
"F... F... Feng Li, dia Feng Li!!"
"Crimson Martial Artist Feng Li disini, apa dia tertarik dengan warisan kuno ini?"
"Bahkan ahli master seperti dia juga tidak bisa menahan godaan. Warisan ini pasti lebih berharga dari yang kita kira. Aku harus menyempatkan diri untuk datang nanti!"
"Mau bagaimanapun, ini masihlah warisan dari era kuno, bahkan kita, empat kekuatan besar mengirim tuan muda masing-masing. Wajar bila Feng Li sendiri menyempatkan datang kesini. Apalagi dia adalah seoramg ahli independen dan tidak mungkin bagi murid perempurannya untuk bersaing disini." Yang berbicara secara alami adalah Dou Ren, dia juga sama terkejutnya dengan ahli di bawah. Posisi Feng Li di kekaisaran ini sama dengan ayahnya, Kaisar Dou Huang. Jika dia ingin item ini, maka dia akan mendapatkannya.
"Kemunculannya selalu tak terduga dan membawa gejolak besar setiap itu terjadi. Dia memang pantas menjadi satu dari enam master di kekaisaran ini." Timpal Suo Yan, dia sama sekali tidak berani bicara tidak sopan maupun membicarakan keburukan orang disana. Jika kebetulan dia menyinggung Feng Li, meski Patriark Klan Yi sekalipun melindunginya, nyawanya masih terancam bahaya besar.
Suara tak percaya dan obrolan menggema di aula bawah. Godaan terhadap benda dan warisan yang ada sangkut-pautnya dengan era kuno tidak bisa ditolak siapapun, apalagi Feng Li sendiri telah merasakan salah-satunya.
"Haaah... Kita tidak bisa menawar lagi." Suara kecewa berasal dari mulut Zhang Wu, dia sudah tak punya lagi pil aura yang tersisa.
"Maaf, aku juga menginginkan item ini." Feng Li berbicara lembut dan menangkupkan tangannya pada Zhang Wu. Meski dia punya identitas super tinggi, dia masih mempertahankan sikap yang diajarkan gurunya dulu.
"Item ini adalah milik penawar tertinggi, dan sekarang aku tidak punya pil aura apapun lagi, sudah sewajarnya item ini diserahkan pada anda. Kuyakin ini pasti akan jauh lebih berguna di tangan Martial Master."
Zhang Wu membalasnya dengan hormat. Pengaruh dari nama Feng Li mungkin sudah setara dengan tiga klan besar, tidak ada yang bisa menyinggungnya di sini. Meski begitu, sikapnya masih sopan dan tenang, sebagai balasan atas sikapnya ini Zhang Wu memuji dan menyanjungnya. Lebih jauh lagi adalah agar dia sepenuhnya yakin kalau Feng Li tidak tersinggung.
"Acaranya sudah berakhir, tak ada yang menduga Feng Li akan datang pada saat terakhir."
"55 pil aura, sigh... itu harga yang gila. Dengan pil sebanyak itu bukan mustahil untuk menerobos ke tahap surgawi. Hanya ahli master saja yang bisa membuang harta sebanyak ini."
"Jika dia menginginkan item ini pasti dia akan mendapatkannya. Tiga klan besar juga tidak akan berani menyambar makanan dari mulut harimau. Tapi jika mereka memaksa, kita akan lihat satu tahun kedepan!"
Berbagai argumen dan diskusi dikeluarkan para ahli dibawah, pelelangan ini hanyalah gerbang awal menuju warisan kuno, siapa yang mendapatkan warisan sejati masihlah menjadi misteri besar, namun diantara mereka ada yang sudah menebak pemenang tahun depan. Itu adalah Pangeran Mahkota, Dou Yehan!
Ying Wei menerbangkan cahaya putih ke Feng Li, saat menyentuh tangannya, cahaya putih itu semakin memudar dan terlihat sebuah token berapi-api dengan karakter "api" diatasnya. "Terima kasih, aku pasti tidak akan melupakan kebaikan ini." Feng Li menyatukan tangannya dan langsung mengeluarkan kantung berisi 55 pil aura. Dia langsung berbalik dan pergi dari aula. Dia Seperti angin topan, meski sesaat tapi menimbulkan kegemparan tak terduga.
"Kau lihat itu? Dia adalah orang yang akan jadi gurumu nanti. Tindakannya yang eksentrik selalu menimbulkan kegemparan atas apapun yang dia lakukan. Bagaimana, kau masih mau berguru padanya?" Tanya Zhang Wu.
