My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
bab 92



Al mengajak istrinya turun dari panggung dengan tangan masih pergandengan, kembali menghampiri para tamu,satu persatu memberi salam dan selamat pada ibu hamil itu.


Tidak lupa Al juga mengenalkannya pada Randy, Alvi mundur beberapa langkah saat melihat seseorang di hadapannya,membulatkan mata dengan wajah yang sudah memucat.


" Sayang kenalkan ini Randy,dia seorang arsitek muda yang hebat,mungkin usianya masih seumuran mu,tapi kemampuannya tidak bisa ragukan lagi." Al memperkenalkannya dengan bangga ,Alvi berusaha tersenyum mengatupkan kedua tangannya saat Randy mengulurkan tangan hendak menyalami,Randy pun tersenyum miring mengepalkan tangannya ke udara saat Alvi tidak menerima uluran tangannya.


Alvipun langsung pamit dengan alasan ingin menemui keluarganya.


Alvi berjalan menyusuri teras bangunan itu,meninggalkan acara yang masih berlangsung,lalu ia memilih duduk di bangku kecil di halaman belakang panti, yang terlihat lebih sepi , menghirup oksigen dalam dalam,menenangkan hatinya,dadanya kembali sesak mengingat pertemuan yang tidak pernah ia harapkan.


Tiba tiba seseorang menyentuh bahunya,Alvi membalikan badan hendak melihat siapa orang yang berani menyentuhnya, matanya terbelalak saat melihat Randy yang sudah berada di hadapannya dengan senyum yang tidak dapat di artikan.


" Haii,,nona Alvia ." sapanya.


" Maaf aku harus pergi." Alvi berusaha menghindar,namun dengan cepat Randy menarik tangannya.


" Sudah cukup Al,mau sampai kapan kamu menghindariku." Randy mencekal tangan Al dengan sangat kuat.


" Maksud kamu apa? aku gak pernah menghindarimu." Alvi berusaha melepaskan cekalannya,melirik kesana kemari berharap ada seseorang yang bisa menolongnya,namun nihil suasana sepi karena semua orang berada dalam ruangan yang sidikit jauh dari tempat itu,hanya ada mereka berdua di sana.


" Kenapa kamu lakukan ini padaku Al,kamu tau aku mencintaimu sejak kita masih sekolah,kamu pernah bilang pada ku jika aku ingin memilikimu maka aku harus meminta izin pada orang tuamu,aku sudah berkali kali melamar mu,kenapa kamu malah menolak ku,dan aku tau kamu juga menyukaiku,lalu kenapa kamu malah memilih ustadz pengangguran itu." Randy menguatkan cekalannya ,wajahnya menjadi merah,rahangnya mengeras,nafasnya pun terlihat kembang kempis.


" Aku mohon lepaskan aku,aku memang pernah menyukaimu tapi itu dulu waktu kita masih sekolah,dan saat kamu melamar ku perasaan itu sudah hilang,aku gak bisa menerima mu."


" Semudah itu kah melupakan perasaanmu?"Randy tersenyum sinis.


" Padahal aku berusaha untuk menjadi orang hebat untuk bisa mendapatkan mu,tapi ternyata seleramu sangat rendah." ucap Randy mengejek.


" Jangan pernah merendahkan suamiku,bagaimanapun dia lebih baik darimu." balas Alvi dengan mata yang sudah berkabut.


Randy menggelengkan kepala sambil berdecak,tangannya masih kuat mencengkram lengan Alvi.


" Apanya yang lebih baik? ustadz pengangguran itu tidak ada apa apanya di bandingkan aku,dia hanya hidup dengan mengatas namakan panti asuhan,,memanfaatkan anak anak yatim piatu demi keuntungan sendiri,dia hanya ongkang ongkang kaki sambil menunggu kiriman para donatur." jelas Randy sambil menunjuk ke sembarang tempat.


Alvi melayangkan tangannya,ia menampar keras pipi Randy dengan tangan satunya.Matanya merah,nafasnya tersengal,menatap tajam pria di hadapannya itu.


