
Mau secepat apa pun mata-mata itu bergerak, itu masih kalah jauh daripada ahli Master lanjutan yang mengejarnya dari belakang, perbedaan kekuatan antara keduanya saja sudah sangat jelas, ditambah dengan kondisinya yang sangat menyedihkan, dia pada dasarnya hanya bisa membeli waktu selama sekitar kurang lebih sepuluh jam. Hanya saja, dia tidak mengetahui bahwa ada empat orang yang mengejarnya dengan kecepatan yang jauh lebih gila lagi, dia pada dasarnya sudah tidak ada harapan untuk bisa melihat matahari terbit esok hari. Biarpun begitu, dalam ketidaktahuan akan ancaman sangat besar yang datang, dia masihlah berusaha sepenuh hati untuk bisa meloloskan diri dari cengkraman maut.
"Medan perang barat masih berjarak beberapa hari lagi, sedangkan diriku saat ini tak diragukan lagi akan mati dalam waktu setengah hari." Dia kemudian mengeluarkan sebuah peta dari cincin penyimpanan miliknya; dia melihat-lihat sambil berharap ada beberapa tempat yang cocok. "Itu dia! Kenapa aku bisa melupakan hal sepenting itu. Ke arah barat, utara, dan timur hanya ada hutan di mana-mana, putar arah ke selatan jelas tidak mungkin, belok pun bukan hal yang bijak. Hahaha, semua hal ini memang membuatku gila. Baru sekarang saja aku menyadarinya, tetapi sebagai profesional, akan kulaksanakan sesuai keinginanmu!" Dia sudah tidak waras dan berteriak kencang sekali, dia memasang raut muka yang seolah sangat bahagia namun juga sangat menyesal. Dia walau mengetahui nasib akhirnya apa pun yang dia lakukan, masih saja berusaha untuk memberikan informasi ini pada Wei, di hadapan pintu neraka yang kian mendekat dan pasti akan menghampiri, tidak ada hal lain dalam benaknya selain tugas yang harus diselesaikan.
Waktu berlalu cukup cepat, sekarang tiga jam telah berlalu dan pengejaran mulai menunjukkan hasilnya. Ahli Master Lanjutan yang terdepan--bukan Taiyang--saat ini sudah mendekat sebanyak lima km, dan itu terus bertambah tanpa ada stagnansi atau fluktuasi apa pun meski target sudah berakselerasi sekali lagi, mereka hanya membutuhkan waktu dan mereka mempunyai itu banyak sekali. Hasil dari pengejaran ini, sudah ditentukan tepat setelah Taiyang mengambil langkah yang tepat atas umpan yang dipasangnya.
Apalagi, semangat mereka telah dibakar oleh kompetisi yang Taiyang kumandangkan dengan keras. Moral mereka telah naik ke tingkat tertinggi hanya dengan satu kalimat kecilnya itu, bahkan setelah mengetahui fakta bahwa mereka mustahil menang melawan tiga monster tua itu, inilah yang disebut sebagai "jenderal besar".
Bagaikan ngengat yang terbang ke arah api, mereka terbang acak-acakan tanpa pola namun tujuannya sama, setelah mengetahui lawan bisa melukai mereka pun mereka masih tidak terlalu peduli. Ini adalah kalimat, ini adalah perintah, ini adalah apa yang diinginkan sang "jenderal besar", bahkan jika "jenderal besar" tersebut memerintahkan mereka dalam sebuah misi bunuh diri, mereka masih akan melakukannya secara sukarela. Dan orang serta pasukan yang mampu mencapai tingkat seperti itu sangat sedikit bahkan di ketiga dinasti.
Taiyang, selama waktu tiga jam ini dia tidak menyia-nyiakannya sama sekali, dari dua belas ahli Master Lanjutan--tidak termasuk Lu Daofu dan Di Huanzhi--dia sudah menyalip setidaknya delapan dari mereka. Bahkan setelah bergerak sedemikian cepatnya dalam waktu yang cukup lama ini, dia masih saja belum menunjukkan tanda-tanda kelelahan, bukan hanya dia, tetapi seluruh perwira Great Sun Army termasuk yang di belakang pun sama. Biarpun kecepatan utama mereka tidaklah besar dan hanya sedikit di atas rata-rata, stamina mereka berada di tingkat yang mengerikan!
