
Semua anggota aliansi berkerumun didepan Wan Lin dan petinggi lainnya, terlihat jelas tekad terpancar di mata mereka, semuanya tetap tegar dan tidak ada yang berniat mundur dari sini. Dikejauhan ada beberapa orang yang sedang mengamati jalannya acara ini, mereka adalah warga tidak beruntung yang disebutkan tadi, muka mereka sedih tetapi dipaksakan untuk melihat perkembangan dalam pertarungan, tidak akan membiarkan satupun detil terlewati.
"Apa kalian yakin akan tetap mengikutiku bahkan sampai ke neraka sekalipun !?" Wan Lin tetap tidak mauelihat rakyatnya mati begitu saja.
"Untuk itulah kami semua datang kesini. Ketua, sebuah kehormatan tertinggi bisa gugur bersama anda !!!" Seketika semua orang menangkupkan tangannya pada Wan Lin dengan ekspresi bangga dan hormat, para kriminal yang selalu memandang rendah nyawa manusia kini akhirnya mengerti apa itu kesetiaan dan loyalitas sejati. Sebuah pemandangan epik dengan puluhan ribu orang memberi hormat pada pemimpin mereka, walau hanya satu orang yang berbicara tapi atmosfer disini sangatlah berbeda, ini dipenuhi oleh niat bertarung para warga lainnya. Niat bertarung ini sungguh pekat sehingga memenuhi setiap sudut kota, memanggil setiap jenis manusia untuk berkumpul dan bertarung disini.
"Kalian tidak perlu mati, hanya aku dan para petinggi yang harus menerima nasib seperti itu." Wan Lin tak henti-hentinya mengingatkan mereka semua tentang hal ini. Sungguh seorang pemimpin yang sikapnya harus diteladani.
Namun, tekad dan niat bertempur mereka masih tetap sangat tinggi dan malah bertambah seiring waktu berjalan, sadar bahwa sudah tidak mungkin lagi berniat membujuk para warganya untuk berhenti ataupun mundur, Wan Lin hanya bisa melawan Shin dengan segenap tenaga yang dimiliki. Masih ada dua serangan array tersisa dan dia bisa bertenang soal kemenangan.
Dengan pedang ditangan, dia bersama lima puluh ribu rekan sekaligus rakyatnya bersedia melawan Shin. Tahu bahwa kemenangan sangatlah sulit diraih bahkan dengan array ofensif, dia hanya bisa menggantungkan kemenangan pada langit.
Genosida Border Forest bisa dihentikan dengan bayaran nyawanya dan dia sendiri menginginkan hal itu, namun rakyat yang ingin dia selamatkan justru menentang hal ini dan malah berniat untuk mati bersamanya. Pilihan yang tersisa untuk dipilihnya dalam situasi seperti ini hanya satu, dia harus bertarung sampai titik darah penghabisan.
Wan Lin menatap warganya lamat-lamat sebelum berbalik ke arah Shin, dia sudah menunda terlalu lama.
"Maaf sudah membuatmu menunggu lama, juga sepertinya kau sudah mengerti situasi yang harus kau hadapi saat ini. Walau aku tidak menginginkan hal ini tapi wargaku memaksa, aku tidak bisa menghentikan mereka. Dalam pertarungan ini tidak perlu kau merasa kasihan hingga menahan kekuatanmu, serang kami dengan segenap kekuatan yang kau miliki. Dengan begitu, kami tidak akan mati dalam penyesalan yang lebih besar lagi." Wan Lin mengemukakan keinginan terbesarnya saat ini. Bahkan jika mereka mati saat ini juga mereka tidak mau mati didalam penyesalan.
Niat dari Wan Lin tersampaikan pada warga lainnya, sekarang mereka sudah memantapkan tekad mereka untuk bertempur disini, dikomandoi oleh Wan Lin Sang Pemimpin Border Forest mereka tidak takut bahkan jika harus dibawa ke neraka sekalipun.
"Syarat dariku masih belum berubah sama sekali, dari awal aku hanya perlu membunuh dua puluh petinggi aliansi beserta sang ketua didalamnya. Kalian tidak ada hubungannya dengan ini dan pergi !!" Shin mengeluarkan hawa membunuh yang dia kumpulkan selama dua tahun ditambah dengan tekanan dari kekuatannya sendiri. Tekanan hebat menyelimuti seluruh warga, ada yang ketakutan dan kaki mereka bergetar, perasaan kematian yang dipancarkan oleh Shin telah menurunkan tekad mereka. Tapi penurunan tekad ini tidak terlalu signifikan, para warga saling membantu yang terkena efek dan hasilnya, mereka masih berdiri tegak walau dilanda ketakutan sekalipun.
