Lone Hero

Lone Hero
Ujian Mental



Shin sebisa mungkin terbang ke arah mereka walau kecepatannya sudah berkurang banyak, dia menundukkan wajahnya dan menutup telinga dengan kedua tangannya agar tidak mendengar suara dan pose yang sangat memalukan, namun semua ini percuma. Suara dan pose itu terus bergema dan terbayangkan didalam hati Shin, semakin dia membayangkannya maka paku itu semakin dipalu lebih kuat, Shin mencoba menyingkirkan palu ini namun semua usahanya sia-sia, rasa sakit yang dirasakannya saat ini bahkan lebih kuat daripada lantai tiga.


Dalam jarak sepuluh meter dari kerumunan Shin terjatuh dari staffnya, dia tidak seperti turun secara alami dan seperti kehilangan kontrol atas dirinya sendiri, para ahli yang masih tertawa keras mulai sadar bahwa mereka sudah sedikit berlebihan, sang komandan kemudian mendatangi Shin yang terbaring di tanah ini.


"Bocah, yang tadi hanya BërCaNdÀ saja, jangan diambil hati." Jangan tiru prilaku dia dirumah !!


Shin tidak bangun atau pun menjawab dan hanya diam saja, senjata yang tergeletak disebelahnya tiba-tiba melayang dan mengarah pada ahli ini...


Sleb !


Jantung si ahli langsung ditembus oleh tongkat milik Shin tanpa peringatan lebih dulu, dia langsung mati seketika tanpa tahu apa yang terjadi. Shin kemudian bangun dan menggenggam staff yang melayang ini lalu menatap para ahli yang berkerumun dengan niat membunuh terkuatnya, dia mengibaskan tongkat kebawah dan darah yang ada disana langsung bercipratan di tanah ungu ini. Shin menyimpan tongkatnya dibelakang tubuhnya dan berjalan perlahan ke kerumunan.


Para ahli disana langsung meneguk air liur mereka, semua gelak tawa dan kesenangan telah berganti dengan ancaman kematian yang sangat kuat, tak ada yang menyangka bahwa bocah kecil bullyable ini ternyata sekejam dan sekuat ini, si ahli pelawak tadi adalah ahli duniawi tengah yang bisa dibilang kuat, mengingat umurnya bisa dibilang dia adalah jenius sektenya sendiri.


Tidak ada yang tahu siapa bocah didepan mereka sebelum Yi Kun berbicara.


"Dia murid Martial Master !! Hehe..... kalian telah membangkitkan amarahnya !" Yi Kun menertawakan kebodohan mereka semua yang tidak mencari informasi lawannya lebih dulu.


Semua ahli langsung menyesal telah melakukan itu tadi, mata mereka memerah karena kemarahan dan mengepalkan tangan sekuat tenaga dan sudah ada yang memohon belas kasihan pada Shin. Mereka tahu bahwa kekuatan bocah didepannya bukan hanya ahli pembentukan biasa, bocah didepannya bahkan bisa mengalahkan ahli duniawi tengah dengan mudah. Bahkan jika mereka bisa mengalahkan dia disini masih ada yang satunya dan latar belakang gurunya terlalu menyeramkan untuk bisa disinggung. Apalagi setelah kekuatan Feng Li ditunjukkan pada ahli disini ketakutan mereka telah berada di titik ekstrim.


Sudah banyak yang menjilat Shin agar keselamatan sendiri, semua yang tadinya mengejek dan meledek Shin sekarang malah memuji dan menyanjungnya tinggi-tinggi, tak sedikit pula yang mulai menghina ahli yang mati tadi dan tidak ada yang melarikan diri, jika mereka melakukan itu kematian bukan hanya terjadi pada mereka tapi pada seluruh sekte !


"Shen, apa kau merasakan kalau Shin terlihat berbeda ?" Ying Ai baru pertama kalinya melihat Shin sedingin ini dan bahkan dia sedikit merinding kala melihatnya.


"Dia tidak bisa mengendalikan amarahnya dan kehilangan kontrol atas tubuhnya sehingga dia tidak bisa berpikir rasional saat ini, barulah setelah darah semua ahli ini membasahi dirinya dia akan kembali seperti biasa. Jangan khawatir, ini sangat bagus untuknya walau butuh waktu yang lama untuk memulihkan trauma miliknya, kecuali ada kejadian besar yang terjadi." Shen menenangkan Ying Ai.


