Lone Hero

Lone Hero
Kemenangan Sulit



Silverback wolf kembali ke posisi semula dan langsung menyerang Shin yang terluka dengan sebuah gigitan kejam, taring-taring yang seolah terbuat dari perak murni dijulurkan keluar dan seakan bisa menghancurkan apapun. Shin memantapkan langkahnya ke bumi dan bersiap membalas serangan ini dengan pukulan. Shin menggunakan kuda-kuda paling kokoh miliknya dalam serangan ini, ditambah dengan aura miliknya, kekuatan dari serangan ini bahkan ahli duniawi juga akan kesulitan menahannya. Tinju emas berhadapan dengan taring perak, dua serangan yang sangat mengerikan ini menimbulkan sebuah ledakan keras.


Creack!


Sebuah retakan mengalir di taring perak itu, tinju milik Shin lebih kuat dari taringnya. Silverback wolf lalu mundur beberapa langkah ke belakang dan Shin masih mantap ditempatnya. Shin sedikit kecewa dengan efek kerusakan pukulannya ini, dia setidaknya berpikir bahwa taring itu akan langsung patah dalam satu serangan, dia terlalu menilai rendah silverback wolf ini. Sebagai beast level 4 serta alpha dari puluhan beast level 3 bagaimana bisa dia jadi sangat lemah.


Silverback wolf berlari menuju Shin sekali lagi, sepertinya beast ini sudah kehilangan kewarasannya dan sepenuhnya fokus pada pembantaian.


Melihat tindakan bodoh silverback wolf, Shin tidak bisa tidak berkomentar.


"Apa kau ingin taringmu itu patah!" Shin tetap dalam posisinya dan tidak berniat berpindah.


SRRK!


Duri di punggungnya bergerak dengan lembut hingga menimbulkan suara gesekan, Shin mengernyitkan dahi saat melihat gesekan itu, terakhir kali dia melihatnya bukan kenangan baik yang membekas. Silverback wolf menggulung dirinya sendiri dan menembakkan beberapa duri pada Shin, dia sudah memperkirakan kejadian ini dan sudah bergerak menjauh. Shin tidak berani mendekatinya karena tipu daya yang mungkin terjadi.


Setiap kali silverback wolf menembakkan durinya, pertahanannya juga akan semakin rapuh, Shin menyadari ini dan memancingnya untuk terus melancarkan serangan ini hingga tidak ada lagi duri di punggunggnya, barulah saat itu terjadi Shin bisa membunuhnya dengan mudah. Tapi rencananya tak akan berjalan dengan mulus.


AWOOO!


Silverback wolf melolong dengan keras yang bahkan terdengar dalam jarak puluhan km! Shin menunjukkan wajah tidak senang dengan lolongan ini, dia sadar bahwa bukan hal yang baik yang akan datang dari lolongan ini.


"Sial, mungkin saja dia akan memanggil kawanan silver wolf lain!" Sebagai alpha dari silver wolf tentu saja dia bisa memanggil kawanan lain dan memerintahnya. Jika ini dibiarkan lebih lanjut Shin akan berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan.


Shin menyerang saat silverback wolf melolong tidak membiarkannya memanggil lagi. Kali ini pukulannya dengan telak mengenai kepala dari silverback wolf dan langsung membuatnya mundur belasan meter. Saat Shin akan menyerang lagi tanah pijakannya sedikit bergetar dan terdengar lolongan dari arah silverback wolf, mereka sudah datang!


Lolongan gabungan dari puluhan silverwolf bahkan membuat bumi dan langit bergetar karenanya, keuntungan satu lawan satu sudah berakhir dalam sekejap. Shin yang terluka dan kelelahan akan kesulitan membunuh mereka semua, Shin bisa memilih untuk lari tapi dia tidak akan pernah melakukannya sebelum tujuannya tercapai! Untuk menduduki puncak dunia kesulitan semacam ini harus dilalui olehnya.


Ada sekitar dua puluh silver wolf yang memenuhi panggilan sang alpha, meski jumlahnya lebih sedikit tapi kondisi Shin juga tidak berada dalam kondisi terbaiknya. Sebelumnya dia selalu membunuh dengan satu serangan yang merupakan teknik dari bagian niraya, sekarang dia tidak bisa one hit kill seperti sebelumnya lagi.