Shin dengan kekuatannya saat ini tetap akan kesulitan melawan musuh berjumlah sebanyak ini, yang lain adalah karena dia tidak mau membunuh terlalu banyak.
"Kau tidak akan bisa menghentikan kami !!"
"Bahkan jika kau sekuat ahli master itu masih sangat jauh dari cukup !!!"
"Kualifikasi apa yang kau punya untuk menghancurkan kami !!?"
Para warga mulai membalas tindakan Shin, menyemangati diri mereka sendiri sekaligus menguatkan tekad di hati. Semuanya terus saja mengucapkan kalimat mereka pada Shin, gemuruh teriakan disini sangat memekakkan telinga tapi mereka terus saja bertindak seperti itu, sepertinya sebelum Shin pergi dari sini mereka tidak akan berhenti.
"CUKUP! Hentikan teriakan kalian, tidak ada gunanya melakukan itu sekarang." Wan Lin mengangkat tangannya, isyarat untuk para pasukan berhenti.
"Kita sudah menundanya terlalu lama, tidak sopan bagi kami menyebabkanmu menunggu terlalu lama," Wan Lin segera memberi perintahnya, "Semuanya termasuk para petinggi mundur dan kirimkan saja aura kalian, ini akan menjadi duel !!" Dia menyiratkan bahwa hanya dia yang perlu mati saat ini dan warganya masih bisa hidup tenang dibawah sana.
Tak berani menolak permintaan ini, semuanya mundur dalam radius tiga km dari medan tempur, meninggalkan dua orang menggantung di udara, saling menatap dengan lamat.
Setelah beberapa saat semua orang sudah mundur, dan segera semuanya mengangkat tangan mereka tinggi-tinggi, mereka mengaktifkan aura mereka sendiri serempak. Pancaran aura berbagai warna tampak memenuhi sisi lain kota dan sangat indah, dari tangan mereka mengalir aura menjadi aliran cahaya yang mengarah pada Wan Lin, ribuan pancaran aura naik membumbung tinggi ke langit dan masuk kedalam tubuh Wan Lin tanpa henti. Tua dan muda, pria maupun wanita tak terkecuali, mereka memiliki dua kesamaan besar yaitu sama-sama mengharapkan kemenangan datang dan sama-sama memliki kesedihan besar.
Semuanya sedih dan bahkan suara tangisan terdengar keras saat mereka mengirim aura, sadar bahwa tubuh Wan Lin tidak akan kuat menahan aura sebanyak ini dan dia hanya bisa menstabilkannya beberapa saat sebelum akhirnya meledak.
Tubuh Wan Lin tersentak menerima aliran kekuatan sebesar ini dan dia menggigit ujung lidahnya sendiri untuk menjaga fokus hingga berdarah, dia mengernyitkan dahi menahan rasa sakit serta menjaga keseimbangan kekuatan dalam tubuhnya, urat-urat dalam tubuhnya timbul dan tampak sangat memilukan hati. Banyak yang tidak kuat melihat Wan Lin seperti ini dan akhirnya berhenti mengirim kekuatan setelah satu menit.
Ketika aliran aura berhenti tubuh Wan Lin menjadi lebih tenang, dia mulai menstabilkan aura dalam tubuhnya. Kini dengan gabungan kekuatan seluruh anggota aliansi dia sudah setara dengan ahli master mendalam, setara dengan Feng Li !
Tubuhnua kembali seperti semula dan dia sudah mendapat kekuatan yang dibutuhkan. Dia menatap Shin dalam sekali, bagaikan ini adalah tatapan terakhirnya.
"Masih ada hal yang ingin kau bahas lagi ?" Tanya Shin.
"Tidak ada, mari kita mulai pertarungan yang merupakan mengakhiri dendam antara Aliansi Anti-Shin dan Shin !!" Wan Lin mengangkat pedang ditangannya, hanya gerakan sederhana ini saja sudah cukup untuk membunuh puluhan ahli dibawah sana. Dia menebas kedepan mengetes sejauh mana kekuatannya berkembang.