Seperti kata Shen, bukan hal yang mudah untuk menyembuhkan trauma dari serangan mental seperti ini, jika Shin terlalu lemah ada kemungkinan dia akan down selama disini yang menyebabkan ekspedisi menjadi tidak berguna.


Para ahli yang berlebihan seperti tadi memang jauh diluar perkiraan Shen, lebih tepatnya ahli yang mengomandoi diluar perkiraan. Damage yang gak ada otak ini menyebabkan bekas yang cukup dalam, tapi Shen yakin bahwa Shin akan berhasil melewati semua ujian yang diberikan olehnya.


Shin mengarahkan tongkatnya pada semua orang dan berniat menyerang mereka semua sekaligus. Staff aura putih suci berfluktuasi dengan hebat dan aura murni miliknya bercampur dengannya, dua aura yang saling melengkapi ini kemudian membentuk sebuah tongkat super besar berwarna putih bersih tanpa ada noda dipermukaannya.


Konsentrasi kekuatan yang berada didalamnya bahkan membuat semua ahli dibawah termasuk Yi Kun menatapnya khawatir, jika mereka terkena serangan itu kematian tidak akan terelakkan lagi.


Tongkat raksasa muncul di atas kepala Shin dan bukan hanya itu saja, ada sebuah proyeksi samar-samar sebuah sosok besar berwarna putih dengan wajah yang marah dan agung, sosok ini terlihat menggenggam tongkat raksasa berwarna putih ini dengan mudahnya seolah ini adalah bagian tubuhnya sendiri. Saat dia menghentakkan senjatanya ketanah, bumi bergetar dan retakan muncul dengan mengkhawatirkan, kemudia sosok ini tersenyum puas dan menatap semua ahli dengan tatapan hina.


Semua ahli mengeluarkan keringat dengan derasnya, tak pernah dalam pikiran mereka bahwa bocah ini bisa memanggil sosok yang begitu kuatnya seperti ini, semuanya menjadi lemas dan kaki mereka bergetar hebat, ada yang terjatuh namun ada yang masih waras dan melarikan diri.


"Arhat Absolute Strike !!"


Sosok itu mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi dan langsung mengayunkannya ke bawah dengan hebat, senjata suci itu kemudian menghantam tanah dengan kuat dan gempa terjadi dalam radius beberapa km, sekitar dua puluh lebih ahli kena telak serangan ini dan langsung menemui sang pencipta, sisa yang berlari bahkan tidak bisa lepas dari jangkauan serangan ini dan mati lebih mengenaskan.


Serangan ini sama dengan yang dilakukan Shin dulu namun dengan kekuatan yang sangat ditingkatkan, jika dulu dia hanya bisa membunuh dua ahli duniawi tengah dengan serangan ini sekarang dia bisa membunuh puluhan dari mereka dengan satu serangan. Kekuatan yang besar seringkali meminta bayaran yang besar pula, lebih dari setengah aura Shin telah dia habiskan dalam satu serangan yang merupakan kartu as miliknya.


Yi Kun yang melihat serangan ini sangat terkejut dengan dampak dari serangan ini, dia bahkan tidak yakin serangan terkuatnya akan memiliki dampak yang sekuat itu, dia kemudian mencapai kesimpulan bahwa ini melebihi kekuatan skill level 8 milik Keluarga Imperial ! Jika dia memiliki skill ini maka dia akan bisa setara dengan ahli surgawi lainnya dan memuluskan jalan menjadi Patriark Klan Yi selanjutnya.


Yi Kun tak perlu khawatir dengan latar belakang Shin karena latar belakangnya jelas jauh lebih kuat, jika Klan Yi diserang oleh Feng Li maka tiga lainnya tidak akan membiarkannya dengan mudah. Dengan begini dia menatap Shin yang kelelahan akibat serangan ini dengan mata serakah, selain skill tadi dia juga berniat pada Arhat Staff miliknya.


Setelah suara keras tadi sosok Arhat mulai menghilang dan rasionalitas Shin sudah mulai pulih, dia menatap banyak mayat tergeletak dan retakan besar di tanah ungu ini, kemudian dia melihat telapak tangannya sendiri dan rasa bersalah besar menyelimuti dirinya. Dia kemudian menggenggam tongkatnya dan melemparnya jauh-jauh.


