Lone Hero

Lone Hero
Keluarga



Shin yang terluka dan sangat kelelahan sudah sepenuhnya pasrah pada nasibnya sendiri, dia tidak mampu beebuat apa pun lagi namun dia sedikit merasa aneh kali ini. Untuk memastikan keanehan ini, Shin memaksakan untuk membuka kedua matanya dan mendapati dirinya sedang berada di tempat yang berbeda, berpindah dari Scarlet Land Forest ke sebuah ruangan gelap.


Tubuhnya yang lemah tak berdaya terbaring lemah dan tidak mampu beranjak dari sana, namun dia bisa merasakan bagian belakang kepalanya seperti berada sebuah kelembutan dan kekenyalan yang sempurna, itu hangat dan sangat nyaman, membuatnya seperti berada dalam belaian penuh kasih sayang seorang ibu.


Mulai mendapatkan kembali kesadarannya, Shin mulai bergumam, "Apa ini... apa aku berada di surga...?" Shin tidak mati atau pergi ke alam baka, namun benar bahwasannya dia sedang berada di "surga".


Dia sudah dalam kesadaran penuh, dalam posisi berbaring ini dia menatap ke atas dengan lemah, Shin sebenarnya tidak berharap terlalu banyak soal apa yang akan dia lihat nanti, namun saat dia memandang arah di depannya, wajah cantik menawan Zhu Long masuk dalam bidang penglihatannya. Tetapi ada yang berbeda dengan Zhu Long kali ini: dia yang biasanya dingin bak seorang ratu kini memasang wajah lembut, dihiasi oleh sebuah senyuman hangat yang mampu meruntuhkan negara. Namun, visi Shin sedikit terhalang oleh dua buah benda besar yang menggantung di dadanya, meski demikian senyuman indah itu masih dapat dinikmatinya. Shin cukup tidak mengerti dengan semua hal ini dan memutuskan untuk semakin terlelap dalam tidurnya, menghiraukan segala hal yang aneh tapi nyata ini. Namun, rasa lembut di kepalanya tidak akan pernah salah, itu terasa sangat nyata.


Karena rasa tak pernah bohong!


Dalam posisi ini Shin berpikir tentang posisinya dan mendapat tebakan tepat, dia tidur di pangkuannya! Paha yang mulus dan adil itu, yang lebih dari cukup untuk membangkitkan gairah masa muda tiap pria, sekarang berada tepat di bawah kepalanya sendiri! Dia sendiri juga sangat terkejut dengan hal ini.


semua ini terlalu membingungkan baginya, sosok Zhu Long adalah dingin dan jauh menurutnya, saat dia bicara padanya hanya ada rasa dingin menusuk hati, tak mungkin dia akan bisa selembut ini. Membiarkan untuk tidur di pangkuannya sendiri, Shin hanya bisa menganggap semua hal ini hanya ilusi indah semata. Tidak bisa membantu, Shin bertanya, "Ratu, di mana aku sekarang ini?" Shin menyebut Zhu Long begitu karena mengikuti Shen.


"Di dalam Devouring Dragon Vessel atau lebih tepatnya di dalam Devouring Palace, ini adalah tempat tinggal Devouring Master dan aku dulu, hanya orang yang diizinkan olehku yang bisa masuk ke sini, bahkan si Shen itu juga tidak bisa memaksa masuk. Ini adalah tempat teraman di dunia ini, kau tidak perlu khawatir lagi." Dengan tangan putih yang seperti giok itu, Zhu Long menggunakannya untuk mengusap-usap rambut Shin. Sudut-sudut bibirnya sedikit dilengkungkan dalam bentuk senyum samar yang sangat tulus. Dalam wajahnya dapat terlihat jelas bahwa dia melakukan semua ini atas kemauannya sendiri, tidak ada paksaan terlihat di sana.


Merasakan sentuhan sehalus sutra yang menyentuh helai-helai rambut hitamnya, ditambah dengan senyum samar yang menggetarkan jiwa itu, wajah Shin sedikit memerah. Keindahan semacam ini bukanlah sesuatu yang dia bisa tahan!


Akibatnya, Shin menjadi salah tingkah sampai-sampai bertanya pertanyaan tidak berguna, "Lalu kenapa aku bisa masuk?"


"Ara ara... tentu saja karena aku yang membawamu ke dalam sini, jika tidak kau sudah mati beberapa saat yang lalu." Zhu Long menggerakkan tangannya sedikit ke bawah; menyentuh dan mencubit hidung Shin dengan sedikit tenaga, menghukum Shin akibat perkatannya tadi.


Tentu saja, adegan ini sudah mampu untuk membuat bocah itu menyerah, seluruh wajahnya memerah hingga terlihat akan ngebul. Sebagai respons dari cubitan Zhu Long sebelumnya, Shin secara refleks menggelengkan dan menggetarkan kepalanya kuat untuk melepaskan tangan yang mencubit dirinya, namun sepertinya dia sudah melupakan sedang berbaring di mana dia saat ini.


