Lone Hero

Lone Hero
Permainan Pikiran



"Ya, kau boleh melakukannya." Kata Suo Qing sebelum dia langsung berbalik, dia masih ingin menjaga wajahnya di hadapan tiga orang ini.


Zhang Wu dan Yi Lei terkekeh melihat Suo Qing yang dipermalukan sampai seperti ini. Namun hanya Yi Lei saja yang berani terang-terangan tertawa keras. Sebisa mungkin Zhang Wu menahan tawa di wajahnya.


"Nak Shin, kau pasti sadar kalau satu pil penyembuh tidak akan pernah cukup. Lukamu cukup parah dan butuh dua-tiga hari untuk sembuh sepenuhnya. Kusarankan kita melanjutkannya nanti saja." Ucap Yi Lei.


Saat menggunakan pil penyembuh, ada batasan tersendiri yang dimiliki olehnya, seperti tidak bisa menyembuhkan luka dalam, tidak bisa memulihkan Aura yang telah digunakan serta ada semacam fase jenuh. Tubuh seseorang tidak bisa secara terus menerus dicekoki pil ini, yang ada malah efek pil akan tidak berguna dan tersia-siakan. Tak peduli di manapun kau berada hal ini tidak bisa dilanggar oleh siapapun dan apapun.


Dalam kasus Shin, dua tahun kebelakang dia sudah sangat tergantung dengan pil ini, yang mana asalnya dia bisa mengonsumsi sepuluh pil sehari sebelum tubuhnya masuk dalam fase jenuh, sekarang berkurang menjadi dua atau tiga pil. Untungnya, baik dari stamina hingga pemulihan, Shin sudah ada pada tingkat yang tinggi. Latihan di Border Forest sangat bermanfaat baginya.


Untuk ahli biasa, butuh satu minggu dengan pil penyembuh agar bisa sembuh total seperti sedia kala. Namun untuk Shin yang tubuhnya dipaksa beradaptasi dengan luka dan harus segera sembuh, sebuah evolusi terjadi dalam setiap sel dalam tubuhnya. Itu bisa beregenerasi dan bereproduksi lebih cepat daripada manusia biasa. Sehingga, Shin hanya butuh tiga sampai empat hari pemulihan. Dibantu dengan Devouring Dragon Vessel, dia pada dasarnya tidak perlu peduli tentang pemulihan. Bahkan jika dia tidak membawa pil penyembuh apapun. Bagaikan seorang prajurit abadi yang tidak akan mati karena luka setelah pertempuran.


"Tidak, waktu yang saya miliki sangat sedikit. Jika Senior Yi berkenan saya masih ingin melakukannya sekarang." Dalam keadaan setelah bertarung dengan Suo Qing, Shin memiliki sekitar enam puluh persen kekuatan. Mengingat bahwa Yi Lei lebih lemah daripada yang sebelumnya, ditambah dengan masih ada satu Arhat Absolute Strike, Shin yakin bisa membawa kemenangan.


"Baiklah jika kau masih memaksa. Ambil ini, harusnya cukup untuk mengembalikan sepuluh persen kekuatanmu." Yi Lei memberikan lima buah pil penyembuh, walau hanya tiga yang akan berguna diantara kelima ini.


Shin tersenyum dan mengucapkan terima kasih, dia memakan tiga pil ini dan masuk dalam meditasinya sendiri. Kekuatan Aura Obat mengaliri tubuhnya dan menutup luka yang menganga.


"Kita tinggalkan saja dia, butuh waktu yang cukup lama untuk menyerap semua manfaatnya." Ucap Yi Lei. Biasanya, seorang ahli butuh beberapa jam meditasi untuk menyerap tiga pil penyembuh ini, tapi karena tubuh dan sel milik Shin sudah sangat terbiasa dengannya, waktu satu jam pun sudah cukup baginya.