"Apa mereka mati..... karena seranganku....? Tidak..tidak.. itu tidak mungkin...." Shen dan Ying Ai mendekati Shin dan menenangkannya, Shen mengambil bentuk tak terlihatnya.


"Ini bukan salahmu sepenuhnya, mereka memang pantas mati." Shen jelas hanya menguji Shin sekaligus menceramahinya.


"Apa kau gila !? Mereka masihlah manusia apa kau pikir nyawa mereka itu seperti rumput di tanah !?" Shin sudah melupakan perkataannya saat ujian tongkat dulu.


"Apa kau pikir para sage mudah digertak seperti ini !!? Bunuh orang yang perlu dibunuh dan selamatkan yang lain !! Tak ku sangka kau sudah melupakan hal sepenting ini !!" Shen mungkin terlihat terlalu berlebihan namun jika dia tidak melakukan ini Shin akan terpuruk lebih lama dan ini bukan hal yang baik.


Memori Shin tentang ujian di Hutan Kematian dahulu kembali terputar dan ketika dia mengingat wajah Wang Yan dia seketika menjadi marah. Memang benar , tidak ada yang menyalahkannya akibat kematian Wang Yan dan malah banyak yang berterima kasih, meski para ahli tidak melakukan sebuah dosa besar tapi tetap saja prilaku mereka salah, mungkin jika Shin masih bisa mengendalikan amarahnya dia hanya akan melukai atau menggertak mereka saja tidak sampai membunuhnya, mau bagaimanapun Shin tidak ingin tangannya berlumuran darah terlalu banyak.


Setelah peringatan keras dari Shen tadi Shin sudah mulai pulih lebih cepat, dia melihat mayat-mayat disana lalu membungkuk dan meminta maaf pada mereka. Bisa dibilang kematian mereka saat ini disebabkan oleh rencana ujian dari Shen untuk Shin, meski tidak disengaja tetap saja itu dilakukan olehnya. Setidaknya rasa bersalahnya akan berkurang dengan melakukan ini.


Selepas dia melakukan penghormatan sosok Yi Kun dan tiga pengikutnya sudah ada dalam jarak lima meter dari Shin dan Ying Ai, wajahnya terlihat sangat tak bersahabat dan Shin langsung tahu bahwa dia tak datang dengan maksud baik.


"Murid Martial Master memang sesuai dengan reputasinya, serangan tadi bahkan setara dengan serangan dari ahli surgawi. Tapi jika skill sekuat ini hanya digunakan untuk membantai orang tak bersalah saja kau sudah mencoreng keagungannya, tongkat milikmu bahkan terlihat sangat suci namun kau malah melumurinya dengan darah orang biasa, sikapmu yang menodai kesucian dari dua benda surgawi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, atas nama langit dan pendahulu dari dua benda ini serahkan dua benda ini dan dosamu akan terhapus sepenuhnya !!" Tentu saja Yi Kun tidak tahu asal-usul dari dua item milik Shin, tebakan item surgawi suci memang benar namun itu bisa dengan mudah dia pikirkan karena semuanya terlihat putih dan sederhana.


Shen bahkan menyumpahi Yi Kun dengan keji dan tak berperasaan, atas nama langit apanya ! Pemilik pertama dari item ini bahkan akan kecewa jika Shen jatuh di orang seperti dia. Shen sudah tidak tahan dengan sifat sombong nan arogan Yi Kun lalu memerintah Shin yang masih kelelahan.


"Shin, aku tak peduli dengan kondisimu tapi yang pasti kau bunuh dia sekarang juga !! Beraninya dia menghina kesucian para sage didepan diriku !!" Shen berkata dengan penuh emosi dan niat membunuh intens, keadaan yang lemah ini membuatnya tak berdaya, eh, walau dia dalam kondisi sempurna juga dia tidak bisa melukainya kecuali Yi Kun punya aura iblis di tubuhnya. Kekuatan Grand Sage Record of The World terletak pada pengetahuan dan kemampuan pemurnian miliknya dan seni kultivasi didalamnya, saat ini Shen sudah kehilangan kekuatan pemurnian dan hanya seorang cendikiawan lemah biasa.


"Jika kau tidak memintanya juga aku akan tetap membunuhnya !!" Kematian ahli tadi hanyalah kecelakaan dan Shin juga tidak mengharapkannya namun untuk Yi Kun didepannya dia sudah tidak punya belas kasihan padanya.