Sangat mengejutkan, sebuah tebasan sederhana ini saja sudah membawa efek destruktif yang ratusan kali lebih kuat daripada sebelumnya. Dengan tongkat yang mengapung disebelahnya Shin meninju tebasan ini, dua serangan penyelidik yang tidak berguna.
Setelah serangan ini berlangsung, aura dari langit dan bumi mulai memasuki tubuh Shin dengan intensitas yang tidak terbayangkan, aura terus merangsek masuk seolah ada lubang hitam ditubuh Shin, dengan aura ini kekuatan serta kecepatannya akan melonjak tajam.
Wan Lin tidak membiarkan Shin begitu saja, dia bergerak ke hadapan Shin meninggalkan sebuah afterimage dibelakang, dengan pedangnya dia menyabet beberapa kali, setiap tebasan ini membawa kekuatan yang jauh lebih kuat daripada sebelumnya.
Trank trank trank trank
Shin menangkis serangan ini dengan sempurna, tak membiarkan Wan Lin mendapat keunggulan sedikitpun dalam pertukaran.
Shin mengandalkan kecepatannya untuk terus menyerang Wan Lin, secara terus menerus tanpa ada jeda sedikitpun dalam serangannya, dengan tongkat disamping dia menyerang Wan Lin dari dua arah yang berbeda.
Wan Lin dalam situasi terdesak menghadapi dua entitas yang sama-sama menyerangnya ganas, tubuhnya terus dibanjiri serangan yang berdatangan dari arah yang tidak terduga, pedangnya fokus dia gunakan untuk bertahan melawan tinju dan tongkat yang semakin menghujam tubuhnya. Beberapa serangan luput ditangkisnya dan dia terkena beberapa kali.
Trank!
Tongkat menyerang dari depan sembari menghalangi pandangan Wan Lin, ketika dia menepis tongkat ini sebuah tinju ganas beberapa meter sudah ada didepan batang hidungnya. Tongkat sudah menjauh dari sana dan membiarkan aura tinju menghantam Wan Lin dengan telak.
Tak sempat bereaksi tinju sudah menabrak seluruh tubuh Wan Lin dengan kejam, menyebabkannya terdorong mundur beberapa belas meter. Tak sempat dia menstabilkan tubuhnya, tiga tinju lainnya sudah menerjang tubuhnya kembali, dengan reflek Wan Lin menebas tiga kali, membelah tinju menjadi dua.
"Dark Blood Palm !!" Shin sudah menyerang kembali dengan skill yang dia punya, tapak darah yang berukuran tiga kali lebih besar dari tinju sudah mengisi bisang cakrawala, mengarah pada Wan Lin yang bahkan baru saja mengambil napas.
"Darkness Slash !!" Array ofensif dia gunakan kembali, bola hitam yang sudah mengecil kemudian meresap kedalam pedangnya menjadikannya bertambah kuat, dia menebas dari atas dan sebuah gelombang hitam pekat memenuhi bidang cakrawala lainnya.
BOOOM
Skill level level 10 berhadapan dengan array ofensif ternyata memiliki kerusakan yang setara, ledakan hebat terjadi dan shocwave dari ledakan menyebabkan dua orang ini terlempar puluhan meter kebelakang.
Jeritan keputus asaan terdengar dari dalam kota, melihat bahwa pemimpin mereka tidak dalam kondisi diuntungkan dalam pertempuran ini. Lantunan doa dan harapan juga tak lupa mereka panjatkan untuk kemenangan Wan Lin, cahaya harapan terbesar ini tidak akan mereka biarkan padam.
"Arhat Pierce !!" Dari kejauhan Shin mengontrol tongkatnya, menyelesaikan pertarungan dalam satu serangan.
Sadar bahwa serangan ini tidak mungkin untuk ditangkis oleh pedangnya, Wan Lin segera menghindar ke samping, dengan seluruh tenaganya dia bergerak menghindari lesatan tongkat ini.
WHUUUSZ
Tongkat melesat melesati tubuhnya dan menghantam tanah, jantung Wan Lin masih belum berhenti berdetak kencang selepas serangan ini, rasa kematian yang dia rasakan tadi sudah cukup untuk membuatnya takut. Ketika dia melihat seorang bocah berada didepannya dia tak percaya bahwa bocah ini bisa mengeluarkan serangan sekuat ini. Wan Lin menenangkan dirinya sendiri dan kembali berfokus pada pertarungan.