Untuk duo Lu Daofu-Di Huanzhi yang kekuatannya setara, mereka masih bergulat di antara mereka sendiri untuk waktu yang cukup lama, dengan hanya menyalip enam dari dua belas perwira, mereka cukup kecewa dengan hasil ini. Kecepatan mereka sudah maksimal, beberapa ratus meter dapat langsung terlewati dalam sekejap mata, namun tetap saja, mereka sama sekali tidak dapat berpisah! Kecepatan mereka sama atau lebih tepatnya identik, jika yang satu mempercepat maka yang satunya juga melakukan hal yang sama. Tentunya tidak ada dari mereka yang sengaja memperlambat dengan kemauan sendiri, ego mereka sama sekali tidak mengizinkan hal itu.
Adapun Shin, saat ini dia sedang duduk dengan satu kaki ditekuk sedang yang lain diselonjorkan sembari menatap angkasa dengan puas. Dia melakukan hal ini sesuai dengan keinginannya, dia baru saja menyalip tiga dari mereka dan sama sekali tidak masalah dengan hal itu, dia pada dasarnya tidak terlalu peduli soal lomba walau di awal-awal dia bicara banyak. Waktu tenang dan tanpa gangguan ini dia manfaatkan sebaik mungkin, tenang dan tenang, angin kencang yang berhembus kencang meraba-raba tubuhnya dengan indah, suara gemuruh angin karena kecepatannya, bau khas hutan hijau yang sungguhpun dapat membuat siapa pun terlena, ditemani dengan angkasa tak terbatas berwarna biru, tinggi dan tak terjamah, tampak indah apalagi itu dihiasai oleh gumpalan-gumpalan uap air berwarna putih layaknya permata. 'Ah, sungguh sebuah surga dunia. Sudah cukup lama sejak aku bisa menikmati hal seperti ini lagi,' batinnya seolah lepas dari segala hal dan urusan duniawi. Sage, Shin sedang dalam arah yang akan bermuara pada hal tersebut, bukan hal yang mudah memang untuk menjadi seorang Sage sejati, menguasai seluruh Grand Sage Art juga tidak serta-merta membuat Shin sebagai seorang Grand Sage atau hanya Sage saja. Itu harus datang dari dalam, tanpa mempelajari Sage Art dan tanpa kultivasi sekalipun, asalkan memiliki hal yang diperlukan, kau akan diakui. Dan setitik keberadaan suci nan agung Shin sudah menjadi pertanda bahwa dia mengambil arah yang benar.
Lalu dalam momen yang teramat menenangkan hati dan membuat Shin senang ini, waktu jadi tidak terlalu ia rasakan, tanpa sadar satu jam lagi telah berlalu dan beberapa perwira Great Sun Army sudah ia salip, kini dia bangun dari posisi bersantainya dan segera melakukan peregangan tubuh, bersiap untuk mulai serius!
"Sudah empat jam sejak lomba lari dimulai, harusnya acara sudah mendekati akhir, jadi, izinkan aku untuk membuat gerakan besar!" Dengan itu, dia melesat hampir tiga kali lipat lebih cepat! Sebenarnya, selain karena memang ingin bersantai, Shin melakukan itu untuk membuat kondisi mentalnya berada di puncaknya. Dengan begitu, potensi Floating Staff Control bisa ia kendalikan lebih sempurna walau hanya sebatas penggunaan sesaat saja, namun tetap saja itu lebih dari cukup.
Shin berubah menjadi aliran cahaya putih yang mana seketika juga langsung menyalip seorang ahli Master lanjutan, orang itu terkejut mendengar suara deru angin yang sangat kencang, bisa dirasakannya sendiri kalau itu beberapa kali lebih cepat daripada Taiyang!
Dengan kecepatan super tinggi ini, dengan cepat dan pasti, Shin akan memenangkan perlombaan!
***
"Sialan, sekarang Taiyang secara langsung mengejarku! Masih ada sepuluh lebih racun yang belum kugunakan, tapi apa itu akan berguna padanya? Hmm, dalam jarak sedekat ini mungkin masih berguna untuk memperlambatnya." Dengan itu dia tidak banyak berpikir lagi dan segera melemparkan tiga bom racun seperti sebelumnya.
Bang! Bang! Bang!
Taiyang yang saat ini hanya berjarak lima km darinya mulai mengerutkan kening, jika hanya dia sendiri dan dalam jarak sedekat ini, tiga bom racun tidak bisa dia hancurkan dalam sekali tebas, sedangkan dia pasti akan terpengaruh oleh efeknya ini. Tetapi tujuannya sudah jelas, sebagai jenderal besar, rasa sakit dan penderitaan sudah menjadi santapannya sehari-hari, hanya menerobos, itu mudah sekali baginya. Lagipula, asalkan caranya benar semua masalah bisa diatasi.
