
Sleb !
Yi Kun tertusuk oleh tongkat berkecepatan tinggi dan meninggal seketika namun Shin juga menerima hasil yang sama ! Saat dia meditasi dan memulihkan diri dia pasti tidak bodoh dan lengah begitu saja, dia tetap mempertahankan fokus namun tetap saja kecepatan tombak ini sangat cepat, meski sempat menghindari serangan fatal tangan kiri Shin masih terkena tombak perak ini. Shin mencabut tombaknya dan bersiap membantu Ying Ai walau tidak diperlukan lagi, selama pertarungannya Ying Ai terus menyerap divine flame dan sekarang dia sudah menyerap seukuran kepalan tangan, kekuatan yang terkandung didalamnya telah membuat apinya lebih kuat dan dibawah bimbingan Shen dia belajar banyak cara mengendalikan api dan berbagai serangan lain, dengan begini dia hanya butuh waktu untuk bisa mengalahkan mereka.
Saat Shin bertarung dengan seorang Jack of All Trade seperti Yi Kun kesan pertamanya adalah memalukan, selama dia bertarung tadi Yi Kun hanya mencast beberapa skill dan hanya itu saja, tidak ada keindahan dan keeleganan juga aura seorang pejuang sejati didalamnya. Shin bahkan merasa enggan mengotori tangannya dengan darah najis seperti dia. Karena inilah orang semacam dia pantas disebut pelawak.
Seperti kataku, sebutan pelawak hanya berlaku untuk orang setipe dia yang masih terlalu cepat untuk melakukannya, jika sudah sangat kuat maka hal ini dianggap lumrah.
Shin kemudian membantu Ying Ai dari jarak jauh dengan tongkat miliknya, dia terlalu lemah dan hanya akan jadi beban jika memaksa masuk kedalam pertarungan.
"Battle Nirvana !"
Shin tidak menggunakannya karena merasa bahwa Yi Kun tidak pantas baginya untuk mengeluarkan semua kekuatannya. Dia mengarahkan tongkatnya ke arah satu ahli duniawi yang sudah mengalami banyak luka bakar.
Swooosh !
Arhat Staff menembus udara dengan sangat cepat, Ying Ai diberitahu oleh Shen untuk membantu serangan kejutan Shin kali ini.
"Flame Prison !"
Seketika ada enam pilar api yang menjulang tinggi menutupi ruang gerak ahli ini, dia tidak bisa bergerak dan tidak akan bergerak toh ini tidak akan bertahan lama, tapi pikirannya telah membawa bencana.
Sleb !
Tepat di jantungnya Arhat Staff menembus armor dan daging ahli ini, dia seketika memuntahkan darah segar dan jatuh tanpa nyawa. Dia tidak sempat berteriak atau bahkan mengejek tindakan tak berguna Ying Ai.
Dua ahli lainnya menatao staff yang melayang ini dengan ngeri, kini mereka ada dalam kondisi 2 vs 2 yang tidak adil, jika ini terus berlarut-larut maka mereka dipastikan akan kalah.
Ketika mereka melihat staff datang kesini mereka teringat tuan muda mereka, betapa terkejutnya mereka karena Yi Kun telah bersimbah darah terkapar di tanah, mereka menatap Ying Ai dengan hina dan tidak berperasaan, jika mereka mati hari ini setidaknya mereka harus membawa Ying Ai bersama mereka.
Tanpa pikir panjang mereka berdua langsung berlari menuju Ying Ai dan mengeluarkan serangan terkuatnya.
"Autumn End Sword !"
Puluhan pedang runcing muncul disekitarnya dengan sebuah jarak tertentu, jika diperhatikan ada sebuah aliran angin yang menutupi tiap pedang pedang ini.
"Sky Fury Slash !"
Dia mengayunkan pedangnya dan bak kemarahan dari langit, guntur bergema dan muncul dari tebasan itu dengan kuatnya.
