
Dua hari kemudian mereka bertiga telah memulihkan seratus persen luka dan Aura mereka, kondisi prima sudah kembali didapat dan mereka sudah akan kembali melanjutkan perjalanan menuju Kota Sage yang tidak boleh ditunda lebih lama lagi.
Insting Shin mungkin tidak sebagus Feng Li namun itu sudah terbangun, setelah latihan keras selama dua setengah tahun bersama Shen, paling tidak Shin saat ini bisa merasakan bahaya yang mengintai walau itu sangat samar. Dan ya, dari instingnya ini selama dua hari ini Shin merasa mereka bertiga seperti sedang diawasi. Berkali-kali Shin mencari sumber ketidaknyamanan ini namun nihil, dia tidak bisa menemukan atau meraih hasil apapun, area tengah memang tidak bisa dianggap remeh. Banyak kejahatan bersembunyi di sini, menunggu mangsa mereka untuk datang dengan sabar.
Perjalanan mereka sisanya adalah melewati area tengah hutan ini, jalan memutar dipilih untuk alasan keamanan. Bagaimanapun tidak ada batasan waktu untuk menyelesaikan ujian ini, Shin hanya harus menjaga dan mengawal mereka ke Kota Sage dengan selamat. Melewati area dalam memang hanya butuh satu bulan waktu untuk bisa sampai ke Kota Sage, namun Demon Beast dan pencuri lebih sering ditemui disana. Sungguh tidak realistis untuk mengambil jalur seperti itu dalam keadaan seperti ini.
Dengan cepat, waktu telah berlalu seminggu tanpa dirasa terlalu lama, waspada yang diatur pada tingkat tertinggi cukup membuat mereka lupa waktu, tapi tidak untuk Shin. Selama seminggu perjalanan memang berlangsung dengan sedikit hambatan, hanya ada beberapa Beast yang bisa dengan mudah dibunuhnya, namun yang paling mengganggu Shin adalah instingnya yang mengirim sinyal diawasi. Tak peduli bagaimana Shin mencoba mengentaskan perasaan diawasi ini, itu tidak mau hilang dari kepalanya. Yang mana menjadikannya jauh lebih waspada lagi daripada sebelumnya, instingnya tidak pernah salah, Shin sangat menyadari hal ini.
"Wang Yan, selama kita berada di dalam area tengah ini, apa kau merasa kita sedang diawasi?" Shin menanyakan tentang insting Wang Yan juga, ini untuk meniadakan kekhawatirannya.
"Itu adalah pengaruh dari Aura Iblis di hutan ini Saudara Shin, itu bisa menyebabkan rasa khawatir dan ketakutan berlebih. Nanti juga akan terbiasa setelah dua minggu perjalanan." Jawaban Wang Yan telah menyingkirkan rasa khawatir Shin, meski instingnya tetap waspada.
Mendengar ini, Shin menghela napas lega dan kembali melanjutan perjalanan, dua puluh menit sudah mereka melakukannya sebelum akhirnya terhenti karena teriakan Wang yan.
"Saudara Shin, gawat! Ada seekor demon beast level 5 disana!" Wang Yan berteriak memperingati Shin, di depan ada Demon Beast level 5, penampilannya sangat keji dan ganas, tubuhnya berwarna hitam dengan bercak merah darah diatasnya. Penampilan serigala miliknya sudah sangat berubah setelah evolusi Demon Beast. Matanya senantiasa merah dan mengeluarkan aura keji yang kuat.
Shin juga melihatnya dan akan mencari jalan memutar, namun sudah terlambat, Demon Beast sudah menemukan posisi mereka bertiga. Dalam situasi ini, pertarungan dapat dipastikan akan terjadi.
"Wang Yan, Ning'er, kita harus bekerja sama untuk membunuhnya! Kekuatanku sendiri tidak akan cukup untuk menang melawannya, apalagi untuk membunuhnya. Demon Beast ini terlalu kuat." Demon beast level 5 sebanding dengan beast level 7, setara dengan seorang ahli Duniawi Akhir! Tanpa kerja sama dan kinerja yang baik, mereka akan mati.
Demon Beast yang haus darah langsung berlari mendekati mereka bertiga, Shin dan Wang Yan sudah mengacungkan senjata mereka, lawan ini adalah yang terkuat yang pernah mereka hadapi.
