
Walau Shin sangat yakin bisa menyelesaikannya tapi sepertinya waktu tidak berpihak padanya, dibutuhkan sekitar sepuluh bulan hanya untuk sekedar melewati wilayah api biru ditambah empat bulan tambahan untuk hambatan kedua, dan waktu satu bulan yang sama dengan satu hari lebih Shin didunia nyata, jika semua ini ditambahkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk melewati wilayah api merah dan lautan lava, Shin hanya butuh waktu dua puluh bulan lagi !!
Jika sesuai rumus, Shin butuh waktu sekitar dua kali lipat waktu dari sebelumnya, yang berarti dia butuh waktu sekitar tiga puluh bulan ! Otomatis Shin harus bekerja ekstra keras tanpa pemborosan waktu seperti tadi lagi. Kondisinya pulih hingga ke puncak dan dia sudah sangat siap menghabiskannya lagi, dia akan melakukan all-in dalam dua puluh bulan kedepan untuk bertaruh menyelesaikan lantai tiga ini.
Lantai tiga, pintu masuk wilayah api ungu...
Shin sudah menghapal jalan yang benar dan bisa mencapai ujung dari labirin ini tanpa terlalu kesusahan, kerja kerasnya selama beberapa tahun terakhir membuahkan hasil yang memuaskan.
Shin dengan semangat melangkahkan kakinya menuju tanah ungu berkobar dengan panas menyiksa yang sudah lama dia tidak rasakan. Rupanya ini juga salah satu kesulitan tersembunyi dari hambatan kedua, Shin sudah sangat terbiasa dengan nyala didalam sana yang tetap stagnan kecuali dia memanjat gunung dan itupun jarang dilakukannya. Dengan begini resistensi panasnya tidak meningkat dan malah berkurang banyak, tubuh Shin bisa dibilang syok dengan pergantian panas yang tiba-tiba ini sehingga akan memakan waktu yang jauh lebih lama untuk bisa memulihkan mentalnya.
Sepertiga lantai tiga berarti tiga tahun empat bulan, sepertiga purgatory berarti sepuluh tahun ! Itu adalah waktu yang dibutuhkan Shin hanya untuk sekedar melewati wilayah api dan belum termasuk hambatan lain, mungkin bisa memanjang hingga lima puluh sampai tujuh puluh tahun atau bahkan lebih disana. Ini adalah wajar, waktu Shin untuk mencari jalan dan menghapal jalan saja sudah memakan beberapa tahun disini, dan wajar jika itu berkembang menjadi lebih sulit lagi nanti.
Dua bulan....
Lima bulan....
Dengan bantuan semangat Shin yang terisi penuh dan percobaan tanpa lelah, Shin sudah melalui setengah dari wilayah api ungu, dia dengan gila memulihkan diri lebih cepat dari sebelumnya hanya agar bisa masuk kedalam sana sedetik lebih cepat. Dia biasanya tidak akan ambil resiko hanya untuk hal semacam ini, Shin biasanya orang yang berhati-hati dan penuh perhitungan sebelumnya, ini karena dia tidak bisa tenang saat membayangkan hambatan ketiga nanti, dia butuh waktu selama mungkin untuk mencoba melewatinya, hal berbahaya yang tidak diketahui bentuknya namun dipastikan keberadaannya adalah hal yang paling menakutkan didunia dan Shin sekarang telah mengalami hal seperti ini sekarang. Beruntungnya para ahli zaman dulu telah berhasil membuat purgatory tiruan ini, setidaknya rasa terkejut dan syok yang akan dia rasakan nanti akan jauh lebih berkurang.
Delapan bulan...
Sepuluh bulan.....
Shin sepertinya terlalu meremehkan wilayah api ungu, ini jelas-jelas puluhan kali lebih panas dan kejam daripada sebelumnya, bagaimana tidak, setiap dia melangkah hawa panas akan bertambah dua puluh persen !! Kesampingkan dulu soal termal syok milik Shin sebelumnya, hanya dengan panas gila ini tidak mungkin dia bisa menyelesaikannya dalam sepuluh bulan singkat, dia juga hanya telah mencapai 3/4 bagian wilayah api ungu ini. Dan kompas yang dirindukan sekaligus dibenci oleh Shin sudah kembali kesisinya lagi, dia senang kompas itu kembali namun menjadi lebih benci saat itu menjadi dua kali lebih kuat. Ini seperti kita sedang "memanaskan api" didalam tungku pembakaran.
api di langkah pertama kita andaikan sedingin es dengan suhu nol derajat celcius namun api di langkah terakhir seperti api neraka bersuhu jutaan celcius !! Hasil akumulatif dari persentase jutaan langkah tidak bisa dianggap remeh, ini artinya suhu panas akan bertambah dua kali lipat setiap lima langkah sekali, jika Shin berjalan satu langkah/sekon maka suhu diakhir tak akan pernah kita bayangkan seberapa panasnya itu.
