
Tempat ini hampir sama dengan Lembah Kematian saat Shin menuju Kota Yan dulu, bedanya adalah ini sangat luas dan lebar, jarak antara tebing berjarak puluhan meter, tidak ada pohon dibawah sini yang menyebabkan posisi mereka terekspos dengan mudah, apalagi dengan kecantikan Bing Ning'er menyebabkan para bandit diatas tidak akan bisa menahan nafsu mereka. Mau tidak mau mereka berdua harus menyembunyikan Bing Ning'er dengan hati-hati. Tebing ini terbentang sepanjang sepuluh km, jika Shin hanya sendirian dia bisa melewati lembah ini dalam waktu dua puluh menit lebih dengan Earth Run.
Ketiganya bersembunyi dibalik hutan sebelum memasuki lembah untuk menyusun rencana perjalanan.
"Wang Yan, dengan kecepatan maksimal kalian butuh waktu berapa lama untuk sampai?" Waktu yang dibutuhkan Wang Yan pasti lebih lama darinya apalagi dengan Ning'er. Dan ya, inilah batas waktu yang diperlukan untuk kelompok ini bisa sampai.
"Aku butuh empat puluh menit sedangkan Ning'er butuh satu jam. Mau tidak mau kita harus melambat untuk menyesuaikan kecepatannya." Kecepatan mereka saling mempengaruhi, Shin tidak bisa meninggalkan salah satu dari mereka tertinggal dan terbunuh di tempat ini. Bagaimanapun tujuannya adalah untuk mengikuti dan menyelesaikan ujian Grear Sage Staff, akan jadi konyol jika dia gagal karena kecerebohannya sendiri.
"Satu jam ya, itu cukup lama. Tapi mau bagaimana lagi, selama satu jam itu kita harus selalu bersama dan jangan sampai terpisah, jika terjadi hal yang tidak diinginkan kalian berdua larilah lebih dulu. Sebisa mungkin aku akan membeli waktu untuk kalian." Shin harus mengutamakan tugasnya sebagai pengawal, toh dia juga tidak akan mati secara asli.
Srrak!
Ketiganya keluar dari hutan dan berlari berbarengan dengan formasi segitiga dengan Shin didepan. Kecepatan mereka konstan dan teratur, kecepatan ini adalah yang tercepat yang mereka bisa, mereka harus menghemat tenaga sedikit untuk membela diri saat ancaman muncul. Tanah hitam yang kosong ini menyembunyikan bahaya yang teramat besar, entah itu dari atas atau dari depan. Seperti di Falling Dragon Zone, tebing disini landai sehingga bisa dilewati manusia atau kuda, untungnya tanah disini cukup lebar hingga butuh waktu untuk sampai pada mereka.
Berlari di tengah memang pilihan bagus yang masuk akal, mereka akan jauh dari dua sisi tebing yang mana akan memberikan mereka waktu yang lebih lama untuk berlari nantinya. Tapi tidak dengan merrka, kelompok ini berlari mepet ke tebing sebelah kanan dan Bing Ning'er disembunyikan dengan kedua tubuh kedua lelaki ini. Dengan lari diujung setidaknya menghalangi pandangan bandit disebelah kanan untuk melihat Ning'er yang berarti ancaman berkurang. Meski sebelah kiri bisa melihat bebas namun butuh waktu lebih untuk sampai pada mereka. Ide ini diusulkan oleh Wang Yan. Sebuah tindakan yang memang terlihat sangat sederhana walau sejatinya ini sangatlah berguna. Setidaknya, ini sudah menghilangkan ancaman serangan di sisi yang dekat dengan mereka.
Dua puluh menit berlalu dengan tegang dan waspada, mereka tidak menurunkan penjagaan dan mengaturnya pada titik maksimal. Namun perjalanan mereka di Lembah Iblis tidak mungkin semulus itu, di depan mereka bertiga seekor Beast level 4 menghalangi jalan mereka, Shin ingin mencoba kekuatan Great Sage Staff dan menjadikannya objek latihan yang pas.
Tanpa menunggu beast itu menyerang, Shin langsung melesat dan mengayunkan tongkatnya dari atas.
Brak!
Kepala Beast itu langsung tercerai berai dan meninggalkan tubuh tanpa kepala. Tak sampai satu menit pertarungan, hanya sebuah serangan tunggal, seekor Beast sudah menemui ajalnya! Kekuatan Great Sage Staff memang sesuai dengan reputasinya. Shin tidak repot-repot mengambil Beast Core karena memang tidak berguna! Ini adalah dunia proyeksi mental yang artinya dunia ini memang sebuah fiksi, benda di dalamnya pun otomatis tidak akan bisa dibawa ke luar sana. Lagipula Shin sedang dalam ancaman yang cukup besar, bukan hal yang bijak untuk membuang waktu.
Shin langsung kembali ke formasi mereka dan berkata, "Maaf telah meninggalkan kalian. Sebagai pengawal kalian sikap seperti ini memang kurang pantas dilakukan." Dia sendiri yang bilang untuk tidak berpisah tapi dia sendiri yang meninggalkan mereka. Shin memang harus minta maaf. Harus kita akui bahwa dia terlalu semangat soal menggunakan Great Sage Staff ini, untung saja masih belum ada ancaman berarti yang menemui mereka saat ini.
