Lone Hero

Lone Hero
Pengejaran (4)



Waktu terus berlalu dalam dua orang yang mencoba untuk saling membodohi satu sama lain itu, dengan berbekal banyak hal yang mereka yakini masing-masing berpegang teguh pada misi yang sekarang ini sedang mereka laksanakan.


Karena langkah yang diambil Taiyang ini, mereka jelas akan tertinggal oleh mata-mata, menjadikan pengejaran selama tiga hari lamanya sia-sia saja, tetapi pepatah mengatakan kalau mengasah pisau tidak akan membuatmu memotong lebih lama. Mungkin setelah mata-mata tersebut menyadari ada yang salah dengan Taiyang, mereka sudah berjarak dua puluh km kembali, sama seperti jarak awal, namun saat itu terjadi pula dia berada pada titik kritisnya, konsumsi Auranya jelas sangatlah tinggi setelah mengakselerasi hingga ke titik maksimal serta dia tidak punya banyak waktu untuk memulihkan diri, sedangkan dari belakang datanglah pasukan berkecepatan penuh mereka, memangkas jarak antara keduanya dalam satu langkah, seketika membunuhnya dan menyelesaikan misi tambahan ini dengan sempurna.


Betapa berpengalamannya Taiyang sudah terbuktikan dengan hal ini saja, bagaimana dia bisa melihat jauh ke depan, bagaimana dia bisa mengambil langkah tepat dan tegas yang bisa memengaruhi banyak hal, bagaimana dia bisa mengkalkulasi banyak hal secara tepat untuk mampu membuat sebuah kesimpulan, itu semua dia tunjukkan. Ratusan tahun jelas bukan waktu yang sebentar bagi siapa saja, bagi dirinya yang selama ratusan tahun menghabiskan waktu di medan perang, itu hanya semakin menambah kehebatannya saja. Taiyang, dia memang bukan orang sembarangan.


"Daofu, berapa banyak jarak antara kita dengan pasukan belakang? Meninggalkan mereka tanpa penjagaan seperti ini sedikit membuatku khawatir," tanya Taiyang, biarpun pasukan belakang lebih lemah dan bukan kekuatan besar bagi Great Sun Army, itu masihlah anggota dan rekan mereka yang berharga.


"Seharusnya kau tidak usah sekhawatir itu, Taiyang. Mereka jelas bukan anak-anak lemah yang baru saja mengenal peperangan. Meskipun kekuatan mereka masih Master mendalam, tetapi bisa mengimbangi seorang ahli Master lanjutan dalam pertempuran. Kiranya, jika Red Hawk Army milik Jenderal Hui meggempur mereka sekalipun masih butuh waktu dan harga yang mahal untuk menghabisi secara total. Bahkan jika memang benar Wei memasang jebakan di sini, itu masih jauh dari cukup untuk menghancurkan mereka. Tapi bagaimanapun, pertanyaanmu masih harus kujawab. Paling tidak, kita berjarak tiga puluh km." Serangkaian kalimat panjang Lu Daofu sebelumnya adalah bentuk kepercayaannya pada sesama anggota Great Sun Army, dia sendiri juga sedikit heran mengapa Taiyang bisa meragukan bawahannya sendiri. Karenanya, dia sedikit menyindir tadi.


"Tiga puluh km ya, itu jarak yang lumayan jauh. Tapi kau ada benarnya juga, mereka juga menerima porsi latihan yang sama dengan kalian, berbagai simulasi tentang situasi terburuk pun sudah kita lakukan jauh-jauh hari. Mungkin karena diriku sudah tua, aku jadi sedikit berbeda dengan memandang sebuah kematian," balasnya dengan suara rendah, entah mengapa namun Taiyang memasang mimik muka yang belum pernah dilihat Lu Daofu selama ini. Dia tidak mengerti apa itu dan tidak pula berniat untuk bertanya. Mungkin karena dia sudah berada di puncak umur dan kejayaannya sendiri, saat dia sudah sangat dekat dengan pintu gerbang kematian beberapa perubahan sangat mungkin terjadi. Misalnya saja, dia yang awalnya hanya peduli dengan perang dan militer mulai memikirkan beberapa hal duniawi yang tidak dia rasakan dalam masa mudanya yang penuh dedikasi. Alhasil, Lu Daofu hanya menganggap ini sebagai hal yang wajar, serta memasang beberapa kesedihan dalam raut mukanya, karena dia sangat menyadari bahwa cepat atau lambat sahabatnya ini akan menjumpai kematian.


