!
Bagaikan raket listrik dan nyamuk, tongkat ini melahap semua orang dalam dampaknya, semua petinggi terdorong mundur menabrak bangunan aliansi termasuk juga Wan Lin, dalam titik pendaratan tiap-tiap dari mereka menyemburkan seteguk darah segar. Para anggota lainnya dengan ketakutan melihat para petinggi mereka dipukul mundur dengan sangat mudah. Setelah serangan ini sosok Arhat memudar menjadi ketiadaan.
"Lari! Cepat lari!" Masyarakat lari berhamburan menuju sisi lain kota menyelamatkan nyawa masing-masing. Semua tekad dan niat bertempur sebelumnya seketika runtuh ketika melihat kekuatan sejati Shin, dihadapan kekuatan absolut semuanya hanyalah permainan.
Shin hanya menggunakan serangan ini sebagai pembuka saja, dia melepaskan tongkat dalam genggamannya dan melemparnya menuju satu petinggi yang masih terkapar, ditambah dengan percepatan dari Grand Sage Art ini bisa menembus pertahanan manapun!
"Arhat Pierce!" Sebuah skill original dari Shin, dengan merotasi tongkat dengan kecepatan tinggi disertai dengan laju yang juga sama tingginya menciptakan sebuah efek penetrasi terpusat yang sangat kuat. Bahkan Feng Li juga tidak terlalu yakin bisa menahan serangan ini.
Sleb!
Belum sempat bangkit namun petinggi ini sudah menemui ajalnya, tongkat tidak semerta-merta berhenti di tubuhnya dan malah menembus bangunan hingga lantai pertama. Shin bahkan terkejut dengan damagenya dan diam-diam memuji dalam hati. Sebenarnya dia sudah lama merencakan serangan dan teori ini namun baru kesampaian melakukan praktek langsung sekarang.
Dia kemudian melesat meninju beberapa petinggi aliansi lainnya, hanya dalam beberapa menit singkat lima petinggi aliansi sudah mati.
Radius lima km dari tempat pertempuran sudah kosong ditinggalkan para penghuni, takut mereka akan mati terkena sisa-sisa serangan nyasar. Ini memberikan ruang gerak yang lebih luas untuk Shin, lagipula dia hanya harus membunuh para petinggi ini, jika bisa dia tidak mau membunuh terlalu banyak.
Sisa petinggi yang tak keburu diserang oleh Shin mendapat kembali kesadaran mereka, namun ketakutan dan teror sangat jelas terlihat dimata mereka, hanya satu serangan pembuka saja sudah menimbulkan dampak yang kejam bagi lineup aliansi. Sekarang harapan mereka digantungkan pada dua serangan yang tersisa dari array.
Wan Lin tidak terlalu banyak menerima kerusakan akibat serangan tadi, dengan segera dia sudah bangkit dan siap bertaruh nyawa sekali lagi.
"Kuberitahu padamu bocah, bukan hal yang mudah untuk menginjak-injak harga diri kami!! Asalkan garis keturunan Border Forest selatan masih terus mengalir dendam ini akan diteruskan hingga ratusan generasi berikutnya!" Wan Lin berkata dengan sangat marah, direduksi menjadi demikian dan seketika kehilangan lima petinggi padahal pertempuran baru saja dimulai telah membangkitkan amarah terpendamnya. Bahkan jika dia mati dengan tubuh terpotong-potong disini dendamnya tetap akan menggema diseluruh Border Forest hingga ratusan tahun kedepan.
"Aku tidak bermaksud menjajah ataupun menodai tanah air kalian, niatku kesini pada awalnya hanyalah untuk latihan dan mencari pengalaman, salahkan saja guruku Feng Li untuk segala dendam milikmu! Satu hal, untuk hal ini aku hanya perlu membunuh kalian, setelah itu semua warga Border Forest akan mendapatkan kembali kebebasan dan ketenangan kalian. Aku Shin bersumpah bahwa tidak akan pernah mendatangi tempat ini lagi semasa hidupku, jika aku melanggar semoga langit memberi hukuman yang setimpal."