"Nin'er bekukan kakinya!" Shin melakukan ini untuk menghentikan gerakan demon beast.
"Deep Frost!!" Ning'er yang pendiam akhirnya berbicara, Aura Dingin melonjak disekitarnya dan bahkan salju mulai turun disini. Ning'er mengarahkan tangannya kedepan dan Aura Dingin ini berkumpul di kaki Demon Beast ini. Dalam sekejap es sudah membekukan keempat kaki demon beast ini.
"Sepuluh napas!!" Ning'er selalu berkata dengan singkat, ini artinya dia hanya bisa menahan gerakannya selama sepuluh napas.
Shin dan Wang Yan berlari mendekati demon beast yang mematung, Shin mengayunkan tongkat dan Wang Yan menebas dengan pedang api.
Bug!
Srassh!
Kedua serangan ini menyerang kepala Demon Beast untuk serangan fatal, namun kepala demon beast ini lebih keras dari yang mereka kira. Serangan ini yang bisa menghancurkan kepala beast level 5 dalam satu serangan sebenarnya hanya meninggalkan goresan kecil! Tebasan Wang Yan juga hanya meninggalkan luka gores yang bahkan tidak perlu disebutkan.
Brak!Bug!Brak!
Slash!Crang!
Keduanya menyerang kepala demon beast secara beruntun meski hanya menimbulkan sedikit kerusakan. Batas waktu sepuluh napas sudah habis sebelum mereka bisa melancarkan serangan fatal pada Demon Beast ini. Kali ini, sepertinya mereka diingatkan tentang kengerian seekor Demon Beast.
Break!
Suara kaca pecah menyertai keganasan Demon Beast yang melonjak tajam. Dia sudah puas dan kenyang dipukuli tanpa bisa membalasnya sama sekali, kini adalah gilirannya untuk menyerang!
"Gunakan serangan jarak jauh. Jangan dekati dia kalau tidak kalian akan terkena skill milikku." Shin adalah yang mencast skill ini jadi dia tidak akan terpengaruh namun Wang Yan masih bisa. Wang Yan mundur dan bersiap mengeluarkan serangannya.
"Fire Slash!!" Wang Yan menebas pedang api miliknya kedepan, api merah keluar dari pedang itu dan menuju Demon Beast, saat gelombang api melesat udara disekitarnya melonjak tajam, daun disekitar bahkan sudah menjadi abu karena panas ini. Shin menjauh dari Demon Beast agar tidak terkena serangan Wang Yan. Shin juga tidak mau kalah dan mengeluarkan Dark Blood Palm miliknya. Dark Blood Palm di atas kepala Shin terkena serangan Wang Yan, tapak darah sekarang berubah menjadi tapak api! Sebuah fusi skill antara keduanya yang bahkan terdengar mustahil terjadi! Kejadian ini bisa mungkin terjadi karena pada dasarnya ini bukanah fusi skill yang sesungguhnya, api masih berkobar di sana dan mencoba menguapkan tapak darah ini. Mudahnya, ini hanya dua skill yang saling melawan satu sama lain. Walau jelas, kekuatan dari fusi sementara ini jauh melebihi apa yang bisa dipikirkan mereka berdua. Tanpa rnenunggu apapun lagi, Shin langsung mengarahkannya ke Demon Beast tersebut.
"Fire Blood Palm!!" Tapak yang semula darah terbakar oleh api Wang Yan, tapak darah seakan keluar dari neraka terdalam dan masih membawa sisa-sisa api dari sana. Proses fusi skill seperti ini bukan hal yang mudah, selain harus memiliki sifat yang tidak berlawanan kekuatan kedua skill haruslah sama, jika tidak itu hanya akan menjadi bentrokan antara dua serangan. Namun yang paling penting adalah keinginan dan kontrol caster untuk melakukan fusi. Dalam kondisi pertarungan, kedua skill ini hanya akan berbenturan dan menghilang. Jelas, fusi skill Shin dan Wang Yan belumlah mencapai tingkat seperti itu, ini hanyalah api yang ditambahkan pada serangan--sebuah amplifikasi biasa.
Kekuatan dari tapak api berdarah ini melebihi ekspektasi mereka, gabungan antara dua skill level 5 ini bahkan bisa membunuh ahli Duniawi Awal dan bahkan ahli Duniawi Akhir pun akan teruka parah!
Ledakan!!
