Lone Hero

Lone Hero
Melawan Zhi Shi



Urutan kedua adalah Suo Yao, saat dia naik ke atas arena suara teriakan dan kasihan muncul di kerumunan penonton. Bahkan sampai ada fanbase khusus Suo Yao disana. Ada juga orang yang mengasihani lawannya karena kesialannya ini.


Suo Yao memenangkan pertarungan hanya dalam tiga gerakan, pertama dia mendekati lawannya yang gugup tingkat tinggi dan hanya menatapnya dengan pedang ditangan, lawannya hanya bisa mengeluarkan tebasan acak untuk menimbulkan kesan pertarungan intens. Tapi serangan acak ini langsung Suo Yao buyarkan dengan satu tebasan, pedang lawannya langsung terbang menjauh dan Suo Yao menghunuskan pedangnya tepat didepan leher lawannya ini. Terlalu ketakutan, lawannya terjatuh dan langsung menyerah sampai ngompol di celana.


Pertarungan lawak ini sontak menimbulkan gelak tawa di seluruh penonton, tapi mereka semua sudah memperkirakan hasil seperti ini. Mereka hanya menertawakan kesialannya ini. Setelah pertandingan kedua ini pertarungan ketiga diundur karena harus membersihkan arena dulu. Dan lebih hebohnya lagi ini diumumkan oleh Sheng Yi yang juga tertawa karena kejadian ini. Mungkin setelah ini lawan Suo Yao ini tidak memiliki wajah untuk ditunjukkan pada Kota Yan.


Pertandingan ketiga tidak berbeda jauh dari sebelumnya, tapi pertandingan keempat sedikit membangkitkan minat para penonton, itu karena kemunculan kuda hitam selain Shin. Tapi jelas, kekuatannya jika dibanding dengan ketiganya masih sangat kurang. Setelah istirahat satu jam akhirnya babak perempat final akan dimulai.


Seperti tadi, mereka semua diharuskan mengambil undian yang sama, Shin membawa undiannya dan terlihat sedikit kecewa.


"Kenapa aku harus dinomor duakan?" Jiwa muda ingin tenarnya merasa terpanggil, tapi untung saja rasa haus dari jiwanya ini terpenuhi karena lawannya nanti adalah Zhi Shi! Ini berarti Shin harus mengalahkan dua kandidat utama sebelum mendapatkan kemenangan.


Ditribun yang jauh, Sheng Yi selalu memperhatikan Feng Li, tapi dia tidak mengerti kenapa Feng Li mengeluarkan sebuah senyum yang tampak sangat mengerikan. Bahkan Sheng Yi seperti melihat iblis yang dipersonifikasikan.


Pertarungan pertama berlangsung cepat dan bakat kuda hitam ini lumayan baik, dia bisa bertarung dengan Suo Yao beberapa gerakan sebelum akhirnya kalah. Bagi generasi muda Kota Yan hasil ini bisa mereka bangga-banggakan setelah kembali ke sekte mereka masing-masing.


"Urutan kedua, Shin VS Zhi Shi!" Pengawas meneriakkan dua nama yang memiliki efek seperti guntur ini, yang satu adalah murid Feng Li yang satu adalah rival Suo Yao. Tidak ada penonton yang berani mengeluarkan hasil awal pertarungan ini.


"Hahaha, keberuntunganmu ternyata begitu buruk. Aku harus menerima sedikit manfaat dari pertandingan ini, Zhi Shi." Suo Yao sudah turun dan merayakan kemenangan taruhan ini.


"Jika barang miliknya itu bagus, aku akan merepotkanmu karena harus meminta bayaran setimpal!" Zhi Shi tidak ingin membantu Suo Yao begitu saja.


"Tentu saja, aku akan memberimu 700 koin kristal padamu!" Angka 700 koin kristal bukan jumlah yang sedikit, bahkan itu adalah jumlah seluruh uang simpanan Suo Yao. Tapi dia adalah orang bijak yang licik, dia tahu bahwa harga harta milik Shin pasti lebih dari 20.000 koin kristal, investasi kecil seperti ini tidak akan merugikannya.


"Aku akan dengan senang hati menerimanya!" Zhi Shi kegirangan dengan jumlah uang itu, jumlah uang saku miliknya selama setahun bahkan tidak sampai setengah jumlah itu, bagi manusia sifat rakus memang tidak bisa dihindari.


"Aku harus berterima kasih padamu bocah." Zhi Shi berkata pada Shin yang siap bertarung melawannya.


"Senior tidak perlu berterima kasih." Tumben sekali dia berkata dengan sopan. "Karena senior tidak akan mendapat manfaat apapun!" Ternyata ini adalah kalimat sombong terpisah.


"Hahahaha, kantung uang milikku ini berani bicara sombong padaku!" Zhi Shi mengaktifkan aura dan mengarahkan tekanan pada Shin.


"Hati-hati senior, kantung uang ini bisa membuatmu kehilangan muka!" Shin membalas mengeluarkan tekanan aura.


Pertarungan mereka akan segera dimulai, setelah beberapa bacotan lagi, keduanya melakukan apa yang orang lain tunghu-tunggu.