"Shen !"


Shin menatap Shen dengan serius dan kode ini sangat dimengerti olehnya, ini hanya bisa berarti pertarungan akan terjadi.


"Aku mengerti."


Tanpa membalas omongan dari Yi Kun, Shin langsung mengirim tongkat terbangnya tanpa kompromi sambil melesat maju dan mengirim pukulan, Yi Kun tak sempat bereaksi terhadap dua serangan dari arah yang berbeda ini dan dirinya kemudian terdorong mundur beberapa meter.


Tiga ahli lainnya kemudian mengambil senjata mereka namun Shin tak peduli, mereka adalah bagian Ying Ai.


Shin melesat melewati tiga ahli ini dengan menaiki tongkatnya, dia dengan mudah terbang di atas kepala mereka. Tiga ahli ini tentu tidak diam saja dan bersiap menyerang Shin namun rasa panas tinggi timbul dari arah yang berlawanan.


"Lawan kalian adalah aku !"


Ying Ai mengirim tiga buah bola api besar pada mereka yang lengah, mereka tidak sempat menepis atau menghindar dan serangan Ying Ai kena telak.


Tiga ahli ini adalah ahli duniawi akhir jadi tentu saja serangan Ying Ai tadi hanya menimbulkan sedikit kerusakan, mereka mengalihkan perhatian pada Ying Ai dan menatapnya hina.


"Bocah, meski kau adalah perempuan tapi kami tidak akan menahan diri ! Jangan salahkan kami atas apa yang akan terjadi nanti." Tiga ahli itu menatap Ying Ai dengan menjijikan.


Walau Ying Ai kalah jumlah dan kekuatan tapi dengan Shen disinya dia yakin bisa menahan mereka disini beberapa menit sampai Shin beres disana.


"Cepat serap sisa-sisa divine flame yang ada ditanah dan gunakan itu sebagai penambah kekuatan apimu." Rencana Shen adalah demikian. Dengan menyerap sisa divine flame yang tak memiliki tuan atau jiwa maka ini bisa digunakan olehnya, meski hanya secuil tapi tetap saja itu divine flame. Apalagi Burning Heaven Divine Flame ini berfokus pada penghancuran dan kekuatan yang merupakan divine flame dengan suhu paling panas, kekuatan leleh-nya juga berada di tingkat yang menakutkan dan tidak bisa padam. Walau tidak membawa atribut pemurnian namun semua item yang memiliki nama "divine" secara otomatis akan memilikinya.


Ying Ai memfokuskan dirinya dan secepat mungkin menyerap api ungu di tanah, dia harus melakukannya sambil berlarian karena tiga orang ini pasti mengejarnya juga. Sesekali Ying Ai mengirim beberapa serangan tingkat rendah hanya untuk memperlambat laju mereka, dalam lima menit Ying Ai bisa merasakan bahwa ada secuil divine flame memasuki tubuhnya, seketika tubuhnya menjadi panas dan aura miliknya memiliki sedikit noda ungu, saat dia mengeluarkan apinya ternyata ini menjadi lebih kuat !


"Heh, sudah cukup aku berlarian. Kesini kalau berani !" Ying Ai dengan berani memprovokasi tiga ahli tersebut dan jelas tindakannya telah membuat mereka marah besar.


Disisi lain pertukaran sengit terus berlangsung dalam lima menit tadi, Shin berada di atas angin karena combo dengan senjata terbang miliknya, Yi Kun dipaksa dalam kondisi bertahan dalam pertarungan ini, namun Shin juga tidak dalam situasi yang baik, aura miliknya sudah terkuras banyak dan hanya tersisa sedikit, tubuhnya sudah basah oleh darah dan banyak luka tusuk menempel di tubuhnya. Pertarungan tidak boleh dia biarkan berlarut-larut dan harus diakhiri segera.


"Focussed Pressure !"


Shin hanya bisa mengeluarkan skill ini dalam pertarungan, durasinya juga tak akan lebih dari sepuluh menit. Yi Kun merasakan tekanan datang namun hanya berguna melambatkan pergerakannya dan memang ini yang diharapkan oleh Shin.


Sebagai martial artist dia bisa menyerap aura bumi dan aura bumi disini bercampur dengan divine flame ! Ini menjadikannya lebih berkhasiat berkali lipat dari aura bumi biasanya. Medan pertempuran yang menguntungkan Shin ini jelas membuatnya senang.


