
Whooosh!
Great Sun Army secara halus langsung terbelah menjadi dua. Yang kekuatannya Master Mendalam hanya bisa tertinggal tanpa daya, mengejar sisa pasukan lainnya sebisa mungkin. Dalam hal ini mereka sadar diri karena apabila masih memaksa bergerak dalam satu kesatuan, peluang keberhasilan akan menurun banyak, mereka juga tidak terlalu khawatir dengan keselamatan karena lineup lima belas ahli Master Mendalam saja sudah bisa dikatakan sangat kuat, bahkan di Qin sekalipun sangat sedikit yang mampu menghancurkan pecahan pasukan ini, jadi tidak usah ada risau yang berlebih. Pasukan yang satunya, berisikan enam belas orang bergerak secepat yang mereka bisa, Shin menguras kekuatan mentalnya hanya untuk menyamakan kecepatan Taiyang dan sisa ahli Master Lanjutan ini. Menurut perkiraannya, dengan kekuatan mental yang dimilikinya saat ini, dia bisa bertahan sekitar dua hingga tiga hari lagi, setelah itu dia pun tidak bisa berbuat banyak dan akan bergabung dengan pasukan di belakang.
Kecepatan pecahan pasukan ini dua kali lipat daripada sebelumnya, hanya dalam beberapa waktu saja pasukan belakang sudah menjadi bintik kecil kehitaman serta titik hitam di depan sudah menjadi semakin jelas. Lusa atau lebih akan jadi hari di mana mereka akan mencapai hasil yang diinginkan.
Jika diperhatikan, jumlah ahli Master Lanjutan dan Master Puncak sangatlah berbeda, yang satu ada beberapa belas dan jika menghitung jumlah ahli Master Lanjutan di Qin, itu akan mencapai jumlah kurang lebih seratus. Namun untuk ahli Master Puncak, selain tiga Jenderal Besar yang tersisa, hanya Kaisar Qin Wuliang-lah yang mencapai tingkat seperti itu. Jelas, situasi bottleneck yang dihadapi setiap ahli menjadi alasan utama hal ini bisa terjadi, banyak yang tidak bisa melaluinya, mudahnya saja Lu Daofu dan Di Huanzhi, mereka terjebak di puncak tahap Master Lanjutan. Biarpun begitu, mereka meminimalisir kekurangan ini dengan memperdalam keahlian bersenjata masing-masing, karena itulah meski cukup banyak ahli Master Lanjutan, perbedaan kekuatan di antaranya masih cukup jelas. Seperti kata Shen, skipping tingkat di tahap Master tidaklah sesulit yang Shin pikirkan sebelumnya, asalkan keahliannya adalah tingkat tinggi, biarpun dia setara Master Dasar, Master Mendalam sekalipun masih bisa dikalahkan.
Jauh di kejauhan tepatnya adalah tempat di mana Taiyang dan pasukannya akan menuju, mata-mata berjubah hitam itu bisa merasakan dengan jelas ancaman yang datang dari arah belakang. Dia yang bergerak dengan kecepatan tinggi mulai menolehkan kepalanya ke belakang, masuk dalam bidang penglihatannya sebuah pasukan kecil--lebih kecil dari sebelumnya--mendekat cepat sekali. Namun, dia adalah mata-mata berpengalaman yang sudah sangat terlatih dalam menghadapi situasi semacam ini, apalagi dia bahkan belum mengeluarkan seratus persen keahlian gerakannya itu.
"Heh, Great Sun Army yang terkenal akan kehebatannya di mana-mana ternyata hanya sebatas ini saja. Reputasinya yang sangat tinggi tidak berdasar sama sekali. Biar kulihat bagaimana caramu menyelesaikan hal ini!' Dengan itu, dia mengeluarkan sebuah benda dari cincin ruang miliknya, sebuah bola hitam bundar berukuran kepalan tangan segera digenggam olehnya. Segera dia menjatuhkannya ke tanah dan mengambil beberapa benda serupa lagi; melakukan hal yang sama setelahnya.
Bang! Bang! Bang!
