
Prank! Prank! Prank!
Suara kaca pecah mengiringi bertumbukannya dua serangan ini, torrent pedang yang sudah berhenti bertambah melawan tongkat terkeras dengan hanya sedikit kekuatan yang dimilikinya.
Arhat Staff yang berputar sangat cepat layaknya sedang mengebor segala pedang yang menerjang ke arahnya, menghancurkan mereka berkeping-keping dan dengan menggunakan Floating Staff Control, Arhat Staff terus merangsek maju tanpa hambatan.
Baik Shin, Suo Qing, Yi Lei, dan Zhang Wu menatap titik tumbukan harap-harap cemas, kekuatan dua serangan ini mereka semua sudah ketahui dan itu adalah setara. Sekarang yang tersisa hanya pertempuran daya tahan antara Arhat Staff kehilangan momentumnya atau Jade Sword River kehabisan pedangnya.
"Hanya dalam tiga tahun dia sudah tumbuh sebanyak ini. Bisa menyaingi ahli Master dalam pertukaran serangan terkuat bahkan tidak bisa Grand Elder Cao lakukan." Puji Zhang Wu.
"Tunggu, apa maksudmu dengan tiga tahun?" Yi Lei memandang Zhang Wu sedikit aneh.
"Ahh... saya lupa memberitahukan hal ini. Sebenarnya Shin disana itu tiga tahun lalu hanyalah seorang ahli Konversi, kebetulan kami berdua berpapasan dalam perjalanan ke Kota Yan..." Zhang Wu merinci pengalamannnya saat dia bertemu dengan Shin tiga tahun yang lalu. Manakala dia bercerita kebahagiaan timbul di wajahnya, lepas dari segala beban sebagai Patriark Klan Zhang.
"Haaah... bakatnya, terlalu tinggi untuk hanya terjebak di kekaisaran ini saja. Tiga tahun kultivasi untuk mencapai tahap Surgawi, hanya bisa dibilang sebuah kemustahilan. Tapi ingat ini nak Zhang, usaha yang dia lakukan dibalik layar haruslah yang paling keras juga, semua kekuatan ini tidak akan datang tanpa bayaran sama sekali." Yi Lei bagaimanapun juga iri dengan bakat Shin, hanya saja kekuatan fisik Shin tidak ada hubungannya dengan bakat apapun, itu harus datang dari kerja keras dan rasa sakit.
Zhang Wu mengangguk kuat, sudah beberapa kali dia dinasehati oleh Yi Lei dalam satu hari ini saja. Dalam benaknya dia menaruh hormat tinggi padanya.
"Pertukaran kedua sudah mencapai tahap akhir, tidak akan ada penambahan kekuatan apapun lagi dan ini adalah bentrokan kekuatan murni. Patriark Yi, harusnya anda sudah bisa memutuskan hasil akhirnya kan?" Tanya Zhang Wu, namun respon yang diharapkannya tidak dia dapatkan. Yi Lei hanya menggeleng lemah, dia juga tidak berani memberikan hasil perkiraan awal.
"Bukan hanya masalah serangan siapa yang lebih kuat, tapi kau lihat tongkat yang terus mencoba memaksa menembus serangan Suo Qing itu? Tidak ada satu goresan di permukaannya, bahkan setelah diserang puluhan kali oleh Nak Shin, ujungnya masih tetap coklat polos seperti biasanya. Tongkat itu, bisa menjadi salah satu faktor penentu kemenangannya! Masalahnya, aku tidak tahu Harta Aura tingkat apa itu dan sejauh mana kekuatannya." Yi Lei mengungkapkan alasan tidak bisa memberikan penilaian awal.
"Memang benar, sejauh yang saya perhatikan tongkat itu haruslah sebuah harta yang kuat. Hasilnya sudah menjadi tidak terduga dengan keberadaannya." Timpal Zhang Wu.
Pedang terus menerus maju dan terus juga dihancurkan oleh Arhat Staff, bentrokan telah berlangsung dua menit dan empat ribu pedang telah hancur berkeping-keping. Sejauh ini Shin berada diatas angin karena kecepatan rifling Arhat Staff tidak akan menurun apapun alasannya, hanya momentumnya saja yang menghilang. Dalam dua menit benturan senjata, Arhat Staff kehilangan setengah dari momentumnya.