" Kamu berani menamparku?" Randy mengusap pipinya,bercak darah keluar dari sudut bibirnya,ia mencengkram pipi Alvi dengan kuat.


" Kamu akan membayar mahal atas perlakuan mu ini." bisik Randy,ia menarik tangan Alvi ,membawanya ke suatu tempat yang menurutnya aman,sebagai seseorang yang telah membantu pembangunan panti asuhan tersebut, ia tau betul setiap tempat yang berada di sana.Ia mendekap tubuh Alvi hendak membawanya ke sebuah gudang.


" Randy lepasin aku." Alvi masih meronta ronta.Berusaha melepaskan diri.


" Jangan sakiti ibu!!!"


Tiba tiba seorang anak kecil menghampiri mereka dengan membawa saos di tangannya.Tidak menunggu lama bocah itu langsung menyemprotkan saos tersebut tepat di matanya.


" Aakkhhhh." Randy berteriak sambil menutup mata dengan sebelah tangannya,dan tangan lainnya masih mencengkram lengan Alvi.


Randy kembali berteriak saat Alvi menendang burung untanya.


Kini cengkramanya terlepas.


Mendapat kesempatan untuk melepaskan diri Alvi dan Narendra langsung pergi.


Mereka berlari menuju ke tempat yang lebih ramai,nafasnya masih memburu.


" ibu tidak apa apa?" tanya Narendra.


Alvi menjawab dengan gelengan kepala.


"Ibu tunggu di sini ya, Aku akan membawakan minum untuk ibu." Narendra pergi setelah mendapat izin dari Alvi.


Dan tidak lama bocah laki laki itu kembali dengan membawa segelas air.


" Terimakasih." Alvi tersenyum menerima air dari Narendra.


Mereka duduk di sebuah bangku taman.


" Tidak terjadi apa apa pada adik kacil kan Bu?" tanya Narendra nampak khawatir.


"Tidak,terimakasih sudah menolong ibu." jawab Alvi seraya tersenyum.


" Syukurlah." Narendra bernafas lega.


" Jangan ceritakan kejadian ini pada ayah ya." ucap Alvi pada Narendra.


"Kenapa? orang itu jahat,dia sudah menyakiti ibu,kita harus melaporkannya pada ayah,ayah pasti akan memberi pelajaran padanya." protes Narendra dengan wajah polosnya.


" Ibu tidak mau membuat ayah marah,itu akan menyebabkan ayah dan orang itu bertengkar,ibu tidak ingin ayah terluka karena itu." jelas Alvi sambil mengusap kepala Narendra.


Narendra memajukan bibirnya,ia nampak tidak terima dengan permintaan Alvi,namun ia tidak bisa membantah,dengan terpaksa iapun mengangguk.


" Tapi orang itu......" Narendra tidak melanjutkan pembicaraannya saat melihat seseorang berjalan hendak menghampiri mereka,seolah mengerti dengan keadaan bocah laki laki itu langsung pergi.


" Sayang aku mencarimu sejak tadi." ucap Al


" Maaf Bi,aku merasa sesak di dalam." Alvi langsung berhambur memeluk tubuh suaminya.


" Kenapa pakaianmu berantakan begini." Al menatap curiga.


" Mungkin terkena angin." jawab Alvi cepat.,Al tersenyum sambil kembali meraih tubuh istrinya itu.


" Maaf aku tidak bisa menemanimu di sini tadi." ujar Al.


" Tidak apa apa,sudah ada Narendra yang menemaniku." Alvi tersadar ia menoleh mencari keberadaan anak itu.


" Mana anak itu?" gumamnya.


" Dia sudah pergi." Sahut Al terkekeh seolah mendengar gumaman dari Alvi.


Acara masih belum selesai,para tamu menyantap hidangan yang telah di sediakan,sambil mendengarkan sholawat merdu yang di lantunkan oleh para tim marawis di atas panggung.


Al dan Alvi masih duduk di bangku taman,menikmati hembusan angin yang menerpa wajah mereka.Alvi nampak termenung,memikirkan apa yang telah Randy ucapkan padanya,akhirnya ia pun memberanikan diri bertanya pada sang suami.


" Bi, ada yang ingin aku tanyakan." Alvi melirik Al.