"Ada apa dengan muka kalian itu?" sela Di Huanzhi merusak momen. "Sejak kapan dua orang paling ganas di pasukan bisa memasang ekspresi penuh emosi? Untuk Taiyang, aku bisa mengerti karena dia sebentar lagi akan mati, tapi untukmu? Yang beberapa hari yang lalu koar-koar dengan gila tentang betapa hebatnya golok, aku sama sekali tidak menemukan alasannya." Dia bagaimanapun sering disebut "pendekar gemulai" oleh sesamanya, itu karena gaya bertarungnya sebagai pengguna pedang yang memang sangat indah dan memukau, bahkan tarian dari penari profesional juga kalah indahnya dibanding dengan permainan pedangnya. Alhasil dia disebut demikian dan tidak terlalu mempermasalahkannya juga, itu adalah kenyataan karena gaya bertarung Taiyang dan Lu Daofu berbanding terbalik dengannya. Dalam peristiwa ini, Di Huanzhi bagaimanapun lebih cocok untuk berekspresi demikian. Untuk Lu Daofu? Coba kita perhatikan, tubuhnya besar tidak kalah sama sekali dengan Taiyang, otot-ototnya jelas terlatih dengan sempurna hingga menyebabkan armor emas itu tampak tidak muat untuknya, wajahnya garang dan sangar, senjatanya golok, nada suaranya tinggi dan keras, bagaimana bisa dia cocok dengan hal melow tersebut?


"Hooo, rupanya sang pendekar gemulai mulai tidak terima posisinya tergantikan." Taiyang berucap pertama.


"Tidak juga, tapi ingat sedang melakukan apa kita kali ini. Target masih belum terkejar dan jarak kian memanjang, harusnya kau khawatirkan hal-hal penting ini dulu sebelum mengurus nyawamu yang sudah menipis itu!" Kematian, banyak kali mereka merasakan hal itu, baik dari lawan atau kawan, mereka masing-masing sudah merasakannya. Sudah menjadi hal biasa bagi mereka untuk menjadikannya sebagai sebuah candaan semata, itulah salah satu bentuk kemuakan mereka atas perang yang tak berkesudahan ini.


"Ya, ya, ya, aku tahu itu. Tapi keadaan sudah berbalik sekarang." Taiyang mulai mengangkat tangan kanannya untuk isyarat, "Pasukan! Atur semuanya seperti semula! Sebelum dia menyadari ada keanehan yang terjadi pada kita, pulihkan tenaga kalian sebisa mungkin karena setelah itu kita akan membunuhnya!"


"Siap!" jawab semua pasukan dengan serempak, setelah teriakan keras ini terdengar tekanan langsung menurun dan suara obrolan-obrolan mulai terdengar di antara mereka. Misi ini bukanlah misi yang sangat sulit dan serius, hanya bukan bidang mereka saja. Bagaimanapun, mereka masih cukup stress akibat beberapa kejadian yang lalu jadinya ini membuat mereka sedikit lebih baik.


"Jadi, bagaimana sekarang?" ucapnya pada Di Huanzhi, menjadikan yang terakhir tidak bisa membalas.


Adapun Shin, yang sedari tadi tidak disorot sama sekali, awalnya dia tenggelam dan bertahan semampunya untuk menahan tekanan yang berasal dari fokus mereka. Tetapi sekarang keadaan sudah berubah menjadi lebih santai, dia bisa menghela napas lega sambil mengatur kekuatan mentalnya lagi. Dia memutuskan untuk bermeditasi di atas Arhat Staff, memulihkan kekuatan mentalnya lebih cepat sementara dirinya masih bisa bergerak secepat yang lainnya, untuk penglihatan dia bisa menggunakan Aura Sense jadi ya tidak perlu banyak khawatir juga. Dibantu dengan Aura Scripture bagian kedua, Shin melakukan semua hal itu dengan mudah.