Suo Qing masih tenang tidak peduli, menurut perkiraannya kemenangan memang berada di tangannya namun itu tidak akan menghentikan Shin untuk tetap maju ke serangan berikutnya. Karena hal inilah, dia harus mengeluarkan kartu truf yang sudah sangat lama dia sembunyikan pada dunia.
Lima ribu pedang....
Enam ribu pedang....
Kini, keuntungan jumlah Jade Sword River menunjukan taringnya, semakin lama mereka bertarung kecepatan Arhat Staff menghancurkan pedang semakin menurun. Momentum semakin menghilang dan kecepatannya juga sama berkurangnya, dalam pertukaran kedua ini, Shin harus menelan pil pahit kekalahan sekali lagi.
"Sudah berakhir, tongkatnya sudah kehilangan momentumnya." Kata Yi Lei pasrah. Setelah waktu berjalan cukup lama posisi setiap serangan sudah menjadi jelas, dan pihak yang kalah adalah pihak Shin.
Setelah Arhat Staff menghancurkan tujuh ribu pedang, seluruh momentum yang dimilikinya benar-benar habis dan menghilang. Itu masih bisa bergerak ke depan namun dihadapan torrent pedang giok, itu tidak ada gunanya sama sekali.
Gelombang pedang giok jatuh dari atas dan mengguncang keseimbangan Arhat Staff, membuat yang terakhir terguncang dan tenggelam kedalam sungai yang airnya terbuat dari pedang tajam. Shin ingin menarik tongkatnya kembali namun tekanan yang datang dari ribuan pedang ini menjadikan niatnya terhenti.
Sisa tiga ribu pedang masih saja terlihat sangat mengerikan, ketiga ribu pedang ini maju kedepan meliuk-liuk bagaikan aliran sungai, dengan cepat menerjang ke arah Shin yang sedang menggantung di udara.
Shin tentu tidak akan membiarkan pedang ini menyerangnya begitu saja, dia menyerap Aura Langit dan Bumi lalu mengalirkannya pada kakinya, dia melakukan sapuan kuat yang secara langsung menghancurkan seratusan pedang.
Crrkk! Crrrk! Crrrk!
Pedang-pedang berguguran dalam kecepatan yang mengkhawatirkan manakala Shin menggunakan kakinya yang kecil untuk menyerang. Dalam beberapa napas singkat Shin sudah mengurangi jumlahnya menjadi seribu lima ratus.
Aliran pedang terus mendekat dan saat Shin ingin menendang sekali lagi, jarak sudah tidak efisien. Shin memindahkan semua auranya pada tangan kanannya, segera tangannya seakan membesar dan otot-otot disana berkontraksi kuat, vena dan nadi miliknya muncul menghiasi garis tangannya dengan warna biru dan merah yang indah.
Shin menunggu hingga aliran pedang terdepan berada dalam jarak satu meter darinya, dia mengepalkan tangannya kuat dan ketika jarak sudah dia dapatkan, dia mengirim sebuah pukulan lurus kedepan. Dengan kekuatan yang dahsyat pukulan menerjang seribu lima ratus pedang yang tersisa.
Prank!
Udara terkompresi dan meledak membentuk sebuah ledakan, dengan kontrol kekuatannya yang tinggi semua ledakan dia arahkan kedepan, sepenuhnya diarahkan pada aliran pedang yang tersisa.
Suara kaca pecah yang kuat memenuhi ruang, seketika setelah Shin memukulkan tinjunya, lima ratus pedang hancur tanpa kompromi! Bahkan hasil ini membuat Suo Qing terkejut, Arhat Staff dengan momentum saja membutuhkan beberapa waktu untuk menghancurkan seribu, dan sekarang satu pukulan saja sudah mencapai hasil setengahnya! Baru kali ini dia melihat ahli tongkat yang merangkap sebagai martial artist sekaligus.
Namun, masih ada seribu pedang yang masih belum tersentuh oleh serangan apapun. Tidak bisa mempertahankan dirinya lagi, seribu pedang langsung menerjang tubuh Shin dengan kekuatan yang mereka punya.
Tanpa ampun, seribu pedang menghantam seluruh tubuh Shin dan menyebabkan yang terakhir terpental ribuan meter jauhnya. Tiap kekuatan yang dimiliki pedang ini disalurkan secara penuh menuju tubuh Shin yang hanya berlindungkan Aura Shield.