Satu per satu bola hitam mulai meledak dengan suara ledakan yang memekakkan telinga tepat setelah itu menyentuh tanah, menghancurkan bumi dalam radius sepuluh meter. Memang ledakannya sangatlah tidak signifikan, bahkan ini tidak berguna mengingat jarak antara mereka yang lumayan jauh. Namun tentu saja bukan ini maksud utamanya, setelah bola hitam meledak, sebuah aliran gas berwarna hijau menguar dari sana dan menutupi wilayah sebanyak beberapa kilometer--jika hanya satu tidak akan sebesar ini jangkauannya. Ke mana pun gas hijau pekat ini berlalu, vegetasi seketika mati dan layu, rumput-rumput mengering seketika serta pepohonan terkorosi akibat gas hijau ini, tampak burung yang sedang terbang tanpa sengaja menyentuh gas ini langsung jatuh terkapar kehilangan nyawa. Tanpa perlu dijelaskan lagi, itu jelas-jelas adalah racun!
"Hahahaha, bahkan ahli Master Mendalam juga akan mati jika menghirup racun itu terlalu banyak. Tetapi untuk mereka, setidaknya ini bisa membeli waktu yang cukup. Dan sudah saatnya pula aku mengeluarkan kemampuan sejatiku!" Dengan itu, dia berubah menjadu aliran cahaya hitam dan bergerak sebanyak setengah kali lebih cepat dari sebelumnya. Dengan senyum lebar, bentuk kepuasan dalam dirinya, dia melesatkan diri ke medan perang barat yang akan dia hampiri dalam waktu tiga hari saja.
Di sisi lain, Taiyang dan anggota Great Sun Army yang dibawanya bersama Shin mengerutkan kening secara bersamaan. Ada dua alasan mereka bisa sampai serempak berekspresi: pertama tentu saja karena bola racun yang dilemparkan oleh mata-mata tersebut, meski mereka tidak akan mati biar menerobos melewatinya, itu masih akan memperlambat laju mereka banyak. Selain itu, Shin hanyalah seorang ahli Surgawi Menengah, dihadapkan dengan racun mematikan seperti itu, nasibnya tidak akan terlalu beda jauh dengan vegetasi di bawah. Hanya saja, mereka tidak mengetahui bahwa tubuh fisik Shin adalah tubuh yang diolah dengan Nine Purgatory Body, racun setingkat itu hanyalah sebuah asap hijau biasa baginya. Yang kedua tentu saja karena pergerakan target yang semakin cepat, menjadikan misi mereka berkali lipat susahnya. Resiko kegagalan melonjak naik serta Taiyang sedang dihadapkan dengan pengambilan keputusan yang berat. Menurut perkiraannya, dalam dua hari mata-mata itu akan melambat karena kelelahan, namun saat itu terjadi mereka sudah dekat dengan medan perang yang mana situasi masih abu-abu. Selain daripada itu, letak di mana jebakan Wei ditempatkan pun masih jadi misteri, apakah mereka masuk setelah atau sebelum dia dibunuh, itu masih suatu misteri. Karenanya, Taiyang harus bertindak tergas kali ini.
"Apakah dia itu bodoh atau apa! Menggunakan trik rendahan semacam itu sama sekali tidak berguna di hadapan diriku! Hanya saja, teman kecil kita ini sepertinya sedikit menemukan hambatan di sini. Nak Shin, meski racun hijau itu sama sekali tidak berguna bagi kami, hasilnya akan berbeda jauh untukmu. Lagipula kau tidak perlu membahayakan nyawamu untuk misi yang tidak ada kaitannya denganmu, untuk keselamatan lebih baik untuk kembali ke pasukan belakang," ucap Taiyang, sangat memperhatikan keselamatan Shin. Yah, dia memainkan perannya dengan benar, sudah sepantasnya dia berkata seperti itu mengingat saat ini Shin berada di bawah pengawasannya.
"Tidak perlu, Jenderal Yang, tubuhku saat ini bisa menahan racun semacam itu dengan mudah. Mungkin terdengar sangat tidak masuk akal dan gila, tetapi begitulah kenyataannya." Ya, itu memang gila. Faktor terpenting kenapa dia bisa imun terhadap racun adalah karena organ dalamnya yang juga sangat tangguh dan kuat, meridiannya, venanya, dan bahkan rambutnya sendiri itu telah diperkuat setelah memasuki Purgatory.
