Lone Hero

Lone Hero
Feng Li dan Dou Huang



Kontur alam dengan hutan lebat serta bukit-bukit kecil namun banyak segera mereka masuki, ini adalah arah menuju Wilayah Selatan yang paling umum dan aman, meski begitu sangat jarang ada orang yang melalui jalan ini dalam hidupnya. Siapa pula orang yang mau pergi ke Wilayah Selatan yang berbahaya?


"Master, kita tinggal lurus saja dari sini. Untungnya mereka hanya datang berdua saja tanpa pasukan." Shin berkata supaya gurunya bisa menjadi lebih tenang sedikit, mereka berdua harus dalam kondisi prima jadi tekanan tidak boleh ada dalam benak mereka.


"Baguslah, kita punya peluang lebih besar untuk menang." Feng Li tidak menanyakan bagaimana Shin mendapat informasi ini, yang dia tahu hanyalah Shin mempunyai segudang rahasia yang jika salah satu dari mereka keluar, itu akan mengundang seluruh dunia untuk mengambilnya. Sebagai master dari Shin sangat menggelikan jika dia meragukannya, apalagi bagi seorang yang menerima warisan dari para sage sangat tidak mungkin Shin akan berkhianat padanya.


Aura Feng Li yang selalu tegang dan diatur pada siaga maksimal, bagai gunung meletus yang ditahan untuk tidak memuntahkan isinya, kini sudah menjadi permukaan laut yang tenang dan damai, tetapi didalam ketenangan ini terdapat sebuah kekuatan yang sanggup untuk menenggelamkan semua hal didunia ini.


Dilain sisi Shin tersenyum samar dalam benaknya ketika melihat sikap Feng Li yang sepenuhnya percaya padanya, padahal selama waktu Shin bersamanya hanya kepedihan dan rasa sakit yang dia derita. Namun di hati terdalamnya dia punya rasa hormat dan kepercayaan tertinggi, melebihi hubungan guru dan murid biasa, bisa dikatakan bahwa kedekatan ini hanya bisa didapat oleh hubungan ayah dan anak, mirip seperti dengan Hong Wei. Yang satu merawatnya dari bayi hingga berumur sepuluh, mengajarkannya banyak hal yang berguna dalam kehidupan. Yang satu hanya merawatnya selama tiga tahun singkat, tapi dalam tiga tahun singkat ini Shin sudah berubah drastis, perubahan ini tak lain adalah berkat ajarannya yang keras dan tak berperasaan namun jika ditelik lebih jauh, itu mengandung kebijaksanaan serta amanat yang tinggi dan berguna untuk kehidupannya lebih jauh lagi.


***


Di arah yang sedang dituju Shin dan Feng Li, Dou Huang serta Yun Xiao sedang menunggu kedatangan mereka berdua dengan senyum dibibir, mereka yang merencanakan hal ini jadi wajar saja jika mereka mengira sudah mendapatkan kemenangan di tangan. Dengan tangan disilangkan di dadanya, Dou Huang berkata.


"Xiao, sudah cukup lama kita tidak bertarung dengannya lagi, seberapa jauh menurutmu kekuatan kita saat ini?"


"Harusnya kau yang paling tahu akan hal ini Huang! Meski kita belum pulih sepenuhnya dan mencapai tahap grandmaster yang legendaris, kekuatan kita setara dengan tahap master puncak, hanya dua ranah kecil lagi sebelum mencapai ranah grandmaster. Itu hanya tingkat kultivasi saja, kalau untuk kekuatan tempur harusnya jauh lebih dari itu. Dengan aura iblis yang lebih superior daripada aura biasa, efek korosif, dan vitalitas yang jauh lebih unggul. Harusnya kita setara dengan tahap master sempurna! Eksistensi seperti Feng Li dan bahkan muridnya sudah tidak signifikan lagi di mata kita, tak perlu membahasnya lebih lanjut." Kata Yun Xiao dengan senyum dingin di wajahnya, sebentar lagi mereka akan pulih seutuhnya jadi kekuatan mereka harusnya tak jauh dari kondisi puncaknya. Apalagi Feng Li dan Shin melawan dua orang ini, melawan satu saja bisa dikatakan mereka akan kesulitan.


"Mungkin aku yang terlalu khawatir dengan segala hal dan urusan ini, tapi entah kenapa aku merasa terancam ketika merasakan aura murid Feng Li itu... siapa namanya?" Segala informasi pasti sudah diketahui Yun Xiao, Dou Huang hanya tinggal bertanya saja.