Akhirnya setelah tiga bulan kerja super keras lainnya, Shin berhasil melewatinya !! Keberhasilannya patut diacungi empat jempol, sebuah hasil yang tidak diharapkan siapapun bahkan dirinya sendiri, dan ini juga memerluka harga yang sepadan, setengah tekad Shin sudah habis dan dia hanya punya setengah keinginan tempur dan semangat serta waktu tujuh bulan ! Memang lebih banyak tapi ini sangat dirasa kurang untuk keadaan Shin kali ini, dia butuh setidaknya setahun untuk bisa menyingkirkan rasa khawatirnya ini, dan sekali lagi, dia melakukan all-in dengan tambahan keselamatannya sendiri !! Dia tidak bisa membuang waktu untuk isi ulang tekad dan kemauan, waktu terlalu berharga untuk diperjual-belikan, dia mengeluarkan semua chip yang tersisa di sakunya agar bisa bertahan lebih lama lagi. Mulai dari Zhu Long hingga Shen yang sudah bisa masuk kedalam sini lagi, tapi sebisa mungkin dia ingin suasana tenang dan damai tanpa suara saat fase pemulihan berlangsung, hawa kehadirannya saja sudah terbukti ampuh untuk mengurangi kekhawatiran Shin, dengan demikian Shin memiliki kepercayaan lebih untuk bisa menyelesaikan hambatan ketiga.
Shin kembali masuk kedalam dan meninggalkan dua arwah ini dibelakang, hanya setelah Shin sepenuhnya masuk kedalam, kedua orang ini berani membuka mulutnya dan mengeluarkan kekhawatiran mereka.
"Yang ketiga ini jauh lebih sulit dihadapi plus lebih hope killer daripada sebelumnya, meski aku selalu berkata mudah dan gampang tapi sebenarnya aku yang paling tahu kesulitan didalam sana." Shen sedikit menyesali tidak menghalangi Shin sebelumnya, memang ada kesalahannya sendiri namun kebanyakan keputusan ini dibuat oleh Shin seorang.
"Orang yang meragukan penerusnya sendiri tak pantas menyandang gelar sebagai item terhebat didunia. Ratu ini heran pada manusia rendahan yang membuat list itu." Zhu Long menjadi lebih hangat dan ceria bukan hanya pada Shin tapi juga Shen, meski kesombongannya masih tertinggal.
"Aku kan hanya nomor 3, masih ada dua item lainnya diatas buku ini." Walau dia berkata seperti itu, dia mengerti dengan jelas maksud dari perkataan Zhu Long tadi.
"Heh! Jangan bertindak bodoh didepan ratu ini ! Item nomor satu bahkan tidak diketahui wujudnya, yang kedua malah tercipta setelah perang jadi tidak bisa digunakan, letaknya juga menjadi misteri terbesar dunia. Dengan ketidak hadiran kedua item ini kau adalah yang pertama." Zhu Long mengajarkan angsa berenang, padahal dia tahu kalau pengetahuan Shen adalah yang terluas didunia ini.
"Hehe.... ratuku bahkan bersedia repot-repot menjelaskan pada hamba yang bodoh ini. Jika ratu berkenan, bersediakan anda memberitahu saya apa yang terjadi beberapa bulan kebelakang disini." Shen merujuk pada waktu sebelum Shin keluar dari sini, dan sifat Zhu Long memang berubah setelah itu jadi wajar saja jika Shen curiga.
"Itu adalah pertama kalinya dalam sejaraha aku melakukan itu." "Itu" yang dia maksud tentu saja saat dia menangis pada Shin, dan dia benar soal pertama kali dalam sejarah ini, tidak ada hal yang bisa membuat seorang naga kuat menangis tersedu-sedu pada masa itu, satu juta tahun kemudian dia bertemu ibu Shin, bahkan saat dia meninggalkannya dia hanya sedih dan masih bisa untuk tidak menangis. Dan dia baru saja melakukannya untuk pertama kali pada Shin.