Pada saat yang sama ketika Shin masuk dalam meditasinya, Zhang Wu bertanya sesuatu pada Yi Lei. "Patriark Yi, apakah anda punya sesuatu yang bisa menyamai Ultimate Jade Sword yang tadi?"


"Nak Zhang, tidak semua orang memiliki rahasia besar. Dan kalaupun memang aku memilikinya, apa kau pikir aku bersedia memberitahukannya padamu?' Lagi-lagi, Yi Lei menceramahi Zhang Wu untuk yang kesekian kalinya.


"Mungkin tidak. Tapi apakah ini artinya 'Falling Dragon Thunderfall' adalah yang terkuat yang anda miliki?" Zhang Wu masih penasaran akan kebenaran apapun yang terjadi.


"Siapa yang tahu." Yi Lei tetap tidak mau menginformasikan kartunya sendiri. Sekaligus ini juga sebuah ajang pelajaran bagi Zhang Wu.


"Oh ya Qing, bagaimana rasanya kalah oleh seorang junior? Apalagi setelah mengeluarkan kartu sekuat itu. Aku ingin mendengar pendapatmu." Yi Lei jelas mencoba untuk mengolok-olok Suo Qing.


"Hooo, kau juga akan merasakannya nanti. Jauh lebih parah daripada diriku malahan, tunggulah dengan sabar Lei." Jawabnya masih bersikap kuat. Dalam hatinya, dia menangis seorang diri.


'Mentang-mentang cari ribut, kalo ngomong sembarangan!' Dengus Yi Lei kesal dalam hatinya.


Tanpa banyak orang sadari, satu jam waktu sudahlah terlewati, Aura Obat telah sepenuhnya lenyap ditelan olehnya sendiri. Meski luka masih ada, setidaknya pendarahan telah berhenti. Dan klaim Yi Lei menemukan kebenaran, Shin memulihkan sekitar sepuluh persen kekuatannya. Hanya saja Aura Shin belum pulih sedikitpun, sepertinya dia akan sedikit kesulitan kali ini.


Matanya yang terpejam kini perlahan membuka, dilihatnya adalah tiga orang yang masing-masing memiliki ekspresi sama di wajahnya. Ya, mereka sangat terkejut.


"Huuuh... kata 'monster' masih sangat kurang untuk menjelaskan kejeniusannya. Bakat seperti ini rasanya mustahil diberikan pada seorang manusia!" Suo Qing berbicara lebih dulu, dalam kalimatnya terasa sangat jelas rasa iri. Kemampuan penyembuhan yang diatas rata-rata ini dia tidak bisa mengerti darimana asalnya.


"Hanya satu jam, ini tidak bisa dipercaya dengan akal sehat. Bisa memiliki kemampuan penyembuhan semacam ini bahkan bisa membuat surga iri. Nak Shin, setelah ini lebih baik kau pergi jauh-jauh." Yi Lei pun sama terkejutnya dengan Suo Qing. Bakat dalam hal kultivasi atau senjata sudah sering dia lihat, tetapi bakat dalam hal penyembuhan adalah yang pertama kali dalam hidupnya. Sungguh sebuah kemampuan yang menentang logika siapapun.


"Enn... apa salahku Senior Yi?" Shin mempertanyakan kalimat terakhir Yi Lei.


"Aku ingin menjaga kesehatan jantungku."


Shin memasang wajah aneh dan sebisa mungkin dia menahan emosinya, dicap sebagai penyebab jantungan seorang yang sudah tua membuatnya merasa tidak enak. Tapi dia sadar bahwa Yi Lei hanya sedang memuji dirinya, hanya saja caranya terlalu eksentrik dan aneh. Dengan begini, dia bisa sedikit menerimanya.


