
Saat ini, semua orang telah pergi ke tempatnya masing-masing, dalam hal ini Shin sedang terbang satu kilometer ke utara ke tempat di mana Taiyang sedang menunggunya. Saat ini, berbagai perasaan dan emosi yang rumit mulai menghinggapi benaknya, baru pertama kali dia keluar dari sini dan meninggalkan semuanya, tapi apa pun itu dia masih ingin menjalani ini semua. Tanpa butuh waktu yang lama, Shin sudah mencapai tempat yang dimaksudkan.
"Memang cukup berat untuk pergi dari tempat kelahiranmu sendiri, tapi jalan seperti ini harus dilewati oleh setiap ahli," kata Taiyang sedikit menghibur.
"Ya, semua itu sudah kurasakan satu per satu. Lalu ..." Pada poin ini, Shin tidak mengerti harus memanggil Taiyang apa, jika menyebut namanya langsung tentu saja tidak sopan, jika menyebutnya "Jendral" Shin merasa canggung dengan hal ini, bagaimanapun dia bukan perwira militer dan tidak mau menjadi satu, bocah berambut putih tersebut tidak familiar dengan sebutan itu.
"Panggil saja Jendral atau Jendral Yang, mungkin pada awalnya akan terasa aneh dan canggung, tapi lama-kelamaan juga akan terbiasa." Sang Matahari Besar itu menyelesaikan perkara yang membuat Shin bingung.
"Baiklah, Jendral Yang, ke mana tujuan pertama kita kali ini?" Tanya Shin memastikan beberapa hal.
"Awalmya aku berpikir untuk membawamu ke Blazing Sun Fortress yang berada di bawah kekuasaanku secara langsung, namun karena beberapa rencana yang telah disusun oleh pusat, sepertinya kau kubawa ke rumahku terlebih dahulu. Tapi sebelum itu, masih ada beberapa hal penting yang harus diselesaikan," jawab Taiyang sembari memaparkan rencana kedepannya.
"Untuk saat ini, ikuti aku dulu kembali ke pasukanku." Tanpa menunggu respon dari Shin terlebih dulu, Taiyang mengangkat senjatanya dan menembak menuju titik berkumpul Great Sun Army yang telah ditentukan sebelumnya.
Shin tanpa perlu berpikir terlalu banyak segera mengikutinya dari belakang, untungnya Taiyang tidak bergerak terlalu cepat sehingga Shin masih bisa mengekornya tanpa ada penambahan jarak. Ingin sekali Shin membuka buku yang berisi seluruh skill original milik Feng Li dan mempelajari skill gerakan dari sana, namun selama ini dia tidak punya waktu luang yang memadai untuk bisa mempelajarinya. Mungkin nanti waktunya di Dinasti Qin bisa dimanfaatkan olehnya untuk hal itu. Tetapi, Aura Armor tentu saja adalah hal yang paling didambakan olehnya, sebuah skill yang berasal dari jaman kuno pastinya adalah yang terbaik, melebihi apa yang bisa skill original Feng Li bisa capai--bukan berarti Shin tidak akan menguasai satu set skill tersebut. Soal nama, Shin mungkin sudah memikirkan beberapa yang sesuai dan keren, namun sekali lagi, dia masih harus menyempurnakan teknik bela diri Yan Shen dan impiannya, tentu saja memasukkan bagiannya sendiri ke dalam teknik bela diri tersebut.
Shin saat ini bergerak melewati hamparan mayat dan bekas-bekas pembantaian sepihak tanpa ampun, banyak potongan tubuh manusia terhampar luas dan darah tercipratkan ke mana-mana, menjadikan tanah kosong yang awalnya perkemahan ini sebagai neraka dan tanah merah berdarah.
Para anggota Great Sun Army yang tadinya mengepung perkemahan dari luar, kini dengan cepat melaju ke depan sembari membantai ribuan ahli Duniawi dalam prosesnya, hingga pada akhirnya mereka telah berhasil membantai kedua ratus ribu ahli Duniawi dan beberapa ribu ahli Surgawi ini secara total! Tidak ada lagi satu entitas kehidupan yang lain selain mereka.