Yi Kun bukan seorang pengguna senjata, bukan pula martial artist dan bukan juga elemental, dia yakin pada berbagai skill yang dia miliki dan merupakan seorang jester(pelawak) orang yang bisa segalanya namun tidak ahli dalam satu hal, dalam kondisi dia bisa bela diri, bisa pakai pedang ataupun tombak namun yang utama adalah bergantung pada skill. Biasanya ahli semacam ini dihina karena terlalu bergantung pada skill dan tidak mengetahui jalan seorang ahli yang sesungguhnya, sangat jarang menemui ahli semacam ini saat seseorang masih lemah sepertinya, saat jadi sangat kuat akan jadi wajar jika tidak punya senjata karena auranya sendiri jauh lebih mematikan daripada itu.


Shin menendang tulang kering Yi Kun dengan keras dan tongkat miliknya mengayun menyerang punggung Yi Kun, dia terjatuh dan menopang tubuhnya dengan kedua tangannya sendiri kesusahan karena tekanan, Shin meninju kepalanya dari atas dan dia langsung tergeletak di tanah. Semua serangan Shin ini hanya menimbulkan luka kecil dan hanya melakukan kerusakan yang menumpuk pada satu titik.


Shin terus meninju kepala Yi Kun namun kepalannya ditangkap dengan kuat, Shin mencoba melepaskannya namun ini terlalu kuat.


"Silver Needle !"


Di sekitar tangan Shin yang digenggam kuat ini muncul tiga belas jarum perak yang sangat tipis namun ketajamannya tak perlu diragukan lagi, Shin menatapnya dengan ngeri namun Yi Kun malah tersenyum, akting lemah dan terjatuh dilakukannya untuk momen ini.


Srash !


Ketiga belas jarum menusuk tangan Shin dengan ganas dan luka yang ditimbulkan cukup dalam, Shin tidak meraung kesakitan karena sudah terbiasa malahan dia malah tersenyum. Staff terbang segera menyerang siku Yi Kun.


Brak !


Tangan Yi Kun seketika patah dan cengkramannya dilepaskan, dia yang berada dalam kondisi berbaring memudahkan Shin menyerangnya, Shin menduduki tubuh Yi Kun dan mulai menghantam kepalanya sekuat mungkin, tak lupa tongkatnya juga mulai meremukkan kaki Yi Kun dengan ayunan atas.


"Silver Needle !"


Seketika punggung Shin dihujani jarum perak yang tajam namun dia masih tidak peduli.


"Silver Needle ! Silver Needle !"


Yi Kun terus men-cast skill favoritnya agar Shin berhenti memukulinya, wajahnya sudah berdarah dan lebam di banyak tempat namun punggung Shin juga sudah ditusuk puluhan jarum perak, kondisinya sama buruknya dengan Yi Kun.


Shin menonaktifkan skill toogle ini dan melompat menjauh dari sana, kaki Yi Kun sudah patah jadi dia tidak bisa kabur lagi, Shin bisa tenang membunuhnya dengan senjata terbang miliknya.


Shin menjauh sepuluh meter dan staff masih asyik menghantam tubuh Yi Kun, dia terbaring lemas dan menggunakan aura shield yang menyebabkan serangan dari Shin menjadi tidak berguna.


Shin berniat memulihkan diri disini dan mengeluarkan semua jarum perak ini dari tubuhnya, melihat Shin yang sedang tidak fokus Yi Kun memasang sebuah senyum dingin.


"Silver Pierce !"


Dia membuat seratus jarum perak dan menggabungkannya menjadi sebuah tombak perak panjang dengan kekuatan menembus yang gila, tombak perak ini dia luncurkan ke arah jantung Shin yang sedang memulihkan diri.


Prang !


Disaat yang sama aura shield miliknya hancur dan staff milik Shin juga sudah bersiap menusuk jantung Yi Kun dengan ganasnya.


Tombak Perak atau Arhat Staff yang tiba lebih cepat dan menentukan kehidupan dan kematian antara mereka berdua, dua serangan bertipe tusukan mengarah ke jantung masing-masing, apakah tombak perak akan menghancurkan jantung Shin atau Arhat Staff yang membunuh Yi Kun lebih dulu ?


Kita akan tahu besok hari !