"Mnn! Jangan bergerak... bocah!" Zhu Long seketika mengerang keras sebagai respons dari gerakan yang dilakukan Shin. Akibatnya, wajahnya sedikit merona merah dan nafasnya cukup terengah-engah menjadi berat. Dan tujuan Shin tercapai, tangannya sudah dilepaskan dari sana karena keduanya dipindahkan ke lantai untuk menopang tubuhnya.


Mendengar suara dan reaksi Zhu Long yang sungguh tidak diharapkan, Shin langsung berhenti bergerak dan memberontak lalu berkata, "Ratuku, maaf karena telah bersikap lancang."


Tubuh Zhu Long segera menjadi panas, Shin meronta-ronta tepat di bagian paling "sensitif". Dia menjadi sedikit di luar batas tadi namun untungnya masih bisa dikendalikan. Nafasnya berat dan ia segera menjawab, "Haah... haaah.... Baiklah, tapi ingat tetap diam!" Zhu Long memperingati Shin, suaranya dalam dan dingin menusuk hingga ke tulang, sungguh berbeda daripada suaranya yang sebelumnya. Dia seperti ini karena untuk keselamatan Shin juga. Shin mengangguk dan menjadi patuh saat ini, dia tidak mau mendengar suara menakutkan seperti itu lagi.


Setelahnya Shin memilih untuk diam, Zhu Long sepertinya tidak dalam kondisi yang bagus untuk diganggu, akhirnya ia memilih untuk menunggunya pulih seperti semula, dan itu memakan waktu sepuluh menit penuh. Kemudian, setelah Zhu Long mengatur nafas dan kondisinya, Shin memberanikan diri untuk bertanya, "Ratuku, tempat apa ini sebenarnya, kenapa aku merasa sedikit familiar dengannya?" Sepuluh menit sudah Shin memerhatikan ruangan ini dan dia pun sedikit heran karenanya, dia tidak tahu mengapa tapi sebuah perasaan yang tak bisa dijelaskan--yang sepertinya berasal dari garis darahnya--terasa sangat kuat di sini, seperti... dia bisa merasakan kehadiran ibunya di ruangan yang luas dan mewah ini.


Kembali seperti dirinya yang semula, Zhu Long mengungkapkan sedikit senyuman dan menjawab, "Ratu ini mengenal ibumu dengan baik dulu, dia sering datang ke sini dan melakukan banyak hal, bisa dibilang ini adalah tempat tinggalnya juga. Tidak heran kau bisa merasakan kehadirannya." Perasaan antara ibu dan anak bisa menembus batas-batas yang tak tertembus, meski keduanya sudah cukup lama meninggalkan dunia ini, antara Shin dan mereka... keduanya masih saling terhubung.


Shin merasakan sebuah perasaan aneh saat dia tahu bahwa ini adalah tempat tinggal ibunya dulu, dia hanya pernah bertemu dengannya sekali dan itu pun hanya Klon Aura yang ditinggalkannya saja. Meski begitu, Shin merasa sangat dekat dan akrab dengan ibunya, jadi dengan teman dari ibunya dulu Shin juga merasa sangat dekat dengannya, dan orang itu secara alami adalah Zhu Long.


"Aku memang tidak bisa memberitahumu tentang identitasnya, namun aku bisa memberitahumu tentang hal lain tentangnya. Setidaknya itu lebih baik daripada yang pertama." Suara Zhu Long menjadi lebih lembut dan hangat, sebagai anggota suku naga yang bangga, dia tidak menunjukkan itu sekarang. Dia merasa bahwa dia memiliki tanggung jawab untuk menjadi ibu pengganti darinya, sebagai keturunan dari sahabatnya sendiri dia tidak mungkin kejam terhadapnya, meski umur mereka terpaut jutaan tahun jauhnya namun itu tidak menyurutkan rasa kasih sayangnya.


"Tolong beritahu itu, Ratuku." Shin masih mempertahankan sifat sopan padanya, meski dia merasa bahwa dia memiliki sedikit hubungan dengannnya itu jelas tidak terlalu erat.


"Jangan sebut aku 'Ratu', panggil saja Zhu'er. Si Shen ini telah meracunimu begitu banyak." Zhu Long setelah berkata demikian langsung menatap ke arah depan, matanya menyipit tajam bagai elang yang menatap mangsanya dari jauh. Jauh dari sana, Shen di dalam tubuhnya sendiri tiba-tiba merasakan seluruh tubuhnya merinding ketakutan, entah kenapa tapi dia merasa seperti diawasi oleh predator kejam. Jelas, permusuhan yang dikeluarkan Zhu Long pada Shen akibat mempengaruhi Shin sangatlah kuat.