"Um! Lagipula, ini adalah wasiat dari pamanku. Tak peduli orang seperti apa dia, aku akan tetap melakukannya."
Mendengar kata "wasiat", Zhang Wu merasa sedikit bersalah dalam hati yang dibalut dengan kebingungan tingkat tinggi. Disisi lain dia sedih karena ini adalah permintaan terakhir dari paman Shin, disisi lain dia berpikir keras.
'Apa pamannya tidak tahu apa Feng Li itu!?'
Nama dari empat kata "Feng Li dan Martial Master" sudah menyebar ke segala arah di kekaisaran, tak terkecuali sampai ke Kota Mang. Baik dari kekejaman dan tragedi yang melibatkannya semua sudah menjadi rahasia umum, bahkan bocah lima tahun juga tahu tentang hal ini. Prestasinya yang paling hebat tentu saja adalah julukan "Yang Terkuat". Bukan hanya di kekaisaran saja tapi mencakup Tiga Evil Region dalam hitungannya!
Mengingat Tragedi Bloody Sky serta berbagai sikap yang dimilikinya, harusnya tidak ada orang waras yang cukup gila untuk menyuruh keponakannya sendiri untuk berguru pada Feng Li kan?
Zhang Wu tenggelam dalam pemikirannya sendiri namun tidak berani bertanya pada Shin, tiap orang pasti punya rahasianya masing-masing.
"Mari kita kembali Shin. Acaranya sudah berakhir." Shin mengangguk dan mengikuti Zhang Wu ke penginapan.
Di penginapan.
"Kak Zhang, dimana alamat Feng Li?" Kini Shin tengah menagih hutangnya. Sudah tidak ada urusan lagi dia tetap mengikuti Zhang Wu.
"Dia tinggal di rumah bekas gurunya, di pinggiran utara kota. Tapi sebelum kau pergi makanlah pil ini dulu." Zhang Wu memberikan pil putih bersih dengan bau yang harum. Shin tahu bahwa pil ini harganya tidaklah murah dan sempat enggan sebentar tapi dia akhirnya menerimanya.
"Itu Pil Penyempurnaan Tubuh. Bisa memperkuat tubuh fisik dan menghilangkan kotoran dalam tubuh. Kalau kau minum ini mungkin kau bisa langsung menerobos." Zhang Wu terlihat sangat bangga ketika menjelaskan efek dari pil. Meski dia adalah Tuan Muda Klan Zhang, identitasnya sebagai pedagang bukanlah omong-kosong. Pil ini adalah best-seller diantara ahli muda kekaisaran, mengingat efeknya yang sangat berguna untuk masa depan praktisi baru.
Efek dari pil ini lebih hebat dari pikiran Shin, dengan efek penerobosannya saja ini termasuk pil yang sangat berharga, ditambah dengan efek lainnya pil ini jadi jauh lebih bermanfaat. "Aku sarankan kau meminumnya sekarang, seiring kau bertambah kuat, efek pil ini akan semakin berkurang."
Tanpa pikir panjang Shin langsung memasukan pil ini kedalam mulutnya, pil ini tidak pahit atau berasa sedikitpun. Saat pil ini melewati tenggorokannya, aura yang kaya meluap dari tubuhnya, fluktuasi ini bahkan lebih kuat daripada kekuatan Shin sendiri, bukan tugas yang mudah baginya untuk menyerap pil ini.
Tubuhnya berkeringat banyak sekali, seluruh tubuhnya juga berwarna kemerahan seperti dibakar hidup-hidup. Shin meraung kesakitan dibawah siksaan ini, namun ia tahu bahwa tidak ada makan siang yang gratis didunia ini. Hanya setelah siksaan ini terlewati Shin akan jadi jauh lebih kuat. Dengan tubuh yang kian memanas hampir seolah Shin dibakar, tubuhnya merasakan peningkatan signifikan, dimana api itu lewat, tubuhnya seperti dimurnikan dan diperkuat lebih jauh lagi. Dari ujung kepala hingga ujung kaki merasakan manfaat dan siksaan yang sama.
Selain dari tubuhnya, aura Shin juga mengalami peningkatan besar, dengan jumlah yang besar ini Shin semaksimal mungkin menyerapnya kedalam aurasea-nya sendiri. Aurasea semakin terisi penuh hingga mencapai batasnya.
Tahap konversi tengah!