Menghadapi dua serangan ini Ying Ai hanya tersenyum dingin, dengan bantuan Shin dia yakin bisa membalas serangan ini.
"Red Bombing !"
Ying Ai mengirim banyak bola api kecil seukuran pil ke arah dua serangan ini dan bantuan Shin sudah menyerang salah satu ahli begitu kuatnya, kepalanya dihantam dari atas dan tengkoraknya pecah menjadi beberapa bagian seketika.
Serangan miliknya menjadi hilang dan hanya tersisa satu lagi yang tak disangka-sangka ternyata kekuatannya setara dengan serangan Ying Ai ! Bukan karena kekuatannya sama tapi karena menggunakan serangan yang sesuai sebagai counter attack, serangan musuh berupa banyak pedang yang menerjang dan ada celah diantara pedang ini, Shen memanfaatkan celah ini dan mengirim bom kesana dan mengacaukan formasi skill. Walau kekuatan jika konfrontasi langsung pasti kalah tapi jika memanfaatkan kelemahan musuh bisa jadi seimbang atau bahkan menang, inilah yang disebut sebagai "pengetahuan adalah kekuatan."
Ahli ini terkejut dengan hasilnya namun nasibnya telah menunggu.
Brak Brak Brak
Tongkat Shin terus menyerangnya beberapa kali secara terus menerus dan
dibantu oleh Ying Ai.
Serangan pertama Shin dimaksudkan untuk menjatuhkannya, dia menyerang kakinya. Yang kedua adalah mengunci pergerakkannya, dia menghancurkan tulang keringnya. Yang ketiga adalah penyelesaian, dia menyerang tubuhnya tapi sekali tidaklah cukup, dengan bantuan Ying Ai dia lebih cepat mati.
Hasil pertarungan sudah terlihat, Shin yang terluka parah sedang memulihkan diri disana sambil tersenyum mengetahui hasil, meski dia meditasi dan menutup matanya, dengan bantuan Battle Nirvana dia bahkan bisa merasakan sekitarnya dengan menyebar auranya sendiri.
Shin memulai panen dari pertarungan ini, dia mengambil empat cincin ruang dari jari mereka semua dan memeriksa isinya dengan persepsi mental, total ada dua puluh ribu koin kristal dan sepuluh pil aura di empat cincin ini, beberapa skill level 5-6 dan harta aura surgawi kebawah juga ada namun tidak membangkitkan minat Shin tapi dia masih menyimpan yang paling mahal, itu bisa ditukar menjadi uang yang banyak. Incaran utama Shin, Token Burning Heaven sudah ada didalam cincin ruang miliknya sendiri, dia tersenyum bahagia karena divine flame sudah dia dapatkan, tinggal memasuki purgatory-nya saja yang belum
Ying Ai hanya menderita beberapa luka kecil yang akan sembuh tak lama kemudian, Shen yang ada di tubuh Ying Ai kembali ke Shin dan menjelaskan rencana berikutnya.
"Cepat hancurkan penghalang disana ! Lebih cepat lebih baik, para ahli random mulai berdatangan ke wilayah pusat."
Shin mengangguk kecil dan mulai menyerang penghalang disana, Ying Ai tak ingin diam saja dan membantu Shin melakukannya.
Meski dengan gabungan mereka berdua masih butuh waktu sejam untuk menghancurkannya, luka Shin sudah sedikit membaik dan auranya sudah pulih setengah, dia keluar dari pemulihannya dan berjalan masuk kedalam bangunan ini.
Ketika mereka masuk kedalam sini sebuah ruangan yang menyimpan ratusan harta tingkat tinggi dipajang seolah barang jualan. Mulai dari senjata hingga alat pertahanan dijual disini, dan semuanya memancarkan aura harta yang kuat. Bahkan guru mereka akan memucat jika dibandingkan dengan harta disini. Sebagai pengaman semua harta ini disimpan dalam sebuah penghalang cahaya tipis.