Shin kembali meludahkan beberapa teguk darah segar. Selain itu, luka berdarah juga menjalar melalui seluruh tubuhnya, bagaikan dirinya sendiri telah mandi darah sebelumnya. Jubah putih bersih miliknya ternodai oleh darah, tampak sangat berbeda dengan penampilannya beberapa menit yang lalu.
Shin tidak membiarkan dirinya berada dari arena pertempuran cukup jauh, Shin langsung terbang kembali seraya memindahkan Arhat Staff ke genggamannya. Setelah beberapa menit penerbangan singkat, Shin sudah kembali lagi dengan wajah yang bahagia, dia punya Arhat Absolute Strike yang bisa digunakan. Serangan yang setara dengan ahli Grandmaster jadi apapun yang Suo Qing keluarkan saat ini, semuanya tidak akan berguna banyak.
"Kau sudah terluka lumayan parah. Serangan ketiga ini adalah serangan yang belum pernah kukeluarkan sebelumnya, tetapi jika kita hitung berdasarkan kekuatannya. Ini setidaknya dua kali lipat lebih kuat dari Jade Sword River! Kuperingatkan sekali lagi, kau masih bisa menyerah sebelum aku mengeksekusi skill ini." Kata Suo Qing.
"Qing, apa maksudmu dengan ini? Serangan hebat macam apa yang kau sembunyikan ini?" Yi Lei--rekannya sendiri--bahkan tidak tahu apapun soal rahasia serangan terakhir Suo Qing ini. Apalagi bisa menyembunyikan serangan yang dua kali lipat lebih dahsyat daripada Jade Sword River tidaklah mudah dilakukan. Antara dia memang sangat menjaga rahasia atau skill ini baru saja dia dapatkan. Apapun itu, yang penting adalah dihadapan serangan ahli Grandmaster semuanya akan sia-sia saja.
Atau begitulah harapan Shin, karena pada dasarnya Arhat Absolute Strike adalah satu serangan mutlak dari sang Arhat, yang mana Arhat disini adalah Arhat yang dipanggil sendiri oleh Shin dengan Arhat Staff sebagai perantara. menjadikan serangan ahli Grandmaster adalah batas maksimalnya, dengan menggunakan seratus persen aura di tubuh Shin baru dia bisa mengeluarkan serangan setingkat itu. Dengan intensitas Aura yang biasa dia pakai saat menggunakannya, itu haruslah setara dengan serangan ahli Master Puncak. Melenceng cukup jauh dari kekuatan aslinya. Dan faktanya, Shin tidak mengetahui hal ini. Terpaksa dia harus menelan pil pahit kekalahan sekali lagi.
"Sudah terlalu jauh untuk bisa mundur. Tolong berikan pengajaranmu!" Kata Shin sembari memberikan penghormatan.
"Shin, ini dua kali lipat dari Jade Sword River! Bahkan dengan tongkat itu di sisimu masih bukan hal yang mudah untuk mengatasinya!" Kata Zhang Wu semakin khawatir.
"Biarkan saja dia, tekadnya untuk membalas budi padamu tidak bisa dihentikan lagi. Kau malah akan menghina tekad dan harga dirinya jika terus memaksanya berhenti." Komentar Yi Lei.
Zhang Wu tertunduk malu karena tidak sadar bahwa tindakannya salah, yang dia khawatirkan adalah keselamatan Shin dan wajar jika dia bersikap seperti itu. Hanya saja, tiap manusia didunia ini memiliki harga diri dan kebanggaan mereka masing-masing, seringkali tiap orang menganggap dua hal ini lebih penting daripada nyawa mereka sendiri. Bukan hal yang sepele menghina harga diri mereka.
Shin hanya memandang Yi Lei dan tersenyum samar padanya sebagai respon. Dalam benaknya Shin berterima kasih padanya.
"Patriark Suo, silakan anda menyerang untuk yang ketiga kalinya!" Shin memprovokasinya lebih dulu.
"Dari kalimatmu ini aku menebak kau masih punya beberapa kartu yang masih belum dikeluarkan kan? Dan untukmu bisa setenang ini harusnya kartu milikmu sangatlah kuat. Bisa tahan tidak menggunakannya tadi, kau membuatku merasa takjub." Diatas kertas, Jade Sword River adalah serangan terkuat yang Suo Qing punya. Shin juga paham akan hal ini namun masih bisa menyimpannya untuk yang terakhir, dia sadar bahwa yang terbaik selalu disimpan diakhir. Baik dirinya sendiri ataupun Suo Qing.
