Lone Hero

Lone Hero
Tiga Serangan



Shin terbang pelan kedepan melewati penjaga yang diam mematung di udara; warga yang ketakutan dan berlutut lemah di tanah. Shin melewati pundak penjaga gerbang ini dan dengan mulus masuk kedalam Imperial City.


Suasana hening dan sunyi, tak ada sepatah kata yang diucapkan oleh siapapun. Tekanan dari ahli Surgawi dan niat membunuh ratusan ribu orang saja sudah lebih dari cukup untuk membuat mereka syok, menambahkan fakta bahwa Shin masihlah bocah tiga belas tahun, semua orang tidak bisa berucap!


Gerbang besar ini dilewati Shin tanpa susah payah, dia terbang melewatinya dan sebuah kota besar dengan bangunan dan rumah berjejer dengan rapih, hanya satu dari rumah disini saja sudah masuk dalam jajaran rumah mewah di Kota Yan. Di tengah-tengah kota ini, terdapat sebuah istana dengan warna biru langit yang berdiri sangat megah, tingginya beberapa puluh meter dengan luas yang tidak bisa diperkirakan Shin. Itulah Imperial Palace, tempat dimana Shin akan menuju saat ini. Mencari Zhang Wu dan menawarkan sebuah bantuan besar padanya.


Pada saat ini, fakta bahwa Zhang Han menghilang mungkin sudah tersebar, tapi fakta bahwa Dou Huang dan Yun Xiao menghilang (mati) masih jadi rahasia diantara petinggi kekaisaran. Situasi sudah cukup buruk jadi tidak perlu untuk memperparahnya.


Shin tidak punya identitas apapun dan tidak tahu bagaimana cara agar bisa masuk kedalam Imperial Palace, meskipun begini dia tetap saja menerobos masuk kedalam sana. Bantuan sekecil apapun pasti tidak akan mereka sia-siakan.


Kemunculan Shin tentunya menimbulkan kegemparan hebat, seorang bocah yang terbang dengan bebas di udara tidak pernah terjadi sebelumnya. Terutama para rakyat jelata yang bisa masuk kedalam sini, semuanya terkejut hingga tak percaya. Bakat tertinggi di kekaisaran ini, Dou Yehan, baru saja memasuki tahap Jalf Step Surgawi pada umur 20-an, itupun dielu-elukan sebagai calon ahli Master selanjutnya. Identitasnya tak terbilang tinggi dan latar belakangnya apalagi, menjadikan dirinya sebagai sosok yang tak terjamah siapapun disini. Dan kini, sosok itu dikalahkan seorang bocah kecil! Tak akan ada yang percaya hal ini.


Tak mengindahkan tatapan tak percaya dibawah, Shin terus melaju pelan menuju Imperial Palace.


"Shen, kau punya rencana untuk nanti kan?"


"Kita bahas nanti saja, sekarang pikirkan bagaimana cara untuk masuk kesana dulu." Shen hanya menjawab singkat, dia tidak ingin Shin terlalu bergantung padanya.


Shin mengangguk kecil dan melambatkan kecepatannya, dia sedang berpikir keras untuk mencari cara diizinkan masuk kedalam sana. Apalagi jika fakta bahwa dia sudah membunuh Yun Xiao dan Feng Li sudah membunuh Dou Huang terkuak, dia pasti akan dikejar seluruh masyarakat dan jadi buronan terbesar sepanjang sejarah! Bagaimanapun, Shin tidak terlalu peduli dengan kemungkinan ini. Dia tidak akan tinggal berlama-lama di kekaisaran jadi dia bisa bertenang.


Beberapa menit kemudian Shin sudah ada didepan Imperial Palace, array terpasang disini yang menyebabkan Shin terhalang dan tidak bisa masuk. Menurut perkiraannya, array ini bisa menghadang lima ahli Master selama sepuluh menit. Sebuah prestasi besar untuk sebuah array defensif.


Sadar bahwa tidak mungkin menerobos melalui array ini, Shin hanya bisa mencoba metode konvensional yaitu masuk lewat gerbang. Dia menukik terbang kebawah, tepat didepan dua penjaga ahli surgawi menengah. Menampilkan kultivasinya sebagai ahli surgawi pada mereka semua.


"Siapa kau dan mau apa kau disini!? Disini bukan tempat bermain bocah!" Tanya salah satu penjaga.


"Namaku Shin, murid dari Martial Master Feng Li, menyempatkan diri hadir disini untuk menawarkan bantuan pada kekaisaran." Kata Shin dengan sopan, arogansi sama sekali tidak membawa manfaat.