"Sungguh bocah yang sangat aneh, ada berapa banyak rahasia yang tersimpan dalam dirimu sebenarnya, Nak Shin?" Taiyang jelas hanya menyindir saja, tidak ada niat sama sekali untuk benar-benar ingin tahu jawabannya.
Shin hanya tersenyum tipis sembari tertawa kecil, dia juga paham apa maksud kalimat Taiyang itu.
Hanya dalam waktu beberapa menit singkat saja pasukan depan ini sudah berada sekitar beberapa ratus meter dari kabut racun hijau dan sama sekali ridak berniat untuk memutari dan menghindarinya, mereka akan menerjang langsung!
"Semuanya! Angkat senjata kalian dan hancurkan kabut racun itu!" perintahnya yang seketika langsung dituruti semua pasukan deoan ini.
Swooosh!
Swooosh!
Kesan pertamanya tentu saja kuat, pertunjukan kekuatan dari belasan ahli Master yang bisa disandingkan dengan gurunya itu sangat mengagumkan, tiap satu serangan mereka membawa dampak eksplosif yang mengerikan, bahkan serangan Suo Qing atau Yi Lei sama sekali tidak berarti jika dibandingkan. Pada saat ini, Shin paham betul apa yang namanya "pasukan terkuat seantero Qin" yang sebenarnya
Di kejauhan, mata-mata ini mengutuk dengan marah, "Sial! Bagaimana bisa harta mahal yang dia persiapkan susah payah bisa menjadi tidak berguna!? Apa kau tidak lihat betapa parahnya racun itu pada vegetasi seluas beberapa km persegi itu? Apa bedanya harta dengan bom asap tidak berguna!? Harusnya aku meminta bayaran lebih padanya setelah semua ini selesai. Tetapi itu semua percuma jika aku mati di sini, kilatan senjata mereka bahkan bisa menempuh jarak satu setengah kilometer sebelum itu menghilang, setelah ini aku harus lebih berhati-hati lagi." Dengan itu, dia lebih menyesuaikan dirinya menghadapi terjangan Taiyang dan pasukannya, masih ada beberapa harta dimilikinya namun semua itu disimpan untuk digunakan pada saat yang lebih cocok. Mungkin, jika cara pemakaiannya tepat, dia bisa mendapatkan hasil yang cukup memuaskan.
Tetapi Taiyang bukanlah Jenderal sembarangan, dia membawa pengalaman ratusan tahun tentang peperangan dan banyak akal busuk sudah ia lakoni. Dia bisa memprediksi bagaimana jalannya medan tempur ke depannya serta sudah bisa menentukan langkah yang tepat bahkan sebelum itu terjadi, mudahnya dia bisa melihat lima langkah lebih jauh dan melangkah berdasarkan apa yang dilihatnya lima langkah ke depan itu. Dan keputusannya, itu selalu membawa Great Sun Army menuju kemenangan. "Siagakan senjata, Aura, dan fokus kalian hingga tingkat tertinggi! Dia seharusnya masih punya beberapa harta racun itu di balik lengan bajunya, yang tadi mungkin dilemparnya sebagai penyelidik saja. Dalam hal ini, dia pun sadar bahwa itu bisa memperlambat kita banyak sekali jika digunakan secara bijak. Saat jarak antara kita dan dia sudah menipis, dia pasti akan melemparkannya lagi saat kita lengah."
Setelah perintah ini menggema di telinga setiap manusia, mereka segera melakukan apa yang diinstruksikan di dalamnya. Mengatur segala hal ke titik maksimal memang menjadi sebuah beban tersendiri bagi mental dan tubuh seseorang, pada umumnya seorang ahli tak akan bisa mempertahankan kondisi ini selama lima jam penuh, mereka akan langsung terkapar jika memaksakan. Tapi apa Great Sun Army itu? Dengan berbagai siksaan dan latihan keras yang dialaminya, berbagai kepedihan dan kesengsaraan tentang betapa kejamnya medan tempur itu, kekuatan mental mereka bahkan lebih kuat daripada Shin yang menggunakan Paviliun Mental serta Purgatory! Mengatur kesemua hal itu pada titik tertinggi, mereka bisa mempertahankannya selama berhari-hari.