Adapun ahli Surgawi Kekaisaran, mereka telah lama pergi. Setelah memulihkan kesadaran mental mereka, mereka pergi dari sini dan kembali ke tempat mereka berasal. Semua rencana telah ada di luar kendali dan mereka tidak ada lagi gunanya.
"Kerja bagus, mereka semua sudah habis dan saatnya menjalankan fase kedua perintah!" Ucap Taiyang pada pasukannya yang sudah berkumpul dengan senjata dan armor yang bernoda darah.
"Kau terlalu menilai rendah kami Taiyang, kami sudah selesai dari tadi dan sedang menunggumu. Apakah karena umurmu yang sudah sangat tua itu kemampuanmu sudah menumpul?" Kata seorang perwira dengan tubuh yang tak kalah besarnya dengan Taiyang; wajahnya pun sudah pada puncaknya dan jelas bahwa dia adalah rekan sejati. Bersenjatakan sebuah golok hitam besar yang tampak sangat mengerikan dan mendominasi, dia layaknya seorang penghancur. Kultivasinya ada di tahap Master Lanjutan, hanya setingkat lebih lemah daripada atasannya.
"Lu Daofu, apa hebatnya tentang menghabisi ribuan ahli Duniawi rendahan semacam ini? Dengan waktu yang sama aku bisa membantai dua ratus ribu sampah ini seorang diri!" Balas Taiyang tidak tahan mendengar ocehan rekannya tersebut.
Pria dewasa yang dikenal sebagai Lu Daofu itu kemudian tertawa keras tak terkendali, namun tawanya ini harus terhenti karena ia melihat kedatangan Shin yang cukup terlambat. Menyadari fakta bahwa Taiyang sama sekali tidak mempermasalahkan bocah berambut putih itu mengikutinya, Lu Daofu beranggapan bahwa bocah ini diajak oleh Taiyang untuk beberapa alasan yang tidak diketahui. Memang dia sedikit terkejut ketika mengetahui tingkat kultivasi Shin, namun dia tidak tahan untuk tidak menguji orang baru ini.
Dia menatap Shin ganas serta mengeluarkan hawa membunuh yang telah dikumpulkannya seumur hidup, paling tidak itu hawa membunuh dari jutaan pembunuhan! Pun dia mengeluarkan tekanan sebagai seorang ahli Master Lanjutan padanya. Dengan senyum sinis di wajahnya, dia sangat terlihat senang sekali membully generasi muda.
Taiyang mengerutkan keningnya sebagai tanda ketidakpuasan, biarpun demikian dia sama sekali tidak menegur atau menghentikannya, bisa disebut ini adalah tradisi bagi setiap orang baru untuk masuk Great Sun Army, intinya, ini adalah ospek.
Merasakan kombinasi yang mampu membuat Suo Qing sekalipun bergidik ngeri, Shin meneteskan banyak gulir keringat dari dahi dan seluruh tubuhnya. Meski dia punya pertahanan yang jauh lebih baik daripada orang lain tentang serangan mental dengan Eternal Nirvana, ini masihlah sebuah hal yang cukup memberikan dampak yang besar. Shin mengedarkan Auranya untuk paling tidak bisa meminimalisir tekanan yang datang.
Waktu berlalu dengan cukup cepat, dua menit telah terlewati dan hanya seginilah batas-batas toleransi Taiyang, "Sudah cukup, dia bukan anggota Great Sun Army dan tidak akan pula menjadi satu." Biasanya, seorang ahli Master yang ingin masuk--walau itu terjadi beberapa dekade lalu--akan dites minimal tujuh menit, hanya karena Taiyang tidak mengetahui kemampuan Shin, dia menjadi cukup protektif.
"Tapi sepertinya bocah itu masih bisa menahannya lebih lama lagi." Lu Daofu tetap pada tindakannya dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti, dia bahkan penasaran sejauh mana Shin bisa bertahan.