Shin kemudian duduk bersila dalam posisi lotus, kedua tangannya disimpan di kedua lututnya, dia mengatur pernapasannya dengan sangat tenang sampai-sampai beresonansi dengan detak jantungnya sendiri, mengabaikan semua gangguan yang ada, menjadikan dirinya sendiri seolah satu-satunya di dunia ini. Matanya perlahan terpejam, menutup dengan lembut. Saat itu menutup dengan sempurna, aura suci dan mulia yang sangat samar bisa dirasakan tiga petinggi Great Sun Army, karena hanya dengan persepsi tingkat tinggi aura yang sangat lemah dan semu itu bisa dirasakan. Itu, adalah buah dari perpisahannya dan meninggalkan Azure Sky Empire, dia bisa pergi dan merelakan semuanya yang mana pribadi seorang Sage mulai terbentuk dalam hatinya, walaupun itu sangat samar dan tidak jelas, tetapi bagi mereka yang bisa merasakannya, itu adalah sebuah perasaan yang tidak terbandingkan.


"Bocah ini, aku tidak tahu mengapa tapi hanya sebuah meditasi saja bisa memancarkan hawa keberadaan seperti ini. Taiyang, apa kau benar-benar yakin kalau dia berasal dari tempat rendahan itu, Azure Sky Empire?" tanya Lu Daofu.


"Bagi mereka yang bisa memancarkan aura seperti ini, perkataan mereka tidak akan bisa menjadi kebohongan. Meski aku sekalipun tidak bisa menebak dari mana hal ini berasal, bukan sebuah hal yang bagus terlalu mengurusi bisnis orang lain."


"Hanya saja," kata Di Huanzhi, "aura suci yang dia pancarkan terlalu lemah. Lihat saja, orang-orang di belakang bahkan tidak memperhatikannya."


"Kendatipun ini amatlah kecil," balas Taiyang "aku sendiri yakin bahkan di tiga dinasti tidak ada yang memilikinya!" Orang suci, di dunia yang menganut hukum rimba, serta di dunia yang sangat kejam dan tidak adil ini, ada berapa banyak yang seperti itu? Dahulu, ada satu faksi yang isinya seratus persen adalah yang seperti itu, mereka disebut dengan "Sage", tapi sekarang? Mungkin banyak kuil-kuil dan pagoda didirikan, namun yang benar-benar mengajarkan kebaikan hati dan pikiran, yang menyebarkan ajarannya ke setiap penjuru dunia untuk membawa kedamaian, yang mengajarkan manusia bodoh dengan kesabaran dan ketenangan, hanya Klan Sage-lah yang melakukan semua itu sepanjang dua generasi itu berdiri! Biarpun dinamakan "klan", nyatanya tidak perlu hubungan darah untuk bisa bergabung dengan mereka, bahkan penjahat terkejam sekalipun masih bisa bergabung dengan bebas tanpa ada rasa diskriminatif dirasakan. Itulah kenapa, meskipun mereka tidak diikat dengan darah, tapi rasa persaudaraan dan kasih sayang mereka jauh melebihi aoa yang hubungan darah bisa tawarkan. Maka dari itu, Shen sebagai pemimpin semua Sage menamakannya sebagai "Klan Sage".


"Apa yang telah dialami olehnya selama berada di kekaisaran, kita sama sekali tidak bisa membayangkannya." Setelah itu, mereka bercengkrama lepas bagaikan saudara dekat, melepas penat dari segala tanggung jawab yang membelenggu pergerakan. Masing-masing sibuk dengan urusannya, yang mana menjadikan waktu tidak terasa dengan pasti.


Lima jam kemudian.


Bayaran mahal atas langkah Taiyang sudah benar-benar terjadi, jarak antara pasukan depan Great Sun Army dan mata-mata adalah kembali menjadi dua puluh km, sedangkan dengan pasukan belakang, itu memanjang tiga kali lipat lebih menjadi seratus km. Jarak untuk sampai ke medan perang tinggal dua hari lagi jika menggunakan kecepatan ini, dan itu adalah deadline mereka!


Setelah lima jam menggunakan kecepatan penuh nonstop, mata-mata ini kelelahan sekali, banyak butiran keringat jatuh dari pelipisnya serta Auranya kacau, itu sudah mengering dan bahkan untuk mempertahankan kecepatan awal saja dia kesulitan setengah mati. "Sialan sialan sialan!!!! Taiyang, harusnya aku tidak meremehkan monster tua semacam dirinya itu! Sekarang semua rencanaku menjadi bumerang yang malah menyerang diriku sendiri. Sial, jika seperti ini terus lama-kelamaan aku bisa mati!" Mau bagaimanapun frustasi dan kesalnya dia, dia tidak akan sebodoh itu hingga membuang harta racunnya yang berharga. Semua itu masih berguna.