Walau niat Shin kemari hanya latihan dan semua hal ini direncanakan oleh Feng Li, dia masih harus menanggung tanggung jawab atas semua orang yang sudah mati dan teror yang ditinggalkannya. Jika tidak, dia akan menyesal seumur hidup dan akan dicap sebagai pembunuh tak berperasaan.
"Aku tahu... kami semua tahu hal itu dari dulu sekali, mulai dari awal namamu menyebar disini hingga awal dan tujuan dari pembentukan Aliansi Anti-Shin sudah diketahui para petinggi. Mudahnya, kami hanya menari diatas telapak tangan Feng Li," Wan Lin tampak sangat sedih mengingat fakta ini, "Tapi semua pembunuhan itu adalah ULAHMU!! Tak peduki siapa yang mengatur atau provokator fakta bahwa kau membunuh puluhan ribu nyawa disini TIDAK BISA DIBANTAH!!! Bagaimana bisa kau... orang yang berasal dari kekaisaran... bertindak sekejam ini...."
Wan Lin meneteskan air matanya tak kuasa menahan kesedihan, sebagai ketua aliansi yang melawan Shin otomatis dia juga menanggung beban puluhan ribu korban yang telah dibunuh Shin. Tak akan bisa dibayangkan beban seperti apa yang dia tanggung dipundaknya itu, yang pasti itu adalah yang paling berat di kawasan ini. Meski mereka semua bengis dan keji, mereka masihlah manusia yang mempunyai hati dan tidak ingin ada orang lain mengganggu kehidupan mereka yang biasa, mereka hanya ingin semua orang mengurus bisnisnya masing-masing, Kekaisaran dengan Evil Regionnya dan Wilayah Selatan dengan persaingannya. Sebuah permintaan kecil dan sederhana tapi harus diganggu oleh seorang bocah kecil, rasa terhina di hati setiap orang malah semakin bertambah tiap kali mengingat semua hal ini.
Shin sadar bahwa sudah sangat terlambat untuk mundur setelah sejauh ini, dia harus menyelesaikan apa yang telah dia mulai dengan sempurna. Meski dia harus meninggalkan akar yang begitu banyak tapi dia tidak akan menyesali pilihannya, lagipula setelah latihannya selesai dan dia pergi mengembara besar kemungkinan dia tidak akan kembali kesini lagi.
"Aku minta maaf untuk semua hal ini, tapi apa yang sudah terjadi harus diselesaikan. Setelah kalian semua mati aku menjamin tak akan menyentuh warga disini lagi!" Shin terus mencoba menghibur musuh dan dirinya sendiri, mengurangi penyesalan yang akan dia rasakan nanti.
"Kau pasti melakukannya, kami tahu kau adalah anak yang baik dan jujur. Tapi sebelumnya kami harus menanyakan pendapat mereka dulu, kau tak keberatan menunggu sebentar kan?" Tanya Wan Lin.
"Lakukan! Aku akan menunggu selama yang kalian butuhkan."
"Terima kasih." Wan Lin berbalik dan menatap kota dari atas, disisi lain kota tampak para anggota sedang menonton pertempuran tanpa ada satupun yang pergi, meski ketakutan tapi rasa cinta tanah air mereka tak mengijinkan untuk pergi dari sini.
Wan Lin berkata dengan suara yang dilapisi aura, ini akan terdengar dengan jelas sampai keujung kota.
"Para ahli Border Forest, kalian semua tahu bahwa penyebab semua kebencian dan kejadian berdarah ini hanyalah latihan yang dirancang Martial Master Feng Li, singkatnya selama dua tahun kita sedang menari diatas telapak tangannya. Disini, sang korban dari rencananya, manusia yang bernama Shin sekaligus pelaku utama rencana ini dengan tegas menjamin keselamatan kalian semua dengan bayaran nyawa kami berdua puluh, dia adalah anak yang jujur jadi kalian jangan khawatir, apalagi dia sudah bersumpah dengan langit sebagai saksinya bahwa dia tidak akan pernah lagi menginjakkan kakinya di tanah yang kita cintai ini. Jalani hidup kalian seperti semula dan sebisa mungkin tegakkan kepala kalian saat menjalani hidup walau harus kuakui itu sangatlah sulit. Jangan salahkan teman kita ini karena dia hanyalah korban tapi dosa-dosanya tetap tidak terampuni lagi. Kami akan terus melawannya hingga akhir walau kalian semua tahu bahwa itu hanyalah usaha yang sia-sia, bahkan dengan array ini. Dalam beberapa waktu berselang kami semua akan mati, dengan ini aku nyatakan.... Aliansi Anti-Shin dibubarkan!!"