Karena perintah ini, semua canda dan senda gurau terhenti sepenuhnya, mereka mengentaskan segala pikiran yang mengganggu, memfokuskan semuanya untuk melaksanakan misi, dalam benaknya misi adalah prioritas tertinggi, cerminan sejati tentang bagaimana betapa gagahnya seorang perwira militer itu. Tekanan menjadi sangat berat sehingga Shin sedikit kesulitan bernapas karenanya, dia tidak terbiasa dengan tingkat fokus dan serius yang belum pernah dilihatnya ini. Bahkan di dunianya sendiri, Shen memuji diam-diam soal tingkat dedikasi ini. Karena terakhir kali dia melihat yang seperti ini, itu hanyalah saat invasi iblis pertama dan kedua berlangsung. Saat itu dunia dihadapkan dengan satu ancaman besar yang mana menyebabkan setiap faksi mau tidak mau haris bersatu, setiap ahli yang bermusuhan tiba-tiba menjadi saudara dekat, sangat wajar apabila itu terjadi. Tetapi di sini? Ini hanyalah daerah yang dilanda peperangan tanpa akhir, untuk bisa mendapatkan sebuah pasukan seperti ini, Shen hanya bisa takjub.
Jarak antara dua belah pihak semakin menipis dengan kecepatan yang jauh lebih cepat, permainan kejar-kejaran akan berakhir dalam tiga hari yang mana saat itu sang mata-mata akan menemui ajalnya sendiri. Namun tugasnya adalah untuk mengantarkan informasi pada Wei, dia pergi ke medan perang hanya untuk menyelamatkan dirinya saja dengan berbagai kalkulasi yang dilakukan. Hanya saja, kapasitas Aura yang dimilikinya tak bisa dibandingkan dengan pasukan yang mengejarnya, jika terus bergerak dalam kecepatan ini dia akan terkejar sebelum bisa menyampaikan informasi. Akhirnya, dia memilih untuk melepaskan kekuatan sejatinya, dia mempercepat dirinya sekali lagi, sampai pada batas kecepatannya yang teratas. Walaupun sebenarnya... ini hanyalah tipuan yang dia rencanakan untuk memancing Taiyang melakukan hal serupa! Mudahnya, dia sedang memancing Taiyang dan kawan-kawan untuk mengakselerasi diri mencoba mempersempit jarak antara keduanya, lalu pada saat jarak antara keduanya sudah dirasa sangat cocok, dia akan mengeluarkan bomnya lagi sebagai sebuah serangan! Bukan hanya sebagai pemerlambat tetapi serangan yang benar-benar diniatkan untuk melukai, kendatipun Auranya akan terkuras akibat akselerasi tertinggi ini, semua itu sangat sepadan dengan perlambatan Taiyang beserta pasukannya.
Dia kemudian menoleh ke belakang guna melihat respon dari Taiyang, jika ternyata itu tidak seperri yang dia harapkan, dia akan berhenti melakukannya karena untuk apa dia membuang Aura yang berharga? Dengan cepat kepalanya sudah mengarah ke belakang, dan ya, hasilnya langsung membuatnya melengkungkan bibirnya sendiri. Taiyang dan segala bawahannya melesat lebih cepat untuk mengejarnya, dia tidak perlu untuk memastikan dua kali dan segera menatap ke depan sekali lagi dengan raut muka yang sarat akan kemenangan.
"Hehehe, Jenderal Besar Qin hanya sebatas ini saja, dalam waktu beberapa jam ke depan seharusnya adalah saat yang tepat untuk mengeluarkan serangan penentu, mereka pasti tidak bisa menghindar mau bagaimana wasapadanya. Pada saat itu terjadi, aku bisa kabur dengan mudah!" Dia menjadi sangat percaya diri dan bahkan sedikit ceroboh, tanpa memedulikan apa yang terjadi di belakangnya, dia terus melesat secepat yang dia bisa.
Di sisi lain, respon Taiyang sudah diketahui dan dia mempercepat laju Great Sun Army untuk mengejar mata-mata itu, tapi apakah sang Jenderal Besar akan tertipu semudah itu?