"Namanya Shin, asal-usul dari Kota Mang dan orang tuanya tidak diketahui. Dia datang berguru pada Feng Li akibat terbunuhnya pamannya sendiri. Anehnya, dari sumber yang kudapat sebelum bocah ini berumur sepuluh dia bahkan tidak bisa merasakan aura, namun tepat tiga tahun sejak kepergiannya dia adalah ahli surgawi termuda! Bahkan bakat terbaik saja butuh dua dekade lebih kultivasi untuk mencapainya, sedangkan dia hanya butuh waktu tiga tahun kultivasi. Pasti ada yang tidak beres dengan bocah ini." Yun Xiao mengemukakan keheranannya. Informasi Shin sebagai ahli surgawi memang belum menyebar, saat Shin datang membalas dendam informasi tentang ini juga dia hapus, kecuali para patriark dan dia tahu bahwa mereka tidak akan sebodoh itu. Kalau itu menyebar maka kegemparan besar akan memenuhi setiap sudut kekaisaran, penampilan bocah 13 sebagai ahli surgawi saja sudah cukup untuk menentang segala akal sehat masyarakat, menambahkan fakta bahwa hanya butuh tiga tahun kultivasi... semua orang akan jadi gila!


Dou Huang tersenyum samar mengetahui fakta ini, dia dan seluruh leluhurnya selalu mengincar kekuatan dan kekuasaan, semua hasrat ini telah sangat dalam mengalir dalam darahnya serta terukir dalam tulang hingga jiwanya. Mendengar fakta ini dia tidak bisa kebih bahagia lagi.


"Hohoho... sepertinya keputusan untuk menyerang lebih awal adalah hal bagus, ada manfaat besar lain ketika kita berhasil melucuti rahasia bocah itu. Kita mendapatkan domba gemuk kali ini!" Dou Huang tertawa rendah, menertawakan ketidak tahuan Shin perihal dirinya yang sudah bocor ke telinga Dou Huang.


"Lebih baik berhati-hati, kita tidak tahu apakah rahasia miliknya bisa membunuh kita atau tidak. Bisa jadi juga dia adalah mata-mata musuh atau bahkan orang dengan latar belakang menakutkan. Bahkan jika kemungkinannya satu dari satu milyar itu masih ada! Kau tak mungkin rencana ribuan tahun ini hancur sia-sia kan?" Yun Xiao mengingatkan Dou Huang. Mereka berdua adalah orang yang waspada, wajar bila berlaku seperti ini.


"Apapun itu, yang pasti kita harus membunuhnya terlebih dahulu untuk mencari tahu. Jika kemungkinan terakhir yang keluar maka kita hanya bisa gigit jari dan tertawa liar, menertawai kegagalan rencana ribuan tahun hanya karena membunuh seorang bocah." Dou Huang menyapu pandangannya lurus kedepan, sedikit demi sedikit dua buah siluet mulai membesar. Pemilik dari siluet ini tentu saja adalah pasangan guru dan murid. Dengan kecepatan tinggi mereka terbang menuju medan pertempuran yang belum berubah.


"Kita tunda dulu perbincangan kita Xiao, musuh bebuyutan kita sudah datang! Perihal yang tadi, kita tangkap saja dia hidup-hidup lalu korek informasi sebanyak-banyaknya, barulah setelahnya langkah selanjutnya kita putuskan bersama." Dou Huang menurunkan kedua lengannya.


Dengan berpakaian serba azure dan dua buah pedang tersimpan dengan megah di punggungnya, Dou Huang menyambut kedatangan musuh lama dan juga tambang emasnya, entah itu berisi emas asli atau berisi dinamit. Semua masih misteri baginya.


Yun Xiao yang berpakaian putih dengan rona biru didalamnya serta pedang terkait dipinggangnya, dengan wajah serius dan sedikit tamak dia memandang arah utara, ke arah dua siluet hitam yang perlahan membesar menjadi seukuran manusia.


"Master mereka tepat didepan kita!" Shin yang sebelumnya bisa tenang dan bersantai tidak lagi berani melakukannya, dia mengedarkan auranya pada kondisi siaga dan mulai menyerap aura langit dan bumi, tindakan preventif terhadap serangan dadakan.


"Aku tahu, mereka sudah masuk dalam jangkauan indra milikku. Siapkan semua senjata dan apapun yang kau punya, pertarungan ini jauh melebihi apa yang kau pernah jalani sebelumnya!" Perbedaan tingkat kekuatan antara Shin dan musuhnya sedikit membuat Feng Li khawatir, dia tidak berharap banyak pada Shin dan hanya berharap dia akan membeli waktu untuknya. Karena sejatinya... Feng Li juga menyimpan beberapa rahasia.