Shin tidak tertarik dengan ini namun tidak dengan Ying Ai, dia menatap sebuah armor ungu cerah dengan corak api di setiap sudutnya, dia kemudian mendekat dan membaca apa yang tertulis disana.
"Purple Fairy Flame Armor. Harga... 9.999 pil yin yang atau 99 pil dao." Ying Ai membaca tulisan yang tertulis di lapisan cahaya tipis ini namun dia tidak mengerti sedikitpun dan ada Shen disini jadi dia tenang.
"Shen, apa maksudnya ini ?"
"Itu dijual disini, kau harus mengeluarkan jumlah yang sesuai agar penghalang ini terbuka, singkatnya kau harus beli jika ingin memakainya." Shen tidak mengungkit soal pil yin-yang ini, mungkin ini diluar pemahaman mereka berdua.
Wajah Ying Ai yang semula semangat seketika kecewa jika harus disuruh membelinya, apalagi mata uang pil yin yang ini belum pernah dia dengar sebelumnya, dia hanya bisa berimajinasi sehebat apa armor ini jika dipakainya. Shin yang sudah lebih peka bertanya demi kepentingan dia.
"Shen, dimana penyimpanan pil aura disini ?" Tanya Shin.
"Ikuti aku !"
Shen berjalan ke depan dan tidak ada apapun disini, hanya sebuah tembok biasa tanpa pintu ataupun tempat potensial penyimpanan.
'Jika ini Shen pasti ada hal aneh yang akan terjadi.' Harap mereka berdua.
"Eenn... Shen, disana pasti ada penghalang kan dan pasti yang terkuat disini, aku pasti tidak akan bisa menghancurkannya. Kau pasti punya cara untuk ini kan ?" Jika Shen tidak punya sesuatu yang sangat kuat atau aneh untuk bisa menembus penghalang maka mereka hanya bisa menyerah.
"Tenang saja, kenalan lamaku pasti sudah menunggu disana." Jika Shen bilang kenalan lama maka hanya bisa berarti satu orang, Flame Emperor !
"Syukurlah."
Shin mengelus-elus dadanya sendiri dan menghela napas lega, biasanya jika dia ingin dapat harta pasti Shen akan menggunakan cara sulit. Shen menempelkan telapak tangannya pada dinding hitam yang tampak biasa ini, beberapa detik kemudian ada garis-garis ungu yang muncul dan mengarah ke tempat yang tidak diketahui dan kemudian membentuk gambar sebuah pintu, tak lama kemudian suara gemuruh muncul seraya Shen melepaskan tangannya.
Dinding yang bergambar pintu perlahan bergeser dan mengungkapkan sebuah tangga gelap menuju bawah tanah, hanya ada ruang yang muat untuk satu orang di tangga ini dan ada banyak lubang obor disisi tangga ini.
Whoosh
Secara ajaib lubang obor ini tiba-tiba diisi oleh api ungu yang memancarkan cahaya yang terang, seluruh tangga yang gelap dan menakutkan kini telah terang dengan cahaya ungu yang indah. Ujung dari tangga ini masih belum bisa diketahui dan Shen memulai langkah pertama kedalam sana.
"Ayo !" Seru Shen.
Shin dan Ying Ai kemudian mengikuti Shen dengan sebuah kekhawatiran.
"Shen, kalo ada orang masuk kesini gimana ?" Tanya Ying Ai, dia menjadi seperti ini karena inilah satu-satunya harapan baginya untuk mendapatkan armor impiannya.
"Kau tenang saja."
Shen tidak menjelaskan karena itu tidak diperlukan, saat mereka sudah berjalan tiga langkah ke bawah suara gemuruh kembali terdengar dan pintu masuk itu kembali tertutup. Ying Ai kemudian tidak bertanya lagi dan melanjutkan perjalanan dengan hening.
Hanya ada suara langkah kaki dan gemericik api di tangga yang seolah tak memiliki tujuan ini, Shin tidak tahu seberapa dalam sekte kuno ini menggali hanya untuk menyimpan harta mereka dan kenapa harus sedalam ini, Shen memperhatikan Shin dan menjelaskan tanpa menoleh padanya.