"Jangan begitu saudara Shin, kami bahkan tidak yakin bisa membunuhnya dalam satu serangan, itu telah sangat menghemat waktu kita." Wang Yan berbicara sambil berlari karena situasi yang berbahaya ini.
Dalam dua puluh menit selanjutnya banyak Beast level 4 dan 5 menghalangi jalan mereka namun semua bisa dengan mudah dibantai oleh Shin. Masih belum ada hambatan berarti dalam perjalanan mereka, setidaknya itu harapan mereka.
Drip! Drip! Drip!
Tanah bergetar dan batu bergejolak, suara yang sudah diukir sangat dalam di hati Shin kembali terdengar dan untungnya suara ini terdengar dari arah kiri.
"Bandit! Cepat tingkatkan kecepatan!" Seraya Shin berteriak, kuda yang ditunggangi manusia berkeluaran dari tebing kiri. Mereka seakan terbang dari atas karena kecepatannya yang sangat cepat.
Suara kuda yang meringis dan manusia yang berteriak semangat karena telah menemukan mangsanya. Bing Ning'er telah membawa mereka kesini. Keindahan semacam ini memang seringkali membawa semacam petaka, apabila tidak ada kekuatan kuat yang menyertainya. Apapun alasan para bandit ini datang, semua ini tetaplah ujian dari Great Sage Staff, Shin hanya harus melaluinya saja.
Ada sekitar dua puluh bandit berkuda yang turun lembah ini, kuda berwarna hitam tampak sangat ganas di tangan mereka, sebuah lineup yang bahkan jika diletakkan di luar sana bahkan bisa dibilang kuat. Di belakang mereka ada satu kuda yang mengibarkan bendera hitam dengan naga didalamnya.
Melihat ke arah bendera ini, Wang Yan segera bisa mengenali identitas kelompok bandit ini. "Itu bandit Black Dragon! Cepat lari! Mereka biasanya mengincar wanita yang nekat kesini! Pemimpin mereka adalah ahli Duniawi dan anggotanya adalah ahli Pembentukan yang kuat. Kita tidak akan bisa bertahan melawan mereka." Kalimat Wang Yan telah membangkitkan tenaga yang terpendam didalam tubuh ketiga orang ini. Mereka lari secepat mungkin namun kecepatannya masih kalah dengan kuda dari atas.
Pasukan bandit telah mencapai lembah dan tidak melambat sama sekali, hanya butuh waktu sekejap untuk bisa mencapai kelompok Shin. Seperti kalimat Shin yang tadi, Shin berhenti dan berniat membeli waktu untuk mereka berdua.
"Kalian pergi lebih dulu, aku akan menyusul nanti! Jangan berhenti berlari ataupun menoleh ke belakang, pikirkan dulu nyawa kalian sendiri." Shin memegang Great Sage Staff dengan kuat dan bersiap menahan gempuran bandit ini.
"Ning'er, kau pergi lebih dulu, aku akan disini bersamanya melawan mereka! Saudara Shin pasti tidak cukup kuat untuk menghentikan segerombolan bandit seorang diri." Wang Yan tahu bahwa tidak mungkin untuk Shin mengalahkan mereka semua, bahkan aneh jika dia tidak sadar akan hal ini. Paling tidak, dia tidak ingin kesucian dan pesona surgawi Ning'er dinodai oleh makhluk bengis macam mereka ini.
Ning'er mengangguk dan terus berlari tanpa menoleh ke belakang. Wang Yan mengeluarkan pedangnya dan mengalirinya dengan api, pedang logam kini telah menjadi pedang api yang sangat panas. Ketajaman ditambah panas ini tampaknya bisa memotong apapun seperti pisau panas dengan mentega.
Wang Yan mendekati Shin dan bersiap bertempur.
"Baiklah, tapi jika tidak bisa melawan lagi kau yang larilah lebih dulu! Bagaimanapun nyawamu adalah yang terpenting di sini."
Sebagai respon setuju, Wang Yan menganggukkan kepalanya.
Dalam sekejap pasukan terdepan sudah ada didepan Shin, bandit ini langsung mengayunkan pedangnya menuju Shin dan langsung ditangkis dengan tongkatnya.
Dentang!
Tongkat yang terbuat dari Paramita Divine Wood pastinya lebih keras daripasa logam manapun, setelah pertukaran singkat ini Shin langsung menyerang kaki dari kudanya, bandit diatas langsung tersungkur dan jatuh lalu diselesaikan oleh Wang Yan dibelakang. Strategi ini telah berhasil menyelesaikan sekitar setengah dari bandit ini. Sebuah hal yang sangat memuaskan bisa mendapat hasil sedemikian rupa.