"Penyesalan selalu datang di akhir, ini peringatanku untuk yang terakhir kalinya." Suo Qing sangat jelas tentang kekuatan yang terkandung dalam serangannya kali ini, sebagai pencipta sekaligus satu-satunya yang bisa memakainya dia sudah melakukan eksperimen terhadapnya beberapa kali. Dan hasilnya, selalu diluar ekspektasinya sendiri. Mahadahsyat!
Shin menjawab pernyataannya dengan mengeluarkan semua kekuatan yang dia punya. Tangannya mencengkram lebih erat lagi dan pupil matanya melebar, memfokuskan untuk melihat lebih banyak dan lebih jelas lagi.
"Lei, siagakan dirimu!" Perintah Suo Qing. Dia berkata demikian tentu saja untuk menyelamatkan Shin pada saat yang dibutuhkan, bagaimanapun bakat tertinggi ini tidak boleh mati.
"Lantas kenapa kau mengeluarkan skill sekuat ini Qing!? Pemikiranmu tidak bisa kumengerti." Teriak Yi Lei keheranan. Jauh didalam hatinya dia juga sudah mengatasi atas kejadian yang tidak diharapkan.
Suo Qing tidak menjawab dengusan dari rekannya ini dan langsung menatap Shin.
"Persiapkan dirimu!"
Suo Qing menyalurkan Auranya pada Jade Sword miliknya kembali, pancaran cahaya hijau giok tampak membumbung tinggi menusuk langit dengan indahnya, dengan pedang yang sangat kuat ini Suo Qing mengayun datar, membuat sebuah celah diantara ruang yang langsung dikenali oleh Yi Lei.
"Qing, apa kau sedang bercanda? Bukankah itu jelas-jelas adalah Jade Sword River yang sebelumnya. Serangan pamungkas terkuat apanya?" Dalam proses penggunaan skill baru Suo Qing memang sangat mirip dengan Jade Sword River.
"Heh, kau lihat saja sebentar lagi." Dengus Suo Qing.
"Nak Shin, lebih baik kau mundur jika tidak ingin mati." Suara Suo Qing terdengar lembut namun sangat serius, menurut pengamatannya saat ini serangannya sendiri sudah cukup untuk membelah Shin jadi dua.
Bagaimanapun, Shin memiliki Arhat Absolute Strike yang bisa ia gunakan, hanya saja melihat ekspresi Suo Qing dan klaimnya ini dia juga merasa ketakutan dan ngeri. Dalam hatinya sendiri dia sebenarnya meragukan keaslian kekuatan serang Arhat Absolute Strike. Dulu, saat dia bertarung melawan Wan Lin dan seluruh petinggi Aliansi Anti-Shin semua hanya terpukul mundur, tidak ada instan death yang diharapkan. Mengingat serangan seorang ahli Grandmaster saja sudah cukup untuk membuat gurunya menderita luka yang sangat parah. Ahli Surgawi Puncak harusnya sudah hancur lebur tanpa mayat sama sekali.
Mengikuti saran dari Suo Qing, Shin mundur cukup jauh sehingga keduanya berjarak seratus meter total. Meski begitu instingnya masih terus mengirim perasaan kematian karena pedang yang terus bermunculan ini, intensitas pedang juga Suo Qing atur seribu pedang per detiknya, menjadikan sebuah aliran yang sama derasnya dengan tadi.
Setelah sepuluh napas waktu yang mana membuat sepuluh ribu pedang menggantung diudara, celah ruang Jade Sword River menutup. Beban yang diderita Suo Qing akibat menggunakan Jade Sword River intensitas tertinggi dalam waktu dekat cukup berat, auranya kacau dan sudah habis lebih dari setengah. Keringat membasahi dahinya dan napasnya terengah-engah kehabisan tenaga.