Shin menarik kembali tongkatnya, akan memalukan jika dia menyerang dari belakang.
"Kau adalah orang pertama yang bisa menghindari serangan ini, harus kuakui kau adalah lawan yang sulit dihadapi." Sebenarnya ini adalah salah Shin juga, dia hanya mengontrolnya tanpa melemparnya terlebih dulu, yang mana menyebabkan kecepatan dan efek penetrasinya berkurang.
"Kau juga sama kuatnya, baru berumur tiga belas tapi sudah sekuat para monster tua itu. Harus kuakui juga kalau bakatmu adalah yang tertinggi di kawasan ini." Shin mengernyitkan dahi, memasang ekspresi tidak senang. Menggunakan kata "bakat" sebenarnya menghina Shin, mereka tidak pernah tahu apa yang harus dilaluinya hanya untuk mendapatkan kekuatan seperti ini, mulai dari ujian hingga latihan keras yang seperti neraka. Karena inilah Shin sedikit tidak senang disebut berbakat.
"Jujur saja, waktuku sudah tidak lebih dari dua menit lagi. Kematian sudah sangat dekat tapi untuk mengalahkanmu array saja tidak akan cukup. Karena inilah aku ingin mengakhiri pertempuran dengan satu serangan, kau tidak keberatan kan ?" Kata Wan Lin.
Shin menggelengkan kepalanya.
Wan Lin tersenyum hangat dan kembali berkata dan berbalik ke arah warga.
"Semuanya, ini adalah perintah terakhir dariku !! Semuanya wajib menurutinya tanpa ada pertanyaan atau bantahan lebih lanjut !!!" Wan Lin menghela napaa sambil menatap warga yang sudah jatuh dalam kesedihan dan tangisan mereka, sebuah pemandangan memilukan harus terpaksa dia lihat dalam detik-detik akhir hidupnya.
"Angkat tangan kalian tinggi-tinggi dan teriakkan lagi semangat juang kalian tadi !! Kobarkan lagi niat bertempur kalian yang sudah padam kembali ribuan kali lipat lebih membara daripada sebelumnya !! Biarkan itu membakar seluruh tubuh kalian dalam euforia pertarungan!!! Kirimkan semua aura yang kalian punya kedalam diriku, ini akan jadi serangan terakhir yang akan aku keluarkan." Nada Wan Lin semakin rendah semakin ujung dia berbicara.
Semua warga mengentaskan kesedihan mereka, mereka mengusap wajah dan hidung mereka yang sudah berair dan mengangkat tangan mereka dengan sangat bangga, mengantar pahlawan mereka kedalam peristirahatannya.
"BERTEMPUR !!!"
Teriakan semua orang menggema berkilo meter jauhnya, tekad dan niat bertempur mereka diisikan kedalam teriakan ini, memecah keheningan dan menggemparkan ruang itu sendiri. Tepat setelah mereka berteriak demikian, puluhan ribu sinar aura melesat memasuki tubuh Wan Lin kembali. Pancaran aura ini tidak lebih lemah dari sebelumnya sama sekali.
"YA !!! HABISKAN SEMUA AURA KALIAN !!!!" Wan Lin menggila dihadapan rasa sakit dan tekad yang juga sama gilanya, tubuhnya memerah dan darahnya mendidih memanas dihadapan aura yang sedemikian banyaknya, tubuhnya sudah mulai mencapai batas dan kulitnya sudah mulai mengelupas tapi dia masih saja bersemangat.
Bajunya hancur berkeping-keping mengungkapkan badan merah dengan kulit yang berdarah-darah. Dia tersenyum puas merasakan tingkat kekuatan ini meski seluruh tubuhnya gemetar dengan intensitas sebanyak ini.
"MASIH KURANG !!! APA HANYA INI YANG KALIAN PUNYA !!!" Wan Lin terus memaksa warganya terus mengirim aura mereka hingga batasnya, pancaran aura semakin deras memasuki tubuh Wan Lin layaknya banjir bah. Tubuh Wan Lin sudah melebihi batasnya dari tadi dan satu gerakan kecil saja bisa memperparah keadaannya.