Suaranya sarat dipenuhi dengan kesedihan dan penyesalan tinggi, sebagai pemimpin dia tidak bisa membunuh lawan bersama dan malah membiarkan rakyatnya hidup dalam penghinaan. Semua kesedihan ini dia masukkan dalam kalimatnya dan ini dirasakan oleh semua orang.
Kesedihan Wan Lin telah merasuk dalam sekali di hati semua anggota aliansi, seolah itu adalah kesedihan dari seluruh Border Forest.
Satu-satunya sosok yang berhasil menyatukan seluruh Border Forest kedalam satu panji yang sama, yang bagaikan pahlawan besar pembawa harapan bagi seluruh masyarakat Border Forest harus dipaksa mati bersama rekan-rekannya dengan imbalan nyawa mereka sendiri. Sebuah penghinaan terbesar yang pernah diterima setiap orang selama hidupnya. Jika mereka membiarkan pahlawan besar mereka mati berkorban nyawa, mereka tidak punya wajah untuk ditunjukkan pada dunia lagi.
Semua orang beranjak dari tempat dan rumah mereka masing-masing, tua dan muda tak terkecuali, semuanya serempak memasang wajah kesedihan yang besar sembari berjalan pelan menuju medan pertempuran. Anehnya, meski mereka bersedih dalam hati kepala mereka ditegakkan penuh kebanggaan dan senyum dipancarkan dalam wajah setiap orang.
"Kalian.... apa kalian tahu apa yang kalian lakukan!!? Tetap diam di rumah dan kalian akan hidup!! Tak perlu berlebihan untuk melakukan semua hal ini. Tidak ada lagi Aliansi Anti-Shin dan kembali ke faksi kalian masing-masing!" Wan Lin memarahi mereka agar mereka nurut kembali ke tempat masing-masing. Tetapi percuma, tekad di hati mereka sekarang sama kuatnya dengan Wan Lin, tak ada yang bisa menghentikan mereka bahkan kematian sekalipun.
"Ketua, meski aliansi sudah dibubarkan dan anda bukan lagi pemimpin kami semua, posisi anda di hati setiap orang ini telah berubah menjadi pahlawan tak tergantikan. Jika kami membiarkan sosok hebat seperti anda mati begitu saja maka kenapa tidak sekalian ikut mati bersama anda?"
Salah seorang warga berkata tentang maksud dan tujuan mereka semua datang kesini, dia seorang mewakili empat puluh ribu lebih warga lainnya.
"Tidak, masih banyak generasi muda yang butuh petunjuk kalian. Tindakan kalian kali ini sungguh tidak beralasan!!" Wan Lin masih tidak menyetujui gagasan ini.
"Sayangnya, ada beberapa warga tidak beruntung yang harus terpaksa tidak ikut rencana dan akan meneruskan peristiwa dan kebesaran nama anda kepada ratusan generasi selanjutnya." Disebut tidak beruntung karena mereka harus menanggung penyesalan berat selama sisa hidupnya dan seperti mengkhianati rekan seperjuangan.
"Baiklah jika itu yang kalian mau, tapi pastikan bahwa nama teman muda disini tidak berubah menjadi sosok jahat. Alihkan saja semua beban dan hujatan masyarakat disini pada Martial Master."
Dalam hal ini, Wan Lin sudah sangat mengerti posisi dan keadaan antara Shin dan Aliansi Anti-Shin. Yang satu hanya ingin latihan dengan cara ekstrim sedangkan yang satu hanya ingin melindungi tanah air mereka sendiri, tidak ada yang salah ataupun benar dalam kedua orang ini, masing-masing punya alasan tersendiri yang cukup kuat, kini mereka berdua harus dihadapkan pada situasi canggung.
Siapa yang benar dan siapa yang salah? Tidak ada jawaban atas pertanyaan ini, semua kembali pada sebuah fakta penting, tidak ada kebenaran di dunia ini.