Lone Hero

Lone Hero
Awal Dari Pertempuran



"Apakah semua ini... adalah kebenaran?" Shin sontak kaget tak percaya atas apa yang telah didengarnya, rencana licik yang sudah dibuat ribuan tahun lalu hanya untuk membebaskan Jendral Iblis, konspirasi antara Kaisar Pendiri dan iblis serta beberapa hal yang tak pernah diduga sebelumnya. Kebenaran dari gurunya sendiri... terlalu menakutkan!


Dari anak kecil yang kehilangan orang tuanya karena ulahnya sendiri menjadi seorang ahli terkuat yang memangku beban berat dipundaknya, beban balas dendam dan beban menyelamatkan dunia ini. Untungnya salah satu dari kedua beban besar itu sudah terangkat. Dia bisa mengistirahatkan dirinya sebentar lagi.


"Tentu saja, semua hal ini adalah rahasia yang sudah disimpan selama ribuan tahun, hanya guruku orang luar yang tahu tentang hal ini."


"Begini Shin, jumlah tumbal yang dibutuhkan mereka tinggal sedikit lagi, jika keduanya bangkit secara bersamaan maka tidak ada lagi harapan untuk kekaisaran ini. Karena inilah, aku akan menyerang mereka lagi besok, kau mau ikut atau langsung pergi semua terserah padamu." Feng Li berkata dengan sangat serius, pilihan Shin kali ini mungkin bisa mempengaruhi nasib jutaan orang.


"Aku akan ikut bertempur bersama guru! Sudah menjadi tanggung jawabku sendiri melawan iblis serta membalaskan dendam grandmaster." Dengan segala benda hebat ditangannya Shin pasti punya tanggung jawab melawan iblis dipundaknya. Hanya saja dia tak mengira kalau harus melawan mereka secepat ini, walau itu hanya iblis yang paling lemah itu masih saja menakutkan.


"Jangan menyesali keputusan ini nanti!" Feng Li memberi peringatan keras, intensitas pertarungan yang akan mereka berdua jalani harusnya adalah yang paling hebat di seluruh kekaisaran.


"Dan satu hal lagi, aku lupa memberikanmu ini," Feng Li mengeluarkan sebuah buku lagi dari cincin penyimpanannya, "didalam buku ini terdapat berbagai skill original yang kubuat sendiri. Hasil keringat dan darah selama lima belas tahun penyempurnaan semuanya aku tulis disini. Pengetahuan ini tidak berguna kalau kusimpan lebih lama, kuberikan saja ini padamu."


"Dan juga, aku sudah tidak memerlukan ini lagi. Gunakanlah dengan bijak." Feng Li melepaskan cincin ruang miliknya dan memberikannya pada Shin, sebuah proses pewarisan yang sangat berlebihan ini sangat membuat Shin heran sekaligus senang pada saat yang bersamaa. Siapa yang tidak senang setelah mendapat semua harta seorang ahli master? Dari pil aura hingga harta dan berbagai pil pasti dimilikinya, tak berlebihan kalau menyebut ini sebagai gudang harta.


"Master... ini...." Shin ragu-ragu ketika akan mengambil cincin ini,  menerima harta sebanyak ini tentu akan membuatnya enggan.


"Ambil saja, anggap sebagai bekal perjalananmu nanti. Berjanjilah satu hal padaku Shin, dalam lima tahun kau harus menemui Ying Ai kembali, apakah kau harus kembali kesini lagi atau tidak, kau akan memutuskannya sebentar lagi." Jika dihitung-hitung, Shin harus menempuh jarak ribuan km dari sini, Shin sebenarnya punya bekal banyak di dalam dirinya tetapi Feng Li tidak mengetahui hal ini, wajar bila dia akan sekhawatir ini. Apalagi Shin pastinya butuh sumber daya dalam jumlah besar untuk bisa meningkatkan kultivasinya dalam waktu lima tahun singkat.


"Baiklah, terima kasih untuk semua hal ini master!" Shin memasang cincin ini menggantikan cincin miliknya, diam-diam dia memasukkan semua isi dalam cincin Feng Li kedalam Devouring Dragon Vessel, kemungkinan akan dicuri masih ada, tak ada salahnya lebih berhati-hati.