"Ini adalah tugas yang diberikan guruku, kuharap kalian bisa mengizinkanku masuk kedalam." Shin merangkai sebuah kebohongan sebelumnya.


Dua penjaga itu saling memandang satu sama lain sebelum akhirnya mengangguk, murid dari Feng Li selain kuat tapi juga sama tidak boleh disinggung, identitas antara mereka jauh dibawah identitas Shin. Mereka juga tidak terlalu terkejut dengan kekuatan Shin, dia adalah murid langsung seorang ahli Master, wajar bila bakatnya diluar nalar.


"Masuklah, tapi kau sepertinya harus kecewa," kata salah satu penjaga, "didalam sana tidak ada kaisar dan pemimpin empat kekuatan besar. Semuanya telah kembali ke tempat mereka sendiri dan menyiapkan sebuah rencana."


"Apa kau sudah lupa?" Sahut penjaga lainnya, "Didalam sana masih ada Patriark Klan Zhang, meski dia diangkat secara tiba-tiba dia masihlah seorang pemimpin klan besar!"


"Ahh... siapa nama patriark yang baru itu?" Shin secara alami sangat berharap bahwa itu adalah Zhang Wu.


"Namanya Zhang Wu, Tuan Muda Klan Zhang sebelumnya. Meski masih Half Step Surgawi dan umurnya sangat muda, posisinya sebagai patriark bukanlah omong kosong."


Shin menyeringai bahagia, orang yang dicarinya berada disini tepat seperti kata Shen. Shin menangkupkan tangannya dan berkata, "Terima kasih atas semua informasi ini."


"Jangan pikirkan, ini bukan informasi berharga. Kuharap kau akan jadi cahaya penyelamat kekaisaran ini, masuklah dan lakukan apapun yang kau inginkan."


Kedua penjaga ini berbalik dan telapak tangan mereka menyentuh gerbang istana, segera beberapa tulisan rumit yang saling terkait muncul, dengan SOP yang sudah mereka ketahui, mereka mengalirkan aura yang sudah secara khusus dikenali array ini. Lalu tulisan menyusut meninggalkan sebuah gerbang biasa yang bisa dibuka siapapun. Mereka mendorong tangannya dan membuka gerbang ini.


Shin melangkah kedepan, memasuki Imperial Palace yang sangat megah, setiap bahan bangunan dibuat dari marmer mahal; pilar-pilar tinggi menjulang menopang istana ini. Saat Shin masuk, dia tiba di sebuah taman dengan air mancur ditengahnya, sebuah pemandangan yang cocok untuk menyambut tamu manapun.


Tak ingin menikmati pemandangan ini, Shin langsung terbang menuju titik pendaratan istana. Di Azure Sky Empire ini, Imperial Palace memiliki sebuah pengaturan unik yang tidak dimiliki oleh istana dan bangunan manapun di dunia ini. Dan itu adalah titik pendaratan yang disebutkan sebelumnya, sebuah dinding yang terbuka dan platform yang menjorok ke luar, sebagai tempat para tamu penting untuk datang.


"Shen, dimana tepatnya posisi kak Zhang saat ini? Imperial Palace terlalu luas untuk disusuri satu persatu." Jika Shin melakukannya satu hari juga tidak akan cukup.


"Setelah kau sampai hanya tinggal belok kanan. Disanalah ruang kerja Zhang Wu berada." Saat ini yang tinggal didalam istana hanya para pembantu dan Zhang Wu, para pangeran sayangnya sudah menjadi tumbal dalam rencana iblis.


 


Istana megah berwarna azure ini sangat sunyi dan sepi, berbagai arsitektur unik dibuat disini namun semuanya percuma bila tidak ada yang menikmatinya.


Luas Imperial Palace yang cukup luas membuat Shin mengerutkan kening, hanya untuk mencapai titik pendaratan saja dia butuh waktu sepuluh menit lebih. Untungnya waktu berjalan cepat karena disuguhkan dengan arsitektur indah ini.


Tak lama kemudian, Shin mendarat di sebuah platform yang terbuat dari marmer berwarna azure. Platform ini terpasang dua puluh meter di atas tanah yang langsung mengarah pada lorong dengan tiga cabang.


Sesuai arahan Shen sebelumnya, Shin menyusuri lorong sebelah kanan, dia berjalan pelan karena belum pernah berada di tempat semacam ini sebelumnya.


Cukup lama Shin menyusuri lorong sebelum akhirnya dia menemukan sebuah pintu di sebelah kirinya, dengan ukiran dan pahatan yang merupakan hasil pengrajin terbaik. Shin memastikan tempat ini dan akhirnya membuka pintu yang tertutup rapat ini.