Suo Qing mengelap keringat didahinya dan kembali fokus pada pertarungan. Dia menghunuskan pedangnya kedepan dan secara serempak aliran pedang giok didepannya mulai bergerak secara teratur. Suara gemerincing pedang terdengar manakala pedang giok saling melengkapi celah kosong diantara mereka, mengisi setiap ruang dengan jumlah pedang yang tidak masuk akal. Lama kelamaan pedang giok yang awalnya hanya sebuah aliran sungai berubah menjadi sebuah kesatuan yang utuh, lebih erat dan lebih dekat daripada sebelumnya.
Melihat pergerakan pedang yang secara masif menyatukan diri mereka, Yi Lei tidak bisa tidak berkomentar. "Qing, jangan bilang kalau kau akan menyatukan mereka semua!" Memang, menerima ratusan pedang perdetik sangat berbeda dengan menerima sepuluh ribu pedang secara bersamaan. Perbedaan antara DPS dan burst damage memainkan peran disini, ambil saja Jade Sword River yang tadi, Shin masih bisa bertahan dengan menyicil sedikit demi sedikit pedang yang dia hancurkan, ketika dia dihantam pun hanya yang terdepan yang akan melukainya, setelah waktu berjalan baru dia akan mengalami teror yang sebenarnya. Hanya saja, cara seperti ini sangat kurang dalam kekuatan penghancur. Jika sebuah perisai atau penghalang sangatlah kuat, satu serangan mutlak diperlukan untuk menghancurkannya dan bukannya serangan lemah tapi banyak.
Klaim dua kali lebih kuat daripada Jade Sword River memang tidak main-main. Sebenarnya Suo Qing bisa membuatnya tiga atau empat kali lebih kuat daripada Jade Sword River, hanya saja sepuluh ribu pedang adalah batasnya.
"Patriark Yi, kalau Patriark Suo disana menggunakan skill ini di pertempuran asli harusnya kita bisa menang kan? Membunuh satu dari The Five Devils juga sangat mungkin dilakukan." Kata Zhang Wu.
"Tidak mungkin, menggunakan skill ini dalam pertempuran sejati sangatlah tidak realistik. Lihat saja, dia butuh sepuluh napas hanya untuk pengisian kekuatan, membeli waktu sebanyak ini sangatlah susah dalam pertarungan. Dan juga, alasan kenapa dia belum mengungkapkannya kupikir adalah karena dia belum sepenuhnya menguasai skill baru ini. Menggunakannya dalam pertempuran bukanlah sebuah keputusan yang bijak." Balas Yi Lei. Biarpun kekuatannya sangat dahsyat, kekurangan dalam serangan ini juga bisa terlihat dengan sangat jelas. Dari charging time saja skill baru ini sangatlah sampah.
"Kekuatannya, sekuat apa serangan ini, Patriark Yi?" Tanya Zhang Wu sekali lagi.
"Setidaknya, serangan ini bisa membuatku terbaring tiga bulan lamanya!" Suara Yi Lei sedikit gemetar ketakutan, melihat serangan sekiat ini tentu saja membuatnya sangat ketakutan.
"A-a-apa! Sekuat itukah? Walau anda seorang elemental namun tubuh fisik anda sudah setara dengan ahli Master Dasar lainnya. Ini hanya bisa dibilang mengagumkan!" Puji Zhang Wu, namun ada sedikit ketidaksenangan dalam kalimatnya. Ya, itu karena Shin harus menerima serangan ini.
"Menerima sepuluh ribu pedang secara langsung, aku tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya itu. Tetapi kau bisa bertenang, tubuh fisik Nak Shin setara dengan Feng Li. Paling-paling dia hanya akan terbaring di tempat tidur selama sebulan."
"Huuuh... syukurlah."
Sepuluh napas waktu diperlukan untuk mengeluarkan sepuluh ribu pedang, dan sepuluh napas waktu lain dibutuhkan untuk semua pedang ini bersatu. Menciptakan sebuah pedang giok ukuran puluhan meter yang tercipta dari sepuluh ribu pedang, permukaannya tidak mulus dan bercorak patahan pedang yang saling berhimpitan, tampak sangat menakjubkan.
Aura pedang yang mengerikan berfluktuasi dari pedang giok yang mengerikan ini, memberikan tekanan selayaknya sebuah gunung dibebankan pada pundak tiap orang disini. Pedang terhunus ke arah Shin yang mana ditempatnya lah tekanan pedang difokuskan. Shin merasa kepalanya mau meledak, jantungnya terus memompa lebih lambat lagi, bulu kuduknya merinding dan matanya seakan melihat mimpi buruk di siang bolong.