"Sekarang istirahatlah dan persiapkan dirimu dalam kondisi terbaik, besok akan menjadi pertarungan bersama untuk yang pertama dan terakhir kalinya." Pertarungan ini juga pertama kalinya bagi Shin untuk melihat sekuat apa gurunya yang sebenarnya, orang terkuat di kawasan ini. Dan juga, ini adalah saatnya dia mengetahui sekuat apa iblis yang paling lemah. Ini akan memberinya gambaran yang lebih jelas tentang siapa yang akan dia hadapi jauh ke depan.


"Feng Li, sudah cukup lama kau tidak bertemu denganku. Dua tahun kau berada di antah-berantah memaksaku harus jatuh dalam kebosanan, tiap hari aku harus dengan paksa mendengar hujatan dan cacian terus menerus hingga kupingku bengkak. Datanglah, aku ada di radius seratus km ke selatan. Kita selesaikan urusan lama yang sudah puluhan tahun ditunda, dan itu adalah KEMATIANMU!!"


Ketika Shin hendak pergi ke kamar sebuah transmisi suara dikirimkan pada mereka berdua, Shin tidak bisa mengenali sumber suara ini namun tidak dengan Feng Li, dia tanda sadar mengeluarkan hawa membunuhnya tanpa ada batasan, wajahnya yang tadi serius dan dewasa kini berubah menjadi sangat marah dan siap meledak kapanpun, bagai sebuah gunung berapi yang siap meletus.


"DOU HUANG!!"


Feng Li berteriak sekencang mungkin, suaranya menggelegar ke selruh rumah, menyebabkan rumah panggung ini bergetar tak terkendali. Dalam emosi Feng Li berkata, "Tak usah kita menunggu besok, musuh sudah menunggu kita disana!! Kita selesaikan hari ini juga!" Feng Li beranjak dari meja dan berjalan menuju luar rumah, bersiaga melakukan perjalanan ke arah selatan. Melewati Kota Mang akan ada dataran tak berpenghuni yang cukup luas, sangat cocok untuk medan tempur ahli master.


Shin khawatir dengan sikap buru-buru ini, mengingat kelicikan Dou Huang dia menjadi semakin gelisah.


"Master, apa mungkin ini adalah jebakan yang disiapkan oleh mereka?"


"Kau bicara apa, tentu saja ini adalah jebakan!! Tapi kau pikir apa bedanya dengan masuk kedalam jebakan ini sekarang atau besok, yang ada malah dia akan menambah bala bantuan yang bahkan para Patriark mungkin akan datang kesini!!" Tanpa memalingkan wajahnya Feng Li berkata, dia sudah sangat terbiasa dengan kelicikan Dou Huang dan bisa menebak jalan pikirannya.


Tanpa bicara apapun lagi Feng Li sudah melesat ke arah selatan secepat mungkin diikuti oleh Shin dengan tongkatnya, menggunakan ini selalu lebih praktis dan nyaman daripada terbang sendiri.


Dalam perjalanan Feng Li menyebutkan apa yang harus dilakukan nanti.


"Shin, jika mereka datang bersama pasukan kau lawan saja pasukannya dulu, jika mereka hanya datang berdua kau lawan Yun Xiao, dengan kekuatanmu aku yakin kau setidaknya setara denganku. Seharusnya tidak terlalu sulit untuk melawannya. Menurut perkiraan harusnya seminggu lagi mereka berdua pulih seutuhnya, yang lebih penting lagi adalah dia baru saja menahan gempuran The Five Devils, kekuatannya pasti sudah menurun jauh." Pada hari-hari sebelumnya The Five Devils dipimpin oleh Old Tu menyerang kekaisaran dengan kekuatan penuh. Hasilnya, wilayah Klan Zhang hancur lebur dan kemenangan berhasil mereka dapatkan, Yi Lei terluka dan tidak bisa bertarung dalam waktu dekat. Tapi yang Feng Li tidak ketahui adalah Dou Huang tidak mengeluarkan kekuatannya saat bertarung, dia juga tidak menerima banyak luka begitu pun dengan Yun Xiao.


"Master, Yun Xiao ini sekuat apa tanpa iblis?"


"Dia hanya sedikit lebih lemah daripada Dou Huang, ilmu pedangnya hanya lebih tinggi dari Dou Huang namun masih jauh dari Suo Qing. Dia bukan lawan yang sulit." Feng Li merinci kekuatannya, bukan lawan sulit disini tentu saja adalah kekuatan murni miliknya, jika ditambahkan kekuatan iblis itu akan jadi kacang yang sulit untuk dipecahkan.