Mendengar hal ini Taiyang sedikit terkejut, dia berbalik dan ditemukannya Shin yang kesusahan namun jelas masih bisa bertahan. Hasil seperti ini dis tidak mengharapkannya, bahkan sudah melampaui ekspektasinya. Seorang bocah tidak bisa dibandingkan dengan perwira militer, akan wajar jika dia tidak mampu menahan semua hal ini tanpa pengalaman yang cukup. Dengan pertunjukan ini, Taiyang menjadi cukup bersemangat untuk kedepannya.
Aura tak terbatas kemudian melonjak-lonjak dari tubuh Taiyang, mengentaskan semua tekanan yang menekan Shin. Dia berkata, "Dia hanya seorang bocah kecil, tidak perlu memaksakan terlalu jauh."
Dengan hal ini, Shin yang sekuat tenaga bertahan barang sedetik, akhirnya bisa menghela napas lega. Napasnya memang berat namun masih lebih baik daripada sebelumnya.
"Baiklah, baiklah. Omong-omong, aku juga cukup penasaran dengan bocah yang kau bawa kali ini Taiyang." Lu Daofu memandang Shin sekali lagi dengan tatapan yang jauh lebih bersahabat, "Hey bocah, lumayan juga kekuatanmu, walau kau tentu masih sangat lemah. Tapi seharusnya di tempat rendahan ini kau dianggap yang terbaik, siapa namamu?" Sifat Lu Daofu dapat terlihat dengan jelas dalam nada dan kalimatnya kali ini, bukan dia saja, bahkan seluruh Great Sun Army termasuk Taiyang juga seperti itu. Secara alami mereka sebagai perwira militer seringkali dihadapkan pada pertempuran lidah yang mengharuskan mereka memancing emosi musuh, secara tidak sadar hal tersebut sampai terbawa ke kehidupan sehari-hari, alhasil terbentuklah sifat seperti itu.
"Namaku Shin," ucapnya sedikit kesusahan.
"Nama yang cukup aneh, atau unik harus kubilang." Lu Daofu tidak terlalu masalah dengan hal ini.
"Sayangnya tebakanmu itu salah, Di Huanzhi, aku sama sekali tidak berencana menjadikannya sebagai penerusku atau pun menjadikannya anggota Great Sun Army. Hanya beberapa alasan tidak penting tentang keinginan orang tua ini," jelas Jendral Besar tersebut.
Mendengar hal ini, baik Lu Daofu maupun Di Huanzhi sudah paham apa itu, "Bagus juga kau bisa menemukannya dalam sisa hidupmu. Tapi, masih ada beberapa hal yang jauh lebih penting dan mendesak lagi. Taiyang, apakah kita masih perlu meluluh-lantahkan seluruh Evil Region Utara?" Tanya Di Huanzhi.
"Setelah berpikir ulang tentang surat perintah Zhuge Chansheng, harusnya dengan ini saja maksud dan tujuannya telah tercapai sepenuhnya. Dia hanya tidak ingin Evil Region bertambah kuat melebihi batas hingga bisa mempengaruhi tiga dinasti, kehilangan semua ahli Master yang dimiliki sudah pasti menjadi pukulan berat terhadap keseimbangan dan menimbulkan gejolak hebat. Untuk invasi dan sebuah keputusan yang bisa mempengaruhi prestise dan nama baik Qin, hanya orang istana yang punya hak untuk itu," jawab Taiyang, meskipun dia punya pengaruh besar dalam kemiliteran Qin, dia masih tetap mempunyai batasan untuk seberapa banyak dia punya suara. Untuk hal tersebut, dia kurang mempunyai daya.
"Hilangnya nyawa yang sedemikian banyaknya itu pasti akan menjadi sensasi tersendiri, dengan ini harusnya tidak ada keperluan apa pun kagi untuk tetap di sini lebih lama lagi," ucap Di Huanzhi seakan risih dan tidak menyukai berlama-lama di Azure Sky Empire.
"Baiklah. Pasukan! Kita kembali ke Dinasti Qin!!" Seru Taiyang yang mana langsung membuat pasukannya berbahagia. Mereka telah menyelesaikaj misi dengan tingkat kerahasiaan tertinggi dengan sukses, harusnya imbalan besar akan diberikan pada mereka setelah ini. Tentu saja bukanlah uang maupun emas, itu adalah sumber daya dan penghargaan.