"Kau sudah bisa merasakan kekuatan yang terkandung didalamnya bukan? Bagaimana, apa kau masih mau lanjut atau tidak?" Tanya Suo Qing.
"Junior ini masih ingin mencobanya!" Shin menggertakkan gigi dan mengembalikan fokus serta ketenangannya kembali. Dia bisa pulih dalam keterkejutan lebih cepat daripada siapapun.
"Bagus, kau masih bisa menpertahankan ketenangan dalam kondisi hidup dan mati seperti ini, Shin." Suo Qing sangat takjub dengan Shin kali ini, dia bahkan tidak menambahkan kata "Nak" sebelum memanggil nama Shin. Yang mana dia menganggap Shin ini bisa berbicara setara dengannya.
"Senior Suo, apakah nama serangan anda kali ini?"
"Serangan ini aku baru menciptakannya beberapa tahun yang lalu, namun aku masih belum bisa menggunakannya secara sempurna sampai sekarang. Aku menyebutnya, Ultimate Jade Sword!"
"Ultimate Jade Sword, nama yang sangat mendominasi, sesuai dengan kehebatannya." Puji Shin.
Suo Qing segera maju kedepan dan menggenggam Ultimate Jade Sword dengan kedua tangannya, dia menggunakan semua Aura yang dia punya untuk memperkuat fisiknya terutama di tangannya. Ototnya berkontraksi dan garis-garis merah-biru mencuat dari kedalaman kulitnya. Berat Ultimate Jade Sword tidak bisa dihitung dengan akal sehat, begitupun dengan kekuatannya. Dia mengerahkan tiap ons Aura dan kekuatan yang dimiliki dan menggerakkan pedang ini sedikit.
Hanya bergerak beberapa meter memang, namun dampak dari gerakan sederhana ini sangatlah mengerikan. Udara meledak dan menciptakan sebuah belahan di udara, pertunjukan kekuatan yang sudah membuat siapapun merinding ngeri, hanya karena gerakan kecil tadi saja beberapa ahli Surgawi harus meregang nyawa. Apalagi jika dilakukan debuah tebasan utuh.
Ultimate Jade Sword ditarik oleh Suo Qing, pedang dimiringkan sembilan puluh derajat ke kanan dan sisi tajamnya menatap Shin dengan mengerikan.
Napas Suo Qing semakin berat dan kelelahan, auranya kacau dan seperti dipaksakan hanya untuk menahan berat yang gila di tangannya.
Disisi lain Shin sudah menyalurkan auranya pada Arhat Staff dan tak lama kemudian figur Arhat terbentuk didepannya. Dengan warna putih suci dan tongkat yang ukurannya tidak kalah dengan Ultimate Jade Sword milik Suo Qing. Membawa kekuatan dan kehancuran yang mengerikan apabila dua serangan ini berbenturan.
"A-apa itu?!" Tanya Zhang Wu.
"Itulah kartu yang telah dia simpan untuk saat-saat terakhir. Dia punya keyakinan mutlak memenangkan pertukaran ini karena adanya serangan ini." Timpal Yi Lei.
"Lalu, darimana dia bisa mendapatkan kartu sekuat ini?"
"Nak Zhang, setiap orang memiliki rahasianya masing-masing, Suo Qing juga tidak terkecuali. Bukan hal yang baik terlalu mengurusi hal ini." Yi Lei lagi-lagi harus menasehati Zhang Wu.
Lalu tiba-tiba Suo Qing meraung marah, suaranya sangat keras dan menggelegar layaknya suara rintihan akhir hidup seekor binatang buas. Ultimate Jade Sword yang digenggam dengan kedua tangannya mulai bergerak kedepan, meledakkan udara dan memecah ruang kemanapun pedang dahsyat ini bergerak. Dengan sekuat tenaga sekalipun Suo Qing hanya bisa mengayunkan pedang ini satu kali.
Melihat pedang yang sudah bergerak dan berayun ganas, sosok Arhat pun mengayunkan tongkatnya datar, secara horizontal yang berlawanan arah dengan serangan Suo Qing.
"Arhat Absolute Strike!!"
"Ultimate Jade Sword!!"