"Ingat ini Shin, apapun hasil pertarungan nanti jangan pernah umumkan hasilnya pada orang lain, tak peduli siapapun itu. Biarkan semuanya mengalir seperti biasa, kepanikan pasti akan terjadi walau kehancuran kekaisaran sudah didepan mata. Terserah padamu akan membantu mereka atau tidak, yang pasti adalah semua hal tentang iblis dan kebenaran tadi harus tetap tertutup rapat. Biarkan ikan di kolam, tidak mengetahui luasnya lautan."


Shin mengangguk paham, soal urusan menyelamatkan kekaisaran dia masih terlalu jauh untuk hal itu, lebih baik pikirkan saja musuh kuat yang sedang menghadang.


"Shen, berapa banyak esensi darah yang dibutuhkan untuk memanggil Arhat?" Hal ini adalah kartu truf miliknya yang paling kuat, namun dibalik kartu paling hebat ini harga yang harus dibayar olehnya cukup besar, sejumlah esensi darah dibutuhkan.


"Kok kau tidak heboh seperti dulu saat mendengar iblis?" Reaksi Shen yang tenang sedikit membuat Shin heran, dia yang selalu berteriak putus asa dan berdoa tanpa henti dulu sekarang seolah tak peduli.


"Ini hanya iblis tingkat terendah, apa yang harus dikhawatirkan? Ditambah dengan adanya kau dan Feng Li bukan tidak mungkin masalah ini akan cepat selesai. Gurumu jauh lebih kuat daripada pikiranmu sendiri Shin!"


Bahkan jika dua iblis ini sepenuhnya pulih, ancaman yang akan menghantui dunia sangatlah tidak signifkan, mereka hanya bisa berpuas diri diam terjebak ditempat ini. Jika mereka memaksa memperluas pengaruh iblis mereka, mau tidak mau mereka akan menyinggung Sekte Penguasa di benua ini yang notabene adalah faksi terkuat! Seratus iblis macam mereka juga tak akan mampu membunuh murid-murid disana.


Mendengar kalimat ini Shin menjadi lebih tenang, setidaknya intensitas bahaya sangat menurun dari yang terakhir kali. Namun, masih ada sebuah hal yang mengganjal pikirannya dan ini tentang cerita yang feng Li sebutkan sebelumnya.


"Master kenapa para iblis ini harus bangkit secara bersamaan?" Ribuan tahun dibutuhkan untuk membangkitkan dua iblis, jadi harusnya butuh waktu yang lebih sedikit untuk hanya membangkitkan satu.


"Satu tidak akan pernah cukup untuk tujuan mereka, hanya dengan minimal dua iblis dan sedikit keberuntungan mereka bisa membebaskan ketiga Jendral Iblis. Namun, jika salah satu iblis ini bangkit terlebih dahulu maka kekuatannya akan menarik perhatian besar, kau ingat ini dimana kan? Di tempat dengan aura yang sangat tipis dan keruh tahap master adalah batas tertinggi disini. Kemunculan ahli grandmaster akan mengejutkan bahkan dinasti disekitar kawasan ini. Setelah itu besar kemungkinan informasi tentang mereka bocor dan rencana yang susah payah mereka susun dengan hati-hati akan runtuh dengan sia-sia." Feng Li menjelaskan kebingungan Shin. Sebagai rencana besar yang bisa mempengaruhi dunia ini tentu saja itu akan dibuat secara sangat sempurna dan matang, kecacatan sedikitpun dalam rencana tidak akan mereka biarkan begitu saja.


"Aah... jadi begitu, terima kasih untuk pencerahannya master." Dia yang masih muda dan hijau hanya sedikit mengerti soal kelicikan dan kebusukan makhluk yang disebut iblis maupun manusia. Setelah dua tahun di Border Forest dia masih sangat jauh untuk menandingi gurunya.


"Jangan pikirkan. Fokus saja pada musuh didepan kita, hanya setelah kita berhasil membunuh mereka kau bebas melakukan apapun yang kau mau."


Dalam kalimatnya Feng Li menggunakan kata "membunuh" dan bukan sekedar "mengalahkan". Dia sangat mengerti bahwa Shin akan pergi setelah penyerangan ini dan dia tak mungkin bisa melawan mereka berdua seorang diri. Hanya inilah kesempatan sekali seumur hidup yang dia punya untuk membunuh Dou Huang sekaligus membalaskan dendam Yan Shen.