"Ini untuk jaga-jaga, tangga dibuat sempit dan sangat dalam agar sulit diraih, bahkan jika pertarungan yang sangat sengit terjadi diatas tempat ini tidak akan terpengaruh. Sebenarnya pintu masuk tadi tidak akan ada jika kau menggali tempat yang sama, tempat ini dibatasi oleh array isolasi tingkat tinggi." Shen menjelaskan.
Setelah mendengar ini Shin mengangguk dan diam selama perjalanan berlangsung, butuh sekitar satu jam lebih agar bisa sampai di tempat penyimpanan harta Sekte Burning Heaven.
Shin dan yang lain keluar dari tangga dan berada di sebuah ruangan bawah tanah yang berbentuk bola berdiameter dua ratus meter, Shin berada di dataran tinggi dan ada sebuah jurang didepannya, Shin penasaran dan mendekati jurang ini,
Betapa terkejutnya Shin ketika dia melihat apa yang ada dibawah jurang ini.
"Ada apa Shin ?" Tanya Ying Ai.
"P...pil aura !!"
Sejauh mata Shin memandang di ruang bawah tanah ini hanya ada bulatan warna emas dan beberapa warna lainnya yang merupakan pil aura tingkat tinggi yang disebutkan Shen sebelumnya.
Ketika Shin melihat pertunjukan kekayaan ini dia hampir kehilangan kesadaran, dia ingin terjun kesana dan menyerap semuanya namun dia tidak sebodoh itu.
Ketika dia ingin menghitung jumlah semua pil aura disini ada sebuah penghalang yang menghalangi persepsi mentalnya pergi lebih jauh lagi, dia juga bisa merasakan bahwa persepsi mentalnya akan dihancurkan jika berniat menerobos lebih jauh. Dengan begini dia bisa mengidentifikasi keberadaan sebuah array tingkat tinggi dipasang disini meski tidak ada yang terlihat seperti penghalang disini, bagaikan sebuah array tak kasat mata.
Ying Ai yang penasaran dengan kalimat Shin mendekati ujung dari tanah ini dan ekspresinya antara terkejut dan bahagia, ini berarti armor impiannya hanya tinggal menunggu waktu.
"Apa kau tidak ingin bertemu denganku, Flame Emperor !?" Shen berkata tidak pada siapa-siapa, hanya pada udara kosong yang segera diisi oleh seorang dengan pakaian dan jubah serba ungu dan wajah sekitar 40-an namun masih tidak bisa menyembunyikan kemilaunya, aura agung nan elegan menyelimuti seluruh dirinya.
Wajahnya yang agung dihiasi dengan rambut hitam pendek yang menambah kesan keagungannya, wajah yang tampak berasal dari zaman kuno ini pasti membawa wibawa dan kebanggan yang sangat tinggi, tubuhnya masih tetap tegap dan kuat tak akan gentar walau dihadapan puluhan musuh kuat sekalipun.
Sosoknya mengundang penghormatan penuh dan rasa sedih tinggi bagi keduanya terutama Shin, dia tidak tahu kenapa dia tiba-tiba mengucurkan air mata ketika melihat sosok pahlawan besar ini, Shin menyeka air mata dan segera memberi penghormatan pada sosok hebat yang menggantung di udara ini.
"Hormat terdalam saya pada senior Flame Emperor yang sudah berjasa besar bagi dunia ini !" Shin menangkupkan tangannya sambil membungkuk padanya. Ying Ai tidak terlalu mengerti tentang hal ini namun segera melakukan hal yang sama padanya.
"Hormat pada Sang Flame Emperor !" Ying Ai mendapat identitasnya karena mendengar Shin tadi, dia juga tidak tahu soal apa yang telah dilakukannya semasa hidupnya.
