Lone Hero

Lone Hero
Pertempuran



Assasin akan tiba dari arah kiri pasukan belakang, sedangkan pasukan belakang tetap mengarah ke barat laut untuk berkumpul kembali dengan pasukan depan, dua jam mereka harus bisa bertahan, atau satu jam jika mereka tahu kedatangan Taiyang.


Dalam kegentingan, waktu berjalan dengan cukup cepat, sepuluh menit sudah berlalu sejak saat pertama mereka memulai.


"Apa ini?" Chen Qi menangkap sesuatu dengan Aura Sensenya, "I-Ini kabar gembira!" Dia tanpa sadar berkata dengan penuh kegembiraan, wajahnya yang tua dan layu sungguh tidak cocok dengan hal itu. Tak ayal, perilakunya ini langsung membuat dua orang lainnya penasaran.


"Ada apa? Apa yang kau tangkap dengan Aura Sensemu? Tapi sepertinya ini bukan tentang posisi musuh," ucap Gao Shun hanya berselang beberapa detik saja, mereka saat ini sedang membagi tugas: Luo Ran berbekal pengalaman seluas samudera bertugas untuk mengambil alih komando, segala keputusan ada di tangannya; Chen Qi dengan kemampuan yang mumpuni bertugas mengawasi keadaan sekitar dengan Aura Sense; Gao Shun sebenarnya punya tugas yang mirip dengan Chen Qi, bedanya dia ditujukan untuk menentukan letak maupun arah kedatangan para pembunuh itu, dia yang tugasnya paling berat di sini. Dan dengan raut muka dan serta nada gembira Chen Qi, Gao Shun jelas adalah yang pertama kali bereaksi.


"Memang bukan tentang posisi musuh tapi ini jelas sama bagusnya. Dapat kurasakan... Taiyang menuju ke sini dengan kecepatan tinggi, setidaknya itu setara dengan yang Nak Shin miliki! Dengan begini, kita hanya butuh lima puluh menit sebelum dia tiba." Chen Qi sama sekali tidak bisa menyembunyikan jejak kebahagiaan di wajahnya, perbedaan satu jam waktu adalah perbedaan yang sangat jauh dalam kondisi seperti ini.


Selain Chen Qi itu sendiri, kedua orang sisanya juga mengangguk puas. "Bocah itu sudah membantu kita, kita harus berterima kasih padanya nanti," kata Luo Ran dengan raut muka yang sama bahagianya. Dia adalah dalam generasi yang sama dengan Taiyang, otomatis jumlah kematian yang dia alami kurang lebih sama; dia sama tidak mau merasakannya lagi.


Di sisi lain, walau Gao Shun juga menampilkan sebuah kebahagiaan, ada beberapa kepahitan yang masih tertinggal di dalamnya, informasi ini bukanlah apa yang ia butuhkan. "Para pengecut itu pandai sekali menyembunyikan diri, jika kita tidak berhati-hati, mau mereka semua tiba dalam setengah jam sekalipun kita akan tetap binasa!" Jelas, dia adalah orang yang menerima beban mental terbesar, perannya adalah yang terpenting di sini. Jika pasukan diserang secara tiba-tiba, maka itu salah dia.


"Tak usah terlalu berlebihan, itu akan mempengaruhi hasilnya." Luo Ran segera menegur Gao Shun, dia adalah komandan sementara, sudah sepantasnya dia memastikan semua berjalan sempurna.


"Dimengerti!" Gao Shun segera menarik diri ke tengah pasukan kembali, di sana dia bisa mendapatkan ketenangan yang dia butuhkan. Memikirkan segala kemungkinan dan mengaitkan semua kejadian, sembari menerima informasi yang rutin dikirimkan Chen Qi tiap menitnya.