Tapak api menabrak Demon Beast dengan kejam, shockwave dari skill ini menyebabkan pohon dalam radius seratus meter tercabut dari akarnya, lubang yang dalam dan luas terbentuk di tempat beast itu berada dan diselimuti oleh darah yang seakan terbakar. Shin tidak berani mengendurkan pertahanan, dia masih mengeluarkan Focussed Pressure miliknya.
Serangan tadi menghabiskan setengah dari Aura Shin meski kebanyakan dari Focussed Pressure, saat ini Shin tidak bisa mengeluarkan Dark Blood Palm sekali lagi. Ning'er juga tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini, meski belum mati setidaknya Demon Beast terluka parah. Ning'er sekarang akan mengeluarkan serangan pamungkas.
"Lotus of The Frost!!"
Ning'er membentuk sebuah segel tangan, seluruh Aura Dingin miliknya terkonsendasi dan membentuk sebuah lotus berukuran satu meter, lotus memiliki 18 kelopak dan disetiap kelopak terdapat tulisan yang sangat rumit.
"Lotus of the frost, 18 Layer of Death!!" Setiap kelopak lotus membuka dan memisahkan diri dari lotus ini, kedelapan belas kelopak menggantung di udara dan seperti pisau yang sangat tajam dan bisa membekukan api, tabir darah menghilang dan Demon Beast yang terluka tampak disana.
Delapan belas kelopak lotus ditembakkan ke Demon Beast seperti peluru dingin. Dengan kecepatan tinggi, merrka menusuk ke depan.
Srasssh!
Seluruh titik vital dari demon beast dengan tepat tertusuk oleh pisau dingin ini, namun yang paling mengerikan adalah tidak ada darah yang mengucur, ini berarti seluruh syaraf dan darah disana telah dibekukan!! Demon beast yang terluka sangat parah ini masih berjuang melawan mereka, Shin memutuskan untuk menyerangnya sekali lagi dengan tongkat.
Brak!
Kerusakan yang menumpuk menyebabkan kepala Demon Beast makin rentan, dengan serangan terakhir Shin menutup nyawa dari Demon Beast ini. Pertarungan ini harus diakui cukup imtens bagi mereka bertiga, meski tidak menyebabkan luka apapun tapi Aura di dalam tubuh mereka telah sangat berkurang. Jika mereka diserang sekarang konsekuensinya akan tidak terbayangkan.
"Huuh... ternyata Ning'er sekuat ini." Shin menghela napas lega dan memuji Ning'er. Mereka duduk disana dan memutuskan untuk bermalam disana.
"Ning'er hanya bisa menggunakannya satu kali dalam satu hari, ini tidak sehebat itu." Tak disangka-sangka Ning'er yang pendiam akhirnya bkcara juga. Suaranya yang sangat lembut dan indah menyebabkan Shin melupakan semua kesulitan tadi, Shin bahkan merasa sedikit bersyukur bisa menemukan Demon Beast tadi.
Malam...
"Saudara Shin tidurlah lebih dulu, kau yang paling kelelahan diantara kita. Biar aku saja yang mengambil bagianmu jaga malam." Wang Yan mendekati Shin yang sedang jaga malam, Aura Shin bahkan tidak mencapai setengah dan ini harus dipulihkan dengan cepat. Shin memang mendapatkan jatah dua kali lipat karena Ning'er tidak kebagian.
"Tidak, aku masih kuat melawan mereka. Kau kembali saja dan tunggu giliranmu nanti." Alasan utama Shin menolak adalah karena instingnya semakin kuat, rasa diawasi dan diintai oleh predator semakin hari semakin kuat. Menurut kata Wang Yan harusnya Shin sudah makin terbiasa dengan aura iblis disini.
'Ini hanya berarti bahwa memang aku belum terbiasa dengan Aura Iblis atau jika instingku benar, apa Wang Yan berbohong padaku? Tapi kenapa dia melakukannya dan apa gunanya?' Shin terus memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi didalam kepalanya, skenario terburuk juga dia bayangkan namun dia buang jauh-jauh.
'Wang Yan adalah orang baik dan dia harus kujaga untuk bisa lulus dari ujian ini, tapi apa memang ujian dari Grrat Sage Staff semudah mengawal mereka? Bukannya Great Sage Staff tidak ingin dimiliki oleh tangan yang salah? Jika begini semua orang juga bisa melakukannya, ada yang tidak beres dengan ujian ini!!"