"Simpan semua kalimatmu sebelum kita tiba disana, ingat untuk selalu waspada pada perubahan sekecil apapun. Jaga fokus pertarungan, jangan biarkan lawan mendominasi." Feng Li memberikan instruksi terakhirnya, Shin menuruti perintahnya dan hanya mengangguk kecil.


Dengan kecepatan konstan keduanya terbang, memangkas perbedaan jarak antara mereka berempat. Sedikit demi sedikit mendekati penghujung dari kebencian dan dendam yang sudah berlangsung selama beberapa dekade. Sedikit demi sedikit mendekati ujung dari rencana besar... yang dibuat ribuan tahun yang lalu, yang akan mempengaruhi kawasan ini ribuan tahun selanjutnya.


Dua sosok yang menggantung di langit sudah berada dalam jarak sepuluh meter darinya, mereka memilih berhenti disini karena dirasa cukup ideal untuk berbicara dan bertempur.


Dou Huang dengan mengepalkan tangan bicara terlebih dahulu.


"Feng Li, sudah cukup lama sejak terakhir kali kita bersilaturahmi, apa kau mulai melupakan diriku yang tua ini?" Candaan Dou Huang yang garing semakin menambah suasana mencekam, dia terlalu santai karena mengira kemenangan sudah di tangan.


"Dou Huang, sebagai kawan lama diriku yang mulai menua ini mana mungkin aku melupakanmu? Sikapmu selalu membekas di hatiku dan tidak mungkin untuk menghapusnya, semua ini hanya bisa dibasuh oleh darah." Feng Li berkata dingin.


Tak segera membalas perkataannya, Dou Huang mengedarkan pandangannya dan menatap Shin dengan sedikit antusias di mata. Selain melakukan pertarungan dia juga memiliki tujuan baru sekarang.


"Darimana kau memungut anak ini Feng Li? Baru umur tiga belas tapi sudah mencapai tahap surgawi, harus kuakui bakatnya adalah yang paling hebat di seluruh kawasan ini. Aku yakin dengan bakatnya hanya dalam satu dekade kurang dia akan jadi ahli master ketujuh!"


"Kau tak perlu tahu dan peduli tentangnya, ini urusan yang tertunda lama sekali antara kita. Tak usah bawa orang lain kedalamnya!" Feng Li memperingati Dou Huang dengan keras.


"Begitukah? Lalu kenapa kau membawanya kesini kali ini? Apakah kau mau dia menyaksikan kematian dari masternya sendiri? Atau kau ingin dia bertarung bersama denganmu? Dimana integritas dan komitmen sebelumnya Feng Li?" Dou Huang merinci beberapa pertanyaan menohok dengan cepat tanpa pikir panjang.


"Oh, lalu kenapa kau bawa Yun Xiao kesini kali ini?" Feng Li membalasnya dengan sedikit mirip.


"Hahahaha... kau memang pantas jadi lawan kaisar ini, akan mengecewakan jika kau mengendur terlalu banyak. Sekarang, kita lihat sejauh mana kemampuanmu saat ini!!" Dou Huang mengeluarkan aura hitam pekat yang baru saja dimilikinya, segera langit dan hari yang masih siang terpaksa menjadi malam kelam dihadapan aura iblis ini, pohon-pohon dan rumput disekitarnya pun harus rela menjadi layu dan mati dibawah penindasan aura iblis yang kuat. Aura tidak mengenakkan hati menyeruak keluar dan menjadikan siapapun dengan insting tinggi merasa tidak nyaman, bahkan beast juga tidak berani masuk dalam radius lima km dari sini.


Dibawah penindasan aura iblis yang pekat dan mengerikan ini wajah Feng Li masih santai dan tenang seolah tak terganggu dan tak peduli atas apa yang terjadi, dia yang menyandang gelar sebagai yang terkuat pastinya memiliki harga diri tinggi, itu tidak akan runtuh dengan mudah.


Dia mengeluarkan aura merah semerah darah, aura berwarna crimson ini serta membawa niat membunuh didalamnya, niat membunuh yang tercipta lebih dari dua juta nyawa! Kedua aura ini bercampur menciptakan sebuah efek penindasan yang membuat siapapun bergidik ngeri walau ratusan meter jauhnya. Walau tidak secara asli namun bau darah amis bisa tercium di udara, seolah-olah seluruh dunia telah tercelup dalam lautan darah.


Menghadapi penindasan aura iblis, aura Feng Li sama sekali menunjukkan tanda-tanda kalah atau bahkan ditekan olehnya, itu masih tetap berdiri dengan ganas dan kejam.


