
Tangan Shin dibalut perban putih hari ini dan seterusnya, luka yang dialaminya sudah tergolong berat dan harus segera diobati. Mau separah apapun luka dan lelah yang menerpa dirinya, latihan meninju ini tidak bisa berhenti apapun alasannya.
Ada yang berbeda dengan latihan fisik rutin Shin hari ini, dia harus menahan sikap bela dirinya selama 30 menit! Dasar dan fondasi Shin semakin hari semakin kokoh, terbukti dengan pukulan Shin yang sudah bisa meninggalkan sedikit goresan di kayu besi itu. Memang sebuah peningkatan namun sangatlah tidak signifikan, menurut kecepatan perkembangannya saat ini, setidaknya butuh waktu satu tahun untuk bisa melubanginya.
Satu minggu....
Shin terus memukul kayu dengan pose yang sama persis dengan Feng Li, namun dia masih belum menemukan sumber kekuatan yang dicarinya. Perban yang membalut tangannya menjadi compang-camping dan mulai berwarna merah. Perban ini adalah saksi bisu dari perjuangan keras Shin selama seminggu ini. Perilaku Shin yang terlalu pekerja keras hingga menyakiti dirinya sendiri ini menyebabkan Feng Li dan Ying Ai khawatir. Berulang kali mereka menyuruhnya untuk berhenti dan memulihkan diri tapi Shin selalu menolak.
setelah beribu-ribu kali dipukul oleh Shin kayu ini sudah mengalami banyak goresan di permukaannya meski goresan ini tidak dalam sama sekali. Shin mengulang kembali gerakannya, kaki direndahkan, jari kaki mencengkram, tangan dikepalkan, lepaskan serangan. Gerakan ini sudah ia ulangi selama ribuan kali selama satu minggu ini tapi dia masih belum bisa menemukan sumber kekuatan itu. "Kekuatan itu tidak berasal dari gerakan ini tapi kekuatan itu pasti berhubungan dengan gerakan ini!" Setelah ribuan pengulangan, Shin hanya sedikit mengerti tentang itu, dari keseluruhan gerakan ini Shin tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Shin tidak berdaya dengan ini dan kembali melanjutkan latihannya.
Disisi lain Ying Ai juga menemui jalan buntu, dalam satu minggu ini dia masih belum bisa mengendalikan nyala kelima, jika dikalkulasikan menurut kecepatannya bisa terbiasa serta menambah jumlah api, waktu yang dibutuhkan sama sekali tidak kalah dengan milik Shin.
"Tidak akan ada habisnya kalau begini terus. Auraku tidak akan cukup untuk membentuk api ketujuh dan aku tidak punya waktu untuk kultivasi." Ying Ai lebih frustasi daripada Shin karena dia tidak punya cukup aura untuk mengendalikan sepuluh api, mungkin dia harus mencapai tahap duniawi agar auranya memiliki kapasitas untuk itu. Tapi sekarang dia tidak punya waktu untuk itu, butuh waktu hingga satu tahun lebih hanya untuk naik tingkat di tahap pembentukan, apalagi untuk menerobos ke tahap duniawi. Ditambah dengan waktu untuk bisa mengendalikan api miliknya, mungkin dia baru bisa melakukannya setelah dua tahun! Setelah itu terjadi dia tidak akan punya wajah untuk ditunjukkan pada Shin lagi. Ying Ai selalu membentuk apinya seukuran kepalan tangan dan untuk membentuk nyala baru dia harus menjaga kelima nyala itu dengan kekuatan yang sama! Jika terus dilakukan cara ini tidak akan berhasil sampai kapanpun.
"Guru hanya menyuruhku mengendalikan sepuluh api kan!?" Ying Ai dalam keadaan yang sangat fokus sekarang, dia memusatkan pikirannya bukan untuk mencari solusi tapi untuk memahami perintah dari gurunya.
"Master tidak bilang bahwa api itu harus api dari kekuatanku sendiri! Cara ini pasti berhasil!!" Ying Ai bergembira karena telah menemukan cara yang dianggapnya benar, dia mengeluarkan sepuluh kayu bakar dan membakarnya satu persatu. Saat semua kayu sudah terbakar dia mengangkat dan mengendalikan api dari salah satu kayu bakar itu.
Kayu kedua..
Kayu ketiga..
Kayu keempat..
Dia sudah mengendalikan total empat api lain, dan sekarang adalah masa kritis dari tesnya ini, dia mencoba untuk mengendalikan api kelima dengan perlahan. Ying Ai mendekatkan jemarinya pada kayu yang terbakar ini, dia memusatkan pikiran dan menggunakan aura miliknya untuk mengendalikan api yang membakar kayu ini. Perlawanan didapatkannya dan setelah dua menit pergulatan, api sudah ada dalam kendalinya.
"Berhasil!" Nyala kelima sudah ada didalam kendalinya dan melayang-layang disekitarnya lembut.
Ying Ai berhenti mencoba dan membiasakan dirinya dulu dengan lima nyala. Masalah kapasitasnya ini akan dia selesaikan nanti dan sekarang dia masih menyesuaikan dan beradaptasi dengan memecah fokus menjadi lima. Andai saja Ying Ai memiliki buku teknik Focussed Aura Control dan memahami bagian kedua dari teknik ini maka dia tidak perlu kesusahan dengan membagi fokusnya ini.
