Lone Hero

Lone Hero
Kekuatan Feng Li



Di medan perang lain tepatnya dimana Feng Li dan Dou Huang berselisih, mereka sudah melenceng beberapa km dari tempat semula, saking asyiknya mereka bertarung sampai lupa tempat dan lupa waktu.


Pertarungan mereka menimbulkan luka yang cukup parah pada alam sekitarnya, beberapa serangan nyasar sudah berhasil menghancurkan lanskap disini, dan untungnya mereka bertarung di udara. Jika kaki mereka menginjak tanah entah berapa banyak pohon yang terbakar ulah percikan api akibat bentrokan antar serangan.


Pedang Dou Huang yang hitam berkobar menyala-nyala seolah dibakar oleh api hitam tak terkendali, ditangannya kedua pedang ini mampu mencapai harmonis sempurna dan menjadikannya sangat mematikan.


Sebagai salah satu dari lima harta aura surgawi di kekaisaran ini, senjata Dou Huang memiliki sebuah keunikan. Senjatanya adalah satu set yang utuh, meski sejatinya punya dua wujud itu masihlah satu senjata yang sama. Karena alasan inilah kekuatannya hanya sedikit lebih lemah dari katana Yun Xiao, dan walau penguasaannya dalam jalan pedang lebih rendah dari yang terakhir, jenis pedang yang dipilihnya bisa membuatnya setara dalam konfrontasi pedang murni. Attack speed yang dimilikinya serta arah serang yang selalu berubah dan tidak terduga menjadi sebuah keunggulan daripada sebuah katana.


Namun, sebuah senjata hebat di tangan pengguna yang hebat harus menelan pil pahit, dihadapan armor merah cerah yang terbentuk dari kondensasi aura Feng Li, yang juga merupakan skill Aura Armor. Senjata ini sama sekali tidak berguna!


Dibutuhkan sebuah serangan mutlak yang bisa menghancurkan armor dalam sekali serang, sungguh berbeda dengan tipe dual sword yang fokus pada kecepatan dibanding kekuatan. Ratusan kali pedang berbenturan dengan armor merah cemerlang namun hanya goresan kecil yang ditimbulkan oleh serangannya, dalam waktu singkat armor sudah pulih kembali menjadi sempurna, Dou Huang hanya buang-buang kekuatan saja.


Kini, Dou Huang sudah tidak memiliki keunggulan apapun ketika melawan Feng Li. Senjatanya sudah dijadikan sebagai sampah tidak berguna, karakteristik aura iblis menjadi sama tidak bergunanya dihadapan Bloody Aura Feng Li yang jauh lebih superior, andai saja Dou Huang memiliki tingkat kultivasi yang lebih tinggi daripada Feng Li masih ada kesempatan baginya untuk menang. Tapi lagi-lagi, mereka setara dalam hal kultivasi.


Dalam pertarungan ini serangan Dou Huang mungkin tidak memberi dampak signifikan pada Feng Li. Sebaliknya, setiap satu serangan Feng Li bisa menentukan jalannya pertempuran! Tinjunya sendiri sudah membawa kekuatan destruktif yang mengerikan, ditambah dengan lapisan aura didalam kepalannya, itu jadi jauh lebih mengerikan lagi! Setiap serangannya melebihi apa yang tubuh kedagingan bisa lakukan, jika Dou Huang terkena satu serangan saja itu sama dengan dia dihantam oleh baja paling keras di dunia dengan kuat, segala pertahanan tidak berguna lagi, jangan katakan soal serangan.


Dan yang paling menakuti Dou Huang dalam pertarungan ini, konsumsi aura Feng Li lebih rendah dari miliknya! Menurut deskpripsinya dulu soal teknik Aura Armor, teknik ini bukanlah teknik toogle sama sekali yang berarti ini tidak mengonsumsi aura seiring berjalannya waktu! Dan hanya pada saat yang dibutuhkan dia akan mengalirkan auranya sendiri kedalamnya hanya untuk memperbaiki penghalang tipis yang sudah memiliki banyak goresan. Jumlah yang dibutuhkan juga tak terlalu banyak dan boros, dia bisa melakukan ini selama yang dia mau. Teknik dari zaman kuno memang memenuhi reputasinya.


Dou Huang jadi makin frustasi dengan keadaannya yang terpojok hingga harus dipaksa dalam kondisi bertahan, dengan susah payah dia menahan gempuran Feng Li namun itu saja, tidak ada perkembangan untuknya dalam pertarungan terakhir ini.


Trank!


Dou Huang dengan marah menusukkan kedua pedangnya tepat ke arah dada Feng Li, penghalang merah cerah menghalau laju pedang ini dan bahkan tidak bisa mendorong lebih jauh lagi, tidak satu centi pun. Ketika Dou Huang menarik pedangnya kembali, hanya goresan seukuran ujung pedangnya yang muncul. Dan yang paling paling membuatnya sangat semakin frustasi adalah, tidak ada celah yang tertinggal! Dari ujung kepala hingga ujung kaki semuanya dibalut dengan penghalang cahaya merah tipis tanpa terkecuali.


