Lone Hero

Lone Hero
Benda Milikku



Zhi Shi bangkit dengan susah payah namun saat dia akan mengangkat tombaknya kembali dia terkejut setengah mati.


"Ini tidak mungkin!" Zhi Shi melihat arena yang berada diatasnya dan mencapai kesimpulan bahwa dia jatuh dari sana. Dengan pemikirannya dia sudah bisa memikirkan kemungkinan yang sangat tidak dia harapkan terjadi. Dia, langsung kalah seketika.


"Kau lihat apa yang terjadi tadi?"


"Aku hanya lihat bocah itu memukul Zhi Shi, selebihnya aku tidak tahu."


"Apa kau dengar suara retak juga tadi!?"


"Retak apanya? Paling juga cuma suara tulang patah."


"Tapi lihat bocah itu, tangannya masih baik-baik saja! Jangan bilang bahwa pukulan tadi menghancurkan tulang rusuk Zhi Shi!"


"Kau bodoh, dia pasti memakai armor di bawah bajunya.... Ini gila! Bocah itu menghancurkan armor Zhi Shi!" Saat penonton ini selesai berbicara seluruh penonton lainnya menjadi lebih heboh dan ricuh, banyak kekaguman dilontarkan dalam diskusi panas mereka ini. Dan yang paling panas adalah, "Siapa pemenang final nanti?" Suo Yao, tuan muda klan terkenal dengan reputasi yang sangat besar dan latar belakang yang kuat atau Shin, kuda hitam yang secara mengejutkan adalah murid baru Feng Li.


"Tidak sia-sia aku datang ke arena ini!" Bisa menyaksikan pertempuran intens di level seperti ini memang merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri. Momen antara dua jenius saling mengalahkan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Jika menang, reputasi dan ketenarannya akan melonjak jauh sementara jika kalah hanya akan dilupakan dan menjadi batu loncatan bagi yang lain.


Shin memang tidak benar-benar mengalahkan Zhi Shi dalam pertempuran ini, tapi semua orang tahu jika Zhi Shi tidak memakai armor hasilnya akan menjadi mengerikan.


"Dia baru pembentukan awal kan?" Saat penonton ini berbicara sisanya tertegun. Intensitas pertempuran tadi sudah melewati batas tahap kultivasi biasa, bahkan serangan tadi setara dengan serangan ahli duniawi. Bisa melewati dua hingga tiga tingkat kultivasi dalam hal kekuatan tempur memang sangat mengejutkan dan hebat.


"Apa armor itu masih bisa dipakai?" Shin berjalan pelan dan melihat Zhi Shi dibawah arena dengan arogan. Zhi Shi menyingkapkan bajunya dan armor miliknya sudah retak banyak sekali, ini seperti sebuah kaca retak yang hanya perlu satu dorongan lagi untuk pecah.


"Aku memang meremehkanmu tadi, tapi pemenang adalah pemenang. Aku akan membiarkanmu kali ini. Tapi jangan berharap Suo Yao juga melakukan hal yang sama!" Zhi Shi dibawa pendampingnya dan langsung meninggalkan arena untuk pengobatan. Selain karena itu, dia juga sudah tidak punya wajah untuk ditunjukkan pada semua orang yang hadir disini. Memang salahnya sendiri meremehkan lawannya, dan konsekuensinya adalah dia harus menelan pil pahit kekalahan.


Sebelum babak final dimulai ada satu jam istirahat bagi para peserta, tapi para penonton ini tidak istirahat sedikitpun. Mereka masih tetap berdiskusi tentang pemenang babak final nanti. Bahkan ada yang sampai membuat taruhan antara mereka berdua. Tentu saja taruhan lebih banyak dipasang untuk Suo Yao. Semua orang lebih percaya tentang sesuatu yang mereka sangat jelas tentangnya, batas kekuatan Shin masih simpang-siur karena kemenangannya tadi disebabkan kecerobohan lawannya. Dalam hal ini, kebanyakan orang tidak mau ambil resiko besar.


Dan juga, salah satu topik panas yang diangkat adalah "harta milik Shin". Semuanya menduga jenis harta itu dan mengira-ngira kekuatannya. Memang, kemunculan sebuah harta tingkat tinggi pasti akan mengundang tatapan cemburu dari mereka semua, jika benar sebuah harta tingkat tinggi yang muncul, bukan tidak mungkin semuanya akan bekerja sama membunuh Shin. Tapi sayangnya, target mereka kali ini adalah murid Feng Li! Persetan dengan mencuri, membully-nya saja sudah merupakan kesalahan yang mengundang kematian.


Diskusi terus berlanjut hingga tak terasa satu jam yang singkat sudah berlalu. Diskusi panas yang hampir menciptakan situasi baku hantam diantara para penonton. Dan sebentar lagi, perdebatan tadi akan diketahui hasil sejatinya.


"Babak final Kompetisi Perburuan Kota Yan tahun ini adalah pertarungan antara Shin VS Suo Yao! Kuda hitam yang merupakan murid baru dari Martial Master Feng Li, dan Tuan Muda Cabang Klan Suo yang menjadi kandidat favorit." Saat pengawas menyebutkan dua nama ini semua penonton diam. Dua orang yang sudah familiar berjalan ke atas arena dengan tenang, didalam ketenangan ini adalah sebuah perasaan waspada dan bahagia yang tak terukur. Selain mempertaruhkan gelar juara dan harga diri pertarungan ini juga mempertaruhkan harta yang bernilai tinggi. Tidak ada yang tahu siapa yang akan mendapat manfaat dari taruhan ini.