Saat sudah masuk dalam jarak serang, dia mengirimkan beberapa kilatan tombak yang tidak mampu menerbangkan semua kabut racun hijau ini, dia dengan wajah yang tersenyum puas tanpa ada penurunan kecepatan segera menerjang kabut hijau itu!
Whooosh!
Tubuhnya yang besar membelah kabut racun yang membuatnya tercerai-berai, racun sama sekali tidak bisa memasuki tubuhnya, bahkan mengkorosif armornya pun tidak mampu. Padahal jika ditelisik, itu adalah salah satu racun tingkat tinggi.
Taiyang setelah menerobos kabut racun mulai membuka rahangnya lebar-lebar dan mulai berteriak, "Apa hanya itu yang kau bisa!? Cepat keluarkan semua racun-racun tak bergunamu itu. Semua orang-orang Wei tidak diragukan lagi adalah pengecut!" Suaranya, itu bisa terdengar berpuluh kilometer jauhnya, menggema ke seisi hutan dan menggetarkan langit dan bumi. Dengan Aura sekelas Master puncak, dia sungguh tidak boleh diremehkan.
Hati mata-mata itu seketika terguncang hebat, telinganya berdengung hebat karena Taiyang bukan hanya melapisi suaranya dengan Aura agar bisa terdengar sangat jauh, dia benar-benar berteriak dengan keras! Volumenya benar-benar tinggi, apabila dia tidak sedang dalam fokus penuh bukan tidak mungkin seteguk darah akan dia ludahkan karena syok. Dia memang terguncang hingga kecepatannya terpengaruh, terapi bermodalkan tekad yang kuat dalam hitungan detik dia sudah kembali seperti semula.
"Dia lumayan juga," ucap Taiyang dengan sebuah lengkungan besar di bibirnya. "Hmm... apa ini? Ada seseorang yang bergerak ke sini dengan kecepatan tinggi. Oh, tentu saja, dia adalah bocah nakal itu. Mungkin dia sudah lelah berpura-pura." Dengan insting tajamnya Taiyang sudah bisa merasakan sesuatu, namun untuk lebih pastinya dia mulai menyebar Aura Sense, dengan begitu gambaran Shin yang sedang mengejarnya dengan serius bisa dia ketahui. "Haah... hartanya itu sungguh membuatku iri, padahal hanya terlihat seperti tongkat kayu biasa, tapi senjata di rumahku juga pastinya akan kalah jika dibandingkan. Andai saja aku tidak meninggalkannya di rumah, urusan di sini pasti akan berakhir jauh lebih mudah." Secara alami, Taiyang membicarakan senjata para jenderal besar miliknya. Karena jelas sebuah harta sangat mempengaruhi kekuatan, jika menggunakan senjata ini kilatan senjatanya hanya bisa menempuh jarak satu setengah km, maka dengan itu jarak dua km atau lebih juga bukan masalah besar. Yang mana, sedikit perbedaan ini saja sudah bisa menentukan banyak hal di sini.
Taiyang memejamkan matanya guna merasakan secepat apa Shin kali ini. "Dia tiga kali lebih cepat dariku! Jika seperti ini terus satu jam kurang ke depan dia akan tiba ke sini bahkan sebelum orang Wei itu mati. Ini bahaya, bagaimana bisa aku kalah oleh seorang bocah." Taiyang membuka matanya kembali dan sama sekali tidak memikirkan apa yang terjadi di belakang, semua pandangan dan tubuhnya tertuju pada target hitam di depan.
Setengah jam berlalu, Lu Daofu serta Di Huanzhi sudah dilewati Shin dan sungguh, ekspresi dua orang tua itu sangat menyenangkan untuk dilihat. Tapi Shin, dia tidak mau menikmatinya terlalu lama, dia sudah berniat untuk menang jadi dia harus menang apa pun yang terjadi! Sebagai penjelas, Lu Daofu dan Di Huanzhi sudah menyalip ahli Master lanjutan yang berada paling depan, jadi, ini adalah murni kompetisi antara Shin dan Taiyang!
Sekarang, situasi telah menjadi sangat buruk bagi mata-mata itu, dia telah diperlambat sedangkan Taiyang masih tetap konstan selayaknya empat jam setengah yang lalu. Untuk jarak, hanya tiggal tiga km lagi, namun bukannya memasang raut muka kecewa dan penuh kekalahan, pria berjubah hitam itu malah tersenyum penuh kemenangan. Semua ini tak lain karena sekaranglah saatnya untuk melakukan serangan balasan!
Dia kemudian mengeluarkan sepuluh bom racun, dia berniat keluar semua kali ini! Tanpa banyak bicara dia langsung melemparkan semuanya ke belkang.