Dou Huang mengarahkan pedangnya ke bawah, menghela napas dan berkata dengan pasrah.


"Kau menyembunyikan dirimu sejauh ini Feng Li, kau simpan dimana teknik sekuat ini sebelumnya? Dengan berat hati kuakui kalau aku kalah dalam pertempuran ini. Tapi sayangnya, tidak akan mudah untuk membunuhku!" Baru kali ini saja Feng Li mengungkapkan teknik Aura Armor miliknya, tapi yang sebenarnya terjadi adalah beberapa tahun disini dia lakukan hanya untuk mempelajari teknik ini tanpa henti. Dan hasilnya sangat memuaskan dirinya sendiri.


"Mudah atau tidaknya, semua tergantung pada kekuatanmu!" Feng Li meraung dengan marah.


"Heh! Jangan kau pikir hanya kau saja yang punya kartu truf kuat!" Dou Huang merentangkan kedua tangannya, segera pedang ditangannya bergetar hebat dan mengeluarkan suara gemericik yang menakutkan. Dou Huang melepaskan genggamannya dan dua pedang melayang-layang di didepannya, Dou Huang menyatukan kedua tangannya seraya kedua pedang hitam ini saling menabrak satu sama lain.


Seperti yang saya bilang sebelumnya, senjata ini adalah satu set utuh dan kartu truf Dou Huang adalah... senjata gabungan!


Besi yang tampaknya sangat keras dan kuat kini saling menyatu dan melengkapi dengan sempurna, bilah salah satu pedang menyembul keluar dari gagangnya dan tumpang tindih diatas yang lain, gagangnya jatuh ke tanah sedangkan bilahnya sedang dalam proses fusi yang menakjubkan. Perlahan tapi paati dua bilah hitam saling menyatu dan menambah kekuatan dan tingkat harta ini, setara dengan harta aura master!


Pada kenyataannya, Dou Huang juga baru saja mengetahui cara ini, iblis didalam dirinya memberi tahu bahwa pedang ini sudah ada dari dulu, untuk menghindari kekacauan dan penyerangan dari luar, dia memutuskan untuk membagi bilahnya menjadi dua. Mengurangi kekuatannya dan menyembunyikan sebuah harta yang melebihi katana Yun Xiao, karena ini tidak memiliki batas waktu.


Tak butuh waktu yang lama, hanya beberapa napas singkat dan kedua pedang yang terpisah sudah menjadi satu kesatuan yang utuh. Kerugian perbedaan kekuatan antara keduanya sudah dilewati oleh pedang barunya, dengan ini dia kembali bisa menekan Feng Li dalam pertarungan nanti.


Sebuah bilah berwarna hitam pekat seutuhnya menggantung di udara dengan tenang, aura iblis yang dipancarkannya hasil fusi Dou Huang melebihi apa yang dua pedang sebelumnya miliki. Kesan megah dan tirani menyeruak keluar dari pedang ini, hanya dengan kehadirannya saja Bloody Aura Feng Li harus menerima skor yang setara, tak ada lagi keunggulan yang dimiliki olehnya.


Dou Huang mengulurkan tangan kanannya kedepan dan meraih pedang diudara, dia mengarahkannya horizontal dan menyentuh bilah dengan tangan satunya, rasa dingin besi bercampur dengan dominasi iblis dan kemegahan seorang kaisar. Sebuah kombinasi yang epik dan menakutkan.


"Persiapkan kekalahanmu Feng Li!" Dou Huang sudah tidak bisa sabar lagi mencoba ketajaman dan kekuatan yang dimiliki pedangnya saat ini, dia melesat kedepan dan seketika pedang menusuk dengan ganasnya.


Feng Li bisa merasakan perbedaan dalam aura yang dikandung senjata ini, sadar bahwa akan sulit untuk menahannya dengan Aura Armor saja, Feng Li menyilangkan tangannya untuk memblok pedang Dou Huang.


Tak seperti sebelumnya, meski masih belum bisa menembus armor secara asli, pedang berhasil menyebabkan armor cahaya tipis ini membengkok dan penyok dengan serangannya. Sebuah peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan dia dua menit yang lalu.


"Tiger Claws!"


Raungan harimau yang ganas bisa terdengar ketika Feng Li menyerang, segera sepuluh cakar harimau berwarna merah besar muncul di udara dan menerjang Dou Huang yang baru saja menarik pedangnya.


Tanpa bisa menahannya, cakar-cakar harimau merobek kulit Dou Huang dan menciptakan sebuah luka yang cukup dalam, darah menetes dan mengucur deras dari bekas luka yang ada di seluruh tubuhnya. Wajahnya juga bahkan tak luput dari cakaran ganas harimau ini.