Keduanya saling menatap satu sama lain dengan lamat, sudah ratusan kali mereka berkonfrontasi dan ini adalah yang terakhir kalinya. Sedikit kesedihan dan penyesalan mulai muncul di wajah keduanya, dengan alasan tersendiri mereka seperti ini.


Walau hanya mendapatkan residu dari dua aura yang menindas sangat jauh ini, Shin terpaksa harus mengedarkan auranya sendiri agar tidak tertekan. Kekuatan gurunya sendiri memang masih misteri baginya, saat inilah dia baru menyadari kalau... gelar yang terkuat bukanlah isapan jempol belaka!!


"Baru kali ini kau mengeluarkannya, apa ini jenis aura milikmu sendiri?" Penjelasan ini adalah yang paling logis yang bisa Dou Huang pikirkan.


"Ya, aku menyebutnya sebagai Bloody Aura. Semakin banyak aku membunuh maka semakin kuat aura ini, dalam hal kekuatan ini sama sekali tidak lebih lemah daripada aura iblis!" Memang banyak sekali jenis aura di dunia ini, variasi yang dikembangkan tiap orang memiliki keunikannya tersendiri. Namun bukan hal yang mudah untuk mendapatkannya apalagi untuk ahli master belaka, seseorang harus mempunyai pemahaman tentang dao mereka sendiri sebelum membuat jenis aura yang cocok, jika tidak maka konsekuensi yang ditanggung akan jadi mengerikan.


"Ini terlalu mengejutkan, kau sudah bisa menciptakan jenis aura sendiri dan efeknya juga sangat OP. Berapa banyak orang yang kau bunuh demi meningkatkannya sejauh ini?"


Feng Li ikut serta menyimpannya kembali dan berkata dengan getir.


"Selera humormu sudah menurun Dou Huang. Apa kau pikir aku akan memberi tahumu?"


"Seperti itulah harapanku."


"HAHAHAHAHA." 


Tanpa dua orang lainnya mengerti, Feng Li dan Dou Huang tertawa terbahak-bahak tak terkendali, dua orang musuh yang sebentar lagi akan bertaruh nyawa dalam pertempuran sebenarnya... saling bercanda?!


Shin mengenyitkan dahi pun juga dengan Yun Xiao, keduanya saling bertatap muka dengan ekspresi aneh di wajah seolah berkatan"kau tahu apa yang terjadi" pada masing-masing. Tak peduli ekspresi mereka yang sama bingungnya Feng Li sudah berkata kembali.


"Haha.... sudah cukup lama aku tidak mendengar lawakan garingmu, aku puas mendengarkannya sekarang. Aku tidak punya penyesalan lain lagi untuk mati!" Feng Li menambahkan guyon dalam kalimatnya.


"Feng Li, selera humormu bahkan lebih rendah daripada milikku, kau tak berhak menghakimi selera kaisar ini yang tinggi dan berkelas." Dou Huang seperti sedang melepas kerinduan dengan sahabatnya sendiri.


"Tinggi dan berkelas? Pfft... selera rakyat jelata sepertimu tak pernah bisa dibandingkan denganku!" Feng Li membalas dengan nada tinggi.


"Kau yang selera rakyat jelata! Humorku ini hanya bisa dipahami oleh segelintir orang, dengan otak dan akal yang terbelakang seperti itu tak mungkin bisa mengerti!" Dou Huang membalas lebih ganas lagi.


"Kau boleh hina diriku sepuasmu tapi jangan hina selera kami! Camkan itu!" Feng Li tak bisa lagi membendung kemarahannya.


Dia mengepalkan tangannya dan sekejap mata kemudian dia sudah ada didepan Dou Huang, dengan kepalan besar dia meninju perut Dou Huang tanpa keraguan sebelumnya. Tinju ini bukan hanya serangan penyelidik tapi serangan asli! Kekuatan yang terkandung didalamnya bisa menghancurkan beberapa gunung dengan mudah.


Dou Huang tidak menduga acara ini sebelumnya dan dia dengan menyedihkan harus terlempar beberapa ratus meter, sejurus kemudian dia datang kembali dengan tangan menggenggam dua pedang, namun anehnya wajah dan mimik mukanya masih penuh tawa dan kebahagiaan seperti sebelumnya.


"Rakyat jelata."


Setelah dia berkata demikian dengan kedua kakinya dia melesat ke Feng Li menjadi aliran cahaya hitam gelap, dua pedang dia silangkan dan bersiap menebas beberapa kali saat sudah dalam jarak serang.