Dilain pihak, Shen sangat terkejut hingga menjatuhkan rahangnya ketika dia mendengar kata "itu." Syok melintas dalam wajahnya, ketidak percayaan kuat menyelimuti matanya. Semua ini hanya karena satu kata. Tapi dengan tempramen Shen dia masih saja ingin mencari lebih jauh meski yang ingin dia cari tahu hanyalah kebohongan.
"D-dengan siapa kau melakukannya ?" Shen sedikit serak saat berkata.
"Shin, memangnya siapa lagi yang bisa membangkitkan 'hasrat terpendam' milikku ini."
Wajah Shen menjadi terdistorsi karena frustasi, dia bahkan sampai menjambak rambutnya sendiri dan hendak mencabutnya, kata "itu" memang hanya membangkitkan spekulasi negatif yang muncul dari pikirannya sendiri, tapi saat ditambah dengan "hasrat terpendam" semua spekulasi menjadi semakin nyata dan mendekati kebenaran sejati !! Jika benar ini bukan kebohongan, lalu entah bagaimana menyebar ke surga dan neraka, arwah para pelamar dan pemuja Zhu Long pasti akan menghantui Shin seumur hidupnya.
Tapi dua kata "hasrat terpendam" ini masih belum cukup sebagai bukti konkrit, pertanyaannya kali ini adalah pertanyaan to-the-point tanpa ada fasad atau trik lainnya.
"Apa yang kau lakukan ?" Shen bertanya dengan wajah fokus yang sangat serius, jawaban yang akan terlontar dari mulutnya bisa mengguncang seluruh dunia arwah.
Seperti dugaan Shen, Zhu Long menjadi malu dan menggeliat saat memikirkan kembali apa yang telah dilakukannya, dia bahkan menyentuh wajahnya dengan tangannya sendiri. Ini semua telah membangkitkan semua pikiran negatif Shen, dia sepertinya tidak akan sanggup untuk menerima jawaban yang akan datang. Barulah saat Zhu Long menjadi lebih tenang, bibir indahnya bergetar dan mengucapkan dua kata singkat,
"A..aku menangis."
"Syukurlah..."
Shen mengelus-elus dadanya dan menghela napas lega lalu tanpa sadar berkata demikian, setidaknya para arwah bisa tenang diatas sana. "Tunggu !" Shen sudah mendapat kembali rasionalitasnya.
"Kau menangis ? Bahkan jika seluruh keluargamu dengan ras naga primordial menghadapi kepunahan kau bahkan tidak mengeluarkan air mata, saat Devouring Master atau Ling'er meninggal kau juga tidak menangis, bahkan jika dunia dan seisinya hancur lebur kau masih tidak merasakan kesedihan dalam hatimu. Lalu bagaimana kau, naga yang sangat sombong, ratu yang sangat dingin ini bisa menangis karena bocah sebelas tahun !!" Shen menaikkan suaranya tanpa sadar dan diam-diam mengutuk dalam hati, momen yang baru saja terjadi selama satu juta tahu sejarah dunia ini pasti mengguncang hati Shen, dan alasan utama dia sangat terkejut adalah ini disebabkan oleh Shin lagi dan lagi.
Namun sehebat apapun Shen protes karena tidak terima dia tidak akan bisa merubah sejarah, biarlah Shin terukir dalam buku sejarah umat manusia sebagai bocah yang membuat wanita menangis.
Tindakan Shen yang konyol ini tidak bisa menyembunyikan tujuannya didepan Zhu Long, dia tahu bahwa Shen hanya mencoba menghiburnya agar tidak terlalu khawatir tentang Shin terlalu banyak. Klan Sage tidak akan bisa berada di puncak dunia jika pemimpinnya seperti ini, Zhu Long tahu betul kehebatan Shen soal memerintah dan mengatur, jadi tidak mungkin jika dia ternyata sebodoh ini.
"Usahamu tidak berguna Shen."
Zhu Long merasa lemah diperlakukan seperti ini olehnya, dia juga sudah muak dengan segala kekonyolan ini.
"Hahaha... jangan marah Zhu'er."
Shen sudah kembali ke dirinya yang biasa.