"Supaya aku tidak dicap sebagai pembully aku tidak akan menggunakan senjata." Zhi Shi berniat beradu bela diri dihadapan ahlinya.


"Terima kasih untuk itu." Shin sangat senang karena kesombongan Zhi Shi ini. Bela diri adalah keahliannya, bahkan bisa dibilang yang terbaik antara generasi muda di Kota Yan.


Seperti biasa, Shin mengeluarkan kuda-kuda miliknya dan tak akan melakukan langkah lebih dulu. Ini dia lakukan sebagai kehormatannya sebagai martial artist.


Zhi Shi mendekati Shin perlahan, setiap langkahnya berisi kehati-hatian dan waspada yang tinggi. Tatapan sang predator dia arahkan pada Shin yang tidak bergerak.


Bruk!


Zhi Shi tiba tiba terjatuh dan memegang betisnya lalu mengerang kesakitan.


"Eh." Penonton kebingungan lalu menatap Shin. 'Dia tidak bergerak!' Suara mereka tidak keluar karena terlalu terkejut.


Tadi saat Zhi Shi masuk dalam jarak serang Shin, dia melancarkan serangan pertama kali, dia melakukan sebuah tendangan rendah ke arah betis Zhi Shi dan langsung kembali ke posisinya. Seluruh gerakan ini bahkan tidak mencapai satu detik, hanya para penonton di tribun yang tahu kejadian secara keseluruhan.


"Muridmu memang hebat seperti dirimu." Sheng Yi mengeluarkan pujian pada Shin, dalam umur sepuluh tahun setengah bisa mencapai level seperti itu dalam bela diri hanya bisa dianggap sebagai keajaiban. Namun jika Sheng Yi tahu pelatihan yang dijalani Shin dia akan merasa aneh jika Shin tidak mencapai level ini, ditambah dengan sparring yang seimbang dengan Feng Li dia akan lebih terkejut lagi.


Zhi Shi bangun dan susah payah mengatur keseimbangan, dengan satu kaki yang terluka akan sulit untuk melanjutkan pertarungan.


"Sepertinya aku sudah meremehkanmu, kau harus berbangga diri karena bisa memaksaku menggunakan tombak ini. Awalnya aku berencana menyimpannya untuk Suo Yao nanti, tapi melihatmu yang bertindak sombong seperti itu membuatku tidak tahan menggunakannya." Zhi Shi mengangkat tombak dari punggungnya dan memegangnya dengan kedua tangannya. Tombak berwarna merah seperti api dengan fluktuasi yang lebih kuat daripada pedang Ye Han, itu adalah harta pembentukan tingkat tinggi! Kekuatan yang ditimbulkan olehnya pasti bukan isapan jempol belaka.


Shin mendekat untuk meniadakan keunggulan jarak, dalam kecepatan super tinggi itu Shin meninju dada Zhi Shi telak, Shin merasakan bahwa ada semacam armor keras yang ada dibalik pakaiannya itu. Zhi Shi mundur tujuh langkah dan berhenti.


Zhi Shi mengarahkan tombaknya ke depan dan langsung menerjang Shin, dengan tombak ditangan dia menusuk beberapa kali namun bisa dihindari dengan mudah oleh Shin. Dalam pertukaran ini serangan Shin selalu mengenainya tapi tidak menimbulkan efek yang signifikan, "Armor yang merepotkan." Shin mendengus kesal karena tidak ada larangan penggunaan harta atau armor di pertarungan ini.


Shin berhenti menyerangnya dan bergerak secara acak dengan Earh Step.


"Dimana dia!?" Penonton terkejut dengan menghilangnya Shin secara tiba-tiba. Gerakannya yang terlalu cepat tidak bisa diikuti oleh mata praktisi duniawi kebawah.


Zhi Shi juga sedikit terkejut karena lawannya sudah menghilang, dia menggunakan indra aura dan bisa merasakan posisi Shin, tapi saat dia menengok kearahnya, posisinya sudah berganti lagi.


Shin berusaha memanfaatkan kecepatan yang menumpuk. Dengan berkembangnya pemahaman Focussed Aura Control milik Shin, dia bisa memfokuskan tenaga apapun didalam tubuh! Dari aura bumi hingga dari kecepatan tinggi ini, ditambah dengan kuda-kuda miliknya. Itu akan menjadi pukulan terkuat yang pernah dilakukan Shin.


Saat Shin berlarian kesana-kemari dia diam-diam menggunakan Focussed Aura Control, seluruh tenaga yang terkumpul didalam tubuhnya mengalir ketangan kanannya, tangannya menegang karena menerima aliran kekuatan gila ini.


Whoosh!


Seperti hantu, Shin langsung berdiri didepan Zhi Shi dan mengambil kuda-kuda. Dengan tombak di tangan Zhi Shi tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia menusuk dengan tombaknya.


Tapi tinju Shin lebih cepat, kekuatan yang terkandung didalamnya bahkan mampu mematahkan sepuluh kayu besi dalam satu serangan!


Crak!!


Setelah Shin memukul armor Zhi Shi dengan keras, suara retakan menggema menyelimuti seluruh arena disertai dengan Zhi Shi yang terlempar lalu menyemburkan darah ditempat pendaratan. Ya, itu diluar arena!