Lone Hero

Lone Hero
Istirahat



lanta ketiga, disisi lautan lava.


Setelah melepaskan semua luka yang menumpuk di hatinya, kekuatan mental Shin berada pada kondisi terkuatnya, perjalanan kemari juga dia tidak merasakan tantangan berarti, tapi tetap saja saat dia melihat lautan lava didepannya rasa khawatir dan takut masih ada di benaknya. Dengan bantuan penyemangat dari Zhu Long, Shin akan menantang lautan lava ini sekali lagi.


Dia berlari secepat yang dia bisa dan meluncur dengan mulus ke dalam sana, dengan suara "Byuur" shin berenang di laut ini, rasa panas yang sama menyengat seluruh tubuhnya, untungnya dia tidak langsung menyerah dan tenggelam seperti tadi dan mulai berenang mendekati wilayah api biru. Lautan lava atau lebih tepatnya danau lava ini berjarak sepuluh km, butuh waktu yang lumayan lama agar Shin bisa menyelesaikannya.


Saat Shin membenamkan kepalanya di lava panas ini, yang paling terpengaruh adalah matanya, kadang dia tanpa sadar berteriak di dalam laut dan lava panas ini mengalir deras kedalam tubuhnya, lidah, tenggorokan, dan seluruh organ pencernaan dibakar oleh lava yang masuk kedalam tubuhnya ini dan dia langsung terlempar keluar.


Peningkatan yang cukup signifikan terjadi, dia yang awalnya langsung terlempar tepat setelah dia masuk kedalam sekarang bisa berenang sepuluh meter jauhnya. Walau sedikit tapi jelas bahwa ini menandakan bahwa Shin sudah sangat berkembang, dalam waktu satu bulan bukan tidak mungkin untuk menyelesaikan lautan lava ini.


Shin hanya perlu lima jam untuk memulihkan dirinya sendiri dan masuk lagi, setiap kali dia keluar Zhu Long akan memberi sebuah motivasi yang makin membuat jantungnya terpacu kencang, dengan tekad yang menggebu-gebu Shin seperti orang gila masuk dan terlempar selama beberapa minggu ke depan.


Satu bulan......


"Huuh... setelah satu bulan yang melelahkan ini akhirnya aku berhasil mencapai wilayah api biru ini !" Shin berdiri di ujung lain lautan lava ini. Ya, dia sudah berhasil melaluinya ! Wajahnya penuh suka cita dan kebahagiaan saat ini, meski mentalnya sangat kelelahan dia tetap mempertahankan wajah senangnya. Bagaimana dia tidak senang, setelah ribuan kali terlempar dia akhirnya berhasil berenang sejauh sepuluh km dan melewati halangan pertama ! Tapi dia tetap mempertahankan sikap "jangan berpuas diri dengan hasil kecil." Setelah lautan lava masih ada wilayah api biru yang lebih ganas dan dua halangan lain yang lebih sulit daripada lautan lava ini. Shin sekarang tahan dengan benda cair yang bernama lava ini, organ pencernaan miliknya juga telah memiliki resistensi yang kuat terhadapnya setelah tak terhitung jumlahnya dia meminum lava cair ini, dan sekarang dia telah menentukan tujuan barunya, menaklukan wilayah api biru dan menyelesaikan hambatan kedua !


Kesulitan dari wilayah api biru di lantai tiga sangat melebihi lantai dua, Shin hanya butuh lima puluh langkah kecil sebelum terlempar keluar. Dia tidak kembali dengan wajah kesal dan gelap seperti sebelumnya namun dengan senyum berseri di wajahnya, Zhu Long selama sebulan ini selalu khawatir dengan Shin dan tidak pernah menanyakan tentang hasil didalam. Hanya dengan sekilas melihat wajah Shin yang berbeda, dia bisa langsung menebak apa yang terjadi didalam. Dia mendekatinya dan membelai kepalanya.


"Kau telah berhasil kan xiao Shin ?" Panggilan Zhu Long padanya sedikit membuatnya merasa seperti bocah kecil lagi, namun dia tidak akan pernah berani memancing kemarahan naga purba didepannya.


"Ini semua berkat bantuan sister Zhu'er, akan butuh waktu lama jika aku melakukannya sendiri." Shin berkata dengan riang dan membiarkan Zhu Long membelai kepalanya lebih lanjut. Segera, dia merasakan sebuah bahaya datang dari tangan lembut yang membelai kepalanya.