Dengan sebuah formasi yang terdiri dari tiga puluh orang ahli, mereka bergerak bersamaan dan bahkan napas mereka seakan beresonansi menciptakan sebuah harmonis yang menakjubkan. Sadar akan kedatangan seorang pendatang baru, mereka melakukan perjalanan tidak terlalu cepat agar Shin bisa mengikuti dan tidak ketinggalan. Taiyang berada paling depan memimpin pasukan miliknya ini dan Shin mengekor di belakangnya.
Dalam perjalanan yang kira-kira akan memakan waktu seminggu ini, Shin menghabiskan waktu dan mengusir bosan dengan berbincang dengan para orang-orang Great Sun Army. Meski mereka semua adalah orang yang sudah tua dan masing-masing membawa hawa keberadaan yang berat dan tegas, Shin sama sekali tidak keberatan dengan semua itu. Tak seperti dugaannya sebelumnya, ternyata semua pasukan ini cukup bersahabat.
Setelah waktu sepuluh jam perjalanan, mereka pada awalnya memutuskan untuk berhenti tak lain karena menganggap Shin tidak bisa melanjutkan lebih jauh lagi, namun di luar dugaan, Shin secara tak terduga menggunakan senjatanya sendiri untuk terbang yang mana menyebabkan ekspresi perwira Great Sun Army sedikit berubah.
Lu Daofu maju sedikit ke depan, ke dekat Taiyang untuk bicara beberapa hal, "Apa kau benar-benar yakin tidak punya alasan lain untuk mengajaknya?"
Taiyang menghela napas panjang sebelum ia menjawab, "Haahh... kau bisa percaya padaku tentang hal itu, hanya beberapa hal tertinggal yang masih mengganjal pikiranku. Mungkin sebuah kebetulan mereka berdua mempunyai kesamaan."
"Kebetulan atau tidak, harusnya kau yang paling mengerti akan hal ini, hanya saja kuharap kau tidak akan melakukan hal yang bertentangan dengan ucapanmu. Dan ya, sedekade yang lalu masih cukup segar dalam ingatan, dalam umurmu yang tersisa sedikit, sebuah hal baik untuk menemukannya," timpal Lu Daofu, tampaknya sudah mengerti akan sesuatu.
"Apa pun yang akan terjadi nantinya di sana, semua ucapanku padanya sebelumnya masih akan tetap kupegang. Hanya saja kabar Kaisar Qin masih simpang-siur, ada yang bilang bahwa dia masuk dalam kultivasi terpencil namun dengan sikapnya harusnya tidak akan semudah itu. Apalagi Qin saat ini sedang tidak stabil," ucap Taiyang.
"Di Qin, hanya kau seorang yang mampu bertarung seimbang dengan beliau, bahkan jika seisi istana mengepungnya sekalipun masih hal yang mustahil untuk membunuh Kaisar. Jangan katakan soal racun, lebih sulit lagi untuk bisa meracuni orang yang tidak perlu makan atau minum. Ditambah beberapa pengawalan dan sistem keamanan lainnya, bahkan jika Kaisar ingin mati dia akan kesusahan melakukannya. Tidak perlu terlalu khawatir dengan beliau," responnya sedikit menghibur, meskipun semua fakta yang disebutkannya adalah benar, masih saja ada beberapa kemungkinan akan hal tifak terduga. Sebagai orang militer, keamanan Kaisar selalu pasti menjadi prioritas utama mereka.
Sebagai Lu Daofu dan Taiyang berbincang-bincang, Shin sedang asyik di belakang dengan beberapa pasukan yang cukup penasaran tentang dirinya. Pada saat ini waktu tidak terlalu dirasakan olehnya dan dia tidak terlalu memikirkan Azure Sky Empire lebih jauh lagi, meninggalkan semua yang ada di belakangnya, menatap semua yang ada di depannya.