"Tapi sebenarnya aku lebih khawatir daripada kamu, keselamatannya menyangkut keberlangsungan para sage, tidak mungkin aku hanya mengirimnya untuk bunuh diri." Dalam lubuk hati Shen dia diam-diam berdoa untuk Shin yang merupakan satu-satunya penerus sage didunia ini, dia juga tidak yakin akan bisa menemukan pengganti yang cocok dalam waktu dekat.
"Dia mulai tumbuh menjadi orang yang hebat, mungkin suatu hari nanti kau akan dilampaui olehnya." Kata Zhu Long dengan penuh keyakinan. Orang yang bisa menyelesaikan purgatory saat berumur 11 tahun tidak akan menjadi orang yang biasa-biasa saja.
"Dia pasti berhasil, ratu ini menjaminnya dengan nyawanya sendiri !" Tak diduga Zhu Long sangat optimis hingga bisa disebut fanatik.
Shen tidak bisa membalas ucapannya jika sudah begini, dia hanya bisa menyerahkan semuanya di tangan Shin. Kesuksesan masa depannya akan tergantung dengan keberhasilannya sekarang.
Di ujung wilayah api ungu....
"Ini gila..." Shin sudah sampai didepan hambatan ketiga yang ditunggu olehnya dengan sangat antusias, garis finish sudah ada didepan matanya yang berupa sebuah tanah datar tanpa api, tapi sebelum kemenangan yang sangat dekat ini ada sesuatu yang menghalanginya, sebuah tempat dimana perisai Shin yang sudah diperkuat masih memiliki tanda kehancuran olehnya.
Tempat Shin saat ini dan tujuan akhirnya dipisahkan oleh jurang dalam yang dasarnya tidak kelihatan, jika Shin menatap kebawah hanya ada warna hitam tanpa ada cahaya disana, kesadarannya serasa disedot ketika menatapnya juga, jurang ini membentang sejauh mata memandang jadi tak mungkin untuk mencari jalan memutar, melompati jurang ini mustahil karena lebar dari jurang ini sekitar seratus meter.
Lautan lava masih bisa disebrangi, pegunungan masih bisa dilewati, lah ini ? Apa ada cara untuk melewati jurang terdalam ini yang mungkin untuk dilakukan Shin ? Jawabannya adalah tidak ada. Kemenangan yang sangat sangat dekat hanya berjarak seratus meter lagi ternyata adalah dua dunia yang berbeda, penghalang mutlak dipasang disini sehingga tidak akan bisa dilewati.
Shin tidak bisa memikirkan trik atau ide untuk bisa melewati ini, cara paling logis sekaligus tidak masuk akal adalah turun kebawah dan memanjat sisi lain jurang ini menuju keatas lagi !! Besar kemungkinan dia akan langsung keluar saat baru saja turun, lalu akan butuh waktu yang sangat lama untuk memanjat tebing lainnya. Tujuh bulan waktu yang disiapkannya tidak akan cukup untuk melakukan ini semua, tapi Shin sudah berniat all-in dalam acara ini, dia pertaruhkan semuanya hanya untuk kemenangan.
Shin sudah memantapkan tekadnya dan mendekati sisi jurang ini dan menatapnya, setelah beberapa menit berselang Shin meluncur menyusuri tebing ini yang tentunya tidak mulus. Saat dia meluncur di batu keras yang tidak rata ini rasa sakit akibat gesekan membuatnya tersiksa namun masih dalam jarak yang bisa dia tahan. Semakin dia ke bawah cahaya seakan telah dilahap oleh sesuatu, dia juga merasakan bahwa suhu didalam sini lama-kelamaan menjadi lebih panas lagi.
Dua puluh menit.....
Satu jam....
Shin masih belum berada di dasar tebing ini namun panasnya sungguh minta ampun, belum mencapai titik panas baru tapi tetap saja nanti akan melewatinya, Shin tidak bisa menebak berapa dalam jurang ini sesungguhnya tapi dia tahu dasarnya adalah tempat rasa panas ini berasal. Untungnya dia hanya harus berjalan seratus meter disana. Lembah yang vertikal 90 derajat ini menjadikannya lebih sulit untuk dipanjat olehnya, dia juga sedikit merinding saat membayangkan waktu yang dibutuhkan hanya untuk memanjatnya kembali.
Dua jam......
Tiga jam......
Shin memang belum mencapai dasar dari jurang ini namun dia sudah terlempar dari sana, panas didalam telah mencapai tingkatan baru dan menyebabkannya menyerah seketika. Karena dia hanya bisa turun meluncur dan tidak bisa berhenti barang sejenak dia sangat kesulitan beradaptasi tentang panas disana, tapi yang dia yakini adalah dia sudah dekat dengan dasar dari jurang ini.