Pasukan bandit tidak berani meremehkan mereka berdua dan hanya menganggapnya sebagai bocah lemah biasa. Sadar apabila tidak ada gunanya juga melawan dua orang ini, Shin dan Wang Yan bukanlah target mereka, Ning'er-lah orang yang mereka inginkan!Bandit ini mengalihkan tujuan mereka menuju Ning'er yang berlari. Kuda segera berlarian kembali dengan kecepatan tinggi.
"Saudara Shin kau hentikan mereka, aku akan membunuh pemimpin mereka! Tanpa adanya sosok pemimpin, para bandit ini hanyalah penjahat yang tidak terorganisasi, jauh lebih mudah untuk dihadapi." Wang Yan memberi usul pada Shin, meskipun memang usulan ini membuat Shin khawatir, tentang dirinya sendiri pastinya.
"Pemimpinnya adalah ahli Duniawi, kau yakin bisa? Jangan terlalu memaksakan dirimu, kehidupanmu berarti masa depanku, itu sama-sama sangat berharga." Wang Yan masihlah tingkat Pembentukan Akhir, meski hanya berjarak satu tingkat tapi perbedaannya seperti langit dan bumi dengan seorang ahli Duniawi.
Kalimat terakhir Shin tentu merujuk pada ujian Great Sage Staff, jika Shin gagal di sini kali ini, dia harus merelakan gagasan jalan pintas untuk bertambah kuat. Bila ternyata Wang Yan hanya berucap kosong dan mati di tangan pemimpin bandit, Shin akan gagal dalam ujian ini dengan lelucon.
"Saudara Shin tenang saja, aku lebih kuat daripada kelihatannya. Seorang ahli Duniawi Awal masih ada dalam batas-batas kekuatanku." Wang Yan sangat percaya diri dengan kekuatannya dan ini membuat Shin tenang. Mungkin saja dia punya trik di balik lengan bajunya. Pun Shin sadar kalau tidak mungkin untuk menghalangi Wang Yan lebih jauh lagi, terlihat jelas di matanya sebuah niat besar yang berapi-api.
"Baiklah, tapi ingat untuk membawa tubuhmu dengan utuh, tidak perlu terlalu jauh untuk membunuhnya." Kata Shin melepaskan Wang Yan.
"Terima kasih."
Segera, Wang Yan menuju tebing kiri tempat di mana pemimpin bandit berada; Shin berlari cepat menuju Ning'er. Dalam sekejap Shin dan bandit sudah berada didekat Ning'er. Tujuan mereka adalah menangkap dan memberikannya pada atasan mereka, meski mereka mau mereka tidak pernah bisa menikmatinya. Paling buruk Ning'er hanya pingsan dan diikat, luka pasti akan mengurangi nilainya dimata para predator ini.
Shin berada disamping Ning'er dan melindunginya, para bandit juga berada didepan Shin mengacungkan senjata mereka.
"Pergilah bocah! Dengan itu aku akan memberi kematian yang cepat!" Bandit paling depan dengan tombak di tangannya bicara dengan kasar pada Shin. Kesombongan dan kebanggaan Shin akan sangat terusik jika dia menuruti kata-katanya.
"Makhluk rendahan seperti kalian tidak akan diizinkan menyentuh dia! Hanya sampah macam kalian ini lebih pantas dengan sesama kalian juga! Tidak pernah ada wanita yang pantas untuk kalian sentuh." Kalimat Shin sontak menyebabkan Ning'er berlindung di baliknya, jika Ning'er lari lagi para bandit pasti akan mengejarnya.
"Serahkan dia dan tongkat milikmu! Atau siksaan yang pedih akan menjumpaimu!" Bandit terus menggertak Shin, kekuatan dari semua bandit disini adalah Pembentukan Akhir, mengalahkan Pembentukan Awal seperti Shin memang sangat mudah bagi mereka. Tapi mereka tidak tahu bahwa lawan didepan mereka menyembunyikan taringnya dengan sangat baik.
"Dalam mimpimu!"
Kemarahan bandit ini sudah memuncak
dan memerintah seluruh bandit lainnya untuk menyerang Shin.
Sepuluh lawan satu, dalam kondisi ini Shin bahkan tersenyum bahagia. Dia memang orang aneh.
"Battle Nirvana!" Selama dua setengah tahun Shin berlatih dengan Shen, dia sudah bisa menggunakan Aura Senjata tongkat. Aura berwarna putih menyelimuti seluruh bagian tongkat, aura ini membawa kesucian dan wibawa kebanggaan para Sage di dalamnya. Shin memutar tongkatnya dengan kedua tangan, gerakan ini dia pelajari dari Shen, tampak tongkat berputar indah di tubuhnya, layaknya sebuah pementasan karya seni sejati. Angin yang disebabkan oleh putaran ini bahkan menyebabkan cadar Ning'er sedikit terangkat, wajah surgawi miliknya bocor sedikit ke dunia luar. Para bandit yang selalu memperhatikannya sampai tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Shin menghentakkan tongkat ke tanah dan retakan menyebar dengan cepat, dia memegang tongkatnya dengan satu tangan dan berkata.
"Majulah sekaligus, aku tidak punya banyak waktu untuk mengurus ayam-ayam seperti kalian!"