"Apa kau sudah melupakan perintah dari ratu ini, xiao Shin~ ?" Zhu Long mencengkram kepala Shin dengan sedikit kuat.


"Hamba tidak akan berani, ratuku." Shin sebisa mungkin membuatnya senang kembali.


"Panggil aku Zhu'er !!" Zhu Long bicara sambil merendahkan tubuhnya, Shin sedikit malu ketika wajah Zhu Long berada tepat didepannya.


"Baiklah, ratu Zhu'er." Entah mengapa tapi Shin seperti nya sangat suka dengan awalan "ratu" ini. Shen ternyata telah sangat mempengaruhi Shin. Tapi panggilan ini menyebabkan sang ratu tidak senang, dia kembali berdiri dan menyilangkan tangan di dadanya.


"Hmph! Karena kau telah membuat ratu ini kesal, ratu ini akan memberimu hukuman !!" Zhu Long tampak sangat mendominasi saat ini, mata hitamnya yang seluas semesta memancarkan fluktuasi penguasa yang kuat. Kekuatan mental dan tekad Shin yang sangat kuat bahkan terguncang ketika ditatap oleh mata ini, dia sedikit menyesali memanggilnya ratu, namun sudah terlambat untuk memperbaikinya lagi, Shin hanya bisa terus memainkan peran hamba lemah ini.


"Hamba ini tidak berani menentang keputusan sang ratu, katakan saja hukuman yang harus saya terima."


Zhu Long melengkungkan bibir merah indahnya membentuk sebuah senyum dingin, dia berpikir sejenak untuk memutuskan hukumannya.


"Hukumanmu adalah untuk menemani ratu ini sehari penuh setiap kali kau mencapai wilayah baru !" Sekuat apapun mental Shin, dia masih tetap bocah berumur sebelas tahun, walau masih sangat sedikit dan kecil, ada hambatan tersendiri didalam hati Shin.


Zhu Long kembali berlutut dan dengan centil menyentuh ujung dagu Shin dengan jarinya sendiri kemudian dia tertawa kecil, suara tawa ini merasuk dan menggelegar didalam tubuh Shin, bahkan suara Ning'er yang bagai musik terindah tidak akan sebanding dengan tawa dingin menggoda ini.


Jika semua ahli di era primordial mendengar gagasan ini pasti akan ada kegemparan yang terjadi, semua orang akan menjadi orang gila memasuki purgatory yang asli sekalipun untuk mendapat keuntungan ini, tak terhitung jendral kuat, master sekte terkenal, jenius tak tertandingi serta raja dan kaisar yang mencoba mendapatkan Zhu Long pada saat masih hidup atau setelah menjadi item. Devouring Master yang berhasil mendapatkannya juga telah mendapat berbagai kecaman kekesalan dari banyak ahli yang tak terhitung jumlahnya, namun dia tidak pernah ada orang yang secara langsung mengatakan itu. Ahli terkuat di masanya memang pantas untuk wanita paling mantap sepanjang masa, begitulah bentuk penghibur diri para ahli era primordial.


Sifat Zhu Long dulu sangat dingin dan tidak akan bicara pada siapapun, sangat sedikit orang yang pernah melihatnya secara langsung apalagi yang pernah bicara atau bahkan kontak fisik dengannya. Sosok yang digadang-gadang sebagai ratu dunia pada era primordial kini telah menjadi milik seorang bocah yang sangat beruntung, jika para ahli itu masih hidup Shin pasti sudah mati dari dulu.


"Apa Zhu Long memang semarah itu padaku ya ? Dia bahkan tidak membiarkanku masuk kedalam sana." Dengan pengetahuan dan pengalaman grand sage dia telah memikirkan kemungkinan lain.


"Hohoho... jadi begitu, kalian enak-enaknya berduaan, dunia serasa milik berdua, yang lain cuma ngontrak. Tapi emang mereka berdua yang punya dunia itu kan. Bodo amat... awas aja Shin, kalau kau bawa nyonya besar baru sekeluar dari sana aku tidak akan pernah memaafkanmu ! Jika itu terjadi sepulangnya kau disana aku akan mengadukan ini pada nyonya besar pertama !!" Sehebat apapun Shen, dia masih item milik Shin, wajar saja jika dia tidak ingin "diduakan" oleh tuannya yang sekarang.