Shin, dia tentu sedikit keheranan melihat respon Taiyang, Taiyang bukannya mempercepat laju pasukan secepat yang dia bisa namun hanya sekitar dua puluh persen lebih cepat saja, jika dibandingkan dengan kecepatan target, mereka jelas akan tertinggal tanpa ada keraguan sama sekali. Tidak bisa mengerti dan menebak jalan pikirannya, Shin memutuskan untuk bertanya, "Jenderal Yang, bukankah kita harus mengejarnya kembali? Jika seperti ini terus maka dalam waktu dua hari kita akan kehilangan jejaknya. Saat itu terjadi, bukankah dia akan lepas?"
Taiyang hanya tertawa samar melihat Shin bertanya demikian, memang argumen Shin sangat masuk akal namun itu hanya didasarkan apa yang dilihat dalam jarak pandangnya, tetapi Taiyang tidak, dia sudah melihat lima langkah lebih jauh dan bertindak sesuai itu. Hanya saja, Shin bukanlah anggota Great Sun Army yang bisa mengetahui niatnya dengan mudah, alhasil dia mulai menjelaskan, "Nak Shin, sudah sangat jelas terlihat kalau dia itu sedang memancing kita, tentunya dia tidak punya alasan apa pun untuk mengakselerasi hingga ke batas, coba kau pikirkan apa manfaat dari melakukan hal tersebut? Tidak ada, sama sekali tidak berguna, yang ada dia malah kehabisan Aura lebih cepat dari jadwal, pun jarak yang ditempuhya juga tidak terlalu banyak. Kau lihat racun tadi kan? Itu hanya sebuah penyelidik, dan dengan melakukan hal itu dia bisa melukai kita dengan racun tersebut. Tetapi, hanya dari ini saja rencananya sudah terpampang jelas, dia maju dan memancing kita juga dengan kecepatan yang sama, lalu dia akan pura-pura kelelahan sehingga sampailah pada jarak yang dia butuhkan, dengan itu kita akan lengah, dan dia memanfaatkan kelengahan ini untuk melempar harta racun yang sama dan hasilnya, kita terkena raxun itu dan kecepatan turun drastis. Alhasil dia bisa kabur dengan mudah. itu dinamakan mengorbankan seratus untuk membunuh seribu."
"Setelah mengetahui hal ini, langkah yang harus diambil setelahnya mudah sekali. Kita mempercepat pasukan namun masih dalam batas-batas stamina yang kami miliki, hanya sekitar dua puluh persen. Mengejarnya dari belakang dengan anggapan bahwa kami memakan umpan, setelahnya tidak perlu melakukan apa-apa. Hanya tinggal menunggu dia dengan ceroboh menguras Auranya yang sedikit dan sangat berharga, dia akan kelelahan yang menyebabkan kecepatannya turun drastis. Jarak mungkin akan naik lagi tetapi setelah itulah pengejaran yang sejati dimulai, dengan segala kecepatan yang tersimpan, kita bunuh dia dalam satu langkah!"
Shin seketika juga langsung mengagumi Taiyang, dari pola pikir saja Shin sudah kalah jauh darinya. Dia memasang raut muka senang, sungguh beruntung baginya bisa berada dalam pengawasan monster tua ini. Tentang ucapan Shen beberapa hari yang lalu, kini Shin tidak punya keraguan sama sekali tentang hal itu. Pengalaman, dia masih sangat kurang, tentang pertempuran dan segala hal yang berkaitan dengannya mungkin dia memiliki beberapa, tetapi tentang bagaimana pola pikir dan cara pandang terhadap sesuatu, ia masih sangat kurang. Namun sekali lagi, Shin tidak berharap banyak sekarang ini, dia hanyalah bocah berusia tiga belas tahun, secara alami memang tidak bisa dibandingkan dengan monster tua semacam itu. Kendati demikian, Shin menjadi sangat tidak sabar, akan apa yang menantinya di Qin nantinya!
"Itu sangat hebat, bahkan aku pun tidak akan mampu berpikir sejauh itu."
"Hahaha, masih terlalu cepat seribu tahun baginya untuk bisa menipu Jenderal ini! Dan itu dinamakan, mengorbankan seribu untuk membunuh sepuluh ribu!"