Bulan pertama Shin mencoba menaklukkan hambatan ketiga ini hanya dilakukannya untuk mencapai dasar dari jurang ini. Yang membuatnya terkejut adalah dia bisa merasakan api berwarna hitam yang merupakan sumber panas juga sebagai alasan tidak ada cahaya di tempat ini, api hitam ini juga membawa pancaran kematian dan perasaan lemah dan tertindas yang kuat, untungnya Shin hanya harus melewati ini dalam waktu pendek.
Total dibutuhkan waktu lima jam bagi Shin untuk turun ke dasar jurang ini dan melanjutkan perjalanan seratus meternya. Seratus meter mungkin terlihat sangat dekat dibanding dengan perjalanan kesini tapi Shin harus membuang waktu sebulan hanya untuk seratus meter itu !! Ini karena api hitam ini bukan hanya menyebabkan rasa sakit fisik biasa tapi juga berbagai serangan mental lainnya, dia dirasuki banyak pikiran jahat saat mencoba seratus meter ini. Dengan demikian Shin hanya memiliki waktu lima bulan untuk memanjat tebing ini lagi, jika tak ada halangan berarti lainnya dia cukup yakin dengan itu.
Shin sudah ada tepat di bawah garis finish kemenangan, jarak yang sangat dekat ternyata harus ditambah beberapa km lagi. Tapi bagi Shin, akan tidak masuk akal jika hambatan ketiga hanyalah hal yang biasa dan mudah. Dia memegang tebing ini dengan kuat dan mulai mengangkat tubuhnya, dia dengan gesit memanjat tebing hitam ini.
Salam perjalanan kebawah sini ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, tebing yang dilaluinya senantiasa berwarna hitam dan saat dia melihat dari atas juga keduanya berwarna hitam. Tapi saat dia berada cukup jauh tebing disisi lain mulai berwarna kemerahan dan ini hanya bisa berarti satu hal, semakin keatas semakin panas !
"Tapi bukannya kalau begini semua tebing berwarna merah lalu kenapa ujungnya berwarna hitam ?" Shin terus mempertanyakan ini saat dia memanjat tebing yang semakin membara, jarinya terbakar dan dia harus bisa menahan cengkramannya agar tidak terjatuh, dalam dua puluh meter pertama memang tidak masalah untuk terjatuh, tapi saat dia mencapai ketinggian seratus meter, jatuh hanya mengundang kematian.
Shin tidak bisa lengah dalam kondisi ini, dia senantiasa mengatur fokusnya hingga titik maksimal, dua ratus meter pertama tidaklah terlalu signifikan sehingga dia bisa terus memanjat selama setengah jam penuh. Ini bukan berarti bahwa dia hanya harus memanjat empat setengah jam lagi, kecepatan turun dan naik sangatlah berbeda, mungkin dibutuhkan tiga hingga lima kali waktu untuk bisa menyelesaikannya. Dan Shin dalam mode turbo ini mengincar waktu tersingkat, dia tidak bisa melakukannya dengan biasa saja.
Sebulan....
Dua bulan....
Shin berjuang seperti orang gila selama ini, dia tanpa istirahat dan pemulihannya juga terkesan diburu-buru olehnya. Dia mengerjakan ini serasa dikejar sesuatu yang sangat menakutkan. Dan dia sudah puas dengan hasil kerja kerasnya ini, dia rasa dia sudah mencapai tengah dari tebing ini, api yang dia rasakan juga semakin padam jadi dia bisa lebih leluasa bergerak, namun dia sangat mengerti bahwa ini hanyalah tenang sebelum badai, rintangan terakhir masih menunggunya di ujung sana. Selama ini dia juga memikirkan apa yang berada di ujung tebing itu, dan ia hanya bisa memikirkan satu kemungkinan mengerikan, ada api hitam disana !!
Tidak sampai sepuluh persen tinggi tebing yang dilapisi api hitak ini mungkin juga hanya seratus meter seperti dibawah sana, yang Shin ketahui hanyalah api disana pasti jauh lebih kuat daripada dibawah sana. Dengan demikian dia tidak bisa senang dengan ketenangan ini.