"Dia sudah sadar! Tinggalkan semua obrolan tidak penting kalian! Sudah saatnya kita bergerak untuk membunuhnya! Jangan batasi kecepatan kalian atau bergerak dalam satu kesatuan, terbang secepat yang kalian bisa dan kejar dia seolah dia adalah pengkhianat! Jika kalian berhasil memenangkan permainan kejar-kejaran ini, aku akan menyiapkan hal bagus untuk kalian."


Segera, Great Sun Army terbang ke depan kocar-kacir seperti ngengat yang berterbangan, mereka berubah menjadi aliran cahaya keemasan yang masing-masing terpisah dari yang lain, mengejar satu titik hitam dengan kecepatan gila. Apalagi setelah mendengar hadiah telah disiapkan, mereka jadi lebih gila lagi. Semuanya melesat dalam kecepatan tinggi kecuali empat orang: Taiyang, Di Huanzhi, Lu Daofu, dan Shin yang baru saja terbangun dari meditasinya karena mendengar perintah ini.


"Kenapa Anda tidak segera menyusul mereka, Jenderal Yang? Begitu juga dengan Paman Lu dan Paman Di." Shin, dia bukan orang militer dan tidak akan menjadi satu, menyebut orang dengan awalan "jenderal" lidahnya sedikit tidak welcome, alhasil dia menyebut Lu Daofu dan Di Huanzhi begitu. Lagipula, jika dia mengingat-ingat ucapan dan tindakan keduanya, mereka kurang layak untuk disebut seperti itu. Hanya Taiyang seorang yang merupakan seorang jenderal yang setiap tindakannya membawa beban seorang jenderal.


"Lalu dirimu sendiri?" tanya mereka serempak.


"Hehe, aku menunggu kalian." Shin menjawab dengan polos.


Mereka bertiga hanya tersenyum samar dan kemudian segera menjawab dengan serius, "Bukankah tidak menarik jika kita menang terlalu mudah?" Walaupun isinya tidak.


"Oh, lalu berapa lama Anda akan menunggu?" tanya Shin sekali kagi.


'Tidak usah lama-lama, satu menit saja sudah cukup bagi orang-orang itu." Yang menjawab adalah Di Huanzhi bukannya Taiyang.


"Bagaimana Nak Shin? Kau mau mengikuti lomba lari ini? Walau kau memakai semacam harta, tapi itu bukan masalah, dan aku juga sadar kalau ini bukanlah batasan hartamu itu," ucap Taiyang untuk memanas-manasi, dan respon Shin, tentu saja dia menerimanya!


"Hanya lomba lari mengejar mata-mata itu? Hmph, jangan salahkan diriku karena tidak menahan diri!" balasnya dengan penuh kesombingan, di hadapan monster-monster tua ini, dia masih harus menunjukkan beberapa kelebihannya... cheatnya.


Mendengar jawaban Shin yang menerima mentah-mentah tantangan ini, Taiyang memasang sebuah senyum licik. "Bagus, memang seperti itulah yang kami harapkan sebelumnya. Dan kau sadar atau tidak, sebenarnya satu menit sudah habis!"


Whooosh!


Tanpa menunggu respon siapa pun, Taiyang mengakselerasi dirinya untuk mengejar semua pasukan di depan, dia curi start. Sebenarnya bukan Taiyang saja yang menyadari kalau satu menit waktu habis karena mereka mengobrol, Di Huanzhi dan Lu Daofu pun sudah meninggalkannya seorang diri.


"Nak Shin! Jangan menangis kalau kalah nanti!" seru Lu Daofu yang masih sempat-sempatnya menoleh ke belakang untuk menambah emosi. Mau bagaimanapun dia diberi pelajaran, sepertinya sifarnya itu sudah merasuk hingga ke jiwanya.


Adapun Shin, dia seketika mengerutkan keningnya dan memasang wajah yang sangat buruk, dia menatap ke depan dengan mata yang berkobar penuh semangat. "Orang-orang tua itu... akan kubuat mereka menyesal!" Dengan itu, Shin memfokuskan kekuatan mental yang sudah pulih cukup banyak selama tiga hari ke belakang untuk sepenuhnya digunakan pada Arhat Staff.


Whoooooosh!