Ketika dia menggunakan aura iblis untuk menutup luka dan menstabilkan kondisi, ada sedikit keanehan yang terjadi dalam luka tersebut... lukanya tidak mau menutup!


Dou Huang memasang wajah pucat dan menatap Feng Li dengan kesal di wajahnya.


"Ini ulah dari Bloody Aura milikmu kan?" Sebelumnya, Feng Li hanya meninjunya dan tidak menimbulkan luka robek atau sayatan, wajar jika kekuatan sesungguhnya dari Bloody Aura belum dikerahkan.


"Itu tidak akan dinamakan demikian tanpa alasan. Luka ini tidak akan menutup sebelum kau kehilangan semua darahmu! Terima nasib kematian yang menyedihkan ini Dou Huang!"


Bukan berarti bahwa luka ini akan terbuka selamanya, hanya membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dan efek bleeding yang kuat.


Atribut bleeding ini sangatlah mempengaruhi jalannya pertempuran manapun yang dia jalani, semakin lama mereka bertarung maka Feng Li akan semakin diuntungkan. Lebih banyak luka yang akan tercipta dan lebih cepat pula Dou Huang melemah.


"Hahahaha... bagus, bagus. Kau bisa mengembangkan jenis aura sekuat ini walau hanya terjebak di tempat ini bertahun-tahun. Kau terlalu hebat Feng Li!" Dou Huang tertawa liar dan memuji Feng Li.


Tanpa menjawab basa-basi Dou Huang, Feng Li melakukan teknik gerakan yang dia miliki.


"Crouching Tiger Step!"


Seketika Feng Li berkata, Dou Huang menjadi pucat pasi dan ketakutan. Sosok Feng Li yang berada didepan Dou Huang tiba-tiba menghilang dalam bidang pandangannya. Tetapi bukan ini alasan utama ketakutannya, setelah mencapai tahap master puncak indra aura miliknya haruslah bisa merasakan apapun dalam radius ratusan km, ditambah insting pertarungan yang telah diasah selama puluhan tahun harusnya bukan hal yang sulit untuk mendeteksi seorang assasin. Namun, semua hawa keberadaan dan aura Feng Li menghilang sepenuhnya!


Seolah Feng Li telah memasuki dunia lain, keluar dari jangkauan indra dan insting Dou Huang. Tempatnya berdiri tadi senyap dan sunyi tanpa pergerakan apapun, hanya suara angin menerpa yang bisa didengar.


Dou Huang menjadi sangat waspada menghadapi menghilangnya Feng Li, dia mengedarkan pandangannya ke berbagai tempat mencari-cari perbedaan kecil yang mungkin saja terlewat. Indra aura dikeluarkan sepenuhnya menyisir area ini, tak lupa instingnya juga disetting ke tingkat siaga maksimal.


Namun nihil, semua hawa keberadaan Feng Li menghilang tanpa ada jejak apapun yang tertinggal, bahkan tidak dengan jejak aura. Semuanya menghilang total, bahkan kemampuan concealment ini melebihi apa yang para assasin bisa capai!


Lalu, Dou Huang merasakan sangat dingin di punduknya, sebuah perasaan yang sangat mengancam ditangkap oleh instingnya hingga dia tak bisa merespon segera. Bulu kuduknya merinding dan dia merasa sangat lemah, bagai seorang rusa yang sedang diawasi harimau yang sedang bersembunyi dalam lebatnya hutan. Kematian terasa sangat dekat, dekat sehingga itu seperti bagian dari hidupnya sendiri, tak terpisahkan!


Dou Huang menggertakan gigi kuat sekali, hingga giginya sendiri akan retak akibatnya, dengan dahi yang berkeringat dingin dan tangan yang gemetar hebat memegang pedang, dia menoleh kebelakang. Dengan hati yang belum siap dia bersiaga terhadap serangan yang akan datang.


Whoosh!


Seluruh tubuh Dou Huang berbalik kebelakang, pedangnya diangkat dan siap menebas sekali lagi.


Apa yang dilihatnya saat ini hampir membuatnya kehilangan kesadaran, mentalnya terlalu terkejut atas apa yang telah dilihatnya dan perasaan kematian yang dirasakannya tadi, jika dia tidak melatih mental sebelumnya, tak diragukan lagi dia akan diam mematung ditempat tidak berdaya. Saat itu terjadi kematiannya tidak terelakkan lagi.


Dia melepaskan aura iblisnya tanpa sadar karena terbelalak oleh penampilan didepannya, luka yang sebelumnya berusaha dia tutup dia biarkan mengalir seutuhnya. Pedangnya diarahkan kebawah tanpa daya dan tenaga, keringat mengucur lebih deras dan dia berkata rendah.


"Ini... tidak mungkin...."