Zhang Wu sama sekali tidak berkomentar tentang kemampuan pemulihan Shin yang diluar nalar ini, dia tidak ingin terpengaruh oleh kejeniusan ini yang mana besar kemungkinan akan menimbulkan sebuah Iblis Batin akibat rasa iri yang berlebih. Dalam benaknya pun dia tidak pernah menyangka, bahwa bocah yang dia pungut di jalan akan jadi seluar biasa ini. Zhang Wu hanya menghela napas dan menantikan hasil pertukaran serangan Shin dan Yi Lei.


"Senior Yi, anda bisa memulainya sekarang."


Yi Lei mengangguk dan mengangkat dirinya sendiri, terbang naik ke langit setinggi sebelumnya. Zhang Wu dan Suo Qing mundur ratusan meter jauhnya. Dampak AoE seorang elemental cukup membahayakan mereka berdua khususnya Zhang wu. 


Shin mengeluarkan Arhat Staff dan menyiagakan tubuh dan instingnya sendiri, lebih kuat daripada sebelumnya padahal Yi Lei lebih lemah. Semua ini dikarenakan ketidaktahuannya atas seorang Elemental terkhusus Elemental petir. Dalam hidupnya dia hanya baru bertemu Elemental api dan angin dan es saja. Cara bertarung mereka sangat berbeda dari ahli biasa dan Shin cukup kesulitan dengannya. Apalagi, Shin sama sekali tidak mengetahui senjata apa yang akan dikeluarkan oleh Yi Lei kali ini, apakah itu pedang, panah, atau tombak masih simpang-siur.


"Senior Yi, apakah itu senjata anda?"


"Kau benar, ini adalah senjataku, lebih jauh lagi ini adalah senjata para elemental. Benda ini disebut sebagai 'orb'. Banyak jenisnya sesuai atribut elemen yang dimiliki, milikku ini adalah orb yang memiliki elemen petir. Aku membuatnya sendiri karena bahkan Kamar Dagang Yunxia pun tidak memilikinya di etalase mereka." Di Azure Sky Empire yang terpencil ini Elemental saja sudah cukup sulit ditemukan, orb mungkin saja ada beberapa tapi sebuah orb tingkat Surgawi tidaklah mungkin ditemukan disini. Apalagi mencari jenis orb yang cocok dengan Yi Lei, Kamar Dagang Yunxia pun tidak tahu harus berbuat apa. Pada akhirnya karena lelah mencari orb, Kamar Dagang Yunxia memberikan sebuah penawaran bagus, mereka akan membuat sebuah orb kosong tanpa atribut dan Yi Lei sendiri yang memasukkan elemen petir kedalamnya. Pada prosesnya, dia sama sekali tidak tidur satu minggu penuh, untungnya hasil yang dia dapat cukup memuaskan.


Shin membuat sebuah tatapan dan ekspresi aneh di wajahnya, dalam pemikirannya dia sama sekali tidak bisa memikirkan cara Yi Lei menyerang dengan benda yang disebut 'orb' ini.


Melihat gelagat Shin yang sedikit bingung ini, Yi Lei mulai menjelaskan lebih jauh lagi. "Cara menggunakannya tentu sangat lain daripada senjata konvensional. Pada dasarnya, sebuah orb hanya meningkatkan kontrol dan kekuatan seorang Elemental, serangan mereka sepenuhnya dikerahkan oleh penggunanya. Jika orb lain lebih mengarah pada amplifikasi dan peningkatan kekuatan. Orb milikku ini berpusat pada efisiensi dan konsumsi. Kekuatan serangku memang lebih lemah tapi soal stamina tempur tiada yang bisa menandingiku." Jelas Yi Lei. Dia sebenarnya bisa memilih untuk membuat orbnya memiliki efek amplifikasi, namun karena perannya sebagai pendukung dan bukannya ujung tombak dari ahli master kekaisaran, pilihan efisiensi dan konsumsi sangat tepat dilakukan.


"Jadi begitu, orb ini telah menambah pandanganku jadi lebih luas lagi."