Dilihatnya sebuah ruang yang luas namun kosong, hanya ada sebuah meja dengan beberapa tumpukan kertas yang menjulang tinggi, seorang pria berdiri dengan tinta dan kuasnya, melakukan pekerjaan yang tak pernah terselesaikan ini.


Pada dasarnya, seorang patriark tidak perlu melakukan ini semua, posisi patriark adalah sebagai petunjuk kekuatan serta pemberi keputusan final. Urusan semacam ini biasanya diurus oleh tetua dan bawahannya. Tetapi, Klan Zhang sudah tidak punya orang yang mampu melakukan pekerjaan ini, terpaksa Zhang Wu sendiri lah yang melakukannya.


Mendengar suara pintu terbuka, Zhang Wu meninggalkan kuasnya dan mengarahkan kepalanya ke sana, dilihatnya seorang bocah kecil dengan rambut dan pakaian yang serba putih. Wajahnya masih kecil namun bisa dirasakan kepedihan dan kebijaksanaan didalamnya, matanya masih hitam dan mata ini tidak akan pernah dilupakan Zhang Wu dalam hidupnya. Seorang bocah yang dia pungut dijalan menuju Kota Yan, sekarang mendatanginya tanpa diketahui maksudnya.


"Sudah lama ya, Kak Zhang." Shin menyapa terlebih dahulu. Zhang Wu menyimpan alat tulisnya dan beranjak dari meja kerja lalu berjalan pelan menuju Shin.


"Sudah tiga tahun. Dan ya, bakatmu memang terlalu mengerikan bahkan sebuah kemustahilan. Kau baru saja memulai kultivasimu tiga tahun lalu tapi sudah mencapai tahap Surgawi, semua usahaku selama dua dekade ini serasa sia-sia." Zhang Wu menghela napas panjang ketika dia tidak bisa merasakan tingkat kultivasi Shin. Tak pernah ia sangka bocah kecil tiga tahun lalu akan jadi menakutkan seperti ini.


"Hehe... aku punya beberapa trik khusus untuk itu."


"Oh ya, untuk apa kamu kesini Shin? Situasi sangat kacau dan tidak ada harapan untuk kekaisaran ini lagi. Ikutlah dalam rencana pengungsian ku, setidaknya kau masih bisa menyambung hidup." Zhang Wu tidak punya waktu untuk basa-basi saat ini.


"Apa Kak Zhang sudah lupa janjiku dulu? Aku memang sudah terlambat dan tidak bisa menyelamatkan Klan Zhang tepat waktu, tapi setidaknya aku bisa membuat situasi antara dua belah pihak seimbang!"


"Apakah itu artinya kau-"


"Benar, aku akan membunuh tiga ahli Master musuh!"


Azure Sky Empire, Shin tidak berhutang padanya, malahan Azure Sky Empire lah yang berhutang padanya dan Feng Li. Tidak ada kebutuhan bagi Shin untuk menyelamatkannya dan menghapus Evil Region, Shin melakukan ini karena rasa bersalahnya atas kehancuran Klan Zhang, yang mana telah melanggar janjinya sendiri. Membuat dua belah pihak setara sudah menjadi bantuan terbesar yang dia bisa.


"Bukannya aku tidak percaya atau bagaimana, kau tahu jelas apa itu ahli Master kan? Kekuatan mereka tidak mungkin untuk bisa kita bunuh, meski ada lima puluh ahli Surgawi pun masih tidak mungkin. Apalagi membunuh tiga, itu adalah kemustahilan. Setelah kejadian di Wilayah Selatan dua tahun lalu kau harusnya sudah paham akan hal ini." Zhang Wu tidak bisa menaikkan suaranya.


"Aku punya rencana tersendiri, kak Zhang jangan khawatir dan aku ingin agar Patriark Suo dan Patriark Yi untuk datang kesini secepatnya." Rencana ini adalah murni buatan Shin, Shen tidak memberinya rencana utuh dan hanya saran saja.


"Haah... baiklah, kau pasti punya alasan yang kuat untuk melakukannya. Memanggil dua Patriark lain bisa aku lakukan tapi kau harus menunggu satu minggu, mereka juga sedang sangat sibuk saat ini." Zhang Wu juga tidak mau harapan sekecil apapun menghilang, dengan ekspresi Shin yang percaya diri, dia punya harapan besar tentang rencana ini. 


"Enn.... Kak Zhang, tidak bisakah lebih cepat lagi? Aku sedang dikejar waktu saat ini." Perjalanan sudah tertunda cukup lama dan Shin tidak mau menambahnya.