Segera, kabut racun hijau berwarna pekat menguar dari bumi, membumbung tinggi ke langit dan melingkup radius berkilometer jauhnya. Bahkan tidak mungkin bagi Taiyang untuk berbuat banyak dalam hal ini.
Seketika kening Taiyang mengernyit, dia menebaskan senjatanya banyak kali untuk menghapuskan segala racun ini, namun akibat banyaknya racun yang dihasilkam sepuluh bom, usahanya tidaklah berpengaruh banyak. Tetapi, Taiyang sama sekali masih berniat menerobos semua ini, dia sepanjang perjalanan mengayunkan tombak besarnya dan setidaknya dapat membuka jalan yang bisa dilewati satu orang--sama sekali tidak berniat menghancurkan kabut racun ini.
Whooosh!
Dia sudah di dalamnya, visinya terhalang cukup banyak karena racun yang sangat pekat ini, namun setelah menyapukan senjatanya dia sudah tidak punya kekhawatiran lagi. Namun, instingnya yang super sensitif tiba-tiba mengirimkan sinyal bahaya besar, dan dia, tidak mengerti. Racun di sini sama sekali tidak melukainya, orang itu hanya ahli Master mendalam yang mana serangan terkuatnya hanya bisa menggoresnya saja, armornya adalah yang terbaik apalagi tubuh fisiknya yang sangat tirani, jadi kenapa dia instingnya bereaksi? Apa pun itu, Taiyang sangat yakin bahwa instingnya tidak pernah salah, jadinya dia tidak mengayunkan senjatanya lagi dan melesat secepat mungkin.
"Hahaha." Mata-mata itu tertawa liar sembari mengeluarkan sebuah bola besi yang memiliki karakter unik di permukaannya. "Racun itu mungkin tidak akan berefek apa pun padamu, tapi satu yang kau tidak tahu... itu sangat mudah terbakar dan meledak!" Segera, karakter-karakter rumit yang berada di permukaan bola besi itu mulai bercahaya cerah, dia memasang senyum bahagia di wajahnya kemudian melemparkannya ke belakang.
Bang!
Ledakan besar tercipta dan api merah keluar tinggi, itu adalah bom api yang memikiki daya hancur mengerikan, tapi bukan itu bagian paling mengerikannya. Bom dilemparkan tepat di dekat kabut racun itu, dengan sedikit api yang menyentuhnya, racun mulai tersulut hebat dan menyebar layaknya petir.
BOOOOOOM!!!
Meledak, semuanya meledak, kabut racun hijau berukuran beberapa km meledak seketika, menghasilkan suara pekak telinga yang terdengar ratusan kilo! Dari gumpalan asap hijau langsung berubah menjadi letupan-letupan api berwarna merah yang sungguh panas dan menghancurkan. Tanah menjadi rata, tidak ada benda apa pun lagi dalam radius tadi. Meski butuh waktu untuk menjelaskan, tapi sebenarnya seluruh kejadian hanya membutuhkan waktu sekitar satu detik saja.
Shin bagaimanapun sungguh tidak menyangka dari depan akan muncul sebuah ledakan besar setinggi beberapa km, gelombang kejut dirasakannya juga, yang mana langsung membuatmya terpukul mundur seratus meter. "Sungguh ledakan yang dahsyat, Jenderal Yang juga berada tepat di pusat ledakan tapi mengingat kekuatannya, tidak ada alasan lagi untuk khawatir." Tentu saja, tubuh fisik Taiyang bahkan bisa melebihi Feng Li, mana mungkin tubuh seperti itu terluka parah akibat ledakan yang setara dengan serangan ahli Master lanjutan ini, kan?
"Hahahaha, trikmu kali ini cukup membuatku terkejut." Tiba-tiba, dari kedalaman bekas ledakan hebat tadi terdengar suara nyaring yang hanya berjarak sedetik saja antara keduanya. Tanpa perlu dipertanyakan lagi, itu jelas-jelas adalah suara Taiyang, dan dari nada serta gaya bicaranya, dia... masih baik-baik saja?
Whooosh!
Setelah beberapa waktu dia keluar dari kepulan asap hitam itu dan kondisinya, dia pada dasarnya tidak terluka sama sekali! Lihat saja, armor emasnya masih tetap sama seperti biasa, hanya ada satu goresan kecil yang seharusnya tidak layak disebutkan, janggut hitam yang sangat perkasa itu masih bisa menggantung dengan gagah, bulu di pelindung kepalanya tetap sempurna terbawa angin. Ledakan yang setara dengan serangan biasa seorang ahli Master lanjutan, sebenarnya hanya bisa berakibat segini banyak.