Yi Lei tidak merespon dan langsung mengaktifkan orb yang menggantung di depannya ini, cahaya listrik dan petir kebiruan menyeruak memancar dari orb tersebut. Lama-kelamaan bentuk orb semakin pudar dan meninggalkan sebuah bola listrik yang memiliki tegangan tinggi.


BZZTT...BZZTT


Orb melayang-layang indah dan hanya begitu saja jika dilihat menurut sudut pandang orang lain. Bagi sang pemakai tentu rasanya jauh berbeda, mereka akan merasakan efek positif dari orb tersebut secara langsung. Efisiensi Yi Lei dalam menggunakan Aura juga ditingkatkan cukup banyak. Walaupun berpusat pada efisiensi dan konsumsi, bukan berarti orb milik Yi Lei tidak punya amplifikasi dan kontrol, dua aspek itu adalah dasar dari segala orb. Hanya beda fokus yang dititikberatkan pencipta serta penggunanya saja.


Yi Lei merentangkan kedua tangannya kedepan seraya menggunakan aura petirnya untuk menciptakan sebuah serangan. Segera, sebuah lubang kebiruan muncul didepannya namun masih belum ada serangan yang keluar, Yi Lei masih ingin menambah konsentrasi Aura yang terkandung didalamnya.


Shin masih tetap tenang walau aliran listrik sudah mulai menyetrum dirinya, dia memiliki keuntungan dalam hal senjata dan tubuh fisik!


BZZZT...


Seketika, lima buah ular petir keluar dari lubang biru yang merupakan serangan pertama Yi Lei. Tiap ular memiliki ukuran yang kecil memang namun kekuatan dan kecepatan yang dimilikinya tak bisa sebanding dengan ukurannya. Kelima ular meliuk-liuk dan menari di udara kosong seraya menerkam ke arah Shin dengan rahang yang terbuka, mencoba mengirimkan bisa berupa petir yang mengerikan.


Dilain sisi, Shin membawa keyakinan mutlak menerima tiga serangan dari Yi Lei. Dia menggenggam Arhat Staff kuat dan bergerak ke depan menghampiri ular-ular petir yang siap membunuhnya.


Sekejap mata kemudian keduanya sudah berada dalam radius lima meter, lima ular petir berpencar dan menerkam Shin dari lima arah yang berbeda. Shin memasang senyum samar di bibirnya kala melihat adegan ini.


Dia mengangkat Arhat Staff dan langsung mengayunkannya pada ular yang ada di sebelah kanan dirinya, suara teredam terdengar diiringi dengan menghilangnya salah satu ular yang tampak mengerikan ini.


Benar kata Yi Lei, kekuatan serangnya ada di bawah Suo Qing dan Yun Xiao, terbukti satu ayunan Shin bisa dengan mudah menghancurkan serangan ini. Namun dia tidak bisa bersantai, masih ada empat ular lagi yang tersisa untuknya.


Dari sisi kiri, atas, depan, bawah, semua ular petir Yi Lei sudah berjarak sangat dekat dengan tujuan akhirnya. Shin melengkungkan bibirnya dan mengayunkan Arhat Staff kesegala arah, masing-masing mengarah tepat ke ular-ular ini, biar kecepatan ular-ular listrik ini cepat, gerakan mengayun Shin jelas menang jika dibandingkan.


Sesuai ekspektasi Shin sebelumnya, saat ular-ular petir menerkam Arhat Staff, mereka langsung menghilang dan kekuatan serangnya direduksi banyak sekali. Tak lain ini adalah sifat alami petir dan kayu, yang mana artinya kayu bukanlah konduktor petir sama sekali! Sebuah keunggulan senjata yang Yi Lei tidak bisa selesaikan. Sebuah hukum alam yang siapapun didunia ini tidak bisa langgar, listrik tidak akan mengalir dengan baik pada kayu. Hal yang Yi Lei sendiri juga sangat jelas tentangnya.