" Apa?" balas Al cuek


" Tapi kamu harus janji tidak akan marah."


" Aku janji,mana bisa aku marah pada mu." Al masih terlihat santai.


" Apa benar, kita hidup dengan mengandalkan uang hasil donasi?" Alvi melirik ragu pada suaminya itu.


Al menyunggingkan bibirnya,ia masih santai menjawab pertanyaan istrinya itu.


Ia memang sering mendapat tuduhan seperti itu,namun karena tuduhan itu tidak benar,ia selalu bisa menanganinya sendiri.


" Kamu dengar dari mana?" tanya Al.


" Jawab saja Bi." Alvi sedikit meninggikan suaranya.


" Tentu saja tidak,aku bahkan tidak pernah tau jumlah uang yang di dapatkan dari para donatur,karna bukan aku yang memegangnya,semua hasil donasi ataupun hasil dakwah ku langsung masuk ke rekening panti,bukan tabungan pribadi ku." jelas Al.


" Siapa yang berbicara itu padamu." Al menatap istrinya dalam.


" Randy." jawab Alvi dengan ragu,akhirnya ia pun memberitahu apa semua apa yang di bicarakan Randy padanya.Membuat Al mengepalkan tangannya,wajahnya seketika berubah,hawa sejuk berubah menjadi panas seolah berada di dalam larva yang mendidik.


" Ayo ikut aku." Al menarik tangan istrinya dengan tergesa gesa, mereka menghampiri bendahara panti yang di percayai untuk mengatur keuangan .


Tanpa basi basi Al menanyakan jumlah yang sudah Randy donasikan untuk panti asuhan ya itu.


" Tolong periksa berapa total yang sudah di donasikan atas Nama Randy Nugroho ke panti asuhan ini." titahnya.


Dengan segera orang itu pun menurutinya.


"Jangan sampai ada yang terlewat."tambah Al.


Ia masih setia menunggu bendahara itu yang masih sibuk dengan laptop di hadapannya.


"Jumlah Donasi yang di berikan sejak dua tahun lalu kurang lebih 35 milyar pak." jawab sang bendahara.


" Kembalikan padanya tiga kali lipat." ujar Al dengan penuh tekanan,kemudian ia pun pergi begitu saja tanpa mendengar protes dari pendaharanya itu.


Alvi menganga saat mendengar nominal yang di ucapkan bendaraha itu,namun ucapan Al membuatnya semakin terkejut.


" 35 milyar, tiga kali lipat?" gumam Alvi,sambil mengekor dari belakang suaminya.


Setelah itu lantunan shalawat terhenti di saat Al menaiki panggung.


Membuat Semua orang yang berada di sana merasa heran,tatapan mereka kembali tertuju padanya, suasana menjadi hening seketika.


"Assalamualaikum, Maaf jika aku telah menganggu waktu kalian,ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan,selama ini aku sudah bersabar atas tuduhan tuduhan yang telah di tuduhkan padaku,tapi aku tidak bisa diam saja jika semua itu terdengar oleh istriku atau keluarga ku,perlu aku jelaskan sekali lagi,aku sama sekali tidak pernah mengambil sepeserpun dari uang yang anda berikan untuk panti asuhan ini,jika dari kalian ada yang masih birfikiran seperti itu, alangkah baiknya anda tidak perlu repot repot memberikan donasi,karena tanpa bantuan kalian pun saya masih sanggup membiayai mereka semua.Dan satu lagi jika ada dari kalian yang merasa keberatan atas penggalangan dana yang sering kami selenggarakan,anda semua bisa langsung temui bendahara saya,saya pastikan semua donasi yang telah kalian berikan akan saya kembalikan TIGA KALI LIPAT."


Setelah itu,Al kembali turun menghampiri Alvi yang kini mematung masih mencerna apa yang di katakan suaminya tadi.


Keterkejutannya bertambah tiga kali lipat juga dari yang dia dengar sebelumnya.


*


*


*


*


terimakasih guys yang selalu setia nunggu up nya duo Al,,jgn lupa dukungannya buat Thor,kasih vote like dan komen juga ya..