"Jangan terlalu sopan, aku hanyalah sebuah klon aura yang ditinggalkan. Tubuh asliku sudah mati ribuan tahun yang lalu." Kata Flame Emperor.
Klon aura diciptakan dari aura seseorang yang membentuk sosok yang mirip persis seperti dirinya sendiri tanpa ada perbedaan. Ini juga bisa ditinggalkan di sebuah tempat dan diatur untuk hanya muncul jika ada sesuatu yang terjadi, mirip seperti ibu Shin dulu. Kekurangan dari klon aura adalah ini hanya membawa kekuatan setengah dari pemiliknya paling banyak.
Shin dan Ying Ai tidak tahu harus menjawab apa dan hanya tersenyum kecil sebelum dipotong oleh Shen.
"Flame Emperor yang perkasa sudah direduksi hingga menjadi klon aura, dan sekarang sektenya sendiri tengah dijarah oleh ahli rendahan kelas teri, kau telah mengecewakan anggota sektemu sendiri." Akibat perkataan Shen ini semua kesan elegan dan agung menghilang sudah, dia memang tidak tahu cara membaca suasana. Dulu dia dan pemiliknya cukup sering bertemu dengan pria didepan Shin, walau great sage selalu berbicara dengan sopan tapi tidak dengan Shen, seringkali dia berdebat karena hal sepele dengannya, sifatnya memang tidak berubah dari dulu.
Flame Emperor yang ingin terlihat seagung dan sekeren mungkin dihadapan dua ahli muda ini mengerutkan dahi dan membalas ucapan Shen.
"Shen yang berpengalaman bahkan dilempar ke tempat yang jauh dari Klan Sage dan dimiliki oleh seorang bocah kecil biasa, tuanmu pasti akan kecewa berat ketika mengetahui ini."
"Hehe... dia bahkan lebih baik dari tuanku saat itu." Shen tertawa kecil dan berkata dengan licik.
"Maka begitulah kebenarannya." Flame Emperor sedikit terkejut pada awalnya namun karena ini keluar dari mulut Shen sendiri dia akhirnya percaya. Walau bikin kesel dan sombong tapi Shen tidak pernah berbohong pada siapapun.
"Bocah, siapa namamu ?" Flame Emperor bertanya pada Shin, dia bisa mengenali tongkat yang dibawa Shin kesini.
Suaranya tidaklah keras ataupun menyakitkan namun Shin sungguh kesulitan menjawabnya.
"Nama junior ini adalah Shin."
"Shin...pfft ! Apa kau adik dari Shen !" Flame Emperor tidak mempedulikan imagenya kali ini ketika dia mendengar nama mereka yang hampir sama.
Shin tidak bisa membalas dan hanya tertawa kecil dengan senyum lebar dan mata disipitkan, jelas sekali bahwa dia kesal dicap sebagai saudara dari buku tua ini.
"Diam dan cepat buka saja array disini !" Shen meraung marah pada Flame Emperor yang masih tertawa.
"Baik baik... tapi dia kesini untuk apa ? Warisan milikku hanya untuk elemental api dan dia bukan." Flame Emperor jelas sedikit bingung dengan ini, untuk apa seorang sage tetap datang untuk warisan, yaahh kecuali kalau dia gila harta.
"Dia hanya datang untuk dibakar divine flame, warisan milikmu ku atur untuk gadis disebelahnya." Shen menjelaskan secara tersirat akan sesuatu.
Setelah berpikir sejenak wajah Flame Emperor menjadi pucat dan berkeringat, wajahnya menjadi serius dan tampak penuh penghormatan pada Shin.
"Kuharap kau tahu apa yang menantimu disana... dan darimana kau mendapatkannya Shen ?" Sangat jelas bahwa Flame Emperor berkata soal purgatory, dia jadi seperti ini karena telah mengetahui soal teknik seperti ini dari beberapa catatan kuno tentang itu, dikatakan ada teknik yang membutuhkan 9 divine flame sebagai prasyaratnya dan ada siksaan hebat menanti. Meski tidak pernah memasukinya dia bisa membayangkan apa yang terjadi walau hanya sepersen dari yang asli, jika ahli era primordial mendengarnya dia akan langsung memarahinya dan mendorong untuk berhenti.