Yi Lei mengerutkan keningnya ketika melihat serangannya ditangkis begitu mudahnya oleh Shin. Biarpun kayu tidak bisa mengaliri listrik dengan baik harusnya kayu masih bisa hancur oleh kekuatan dan gaya yang dikandung oleh serangannya, bahkan dua ratus kayu besi akan hancur karena satu ular petir ini saja. Namun, perbedaan kualitas senjata lagi-lagi memainkan peran disini. Ultimate Jade Sword sekalipun tidak akan bisa meninggalkan sebuah goresan kecil di permukaannya, apalagi serangan biasa Yi Lei kali ini.


"Aku terlalu meremehkanmu, terutama senjatamu itu. Kau memang layak mendapatkan serangan ini!"


Yi Lei kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas layaknya sedang menyembah, segera awan hitam berkumpul dalam radius beberapa km, menjadikan hari yang masih siang dan cerah ini gelap dan kelam laksana malam hari. Raungan petir yang mengerikan serta mengguncang jiwa siapapun terdengar sangat kuat, bak sebuah murka dari langit. Cahaya kebiruan tampak berkerlap-kerlip dari balik awan hitam indah, layaknya tarian sang dewi guntur yang menghibur kelamnya malam ini.


"Lei! Kau kan tidak punya serangan yang lebih kuat lagi, apa maksudmu menggunakan Falling Dragon Thunderfall di serangan kedua ini!?" Teriak Suo Qing cukup emosi. Proses semacam ini dia memang mengetahuinya, dan hanya satu serangan yang cocok dengan karakteristik seperti ini. "Falling Dragon Thunderfall" namanya, serangan terkuat Yi Lei yang mana harus mengakibatkan The Five Devils harus bergandeng tangan untuk melawannya. Berbeda dari serangan Yi Lei yang lainnya, serangan ini tidaklah lemah sama sekali. Bisa dibilang, skill ini setara dengan Jade Sword River milik Suo Qing!


"Kau perhatikan saja Qing! Serangan terakhir pasti memberimu sebuah kejutan." Kata Yi Lei masih mempersiapkan serangannya. Dia melengkungkan bibirnya membentuk sebuah senyum dingin seraya mengucapkan kalimat yang tidak kalah dinginnya dengan sebongkah es, "Nak Shin, ini adalah serangan terkuat milikku. Tidak ada fasad atau misteri dibaliknya, pernyataan ini seratus persen benar." Dalam kalimatnya, ada sebuah rasa yang sering dirasakan Shin selama dua tahun di Border Forest. Dan itu adalah fasad serta tipu daya yang menyesatkan!


Menghadapi krisis ini, Shin dihadapkan sebuah dilema yang hebat. Pertama, dia sadar bahwa biarpun Arhat Staff bukanlah konduktor listrik yang baik,  jika dia menangkis petir ini menggunakan Arhat Staff, dia masih akan terluka parah. Dan pada saat serangan ketiga dilakukan Yi Lei, dia tidak akan memenangkan pertukaran serangan ini.


Shin juga sadar bahwa serangan ini adalah yang terkuat yang Yi Lei punya dan dia pun masih memiliki sebuah Arhat Absolute Strike yang belum digunakan. Hanya saja, jika dia menggunakannya kali ini, dia tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi pada pertukaran terakhir. Serangan kedua Yi Lei sangat kuat, namun serangan ketiganya sangat misterius. Bahkan Suo Qing sendiri pun tidak tahu apa yang akan Yi Lei pakai untuk serangan ketiganya. Sebuah pertaruhan hebat, sebuah penentuan yang akan menentukan jalan atau tidaknya rencana yang sudah susah-payah dia susun. Dan akhirnya pun sama, dia akan gagal dalam pertukaran serangan ini.


Sebuah pertarungan yang Shin sendiri tidak yakin bisa menangkan. Bukan pertarungan fisik biasa, tetapi sebuah pertarungan pikiran antara siapa yang lebih licik dan siapa yang lebih pandai mempermainkan musuhnya.