Zhu'er, nama yang begitu intim jika disebutkan oleh pria mana pun, diperbolehkan memanggilnya seorang seperti Zhu Long dengan alamat yang begitu indah dan dekat merupakan kebahagiaan terbesar setiap pria, dan lagi-lagi ini sudah direbut oleh bocah kecil ini.


Shin terus mengulang nama ini di dalam kepalanya dan dia merasa bahwa nama ini begitu dekat dan akrab dengannya, persahabatan dua generasi, sungguh hal yang sangat aneh. Shin masih sedikit malu dan kesulitan memanggilnya begini, mau bagaimanapun juga Zhu Long adalah leluhurnya dengan umur yang hanya sedikit lebih muda daripada Shen, namun Shin juga tidak peduli akan perbedaan umur yang jauh ini, dia memperlakukan orang sesuai orang memperlakukannya juga.


"Ratuku-" Sebelum bisa melanjutkan kalimatnya, Shin keburu merasakan sebuah tatapan dingin dan mengerikan datang dari atas wajahnya, dia segera menyadari kesalahannya dan memperbaikinya.


"Z-Zhu'er, bisa ceritakan tentang ibuku lebih jauh lagi?" Shin masih kesulitan mengatakan ini, senioritas keduanya bagaikan langit dan bumi, dia merasa sedikit tidak pantas. Namun dengan sebuah senyuman hangat nan indah terpampang di depannya setelah mengatakan ini, Shin menjadi sedikit senang.


Zhu Long, yang pernah dimiliki oleh perempuan terkuat pasa masanya, sekarang dia harus menjadi benda milik keturunan wanita itu tapi tidak ada bentuk penyesalan atau ketidaksenangan apa pun dalam hatinya. Semua ini adalah jalan yang telah langit sediakan padanya, dan dia tinggal melaluinya saja. Dia kemudian tersenyum indah dan dengan senang hati menceritakan pengalaman hidup ibunya bersamanya, dia bercerita lama sekali hingga lupa waktu, anak dalam pangkuannya juga dengan fokus mendengarkan setiap kalimat yang terlontar dari lidahnya, setelah beberapa waktu berselang, cerita akhirnya berakhir dan Shin ingat tugasnya setelah ini.


"Sister Zhu'er, terimakasih karena telah bercerita panjang lebar tentang ibuku. Tapi aku masih punya tugas yang menanti di luar sana!" Shin tidak merasa canggung lagi saat mengucapkan awalan "Zhu'er", setelah mendengar pengalaman ibunya dan wanita di hadapannya ini dia merasa telah bersama begitu lama dengannya, seperti saudara jauh yang baru saja bertemu kembali.


"Jangan buru-buru, lukamu masih belum pulih sepenuhnya, waktu di sini 20 : 1 dengan dunia luar, istirahatlah untuk diriku juga." Zhu Long menjadi lebih perhatian dan sayang pada Shin setelah dia bercerita tadi, segera setelah itu dia mulai memanggilnya, "Shin."


"Ada apa, sister Zhu'er?" Karena panggilan Zhu'er dirasa terlalu intim dan tidak pantas untuknya, Shin menambahkan awalan "sister".


"Tutup matamu dan jangan buka lagi! Jika tidak semua akan buruk bagimu!" ucap Zhu Long sangat bersemangat, entah apa yang dipikirkannya.


Shin tidak bisa mengerti dan mulai menutup matanya, sebenarnya dia juga ketakutan dengan ancamannya. Selama waktu ini, Shin patuh untuk tidak bergerak dari posisinya, jadi saat ini dia seperti sedang tertidur pulas, dengan benak yang dipenuhi rasa penasaran tentang apa yang akan wanita pemilik tempatnya berbaring lakukan.


Lalu tanpa Shin sadari, di atas kepalanya Zhu Long membungkukkan badannya yang ramping, itu mengarah ke bawah dengan mantap. Dengan tangannya Zhu Long menyentuh telinganya sendiri; mencegah rambutnya untuk terurai. Bibir merah indah bagaikan rembulan tergerak bersamaan, melaju dengan mulus.


Dan tak butuh waktu lama kemudian, Shin bisa merasakan sebuah sentuhan dari kening kecilnya itu, rasanya hangat dan beberapa hal yang hanya bisa dirasakannya sendiri, sedikit sensasi berair juga dirasakannya. Dalam adegan ini, perasaan Zhu Long sudah bisa tersampaikan pada Shin dengan sempurna. Tapi bagaimanapun, Shin tetaplah seorang pria, seketika wajahnya memerah namun dia tidak berkata apa pun, bergerak sedikit pun, maupun membuka matanya, dia masih melakukan sesuai perinrah gadis ini.


Zhu Long yang selalu dingin dan kejam terlihat tersenyum bahagia saat ini, lebih daripada yang sebelum-sebelumnya, perasaan ini bukanlah perasaan ditaklukkan namun lebih daripada itu, ini adalah perasaan yang Zhu Long sudah lama tidak rasakan: perasaan memiliki keluarga.