Dalam hatinya, orang berjubah hitam yang juga terpengaruh ledakan itu menyesal telah menoleh ke belakang. Mentalitasnya cukup terganggu dengan hal ini dan kini, dia sudah tidak punya apa-apa lagi untuk digunakan melawan Taiyang, bom racunnya sudah ia habiskan, bom api masih ada beberapa namun apakah semua itu ada gunanya? Auranya sudah kian menipis jadi hanya membuat sebuah kilatan pedang saja dia tidak mampu. Adapun tekad dan semangatnya, itu juga semakin tergerus akibat semua kesalahan dan blunder yang dibuatnya sendiri. Dia, pada dasarnya sudah siap menerima nasib kematian bahkan jauh-jauh hari sebelumnya.
Dia melambat tanpa dia sadari, kematian, dia sudah menunggu hal itu untuk datang. Misinya sudah gagal total, sebagai seorang mata-mata, ini adalah sebuah aib besar yang akan membuatnya malu bahkan di kehidupan yang berikutnya. Namun, peran terakhirnya masih belum selesai!
Taiyang tersenyun puas melihat mentalitas targetnya terguncang hebat, tanpa ada rasa kasihan atau simpati sama sekali di wajahnya dia melesatkan dirinya sekali lagi. Empati? Kasihan? Medan perang tidak membutuhkan hal itu! Di medan perang hanya ada satu hukum yaitu hukum rimba! Di medan perang hanya ada satu pengatur yaitu kekuatan! Menarik simpati pada musuh? Itu adalah dosa besar!
Mata-mata itu kemudian mengeluarkan sebuah benda dari cincin penyimpanannya, bentuknya silinder berwarna merah dengan panjang sekitar lima puluh sampai enam puluh cm dan diameter sepuluh cm, seperti tongkat kayu kecil namun jelas bahwa ini bukanlah senjata. Silinder ini polos tanpa ada ukiran maupun karakter di atasnya, namun ada sebuah tutup yang menyumbat ujung atas benda ini. Bagi siapa saja orang militer, tentunya sudah mengetahui benda yang lazim digunakan di ketiga dinasti, tak lain itu adalah sebuah suar. Dia tidak mengetahui apa yang diperintahkan tuannya agar membawa suar ini bersamanya, namun dia sudah mengerti bahwa jika dia diperintahkan membawanya, maka dia harus menggunakannya juga. Adapun waktu pemakaian yang harus ada di akhir kehidupannya, sebenarnya dia sendiri bahkan sudah lupa akan benda ini di cincin penyimpanannya. Lagipula, tidak akan ada bantuan surga muncul jika suar itu dinyalakan, apa pun itu, dia masih akan tetap menyalakannya.
Dia melambat, dengan sadar; menatap langit biru tak terbatas dengan sangat dalam. Di belakangnya, Taiyang sudah berjarak satu setengah kilometer yang mana sudah masuk dalam jarak serangnya! Taiyang mengangkat tombak besarnya lalu mulai mengisi untuk membunuh dia dari jarak sejauh ini, caranya, tentu saja dengan sebuah serangan dahsyat!
"One Head Chopped!"
Dia menyapukan tombaknya datar dan sebuah serangan yang sangat kuat menerjang ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Seperti namanya, sudah dipastikan dia akan terpenggal!
Mata-mata itu menatap langit lebih dalam lagi, itu adalah terakhir kalinya dia menatap langit, namun dia tahu bahwa waktu yang dia miliki tidaklah banyak, dari belakang saja dia sudah bisa merasakan gelombang energi yang mengerikan. Maka dari itu, dia mengangkat tangannya dan dengan menyalurkan Aura pada suar ini, tutupnya yang disegel seketika terbuka dan sebuah bola cahaya merah naik tinggi ke langit. Saat mencapai ketinggian maksimumnya itu meledak dengan sangat keras; menciptakan partikel-partikel merah layaknya kembang api. Bedanya, itu dapat terlihat hingga jarak dua ratus km! Selain suara ledakan nyaring, sebuah suara melengking tajam juga dapat terdengar dari suar itu.
Tetapi, dia adalah mata-mata yang sangat profesional, jasadnya sangatlah berbahaya jika jatuh ke tangan musuh, maka dari itu dia mengeluarkan dua buah bom api dari cincin penyimpanannya lagi. Pandangannya mulai tertuju pada dua benda bulat hitam itu yang kini sudah memancarkan cahaya terang.
"Sialan kau!"
BOOOM!!