Sedikit tertarik dengan yang terjadi di depan, Di Huanzhi maju dan ikut nimbrung, "Hey Taiyang, kira-kira berapa imbalan atas misi kali ini!? Sudah cukup lama sejak terakhir kali kita menerima upacara penghargaan, apa langsung saja kita ke istana?" Tanya dia dengan bersemangat, misi dengan Segel Kaisar seharusnya diberikan prioritas tertinggi, kepentingannya dan imbalannya pun harus setara, jika tidak, tidak akan ada ahli yang mau masuk militer.
"Tidak, kita tidak akan menerima imbalam atau upacara penghargaan apa pun," jawab dengan kalimat yang menghancurkan semua ekspesktasi Di Huanzhi.
"Apa maksudmu berkata seperti itu? Kau tidak sedang bercanda denganku benar kan?" Di Huanzhi kesal dan tidak senang, biar dikata misi ini sangatlah mudah tapi kepentingan misi ini adalah yang tertinggi.
"Kita telah melanggar pakta yang disetujui seabad lebih ke belakang, Kaisar sendiri yang menyetujuinya dengan darah jadi jika itu dilanggar tanpa suaranya di dalam perintah, beliau akan marah besar. Lagipula, yang mengirim kita kali ini adalah Zhuge Chansheng, mengenai dirinya harusnya kau sudah mengerti, seringkali siasatnya tidak hanya menipu musuh-musuhnya, tapi rekannya juga. Serta, ini adalah misi dengan kerahasiaan tertinggi, kepergianku dan kalian harusnya sudah cukup untuk menimbulkan beberapa spekulasi, jadi sedikit kurang pas jika kita tiba-tiba muncul di ibu kota untuk upacara penghargaan tanpa ada yang tahu apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Jadi, sebelum Kaisar keluar dari pengasingannya sendiri dan mengetahui semua runtuyan kejadian ini; sebelum ada surat pemanggilan langsung dari Zhuge Chansheng, akan lebih bijaksana jika kita tidak mendatangi ibu kota," ucap Taiyang sejujurnya walau benar hal ini akan mengecewakan semua pasukannya, kebanyakan mereka memilih masuk militer daripada ahli biasa adalah selain karena memang untuk membantu Qin juga karena prestise dan kebanggaan yang dibawanya, untuk sumber daya mereka tidak terlalu peduli tapi penghargaan adalah hal yang mutlak dibutuhkan.
Di Huanzhi jelas kecewa dengan hal ini, pun dengan Lu Daofu, hal ini sedikit tidak bisa mereka terima. Biarpun begitu, mereka juga sadar bahwa keputusan ini adalah yang paling tepat untuk diambil, "Haahh... cukup mengecewakan untuk sebuah surat perintah tertinggi, tapi langkah yang dibuat Zhuge Chansheng kali ini tidak bisa kutebak sama sekali maksudnya, Taiyang, kau harus lebih berhati-hati," ujar Di Huanzhi.
"Dia tidak akan seberani itu, meski kemampuannya sudah diakui oleh semua orang tetapi dia tidak punya posisi yang cukup kuat, apalagi tua-tua istana sedikit tidak menyukainya. Zhuge Chansheng, dia masih butuh waktu."
"Yah, kau ada benarnya juga, bibit unggul sepertinya akan tumbuh pada puncaknya beberapa dekade lagi, pada saat itu kau mungkin sudah tiada dan Qin mungkin akan mencapai perpecahan. Penerus Jendral Besar masih belum muncul, kita tidak punya banyak kekuatan yang tersisa. Zhuge Chansheng, aku penasaran apa yang akan dia lakukan nanti." Yang merespon bukanlah Di Huanzhi melainkan Lu Daofu.
"Soal penerus kau bisa sedikit bertenang, ada satu perwira muda yang cocok untuk hal itu. Dan suatu kebetulan bahwa yang merekomendasikannya adalah Perdana Mentri; dia juga adalah penreus diriku. Sekembalinya dari sini, akan kucek sendiri sejauh mana kualifikasinya," balas Taiyang.
"Kau mau mengetesnya atau membunuhnya!?" Potong Di Huanzhi dengan keras. Mendengar hal ini, ketiganya tertawa dengan liar, sudah cukup lama sejak terakhir kali Great Sun Army dikerahkan untuk sebuah misi. Dan itu terjadi satu dekade yang lalu.