Luo Ran segera memasang wajah puas, segala hal sudah sesuai dengan keinginannya, dan ini adalah usaha tertinggi yang dia bisa untuk menyelamatkan nyawa pasukan belakang, kecepatan benar-benar yang setiap ahli bisa tanpa memengaruhi formasi, semua senjata sudah diangkat dan Aura Sense sudah disebar ke segala arah. Tapi dia hanya bisa berusaha, apakah dia dan pasukannya akan selamat, bukan dirinya yang menentukan.


"Great Sun Army sudah dalam fase terakhir masa-masa kejayaannya, sudah sepatutnya pasukan tua semacam kita digantikan oleh yang lebih muda. Tapi sayangnya, Qin tidak akan pernah membiarkan Matahari Besar untuk terbenam...." gumam Luo Ran dengan suara sangat rendah, maknanya sangat dalam, dia juga sudah lelah dengan semua omong kosong tentang peperangan, pun juga dengan semua rekan-rekannya tak terkecuali Taiyang. Mereka lelah, muak, kenyang, dan sudah cukup tentang semua ini, sudah saatnya mereka pensiun dan menikmati sisa-sisa hidup yang habis untuk abdi negara. Sayangnya... itu semua tidak akan mereka rasakan.


'Zhuge Chansheng, masa depan Qin sepenuhnya tergantung padamu,' batin Luo Ran dengan penuh harap. Qin, dia tidak mau itu hancur setelah generasinya berakhir.


Dengan cepat, sepuluh menit lagi berlalu. Tidak banyak perubahan terjadi dalam rentang waktu singkat ini, Chen Qi terus mengirim informasi namun Gao Shun sepertinya semakin stress seiring waktu berjalan, dahinya berkeringat dan wajahnya sungguh tidak enak dipandang. Dia masih belum mendapatkan hasil apa pun. "Kau sungguh tidak punya hal lain lagi untuk diberitakan, Chen Qi?" Gao Shun bertanya dengan penuh harapan, kondisinya saat ini semakin menyulitkan dirinya saja. Tekanan datang silih bergantian dan untungnya dia masih bisa bertahan selama ini.


Memandang Gao Shun yang sangat kepayahan, Chen Qi hanya bisa menggelengkan kepalanya lemah. "Maaf, selama ini tidak ada informasi lain yang kudapatkan, semuanya sunyi senyap, bahkan dalam hutan sekalipun sama sekali tidak ada pergerakan." Ini sama membuatnya kecewa juga.


"Sialan! Jika seperti ini terus hanya setelah kita berjarak satu kilometer dari mereka, arah mereka dapat diketahui. Dan itu sungguh sangat telat untuk melakukan manuver apa pun." Itu adalah bentuk dari keputusasaannya kali ini. Mengenai kalimat terakhirnya, asal ada Taiyang jarak bisa diperpanjang hingga lima km, meski hanya bisa mengulur waktu satu-dua menit saja, itu masih jauh lebih baik.


Luo Ran hanya bisa tersenyum pahit, dia tidak mampu berbuat banyak dalam hal ini, semuanya tergantung daripada kemampuan Gao Shun saja, apakah mereka akan selamat atau binasa, itu tergantung dirinya.


Lima menit sudah berlalu, Chen Qi yang dicerca tuntutan untuk memberikan informasi berguna oleh Gao Shun merasa tidak bisa menyanggupinya, apa yang ia lihat dan rasakan benar-benar kosong, tidak ada apa-apa dalam radius beberapa ratus km dari sini. Tetapi, dia tidak mau membuat Gao Shun kecewa dan semakin terpuruk, hanya saja, dia tidak tahu bagaimana cara melakukannya. Mencoba membantu, dia mulai menjelaskan geografi di sekitaran sini.


"Tidak, tidak, lebih baik kau hentikan saja ocehanmu itu. Semuanya sudah kupikirkan matang-matang sejak tadi. Hanya saja, ada di mana para badjingan pengecut itu bersembunyi!" Gao Shun sudah emosi berat saat ini, jika dia tidak dalam situasi genting, salah satu anggota Great Sun Army sudah berubah menjadi target pelampiasan emosinya.