Dalam satu bulan berikutnya Shin sudah mencapai awal dari tebing api hitam, saat dia meraih tebing untuk memanjat lebih jauh, panas yang dirasakan jemarinya langsung menyebabkan refleknya muncul dan langsung melepaskannya, Shin hampir saja terjatuh dari sana dan harus mengulanginya lagi dari awal. Tebakan Shin memang benar, api hitam disini memiliki konsentrasi yang jauh lebih murni dan padat daripada dibawah sana, tapi Shin yakin bahwa dia akan bisa melewatinya dalam dua bulan ini karena ujung dari tebing ini sudah ada dalam pandangannya sendiri !! Dan bulan-bulan terakhir Shin dia isi dengan percobaan ratusan kali memanjat seratus meter ini !!
Satu bulan kemudian... Shin sudah berhasil keluar dari sana !!! Semua kerja keras Shin terbayar dengan kontan, pemulihan yang dipercepat dan langkah yang disegerakan sudah menampakkan hasilnya, buah yang didapat dari memeras setiap inci tenaga didalam tubuhnya memiliki rasa yang sangat nikmat
Hanya ada 9 langkah tersisa untuk menyelesaikan lantai tiga ini, Shin dengan santai mulai berjalan namun baru saja dia memulai langkah pertama, seperti palu godam dari langit jatuh tepat ke atas tubuhnya, Shin langsung gemetar dan menjatuhkan lututnya. Dia sekuat tenaga menahan tekanan ini dan bangkit lalu berjalan lebih jauh lagi. Dia bangkit dengan susah payah dan wajahnya sangat terdistorsi karena tekanan ini, dia melangkahkan kakinya dan seluruh tubuhnya langsung mencium tanah, dia tak mampu bergerak dan langsung terlempar keluar.
Beberapa saat sebelum Shin terlempar keluar....
"Kau juga tahu kan kalau jurang itu bukan yang terakhir." Tanya Zhu Long, dia dan Shen sedang menunggu Shin disini selama beberapa bulan kebelakang.
"Pastinya, meski aku belum pernah memasukinya aku bisa tahu secara otomatis. Masih ada hambatan keempat yang menunggunya !!" Sungguh pembohong, dia sendiri bilang hanya ada tiga, lalu apa maksudnya dengan yang keempat ini.
"Meski kau bilang hambatan keempat, tapi itu sama sekali tidak berhubungan dengan api." Kata Zhu Long.
"Kau sudah melupakan nama tempat itu ternyata." Shen menimpali.
"Mustahil ! Nine Step Into Purgatory tidak akan pernah lepas dari ingatanku karena saat itu aku pertama kali masuk saat sudah kuat tekanan yang dirasakan ribuan kali daripada yang dirasakan Shin. Ratu ini hingga dibuat berlutut olehnya, mana bisa itu dilupakan dengan mudah." Seperti namanya, nine step into purgatory, menandakan bahwa ini hanyalah awal dan dia baru saja berjalan satu langkah. Ini berfungsi sebagai gerbang masuk menuju purgatory selanjutnya dan hanya ada di lapis pertama. Tekanan yang semakin bertambah ini hanyalah perwujudan dari apa yang akan mereka rasakan nanti, setidaknya butuh lima langkah untuk bisa berhasil melalui lapis pertama. Sisa empat lainnya hanyalah tes dengan manfaat yang besar juga. Lapis pertama adalah awal dan fondasi dari nine purgatory body ini, jadi semakin kuat fondasi awalnya, tubuh jiwa yang didapat nanti akan jadi lebih kuat dan kokoh, tapi hanya satu orang yang berhasil mencapai langkah kesembilan ini, dia adalah Tian Chen, Monarch of Aura pertama, yang kedua dan Martial Saint hanya berhasil delapan langkah.
"Kau pikir dia mampu berapa langkah nanti ?" Tanya Zhu Long.
"Paling sedikit tujuh !" Tak seperti biasanya dia mengeluarkan jawaban optimis seperti ini.
"Kau terlalu meremehkannya, aku pasang delapan !" Zhu Long tampaknya menganggap ini sebagai taruhan.
Meninggalkan percakapan mereka berdua, Shin sedang terkapar di tanah dan akan terlempar sebentar lagi, dan saat dia keluar, hal yang pertama kali dia lakukan adalah memarahi Shen karena kebohongannya.
"Shen ! Kau bilang hanya ada tiga, lalu ada apa dengan sembilan langkah terakhir itu !!!? Ga ada akhlak lo !!".