Semua aura milik Shin terfokus di empat tempat, dua tangan dan dua kaki. Shin tidak menginvestasikan aura di pertahanan sama sekali, dia percaya bahwa dia bisa menangkis atau menghindari semua serangan yang akan datang. Aura asli bercampur dengan aura bumi menciptakan sebuah warna kuning kehijauan yang terkonsentrasi di tempat tadi.


Setelah persiapan ini keduanya menatap lawan masing-masing untuk waktu yang cukup lama, penonton dibawah juga tidak berani mengeluarkan suara atau bernapas dengan berat di kondisi seperti ini. Momen ini adalah kritis untuk mereka berdua, cara menyerang dan cara bertahan lawan diselidiki dalam momen ini.


Setelah sepuluh menit akhirnya Suo Yao melakukan gerakan, dia berlari mendekati Shin dengan mengacungkan pedangnya, satu tebasan kosong dia keluarkan. Meski hanya menebas udara tapi gelombang hasil tebasan ini juga sebuah serangan yang kuat, Shin membalas gelombang pedang ini dengan tinju kosong juga. Saat keduanya bertemu keduanya langsung tercerai-berai karena kekuatannya kurang lebih sama. Serangan itu hanyalah untuk menyelidik Shin. Hasil yang keluar ini jauh melebihi harapan Suo Yao, keduanya beda dua tingkat tapi kekuatan serangan mereka setara, ditambah fakta bahwa dia menggunakan harta kuat sedangkan Shin hanya bersenjatakan tubuhnya membuatnya lebih tidak bisa meremehkan lawannya ini.


Shin tidak akan membiarkan Suo Yao dengan bebas menebasnya. Shin melesat kedepan dan langsung mengirim sebuah pukulan yang dengan reflek Suo Yao tahan dengan pedangnya.


Dentang!


Setelah serangan ini Suo Yao juga menebas horizontal tubuh Shin yang tak terlindungi, Shin meninju sisi tajam pedang ini sebagai bentuk pertahanan, tangan yang luka parah atau darah yang diharapkan tidak terjadi, setiap kali kulit dan pedang bertemu itu seperti pertemuan antara dua buah plat besi yang saling berbenturan.


Setelah tebasan horizontal ini pasti ada celah lebar yang akan terbuka tapi Shin tidak memanfaatkan celah ini. Sebagai orang yang berpengalaman dengan pedang, tidak mungkin ada celah lebar seperti itu. Celah lebar ini Suo Yao ciptakan untuk menipu Shin dan mengarahkannya untuk melakukan serangan ke tubuhnya. Setelah itu terjadi kekalahan Shin tidak akan terhindarkan lagi. Shin bisa tahu trik murahan ini setelah ratusan kali terkena tipu daya yang sama saat sparring dengan Feng Li.


Tidak menyerang tubuhnya, Shin menyerang tulang kering Suo Yao dengan telapak kakinya. Kaki Shin menginjak tulang kering Suo Yao dengan kejam, dengan alokasi setengah aura tubuhnya dalam serangan itu patah tulang pasti terjadi. Dalam setiap serangan pasti seperti ini, Shin mengalokasikan setengah aura untuk menyerang dan setengahnya lagi untuk bertahan, dalam pertarungan, meninggalkan tubuh tanpa pertahanan sedikitpun hanya membuat Raja Yama mendekat. (dewa kematian)


"AAAAAH!" Suo Yao mengerang kesakitan karena patah tulang ini. Shin seolah tak peduli dengan ekspresinya ini dan memindahkan setengah aura ke kedua tangannya, lima pukulan beruntun dia lontarkan dengan ganas ke tubuh yang dilindungi oleh armor. Kelima serangan beruntun ini sangat cepat hingga hanya butuh waktu satu napas untuk melakukannya, penonton dibawah hanya bisa kebingungan melihat ekspresi wajah Suo Yao yang kesakitan.


Setelah serangan kelima dilakukan tubuh Suo Yao terdorong mundur beberapa langkah, Shin langsung melakukan Earh Step ke belakang Suo Yao dan menendang punggungnya dan menerbangkannya kembali ke posisi tadi. Suo Yao terkusruk dan wajahnya menyentuh tanah, hanya dalam waktu kurang dari lima menit dia sudah direduksi hingga seperti ini! Penghinaan yang dialaminya kali ini tidak akan pernah dia lupakan sampai kapanpun.


"Satu.... Dua...." Disisi lain pengawas terus melakukan hitungan waktu jatuh Suo Yao, setelah hitungan sepuluh napas dia akan langsung kalah. Suo Yao bangkit dan mencoba melakukan perlawanan meski itu hanya berguna untuk menjaga wajah didepan fanbasenya itu.


Seperti melihat hantu, ekspresi Suo Yao menjadi gelap saat melihat Shin sudah ada didepannya! Terlihat jelas bahwa Shin sudah bersiap memukuli Suo Yao seperti tadi sekali lagi. Jenius nomor satu di Kota Yan dalam kondisi yang memalukan seperti ini tak pernah siapapun berani pikirkan bahkan dalam pikiran terliar mereka.


"Yo, apa kau masih berniat melawanku lagi?" Shin berkata dengan sombong.


"Lelucon macam apa lagi ini?Seranganmu bahkan tidak membuat armorku ini retak sedikitpun. Selama armor ini tetap berada di tubuhku kau tidak akan bisa mengalahkanku." Memiliki item yang kuat memang kewajiban setiap ahli namun terlalu bergantung pada item yang kuat adalah tabu terbesar setiap ahli! Seseorang tidak akan jadi lebih kuat jika hanya bergantung pada item saja, sebaliknya, dia tidak akan bisa apa-apa jika item itu sudah rusak atau diambil orang lain. Ahli macam itu hanya akan menjadi aib dunia aura ini.


"Oh, itu karena aku tidak ingin item milikku itu rusak terlalu banyak!"