"Dikejar waktu? Mau kemana memangnya kau Shin? Dan ingat kalau yang kita panggil itu para Patriark, dengan posisiku saat ini tidak mungkin aku bisa memaksa mereka untuk datang." Posisi Zhang Wu dalam kertas mungkin setara dengan Suo Qing dan Yi Lei, tapi nyatanya tidak. Dalam nafas yang sama ketiga orang ini adalah berbeda.


"Kalau begitu, katakan kalau aku tahu informasi tentang Kaisar Dou Huang dan Pemimpin Yun Xiao!" Shin sama sekali tidak berniat mengungkapkan iblis, ini hanyalah sebuah clickbait.


"A-apa! Kau tahu dimana mereka berada!? Ini berita besar, mereka pasti tidak bisa menolaknya. Tunggulah tiga hari lagi Shin, mereka pasti akan datang." Mata Zhang Wu berbinar tanpa ada kelelahan sama sekali, dia memasang wajah bahagia dan segera keluar ruangan. Menggunakan harta komunikasi yang ada di istana ini.


Shin ditinggalkan disini dan bingung harus melakukan apa, setelah berpikir beberapa saat, dia memilih untuk meditasi tiga hari disini..


Tiga hari kemudian para ahli master yang tersisa sudah datang memenuhi panggilan Zhang Wu, terkena clickbait dari Shin. Mereka datang dengan kecepatan penuh tanpa membawa satu orang pun dibelakangnya. Mereka ingin datang secepat mungkin, informasi tentang keberadaan Dou Huang serta Yun Xiao terlalu penting untuk mereka tinggalkan.


Shin keluar dari meditasinya dan datang ke Imperial Hall dimana Zhang Wu, Suo Qing, dan Yi Lei sedang menunggunya dengan wajah serius. Berita yang akan terucap dari mulut Shin akan menentukan apakah rencana pengungsian sebelumnya jadi atau tidak. Lebih jauh, ini akan menentukan nasib seluruh kekaisaran.


Keempatnya duduk dalam satu meja yang sama dan Shin duduk di tempat yang asalnya milik Yun Xiao.


"Perkenalkan, saya adalah Shin, murid dari Martial Master Feng Li." Shin melakukannya hanya sekedar formalitas, Suo Qing dan Yi Lei harusnya sudah tahu tentang identitasnya.


"Tinggalkan semua formalitas dan basa-basi ini. Bocah, katakan dimana dan bagaimana kondisi Dou Huang serta Yun Xiao saat ini?" Kata Suo Qing, pada dasarnya dia dan Yi Lei sama sekali tidak menanggapi gagasan tentang rencana Shin, keduanya datang hanya untuk satu tujuan yaitu informasi tentang ahli Master yang menghilang.


"Kalian murid Feng Li keluar paling akhir saat memasuki sekte kuno dua tahun yang lalu. Katakan, apa kau melihat Zhang Han disana?" Tanya Yi Lei.


Mendengar ini, Zhang Wu mendadak menjadi gelap, ayahnya sendiri menghilang dan besar kemungkinan sudah meninggal. Selama dua tahun ini juga Klan Zhang semakin terpuruk karena berita-berita dan rumor yang beredar tentang Zhang Han. "Keserakahan yang membawa kematian", itulah topik pembicaraan masyarakat beberapa waktu lalu.


"Memang benar bahwasannya saya memiliki informasi tentang mereka bertiga. Baik dari posisi hingga kondisi saya tahu dengan baik. Sayangnya, informasi tentang mereka, tidak akan diberikan!" Kata Shin dengan sopan. Niat awalnya adalah hanya untuk memancing dua ahli Master ini, Shin bagaimanapun harus menghormati keinginan terakhir dari gurunya.


"Kau cari mati!! Jangan harap bisa keluar hidup-hidup dari sini!!" Teriak Suo Qing marah, dirinya sebagai ahli Master sekaligus pengguna pedang terkuat disini merasa dipermainkan, dengan Shin yang masih tahap Surgawi awal dia bisa membunuhnya dengan mudah. Atau begitulah harapannya.


"Bajignan kecil!! Apa kau tahu berapa banyak waktu yang kami buang untuk datang kesini!! Apa kau tahu betapa pentingnya waktu dalam situasi seperti ini?!" Yi Lei membentak Shin keras sekali. Sebagai ahli Master yang berdiri di puncak tertinggi dan mendapat kehormatan besar, baru pertama kali dia diperlakukan seperti ini, apalagi oleh seorang junior!