Dalam keadaan meditasi Shin berhasil menerobos satu tingkat. "Bagus, kau sudah menjadi lebih kuat lagi. Dengan kemampuanmu saat ini, menyerap empat puluh persen efek dari pil ini sudah lumayan. Tubuhmu mungkin tidak bisa menampung lebih banyak dari ini." Zhang Wu memuji keberhasilan Shin dalam kultivasinya. Peringatan ini dimaksudkan untuk melindungi Shin. Jika Shin terus melanjutkan, mungkin tubuh dan meridiannya tidak bisa menampung beban berlebih. Resiko yang mungkin terjadi adalah meridian Shin menjadi lumpuh dan dia akan jadi sampah tak berguna sekali lagi.
Shin sekarang sudah tertutup oleh api merah, rasa sakit ini jauh melebihi panas tadi. Api membakar kulit, tulang, rambut dan bahkan organ dalam dan meridian Shin juga tak luput dari pembakaran ini. Ingat dengan teknik pemberian ibunya, Shin segera mengaktifkan Nine Purgatory Body, berharap api ini cukup kuat untuk membuka purgatory. Tapi api biasa seperti ini tak akan bisa dibandingkan dengan divine flame. Walau Shin dibakar seribu tahun juga energi yang dibutuhkan tidak akan pernah cukup. Shin lalu menonaktifkannya dan kembali menyerap pil ini. Proses ini memakan waktu lima jam dan tidak menunjukkan tanda akan berhenti. Semakin lama Shin dibakar semakin kuat pula hasilnya.
Setelah beberapa saat, api yang membakar Shin perlahan menghilang, semua kotoran juga telah dikeluarkan dalam tubuhnya, tapi ini bukanlah akhir dari proses. Aura pil yang meluap dia tubuh Shin mulai masuk kedalam aurasea miliknya. Aurasea yang masih kecil tidak mampu menampung jumlah besar ini. Jika situasi berlanjut Shin akan kehilangan semua auranya dan harus memulai dari awal lagi. Shin memutar otak dan mencari jalan keluar, dia akhirnya hanya bisa memikirkan satu cara, memperluas aurasea.
Aurasea adalah tempat dimana aura disimpan, menambah kapasitasnya hanya bisa dilakukan secara bertahap dan perlahan. Jika secara paksa diperluas bisa membuat kultivasi seseorang turun, dan hasil ini tidak diharapkan siapapun. Saat ini Shin tidak punya pilihan lain, dia hanya bisa mengambil resiko besar ini.
Dengan memfokuskan aura, aurasea bisa diperluas sedikit, dan kali ini Shin menggunakan aura pil dan auranya sendiri untuk memperluasnya. Aurasea yang tenang tiba-tiba bergejolak dengan aliran aura dari luar, proses paksa ini menyebabkan rasa sakit tak tertahankan.
Satu jam kemudian.
Mata Shin yang tertutup mulai terbuka
sekarang, aura pil yang berfluktuasi sudah secara penuh bergabung dengannya. Kultivasi yang terhambat beberapa minggu sudah terbayarkan dengan terobosan ini.
Konversi akhir!
Selain dari aura, tubuh Shin juga lebih kuat dari ahli setingkat dengannya. "Selamat, kau sudah naik dua tingkat. Potensimu haruslah tak terbayang tinggi." Zhang Wu memuji Shin.
"Terima kasih, aku tak tahu harus membayar dengan apa semua kebaikan ini." Shin memberi Zhang Wu hormat terdalamnya, semua kebaikan ini pasti akan dia balas di masa depan.
"Kau terlalu lemah saat ini, berlatihlah dulu dengan Feng Li sekarang."
"Baiklah, aku berjanji di masa depan, jika kak Zhang dalam bencana besar dan butuh bantuan, aku tidak akan berpikir dua kali untuk membantu!"
Shin bangun dan menangkupkan kepalannya sebagai bentuk penghormatan, dia segera mengenakan pakaian baru dan mengucapkan salam perpisahan.
"Selamat tinggal." Shin mengangkat tangannya kanannya manakala dia sedang berjalan menuju pintu keluar.
Zhang Wu tersenyum getir melihat kepergian Shin, jenis bahaya apa yang mungkin bisa mengancam Klan Zhang?
Tapi itu tidak merubah fakta bahwa dia sangat menantikan perkembangan Shin nantinya.
'Saat kita bertemu lagi nanti, aku mungkin tak bisa lagi dibandingkan denganmu.' Batin Zhang Wu.