Feng Li berinisiatif melesat kedepan juga, dia tak mau Dou Huang mendatanginya begitu saja. Dengan tangan yang terkepal dia terbang cepat menjadi streamer crimson yang indah. Dua streamer bertabrakan keras dan bunyi "Trank" bergema dengan sangat keras, terdengar hingga satu kilometer jauhnya. Sebuah percikan api yang cukup besar timbul akibat gesekan ini.


Dua streamer saling berpapasan cukup jauh, keduanya segera berbelok dan bertabrakan lagi beberapa kali dengan sangat cepat. Bahkan dengan mata Shin dia masih kesulitan melihatnya.


Trank trank trank


Dalam beberapa napas waktu yang singkat keduanya telah bertukar serangan beberapa kali. Setiap serangan terjadi pasti diikuti bunyi berdentang kuat disertai dengan bunga api yang cukup besar, menandakan bahwa mereka berdua setara dalam hal kekuatan.


Keduanya terus bertarung seperti ini dan Shin hanya menonton dari tempatnya, dia terkejut hingga tak bisa berbuat apa-apa pun juga dengan Yun Xiao. Walau sudah puluhan kali bertempur bersama baru pertama kali dia lihat Dou Huang seaneh ini. Ketika Shin melihat pertarungan ini dia tanpa sadar membuka mulutnya dan berkata rendah.


"Mereka berdua... sebenarnya bertarung...." kalimat ini mungkin saja logis, namun manakala dia mengingat kembali keadaan beberapa menit kebelakang, ini seperti air dan api. Mereka bertarung hanya karena... beda selera humor!!!?


Tak lebih dari lima jam yang lalu Dou Huang berkata dingin soal kematian Feng Li, dan sekarang...? Mereka sedang bertarung... karena bersenda gurau!!


Semakin Shin memikirkan pemikiran ini dia semakin tidak mengerti, dua orang yang selalu bermusuhan selama puluhan tahun, harus bercanda sedemikian rupa anehnya dan bertarung... karena saling ejek?! Ini hanya seperti antara dua sahabat karib biasa yang sudah sangat lama berpisah. Shin tidak bisa lebih bingung lagi.


"Tenanglah bocah, aku sama bingungnya denganmu." Yun Xiao tak tahu harus dikemanakan perasaannya ini dicurahkan, saat dia melihat Shin didepannya dia menjadi lebih tenang.


Beberapa menit kemudian kedua orang yang berselisih berhenti di tempat mereka sebelumnya berada, dengan napas yang masih sama tetapi wajah mereka berubah, itu jadi lebih serius.


Shin yang sedari tadi menahan rasa penasarannya akan memuaskan hasratnya kali ini.


"Master, apa yang kalian lakukan tadi?"


"Hanya sebuah salam pertemuan rutin." Feng Li membelai kepala Shin menenangkannya, pertempuran sejati masih jauh dari kata mulai.


Feng Li mengalihkan pandangannya pada Dou Huang, menatapnya dengan sedikit ganas.


"Sebuah pelepas stress yang hebat Feng Li, andai saja kau tidak pergi dua tahun aku pasti tidak akan memburuk sebanyak ini." Dou Huang membuka percakapan lebih dahulu.


"Selama dua tahun aku tidak bersantai sepertimu Dou Huang, kau nantikan saja kekalahanmu dengan sabar." Percakapan mulai berubah menjadi lebih serius, menyentuh topik utama yang belum dibahas.


Wajah Dou Huang yang semula dipenuhi keceriaan seketika berubah, mengerti maksud dari Feng Li. Tatapannya menjadi lebih tajam seolah bisa membelah langit, dia menatap Feng Li seperti ini dan bibirnya kembali bergerak.


"Sudah cukup kita bercanda dan bersenda gurau. Tadinya karena ini adalah yang terakhir aku ingin lebih menikmatinya tapi kau tidak ingin, sayang sekali," Dou Huang menghela napas sebelum berkata kembali, "kita harus menyelesaikan semua urusan yang tertunda Feng Li."


"Asal kau tahu saja Dou Huang, sudah sangat lama aku menunggu kesempatan seperti ini muncul dalam hidupku. Walau kau sudah mencapai tahap master sempurna... aku juga begitu!!"


"Sudah lama sekali aku ingin mengatakan ini, dan sekarang adalah waktu yang tepat."


Feng Li menghirup napas panjang sebelum berkata. Dadanya berkembang menampung semua udara yang dia hirup, setelah dirasa cukup dia mengeluarkan udara ini dalam bentuk kalimat.


"DOU HUANG! INI ADALAH PERTARUNGAN TERAKHIR KITA!!"