Shen kemudian mengirim transmisi suara agar tidak didengar oleh Shin, kemudian Flame Emperor tertawa terbahak-bahak karena kebetulan yang sungguh menakjubkan plus mengherankan ini.
"Semoga beruntung Shin, kelak kau akan jadi prajurit hebat umat manusia. Aku akan membuka array disini dan membiarkanmu mengambil semuanya, jika ini untuk membantu umat manusia nanti seluruh sekte juga akan aku berikan padamu ! Bisa melihat keturunan dari 'mereka' sungguh sebuah keberuntungan besar." Dia tersenyum bahagia dan sangat senang setelah mendengar cerita dari Shen, Shin tidak tahu mengapa sosok yang sangat dihormati tiba-tiba bersikap sopan padanya, dia tidak bisa membantu dan hanya mengaitkan ini dengan identitas orang tuanya yang hebat. Shin tersenyum dan membalas ucapan Flame Emperor.
"Junior ini tidak berhak menerima seluruh hasil jerih payah sang Flame Emperor, junior hanya menginginkan pil aura dan divine flame saja." Gagasan memberi seluruh sekte terlalu besar bagi Shin, tanggung jawab dan beban yang akan dipikulnya pasti sangat besar.
Flame Emperor hanya tersenyum lalu berbalik ke arah lautan pil aura, dia terbang diatas tempat ini dan dengan jentikan jarinya kobaran api ungu muncul disekitar dan tampaknya membakar suatu lapisan diatas tempat harta ini, dia tampak sangat puas walau sosoknya perlahan memudar, kemudian dia berbalik dan bicara kembali.
"Kaisar ini telah menghancurkan array disini, kalian bisa mengambil semuanya, saranku adalah jangan kau menyerapnya sekarang, tubuhmu masih terlalu lemah untuk bisa menampung aura yang terkandung didalamnya." Flame Emperor menatap dua bocah yang terlihat penuh kesedihan, dia tersenyum dan menenangkan mereka berdua.
"Aku sudah mati ribuan tahun yang lalu, tugasku disini hanyalah membuka array dan tugasku sudah selesai jadi Kaisar ini akan segera menghilang. Tapi jangan khawatir, ada beberapa klon aura lagi yang kutinggalkan disini. Dan dengan hancurnya array ini, array tekanan menghilang juga, kalian bebas membeli harta yang dijual disana." Sosoknya kian memudar dan tepat pada saat dia selesai bicara dia menghilang kedalam kehampaan. Shin yang awalnya bersedih mulai pulih karena masih ada yang lain, setidaknya dia belum mati sepenuhnya. Sebaliknya Ying Ai malah tidak merasakan kesedihan, ketika dia mendengar ini artinya armor impiannya akan segera terwujud, bahkan yang lebih baik.
"Biarkan saja dia, sekarang kita harus menuai panen yang sangat berlimpah ini." Shen menepuk pundak keduanya dan menatap kebawah tempat penyimpanan ini dengan mata rakus berapi-api.
"Shen, cincin penyimpananku tidak akan cukup untuk menyimpan semua ini." Cincin milik Shin memang sudah penuh oleh beberapa barang dan tempat didalamnya juga terbatas, meski dia ingin tapi dia tidak mampu "menelan" semua ini.
"Aku akan bertindak sebagai bendahara keuangan ini, penggunaan dan pemasukan aku atur tanpa ada campur tangan darimu, harta sebanyak ini harus dikelola oleh ahlinya. Soal penyimpanan kau tak perlu risau, kau minta saja bantuan Zhu Long." Didalam dunia Devouring Dragon Vessel ada bangunan yang bernama Paviliun Pil, seperti namanya itu adalah tempat menyimpan pil. Zhu Long bisa dengan mudah menyimpan pil aura yang dihisap dimasukkan kedalam sana.