***********


"Baiklah, tunggulah sebentar lagi ratuku." Shin berniat kembali kedalam Paviliun Mental, dia tampaknya sudah lupa bahwa dia baru saja keluar dari hambatan pertama.


"Ratu ini tidak akan melepaskanmu sebelum besok !"


Zhu Long memeluk Shin dengan kuat yang menyebabkan Shin tidak bisa bergerak dari posisinya, dia akhirnya mengerti bahwa dia harus menjalani hukuman hari ini.


"Apa ratuku ingin seperti ini terus seharian ?" Shin tentu merasa sedikit keberatan jika seperti ini terus.


"Ya, apa kau masih berani melawan perintah ratu ini, xiao Shin~ ?" Wajah Shin sangat memerah karena malu tapi dia tidak bisa membantah sama sekali, dia tidak merasa mendapatkan saudari baru tapi mendapatkan seorang ratu shotacon, jelas sekali bahwa pelukan ini adalah keinginan Zhu Long sendiri tanpa ada hubungan dengan penyembuhan Shin sama sekali, wajahnya juga terlihat sangat senang ketika menyentuh tubuh kecil Shin ini. Dan seperti kata Zhu Long, dia akan melakukannya seharian penuh ! Baru satu jam berlalu semenjak Zhu Long "mengikat" Shin. Shin akhirnya membuat sebuah keputusan tegas.


"Ratuku, tidak pantas bagi anda jika anda berlutut sedemikan lama demi hamba, masih ada banyak yang bisa kita lakukan."


"Meski aku masih ingin menyentuh tubuh mungilmu ini tapi aku masih bisa tahan. Kemana kau ingin menuju xiao Shin ?" Zhu Long dengan sangat berat hati menahan nafsunya sendiri dan melepaskan Shin.


"Devouring Palace." Shin menjawab dengan tegas dan cepat, dia sudah memikirkan tujuannya dari tadi. Tapi tampaknya dia tidak mengetahui dampak dari dua kata ini, dia secara terang-terangan dan tanpa rasa malu mengajak seorang wanita kedalam satu ruangan kecil !


"Ara ara... meski kau adalah tuanku tapi kau tidak boleh melakukan 'itu." Shin yang baru saja sadar mulai menjadi semerah api purgatory, dia tidak punya wajah lagi untuk sekedar menatapnya apalagi bicara dengannya. Kata "itu" telah  membuatnya sangat sangat mengerti norma dalam masyarakat beradab.


Agar kesalah pahaman tidak bersambung lebih lama, Shin menahan rasa malunya dan berbicara dengan susah payah.


"B-bukan seperti itu maksudku, aku hanya ingin merasakan kehadiran ibuku disana."


"Aku juga tahu itu. Ikut aku, Devouring Palace hanya bisa diketahui keberadaannya olehku." Devouring Palace dibangun oleu Zhu Long, meski ini dipakai sebagai tempat tinggalnya bersama Devouring Master, pada dasarnya Devouring Master hanya numpang di rumah perempuan.


Sebelum menuju kesana Shin bertanya satu hal yang sangat penting.


"Kenapa kau terus berpura-pura tidak tahu tadi ?"


"Itu untuk kepuasanku sendiri, wajah merahmu saat sedang malu terlihat sangat menggemaskan." Zhu Long tertawa kecil saat memikirkannya lagi dan terlihat sangat bahagia tapi tidak untuk Shin, dia bergidik ngeri dan ketakutan melihat sosok hitam didepannya.


Setelah ini, Shin dibawa Zhu Long ke tempat yang diinginkannya. Shin juga mendengarkan cerita tentang ibunya sendiri didalam ruangan yang sama saat dia dihisap oleh Zhu Long dulu. Shin terlalu fokus dan senang mendengarkan cerita ibu yang tak akan pernah ia rasakan lagi atau alami secara asli. Tanpa dia sadari, satu hari telah berlalu dan dia diantar lagi menuju Paviliun Mental.


Istirahatnya telah berakhir, ini saatnya dia bekerja keras sekali lagi, lagi dan lagi tanpa akhir. Ini juga saatnya dia "mati" lagi, lagi dan lagi. Ini juga saatnya dia menjalani siklus yang telah berulang sebanyak bintang di langit.