Satu minggu lagi telah berlalu, perban yang membalut tangan Shin sudah berkali-kali diganti karena rusak dan durasi dari latihannya sekarang meningkat menjadi 40 menit! Dengan semakin terbiasanya Shin dengan bela diri, akhirnya dia samar-samar mengerti tentang konsep bela diri.
"Tubuh adalah senjata, tubuh adalah perisai, tidak ada senjata di dunia ini yang lebih efektif dan efisien daripada tubuhnya sendiri. Pedang dan tombak hanyalah sebuah alat, tubuh adalah senjata sejati! Tubuh manusia terlalu rapuh dan lemah sehingga harus terus dilatih. Tubuh manusia terlalu lemah... hingga dia membutuhkan kekuatan dari luar!" Puluhan ribu kali Shin memukul dan akhirnya mengerti tentang apa itu bela diri. Setelah puluhan ribu pengulangan tubuhnya sudah mengingat dan mengerti apa itu "memukul" yang sesungguhnya. Kayu yang digunakannya sudah rusak permukaannya hingga Shin harus mengganti alat latihannya. Untung Feng Li bisa membuat pil aura jadi kondisi ekonomi mereka bertiga tidak pernah kesulitan. Kayu yang dikeluarkan olehnya kali ini lebih panjang dari sebelumnya karena dia akan membenamkan ini didalam tanah, dengan kekuatan pukulan Shin saat ini akan mudah untuk mendorongnya.
"Tubuh harus meminjam kekuatan dari luar... tapi dari mana?" Shin mengulangi dan memperhatikan sikap ini, "Untuk meminjam kekuatan, tubuh harus bersentuhan dengan sumbernya." Shin terus melanjutkan gerakannya dan mulai merendahkan kakinya.
"Tidak ada yang terjadi, sikap ini hanya memperkokoh pijakanku dan menambah keseimbangan tubuh." Lalu saat Shin mencengkram tanah dia merasa ada yang aneh, "Eh, kenapa aku harus mencengkram tanah dengan kuat? Dan kenapa juga ada jeda sebelum memukul?" Shin baru menyadari keanehan dari sikap ini.
"Apa gunanya mencengkram dan jeda sebelum memukul, jika hanya untuk menguatkan langkah sudah dilakukan tadi. Jeda ini juga untuk apa. Tubuh harus meminjam kekuatan... sumber kekuatan harus bersentuhan dengan tubuh.... mencengkram tanah.... jeda sebelum serangan." Setelah mengulanginya sekali lagi Shin mengerti tentang maksud dan tujuan dari sikap memukul ini.
"Mencengkram tanah... Meminjam kekuatan dari bumi! Jeda dengan kepalan.... Menghimpun kekuatan dalam satu serangan! Akhirnya aku mengerti, kaki yang rendah ini bermaksud menguatkan fondasi langkah dan memudahkan kekuatan dari bumi untuk mengalir, kekuatan dari bumi ini harus dikumpulkan dalam satu kepalan dan ini membutuhkan waktu! Jika aku tidak mengulanginya puluhan ribu kali aku mungkin tidak akan pernah mengerti. Kekuatan hanya datang setelah kerja keras!" Shin mengulangi sikap ini dengan sedikit lebih lama, seperti Feng Li, dia menenangkan dirinya dan menghembuskan napas beberapa lama, pandangan dan penglihatannya hanya fokus pada target, semua rasa sakit dan suara lain ia hilangkan. Setelah mencapai keadaan yang sangat fokus ini dia mulai merendahkan kakinya dengan lembut dan mencengkram tanah.
"Manusia itu lemah, dengan menggunakan aura, manusia bisa menjadi lebih kuat... Tapi manusia tidak akan pernah lebih kuat daripada bumi!" Sebuah perasaan dahsyat dan sangat kuat mengalir kedalam jari-jari kaki Shin dan mulai mengalir ke seluruh tubuhnya.
"Jadi ini adalah kekuatan dari aura bumi, ini hampir sama saat aku menggunakan aura!" Shin tidak menggunakan Focussed Aura Control tapi bisa dengan mudah mengarahkan kekuatan hebat ini menuju tangan kanannya, dia kepalkan tangannya di sisi pinggang dengan lama. Ada sekitar waktu lima menit Shin berdiam diri dalam posisi ini, setelah dirasa cukup, Shin mengeluarkan pukulan terkuatnya.
Brak!
Bukan hanya sebuah goresan kecil, tapi sebuah bekas pukulan yang cukup dalam terbentuk di bekasĀ pukulan Shin. Hasil ini sudah membuat Shin sangat puas dan hanya tertinggal satu tugas yang harus diselesaikan oleh Shin, memusatkan kekuatannya dan melubangi kayu dengan sempurna!
Di atas teras, Feng Li terkagum dengan kedua muridnya ini, "Akhirnya dia mengerti tentang Meminjam kekuatan bumi! Ying Ai juga sepertinya sudah memahami maksud dari tugas itu. Keduanya pasti memiliki takdir yang sangat besar!"