Shin mengangguk karena tidak punya pilihan lain lagi, dia terbang di atas tempat penyimpanan dan mengeluarkan item yang dimaksud, tutup dari Devouring Dragon Vessel Terbuka dan gaya hisap yang sangat kuat timbul yang dalam sekejap kesemua pil aura disini terhisap habis menyisakan cekungan tanah biasa.
Clak !
Kotak kembali tertutup dan masuk kembali, didalam Devouring Dragon Vessel aliran pil aura yang sangat deras muncul dan mengisi tempat penyimpanan didalam Paviliun Pil, butuh waktu sepuluh menit untuk aliran berhenti dan walau pil aura sebanyak ini ditambahkan ini masih terlihat sangat kosong.
"Cepat keluar, sudah tidak ada lagi apapun disini." Kata Ying Ai, sangat jelas bahwa dia tidak bisa sabar untuk membeli armor impiannya, wajahnya berseri dan senyum manis dipasang ketika dia berpikir tentang penampilannya kala memakai armor itu, lekuk tubuh indah yang dengan sempurna ditampilkan dan kontras antara merah dan ungu yang menjadi sebuah karya yang sempurna.
Mereka keluar dari sana dan kembali kedalam bangunan perdagangan ini, lubang besar yang ada ditengah bangunan mereka dekati dan naiki menuju lantai teratas. Kualitas harta disini tentu yang terbaik yang dijual disini, Ying Ai sedikit sedih karena armor impiannya tidak jadi dibeli namun dia senang karena ada yang lebih baik lagi.
Tak butuh waktu lama bagi mereka mencapai lantai teratas, mereka turun di lantai empat dan harta disini memang lebih sedikit tapi aura yang dikeluarkannya jauh lebih kuat, lapisan penghalang tipis masih ada dan harus dipecahkan dengan sejumlah besar pil aura.
Ying Ai kemudian mencari-cari armor yang lebih baik walau kebanyakan yang dijual disini adalah senjata. Dari pedang hingga tombak dijual dengan motif api bercorak ungu. Shin yang ingin menunggu dengan tenang ditarik tangannya oleh Ying Ai karena uang yang diperlukan olehnya ada di tangan Shin.
Karena hanya sedikit yang dipajang disini mereka bisa tenang membaca deksripsi item yang dipajang meski mereka hanya melihat harganya.
"Harganya 799.999 pil yin yang atau 7.999 pil dao. Mata uang macam apa ini sebenarnya ?" Ying Ai selalu heran dengan dua jenis mata uang yang berlaku disini, dia kemudian menatap yang lain dan harganya selalu saja tidak bulat, bagi dia yang perfeksionis ini membuatnya kesal hingga ke ubun-ubun. Setelah melihat-lihat beberapa harta lagi dia kemudian menemukan apa yang dia cari.
"Violet Goddes Divine Armor yang merupakan harta dao. Dibuat dari Flame Core Iron yang membawa atribut api dan sangat keras, ditempa dengan divine flame sehingga akan meningkatkan kekuatan divine flame seseorang. Dengan warna putih cerah dan dengan corak ungu merupakan mahakarya dari pengrajin disini. Design-nya diatur agar bisa menyesuaikan ukuran dengan pemakainya juga memiliki fungsi pengatur suhu dan penetral racun, nyaman dipakai, design indah dan kekuatan yang tak perlu diragukan lagi. Ayo beli hanya dengan harga 999.999 pil yin yang atau 99.999 pil dao !!" Ying Ai membaca deskripsi harta dan sangat tertarik dengan ini namun dia sangat terkejut dengan harga yang gak ngotax ini, dia tahu bahwa jumlah yang mereka miliki sekarang sangat terbatas, meski dia sangat ingin armor ini tapi jumlah ini memang terlalu banyak, dia memasang wajah kecewa dan berniat membeli yang dibawah saja. Shin melihat ini jadi sedikit tersentuh, dia masih melihat harapan dan bertanya tentang sesuatu.