Chen Qi tidak terlalu mempermasalahkan sikapnya itu, wajar dalam kondisi seperti ini dia seperti itu. Karenanya, dia sekali lagi memejamkan matanya dan menyebar Aura Sense, sayangnya tepat setelah dia menutup mata seekor burung menabrak dirinya.


"Burung sialan! Apa kau tidak lihat kami sedang dalam bahaya!?" Dia segera mengoceh, menjadikan burung tak berdosa ini objek pelampiasan kekesalannya.


"Burung?" Gao Shun yang ada di sisi paling kanan dari ketiganya mulai merenungkan soal sesuatu, pikirannya kembali berjalan dalam efektivitas puncak, dia sepertinya mendapatkan beberapa pencerahan saat ini. "Chen Qi, sebar kembali Aura Sensemu dan perhatikan pergerakan burung-burung di hutan, cepat!"


"Haah... haah... di hutan sisi kanan kita hanya ada beberapa koloni burung yang bermigrasi, dari depan mereka berhamburan karena kedatangan pasukan depan, dan dari barat mereka beterbangan ke arah kita entah apa alasannya. Apa kau puas?" Jika Gao Shun masih tidak puas, Chen Qi tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk membantu, Aura dalam tubuhnya sudah mencapai batas pemakaian yang tidak akan mempengaruhi kecepatan.


"Ya," angguknya. Dia menampilkan sebuah perubahan besar dalam wajahnya, itu dipenuhi rasa lega dan sebuah senyum lebar ditunjukkannya. "Mereka akan datang dari sisi kiri kita!' ucapnya sungguh percaya diri, memaparkan hasil yang sejak dua puluh lima menit ke belakang ia nanti-nantikan.


"Kerja bagus, sekarang kalian berdua pulihkan dulu kekuatan kalian, mulai dari sini, akan jadi bagianku!" Dengan lambaian lengan bajunya, Luo Ran memerintah pasukan. Dengan patuh Chen Qi dan Gao Shun mundur ke tengah formasi sedangkan dia sendiri menoleh ke arah kiri. Meskipun dia tidak jelas tentang kapan para assasin itu akan tiba, hanya mengetahui arahnya saja sudah membuatnya lebih lega.


Niat membunuh para assasin pasti tidak bisa disembunyikan secara sempurna, itu akan bocor sedikit dan pastinya menakuti hewan-hewan di hutan. Para burung adalah contoh paling mudah, dengan menebak pergerakan mereka, arah kedatangan para ahli yang bersembunyi akan dapat ditebak. Walaupun ada beberapa persyaratan khusus untuk bisa melakukannya, dan cara ini juga dapat ditemukan Gao Shun dalam waktu singkat menggunakan kelicikan yang ada dalam kepalanya tersebut, tanpa hal itu bahkan Luo Ran sekalipun akan luput tentang bukti kuat ini.


"Pasukan! Bentuk Formasi Perisai kiri!"


Dengan informasi ini, Luo Ran jadi optimis dengan keberhasilan, dia mengatur formasi pasukan kembali untuk menempatkan sepuluh yang terbaik di kiri dan yang lebih lemah berada dalam lindungan sepuluh itu. Sebuah formasi pasukan yang ditujukan untuk situasi seperti ini, keuntungannya jelas adalah pertahanan satu sisi yang kokoh dan hampir tidak tertembus, namun sangat jelas juga kalau ini lemah kala dikepung dari dua sisi. Manuver dapat dilakukan dengan cepat dan selain itu, tentu saja dia akan mengarahkan pasukan belakang untuk bergerak sedikit belok ke kanan; menjadikan situasi kejar-kejaran yang akan mengulur waktu yang cukup pasukan depan dan Taiyang akan segera mengerti maksudnya. Dan dengan keberhasilan Gao Shun, semua pasukan belakang mendapatkan keberhasilan juga.