Dua buah senjata berukuran monstrous saling menerjang ke arah masing-masing. Dengan kekuatan gila yang dibawa setiap dari mereka, keduanya siap menghancurkan dunia ini!
LEDAKAN!!
Arhat menghantam Ultimate Jade Sword secara mengerikan, hanya dari ayunan langsungnya saja lima ribu pedang sudah hancur menjadi kehampaan, dengan aftershock yang dibawanya tiga ribu pedang lainnya hancur. Menyebabkan suara kaca pecah terdengar hingga ke Imperial City, menghancurkan Ultimate Jade Sword yang sebelumnya sangat sombong dan mendominasi menjadi bilah patah yang memilukan.
Arhat langsung menghilang namun dampak serangan Ultimate Jade Sword masih tersisa dua puluh persen lebih. Tanpa ampun sisa-sisa gelombang serangan Ultimate Jade Sword menghantam tubuh Shin, menjadikan yang terakhir terpental belasan kilometer jauhnya, menyebabkan tubuh Shin terluka banyak sekali.
Kedua tangan Suo Qing gemetar dan langsung menjatuhkan pedang besar ditangannya, dia terjatuh dan turun ke tanah cukup keras. Di titik pendaratannya dia memuntahkan seteguk darah segar dengan wajah yang pucat, beban akibat menggunakan Ultimate Jade Sword telah menanamkan taringnya dalam.
Yi Lei memenuhi tugasnya, dengan kekuatannya sebagai elemental petir dia bisa bergerak lebih cepat daripada yang lain. Belasan kilometer dia habiskan dalam waktu beberapa menit dan Shin yang terluka namun masih bisa sadar muncul dalam matanya. Dia mendarat didepannya dan berkata, "Nak Shin, kerja bagus. Bisa menahan serangan sebelumnya harusnya bisa membuktikan kualifikasi untuk rencana ini. Jujur, aku tidak memiliki serangan sekuat tadi tapi syarat adalah syarat, kau masih harus menerima tiga serangan dariku." Sebagai seorang ahli master dan Patriark Klan Yi, setiap kalimat dan janji yang dibuat olehnya tidak boleh diingkari.
Yi Lei merangkul Shin dan membawanya ke tempat semula, dimana Zhang Wu sedang berada di dekat Suo Qing, hanya sekedar mengecek kondisi dan keadaannya. Melihat Shin sudah dibawa oleh Yi Lei, Zhang Wu mengalihkan perhatiannya.
"Kau tidak apa-apa Shin? Luka milikmu terlalu parah untuk melanjutkan, makanlah ini dulu." Zhang Wu memberikan sebuah pil penyembuh, nostalgia segera merasuki pikiran Shin ketika melihat benda ini. Dalam dua tahun terakhir, dia sudah memakan beberapa ribu pil semacam ini di Border Forest.
"Aku tidak apa-apa, terima kasih untuk pil ini, kak Zhang." Shin tidak segera meminum pil ini karena Suo Qing pasti punya beberaoa kata untuknya.
"Hey monster kecil. Bisa menahan Ultimate Jade Sword, harus kuakui kau terlalu hebat." Suo Qing memberi julukan seenak udelnya, walau harus kita akui julukan "monster kecil" sangat cocok dengan Shin.
Shin mengerutkan dahi ketika "monster kecil" disematkan pada dirinya. Dengan luka yang parah dia memaksakan untuk berkata, "Senior Suo terlalu memuji. Junior ini hanya beruntung memiliki kartu yang kuat, kekuatan saya sama sekali tidak bisa dibandingkan."
Suo Qing berjalan kedepan dan menepuk pundak Shin yang terluka, sedikit sakit dirasakan namun Shin masih bisa tahan. Entah mengapa, tapi sepertinya Suo Qing jadi lebih ramah.
"Jangan merendah, dengan kekuatanmu ini bukan tidak mungkin untuk melakukan rencana yang kau kemukakan." Suo Qing mengulang ucapan Yi Lei, "Hanya saja, syarat dariku masih berlaku. Yi Lei, sekarang adalah giliranmu!"
"Eeen.... Patriark Suo, bolehkah aku memulihkan diri lebih dulu?"
Suo Qing kehilangan warna di wajahnya, dia mematung dan tangannya tidak bisa digerakkan. Pada hal ini, dia yang ingin terlihat keren malah jadi terlihat memalukan.