"Shen, ada berapa banyak pil aura yang kita kumpulkan tadi ?" Shen tersenyum dan mengetahui niat dari Shin.
"Ada total sepuluh juta pil yin yang dan sejuta juta pil dao serta ribuan pil tingkat tinggi. Walau terlihat sangat banyak tapi jumlah ini masih sedikit, kau tahu kan kalau ini hanyalah tempat untuk jual beli para murid dan bukannya tetua jadi yang disimpan disini adalah harta rendahan jika dibandingkan. Kau mungkin tidak sadar kalau penyimpanan bawah tanah tadi dindingnya terbuat dari batu spasial, jumlah yang sebenarnya terletak jauh lebih dalam." Shin menjadi terkejut sekaligus senang, meski ini menghabiskan sepuluh persen jumlah kekayaannya saat ini dia masih bisa tenang toh dia tidak akan menggunakannya dalam waktu dekat. Shin menatap Shen dengan suatu niat tertentu.
"Ya ya ya.. harta milikmu adalah milik dia juga." Shen kemudian berkata pada Zhu Long.
"Zhu'er, kirimkan sejuta pil yin yang atau seratus ribu pil dao." Shen mengirim transmisi suara dan kemudian memasuki dunia ini.
Dia tiba di Paviliun Pil yang eksteriornya terbuat dari emas murni, Shen melangkah masuk kedalam dan langsung disambut oleh Zhu Long yang memperhatikan aliran pil aura yang mengalir deras dari atas hingga seperti air terjun, karena jumlah pil aura yang menumpuk disini konsentrasi aura diudara juga menjadi sangat padat dan murni, puluhan kali lebih padat daripada ruang kultivasi.
"Ini pil milikmu !" Zhu Long melempar sebuah kantung kulit coklat dengan tulisan yang sangat rumit, ini dinamakan sebagai tas ruang yang hampir sama dengan cincin ruang, hanya saja ini lebih mudah digenggam jadi cocok sebagai alat menyimpan pil aura. Tas ruang ini juga memiliki keuntungan lain, ini bisa dimasukkan kedalam cincin ruang jadi ini sangat praktis untuk dipakai. Mengelompokkan pil aura dalam seratus ribu per kantung juga bisa dilakukan. Harganya juga lebih murah daripada cincin ruang karena bahannya tidak terlalu mahal, jadi tidak masalah untuk memberikan pil aura sekaligus tas ini.
Shen menangkap tas ruang ini dengan sigap dan segera keluar tanpa menjawab, waktu terlalu berharga untuk disia-siakan.
Tak lama kemudian Shen kembali dengan tas ruang di tangannya, dia menatap Ying Ai yang penuh kesedihan dan tersenyum kecil. Dia berjalan menuju armor ini dipajang dengan megah dan melemparkan tas ini ke penghalang itu dengan lemah, seketika tas hancur dan pil aura muncul dan terserap lapisan cahaya dengan cepat, cahaya menyilaukan muncul dan tampak seperti matahari kecil, sepuluh napas kemudian cahaya mereda dan lapisan pelindung sudah tidak ada lagi, menyisakan armor yang menggantung di udara dengan megah.
Ying Ai tidak percaya apa yang terjadi dan tanpa sadar mengeluarkan air mata bahagia, jumlah ini memang sangat banyak dan dia merasa tak pantas merasakannya. Dia yang berada disamping Shin kemudian berlari mendekati armor itu dengan riang, Shin sangat sangat bahagia melihatnya senang seperti ini, namun....
Ying Ai kemudian memeluk Shen yang baru saja melempar harta segudang dengan enteng, rasa terima kasihnya pada Shen sudah mencapai titik maksimal. Dia terlihat sangat bahagia dengan ini dan tidak ada penyesalan diwajahnya.
Tapi tidak dengan seseorang.