Memaksimalkan teknik Floating Staff Control sebanyak yang dia kuasai, Shin bergerak dua kali lipat lebih cepat dari sebelumnya. Dengan bantuan Aura Scripture yang dulu disebut sebagai Focussed Aura Control, Shin bisa menikmati saat-saat pengejaran yang penuh adrenalin ini. Belum pernah ia bergerak seperti ini sebelumnya, perasaan bagaimana membelah angkasa dengan kecepatan yang hanya bisa didapatkan setelah mencapai tahap Master Sempurna, itu hanya bisa dia rasakan seorang.


"Sepertinya Jenderal Yang sudah memimpin jauh di depan, kecepatannya cukup mengagumkan, sedangkan dua orang sisanya... mereka seimbang dalam hal apa pun. Aku yakin Paman Lu pasti sedang mengoceh tidak jelas saat ini." Tentu saja, Shin tidak akan langsung mengeluarkan semua yang dia bisa pada saat-saat awal perlombaan, tidak akan ada serunya jika dia menang terlalu mudah nantinya. Dengan begitu, dia bisa menikmati momen sendirian tanpa ada banyak gumaman serta ocehan yang mengganggu, sebuah waktu yang cukup langka memang. Hanya saja, Shin juga tidak mau dipermalukan terlalu banyak, dia mengatur kecepatannya saat ini cukup jauh dan konstan dari Taiyang, mengejar duo Lu Daofu dan Di Huanzhi perlahan-lahan, lebih cepat daripada ahli Master Lanjutan Great Sun Army lainnya. Menurut perhitungannya, Taiyang akan sampai pada jarak serang dalam waktu sekitar lima jam, dan pada jam keempat, Shin akan memotong semua jarak yang tersisa itu!


"Andai aku sadar lebih cepat tadi. Sial, betapa bodohnya diriku ini!" Di kejauhan mata-mata ini mengutuk dirinya sendiri dengan keras. Dia bodoh, tidak ada yang menyangkalnya--bahkan dirinya sendiri. Hanya diperlukan sebuah aksi simpel untuk bisa terhindar dari segala kesusahan ini: dia hanya perlu untuk menoleh ke belakang! Ya, hanya sesimpel itu, tetapi gerakan yang sangat mudah dilakukan ini sama sekali diabaikannya. Jadilah dia harus memakan buah hasil kecerobohannya sendiri, dan itu teramat sangat pahit.


Mata-mata ini jatuh dalam keputusasaan yang belum pernah dirasakannya seumur hidup, karena jika dia merasakannya dia akan mati! Dia dihadapkan dengan sebuah dilema yang sangat besar, jika dia memilih untuk menghabiskan semua Aura yang masih tersisa untuk sebuah kecepatan eksplosif, seiring berjalannya waktu dia akan terkejar dan dia akan mati. Jika dia memilih untuk berhemat dan memulihkan tenaga sedikit demi sedikit, dia akan terkejar juga seiring berjalannya waktu, mau apa pun yang dia pilih, endingnya masih sama saja. Tetapi dia bukanlah seorang amatiran, cukup banyak kesempatan dia jatuh dalam jebakan--meski tidak separah ini, namun dia masih bisa selamat sampai sekarang. Ditambah dengan beberapa harta yang masih tersimpan dengan baik, dia setidaknya punya beberapa harapan hidup.


Untuk kali ini dia memilih untuk menghabiskan Aura yang dia punya, dalam waktu yang dapat dibeli dengan melakukan cara ini, dia berencana memanfaatkannya untuk membuat langkah yang mampu menyelamatkan nyawanya. Asalkan jejak dan keberadaannya bisa hilang dan tidak terdeteksi oleh Great Sun Army, sebenarnya dia bisa dikatakan lolos, hanya saja semua tidak akan terjadi begitu saja, pun ia tak mengharapkan surga untuk menurunkan petirnya pada mereka, dia bagaimanapun harus memeras otaknya sendiri!


***


"Aura" di sini ada dua: yang pertama "Aura" pake kapital yang adalah jenis kekuatan khusus di novel ini, sama dengan Qi, Chakra atau tenaga dalam. Dan jenis Aura juga sama: "Bloody Aura", 'Aura Suci", "Devouring Forces" dll. Yang kedua "aura", pake huruf kecil, artinya adalah "aura" secara harafiah yang artinya seharusnya sudah diketahui kalian.