Kawanan silver wolf dengan cepat menerjang Shin dan pemimpinnya tetap mengawasi dibelakang, memulihkan diri serta membuat lawannya melemah.


"Sia-sia saja aku memberi hormat padanya tadi." Yang dia harapkan sebelum nya adalah sebuah pertarungan hidup dan mati yang adil, penambahan pasukan ini sangat merusak keinginannya itu.


Shin menerima luka cakaran dan gigitan di seluruh tubuhnya, napasnya tidak beraturan dan bajunya sudah compang-camping menunjukkan luka ringan tapi banyak diseluruh tubuhnya.


Rencana awalnya untuk langsung membunuh silverback wolf dia buang jauh-jauh. Saat mereka bertarung untuk melindungi pemimpin, mereka menjadi lebih ganas dan tidak takut mati, tak peduli separah apa mereka terluka para silver wolf ini akan terus bangkit sampai mereka mati.


Setelah satu jam akhirnya silver wolf terakhir dia bunuh dengan pukulannya. Tinju miliknya bahkan sampai meneteskan darah. Bajunya sudah ia lepaskan karena rusak dan menunjukkan badan yang terluka banyak sekali, auranya sangat lemah hingga tak terasa, seluruh tubuhnya gemetar karena luka dan lelah dan napasnya menjadi tak beraturan dan berat, seluruh tubuhnya dibasahi oleh darah dan keringat, baik miliknya atau milik silver wolf. Bekas pertarungan semacam ini terlalu kejam bagi seorang bocah 10 tahun.


Shin terus bertarung selama dua jam penuh dan belum istirahat. Tapi dalam kondisi yang sangat rentan ini masih ada satu lawan yang harus dia bunuh.


"Apa kau akan memanggil mereka lagi!" Shin menatap silverback wolf yang memandangnya rendah dan hina.


Silverback wolf tidak melolong lagi dan langsung menyerang Shin dengan cakarnya, Shin dengan paksa memaksakan tubuhnya untuk memeras tenaga sampai tak satu ons pun dia lewatkan. Shin memasang kuda-kuda dan menyerap aura bumi hingga batasnya. Seluruh tubuhnya berwarna kehijauan dan aura kehijauan ini langsung dia kerahkan menuju tangan kanannya. Dia mengaktifkan aura yang tersisa sedikit dan Focussed Aura Control miliknya dalam satu serangan. Saat tinju dan cakar beradu Shin berada diatas angin, silverback wolf didorong mundur olehnya puluhan meter.


Shin memaksakan kakinya yang gemetaran melakukan Earth Step. Semua aura miliknya sudah berpindah ke kedua ujung kakinya, dia dengan cepat berada didepan silverback wolf yang masih terlempar dan langsung menendangnya, belum sempat mendarat, silverback wolf diterbangkan sekali lagi. Saat Shin akan melonjak lagi, dia sudah mencapai batasnya.


"Sial, kenapa harus di situasi kritis ini kau berhenti! Apa semua kerja kerasku sia-sia?!" Shin marah dan mengutuk dirinya sendiri.


Silverback wolf terkusruk dan meninggalkan bekas seretan belasan meter. Dirinya terjatuh dan merupakan target yang mudah untuk dibunuh, tapi Shin bahkan tidak memiliki kekuatan untuk bergerak apalagi membunuhnya.


"Aku butuh kekuatan!" Shin yang mematung dengan gila-gilaan menyerap aura bumi kedalam tubuhnya, seluruh tubuhnya dipenuhi warna kehijauan yang tampak sangat kuat, intensitas ini adalah yang terbanyak yang pernah dia serap. Tapi jika dia menyerap terlalu banyak tubuhnya tidak akan bisa menampungnya dan bisa "meledak". Dengan intensitas seperti ini Shin hanya menyimpan sebuah bom waktu di tubuhnya.


Shin menggunakan earth step dengan aura bumi yang merupakan bom waktu ini. Setelah dia mencapai silverback wolf yang terjatuh ini seluruh aura ia pindahkan ke tinjunya.


"MATI!"


Crat!


Shin selalu menyerang tempat yang sama yaitu kepalanya, dengan kerusakan yang menumpuk ini pertahanan di tempat itu menjadi lebih lemah. Serangan pamungkas ini tidak akan berhasil jika dia tidak melakukan ini sebelumnya.


Silverback wolf, telah mati ditangannya. Tapi harga untuk ini bahkan lebih mahal lagi!