Feng Li yang selalu bertarung dalam bayang-bayang tanpa diketahui siapapun, dia yang harus dengan kejam masuk kedalam perangkap musuh yang menjadikannya sebagai pembunuh berantai keji. Sebuah takdir kejam harus diterimanya dengan ikhlas dan dia memang seperti itu, dia dengan sangat ikhlas melakukan semua ini tanpa imbalan.


Melawan seorang musuh yang kekuatan serta kelicikannya yang sanggup menghancurkan dunia. Atau harus kubilang dia melawan banyak musuh, karena pada dasarnya dia melawan seluruh garis keturunan Keluarga Imperial dari leluhur mereka yang paling atas. Melawan rencana jahat mereka hanya dengan kekuatan tiga orang saja sangat terlihat mustahil. Ketiga orang ini tak lain adalah pasangan guru dan murid seutuhnya, dendam yang mengalir beriringan dengan mengalirnya teknik serta warisan kedua orang ini. Dan dendam yang berlangsung selama puluhan tahun ini, akan berakhir sebentar lagi.


Ditangan Feng Li dan Shin, meneruskan perjuangan Yan Shen yang harus dengan terpaksa berhenti. Sebuah perjuangan yang Yan Shen mulai seorang diri dengan terhormat akan diakhiri oleh para muridnya. Penyesalannya ketika meninggalkan dunia ini, sebentar lagi akan terangkat, membuatnya bisa tenang hidup di atas sana.


Shin menanyakan beberapa detil dalam perjalanan, semuanya adalah informasi yang akan berguna untuk mengalahkan mereka berdua. Feng Li dengan senang menjawab segala pertanyaan yang terlontar dari mulut Shin, hanya dengan inilah dia akan bisa membuat gurunya dan dirinya sendiri tenang.


Perjalanan menuju arah selatan berlalu dengan sedikit tegang, Shin melewati berbagai tempat yang sudah familiar. Kota Mang yang baru saja dia tinggalkan kini sudah mengisi bidang pandangannya, ini hanya bisa berarti satu hal yaitu mereka berdua sudah sangat dekat dengan posisi yang ditunjukan Dou Huang.


Namun ada sedikit masalah disini, Dou Huang tidak memberikan koordinat pasti tempatnya berada, dia hanya berkata bahwa dia berada di radius 100 km dari Kota Yan. Fakta ini saja sudah membuat dua orang ini menjadi sangat waspada, dan walau Feng Li tidak bisa tenang dalam situasi ini Shin masih bisa. Dia punya sebuah radar tak mungkin salah yang bisa mendeteksi wilayah ribuan kilometer jauhnya, radar ini tak lain adalah Shen.


"Shen cepat deteksi dimana mereka!" Perintah Shin.


"Mereka tidak bersembunyi, tidak juga membawa pasukan lainnya. Tinggal ikuti arah ini dan sebentar lagi kalian akan berkonfrontasi." Shen berkata menenangkan, sudah sejak tadi dia menggunakan indranya untuk menyisir area ini.


"Baguslah, setidaknya ini akan jadi pertarungan yang adil." Shin menghela napas lega, kesadaran yang tadinya serius dan waspada kini berubah sedikit tenang.


 


"Adil darimana, kau itu sedang melawan 4 orang sekaligus Shin! Tak ada yang adil dari hal ini." Dua lainnya secara alami adalah roh iblis ditubuh mereka.


"Hehe... benar juga. Oh ya, berapa kesempatan kami menang menurutmu?" Shing menggaruk kepalanya sendiri, menertawakan kebodohannya sendiri.


"Jika mereka belum pulih harusnya sekitar lima puluh persen lebih, namun kalau mereka sudah pulih itu akan berkurang menjadi tiga puluh kurang."


Shen berkata sedikit cemas, mempertimbangkan semua hal hasil seperti ini adalah yang paling masuk akal.


"Serendah itukah?"


"Yaah... jika Arhat kita masukkan kedalam hitungan itu akan melonjak tajam." Walau seperti ini Arhat sebenarnya adalah bilah bermata dua, Shin mendapatkan seorang ahli kuat sementara dirinya sendiri harus menderita kerugian yang cukup besar. Jika tidak digunakan dengan bijak yang ada malah Shin yang akan mati lebih dulu.


"Setidaknya kita masih punya harapan, tak peduli serendah apa persentasenya hasil akhir adalah yang terpenting!" Shin menatap kedepan dengan emosi terdalam. Tanpa dia sadari, kali ini dia akan mengalami pertempuran, yang akan mengubah hidupnya secara keseluruhan!!