Melihat formasi pasukan sudah berganti sesuai keinginan, Luo Ran hendak membelokkan pasukan, dan dari awal dua menit sudah berlalu.


"Musuh akan datang dari kiri-"


"Kau memang benar!"


BOOOOOOM!!


Secara tidak terduga, ledakan besar yang melahap semua pasukan belakang ke dalamnya tiba-tiba meletus. Itu tercipta dari sepuluh buah bom api yang jelas assasin ini tidak bisa banyak-banyak karema tidak mau terkena dampaknya juga. Gabungan sepuluh bom api sangatlah mengerikan, ledakannya sangat keras hingga bisa didengar Taiyang. Mereka melemparkan dari kiri yang mana di sana terdapat sepuluh ahli Master mendalam, itu langsung menghantam formasi yang menyebabkan semua pasukan belakang terpental seribu meter.


Untungnya Luo Ran adalah ahli berpengalaman, setelah dia memerintah untuk mengganti formasi dia menyuruh para perisai untuk mengaktifkan Aura Shield mereka, oleh karena itu serangan dadakan kali ini tidak terlalu merugikan mereka. Lima orang yang dilindungi termasuk Chen Qi dan Gao Shun dapat dengan tenang menerima sisa-sisa ledakan, kondisi mereka lebih baik. Tidak ada yang terluka berat bahkan yang bertugas sebagai pelindung, jelas, kualitas armor emas ini bukanlah biasa-biasa saja, itu hanya tergores saja setelah ledakan besar tadi.


Di kejauhan, Taiyang menatap ledakan dengan sangat dalam dan khawatir. "Sudah dimulai ya, Nak Shin, apa kau bisa lebih cepat lagi?"


Shin, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya, setelah menggunakan Kekuatan Mental untuk mengejar ketertinggalan, dia tidak bisa melakukan hal serupa tanpa ada ketenangan batin dulu. Bahkan saat ini, Shin menderita sakit kepala yang cukup intens. "Aku minta maaf, ini sudah batasku." Mendengar ini, Taiyang hanya menghela napas panjang.


"Bunuh mereka semua! Jangan biarkan satu pun dari mereka lolos!" Assasin yang merupakan ketua mereka, yang berlari paling depan sebelumnya, berteriak dengan keras, setelah serangan awal mereka yang bisa dibilang gagal, mereka harus menjalankan sisanya dengan baik.


Dengan segera total tiga puluh sosok berjubah hitam seutuhnya bermunculan dari dalam hutan dan bergegas menuju arah di mana pasukan belakang Great Sun Army terpental. Membawa serta berbagai senjata rahasia bersamanya; bersiap untuk pertempuran hidup dan mati!


"Angkat senjata kalian lagi dan bentuk Formasi Matahari Besar dengan aku sebagai intinya!' Luo Ran segera memulihkan komando. Formasi Matahari Besar adalah yang tertinggi yang Great Sun Army miliki, mereka akan menjadi satu kesatuan utuh yang tidak mungkin akan dipisahkan, kekuatan dari lima belas ahli di sini seperti melebur menjadi satu meskipun sebenarnya mereka tidak menggunakan Battle Will. Dan 'inti' yang dia maksud, itu adalah orang yang bertugas paling berat, memimpin semua ahli ini dan memerhatikan banyak hal selama pertempuran berlangsung, tanpa ada inti, formasi pasukan ini tidak akan berjalan dengan baik.


Segera, mereka berdiri di atas tanah dan berkumpul kembali dalam barisan yang renggang dan jarak cukup lebar, namun dengan campur tangan Luo Ran, ini sebuah pasukan utuh. Dia mengangkat tombak berbilah emas dengan bentuk huruf V terbalik itu tinggi. Di belakangnya sisa pasukan sudah berbaris dengan rapih dan tampak sangat gagah perkasa, tidak dapat dikalahkan dengan apa pun. Dia menarik napas panjang hingga dadanya menggembung.


"GREAT SUN ARMY! SERANG!!"