Dibawah, para warga tidak bersedih atau menangis lagi melihat penderitaan Wan Lin. Sebaliknya, mereka tersenyum bangga dan hormat, melihat hingga detik terakhir kehidupaj pahlawan mereka.
Dengan tangan yang gemetar hebat Wan Lin memegang pedang dengan kedua tangannya.
KKRRRKTT
Kulitnya kian mengelupas mengungkapkan daging berdarah-darah.
"Aku namakan serangan terakhirku sebagai Border Forest Will. Mencerminkan tekas dan kehendak dari seluruh masyarakat disini. Bersiaplah menerimanya, SHIN !!!" Wan Lin mengangkat pedangnya tinggi-tinggi hendak menebas dari atas.
Disisi lain Shin menatap ngeri kekuatan yang dimiliki oleh Wan Lin saat ini, walau hanya satu serangan tapi itu bisa membunuhnya !
Shin tidak berani meremehkan ini lagi dan mengeluarkan semua yang dia punya, dengan bantuan Focussed Aura Control dia mengalirkan semua tenaga dan aura miliknya kedalam Arhat Staff termasuk niat bela dirinya.
Segera sosok Arhat kembali muncul dengan intensitas kekuatan jauh lebih kuat daripada sebelumnya.
Wan Lin mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan sosok Arhat juga melakukan hal yang sama.
"BORDER FOREST WILL !!!"
"ARHAT ABSOLUTE STRIKE !!!"
Wan Lin dan Arhat menebas serta mengayunkan senjata masing-masing kedepan, ketika Wan Lin menebas sebuah gelombang aura berwarna hijau muncul, ukurannya bahkan menandingi tongkat sang Arhat. Gelombang yang tercipta dari aura seluruh masyarakat Border Forest melaju perlahan, setiap kali tebasan ini melaju ruang disekitarnya menunjukan tanda akan hancur, udara seakan meledak menciptakan gemuruh keras yang sangat mengerikan.
Sang Arhat tetap mengayunkan tongkatnya kedepan tanpa peduli apa yang akan terjadi dengannya, sebuah tongkat putih bersinar raksasa menghantam tebasan Wan Lin.
BOOOOM
Ledakan yang sangat besar terjadi, sebuah bola puluhan meter tercipta dari aura yang saling beradu ini, Shin dan Wan Lin menjauh namun hanya shockwave saja sudah menyebabkan keduanya terdorong mundur berkilo meter jauhnya dan memuntahkan darah segar di titik pendaratan. Sebuah cekungan besar terbentuk dan gerbang kota hancur akibat bentrokan ini, shockwave juga meratakan radius dua km dari titik ledakan menjadi rata dengan tanah.
Warga Border Forest membentuk sebuah pelindung namun dihadapan teror kekuatan sejati semuanya menjadi percuma, ribuan warga mati karena sisa-sisa serangan.
Semua warga yang masih hidup menangis meratapi kepergian Wan Lin, tak peduli luka atau rekan mereka yang terkena reruntuhan ataupun yang mati. Semua orang melihat jalannya pertarungan dengan fokus tinggi, mereka semua sadar bahwa...
Tubuh Wan Lin menghilang menjadi debu, tercerai berai di udara tak bersisa, seketika setelah dia menyerang.
"KETUAAAA!!!"
Semua orang serempak memanggil sosok Wan Lin yang sudah menghilang, walau mereka tahu bahwa itu adalah percuma mereka masih melakukannya.
Kini, sosok pahlawan Border Forest yang menorehkan namanya untuk pertama kalinya sebagai orang yang sanggup menyatukan seluruh Border Forest kedalam satu panji ! Orang yang dianggap penyelamat bagi mereka semua, dia yang mengentaskan perbedaan menyatukan para ahli yang berlawanan hanya untuk bersatu padu melawan seorang bocah yang merupakan bencana bagi seluruh Border Forest. Semuanya jatuh dalam kesedihan yang mendalam dan menangsi tersedu-sedu meratapinya.
Peristiwa yang sangat memilukan hati sekaligus memalukan dan menghina seluruh harga diri masyarakat Border Forest, sebuah kisah tentang pahlawan yang berjuang mengorbankan nyawanya menanggung kekuatan semua orang, demi menghentikan genosida yang bertujuan hanya untuk media latihan seseorang. Terlihat sangat menggelikan tapi itulah kenyataannya.