"Senior yang terhormat mohon bertenang. Tujuan saya memanggil anda sekalian kesini adalah untuk membahas rencana pembunuhan tiga ahli Master musuh."


Suo Qing dan Yi Lei terdiam, gagasan membunuh tiga ahli Master musuh hanya bisa dibilang sebagai lelucon! Tak pernah ada rencana didunia ini yang akan berhasil melakukannya. Mereka sadar akan hal ini karena mereka juga pernah jatuh beberapa kali dalam rencana Old Tu tapi nyatanya, mereka masih hidup sampai sekarang. Dihadapan kekuatan absolut, semua trik dan rencana tidak ada gunanya lagi!


"Kau sama seperti gurumu, tak terduga dan eksentrik. Walau gagasan itu sangat mustahil aku masih ingin mendengarnya. Kalau rencanamu tidak memuaskanku, jangan salahkan atas kematianmu!!" Yi Lei mengancam Shin. Yaah... rencana ini memang terdengar sangat menggelikan bagi mereka berdua, dari klaim bisa membunuh tiga ahli Master musuh saja sudah dapat dikatakan ini adalah lelucon abad ini, menambahkan bahwa seorang junior yang mengatakannya kedalamnya, ini akan jadi lelucon terbaik selanjang sejarah!


Shin menghela napas panjang dan mulai membeberkan rencana yang dia buat sendiri, sederhananya, Shin ingin mengakhiri pertarungan dengan sangat singkat. Mengingat keterbatasan waktu yang dimiliki oleh Shin.


Setelah sepuluh menit penuh menjelaskan rencana, wajah tiga orang lainnya menunjukan perubahan. Kemarahan mereka mereda dan sekarang ada jejak takjub didalamnya.


"Lumayan, kau setidaknya masih bisa hidup besok. Masalahnya, apa satu serangan yang bisa membunuh salah satu ahli master itu?" Tanya Suo Qing soal rencana Shin.


"Soal itu masih saya rahasiakan, yang pasti adalah untuk melakukannya saya membutuhkan bantuan senior yang terhormat." Sesuai kondisi yang dihadapinya, Shin bisa masuk dalam mode serius nan sopan. Dengan masuk dalam mode ini tingkat kepercayaan lawan negosiasi meningkat serta membawa manfaat besar kedepannya. Ini adalah sebuah topeng yang disiapkannya untuk negosiasi.


"Satu ahli master sudah teratasi, lalu bagaimana dengan dua sisanya? Ingat bahwa kita sedang dalam kondisi 2 vs 4, tak mungkin bisa membunuh mereka dalam sekali jalan, bahkan kalau gurumu ikut serta dalam pertarungan. Untuk menghadapi kekuatan mutlak dibutuhkan kekuatan mutlak lainnya, rencana dan trik manapun akan jadi sampah!" Yi Lei mengungkapkan celah dalam rencana Shin. 


"Saya bisa menang melawan satu ahli Master. Untuk satu ahli master lagi, saya punya cara khusus untuk mengurusnya. Asalkan dua senior bisa membeli waktu yang cukup untuk saya membunuh target pertama, yang kedua bukanlah masalah besar." Shin sudah memikirkan detail dari rencananya, namun masih ada satu hambatan besar sebelum melakukannya.


"Bocah, kau bicara tenang sekali. Tapi bagaimana kami percaya bahwa kau bisa menang melawan ahli Master! Bahkan puluhan ahli Surgawi Puncak juga tidak bisa, kita butuh ahli Master asli untuk menjalankannya. Kuingatkan sekali lagi, tanpa kekuatan yang cukup rencanamu tidak akan berguna." Kata Suo Qing, bukannya dia tidak mau menyia-nyiakan harapan bagi seluruh kekaisaran, dia hanya tidak mau menyia-nyiakan bakat tertinggi sepanjang sejarah kekaisaran! Bahkan jika hanya Zhang Wu dan Shin saja yang mengungsi, itu masihlah sepadan dengan harganya.


"Lalu, apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan kepercayaan senior?" Didalam benaknya Shin sudah memiliki sebuah cara sebenarnya, tetapi bukan hal yang pantas untuknya memberi usulan pertama.


Suo Qing dan Yi Lei saling memandang, setelah dirasa cukup keduanya menganggukkan kepalanya kuat, biarpun tidak bicara secara langsung atau mengirim transmisi suara, pikiran mereka hanya bisa memikirkan satu hal yang sama. Keduanya kemudian memandang Shin dengan wajah serius.


"Mudah sekali, kau hanya harus menahan masing-masing tiga serangan dari kami!"