
pov 2 (Hikam Aljalari)
Di balik tardirNya , aku menunggu mu dengan iman.Di balik rahasiaNya, aku berikhtiar dalam perbaikan.Dan di balik rahmanNya aku menitip rindu dalam do'a.
Mencintai mu dalam diam dan do'a, adalah cara ku memintamu kepada sang pemilik hidup.
Aku yakin do'a ku di dengar, namun tuhan tau apa yang terbaik untuk ku.Bahkan meskipun itu berarti tidak bersama nya.
Aku hanya bisa mencintainya dalam do'a.Dengan do'a ,aku bisa selalu memeluk serta menjaganya dari kejauhan.
Setelah mendapat penolakan darinya, aku cukup putus asa, namun keyakinan ku mampu mengalahkan keputus asaan ku.
Akupun akan tetap berusaha mendapatkanya dengan cara ku sendiri.
Aku berniat tidak akan menemuinya dan mengganggunya lagi. Namun meskipun begitu aku akan tetap mengawasinya.Dan setelah mendapat waktu yang tepat aku akan memilikinya dan tidak ada yang bisa menolak bahkan mencegah.Sangat kejam memang, namun itulah aku.
Setelah beberapa bulan aku tidak pernah melihatnya dan menemuinya, namun berkat provesiku, aku masih bisa mendengar bagaimana kabar sang pujaan hati, tentunya dari orang tuanya sendiri.
Karena provesi ku dengan beliau sama kami selalu di pertemukan di tempat yang sama, oleh sebab itu aku bisa mengetahuinya kabar dan keadaanya.Posisi ku cukup terancam saat mengetahui bahwa bukan cuma aku yang menginginkanya.
Pov 1 ( Alvia khumaira)
Setelah kejadian beberapa bulan yang lalu aku cukup senang, karena telah bisa menolak lamaran dari pria itu, dan tidak pernah bertemu dengannya lagi.Dan bapak pun tidak pernah membahas soal pernikahan lagi.
Kini ku fokuskan diriku untuk hidup ku sendiri,setelah lulus sekolah dan tidak melanjutkannya, aku terpaksa menyibukan diri dengan membantu abang dan kakak ipar ku mengajar di sebuah taman kanak kanak, walaupun aku sama sekali tidak menyukai provesi itu.
aku tidak bisa menahan emosi ku saat berada di tengah anak anak polos itu dan akhirnya aku mendapat sebutan dari mereka yang tidak enak di dengar, mulai dari kakak sihir, kakak lampir , cantik cantik serigala dan masih banyak lagi.
Walaupun begitu aku cukup menerimanya dengan senang hati, aku anggap itu sebagai panggilan sayang, dan hanya untuk sekedar mengisi kekosongan waktu ku yang begitu terbuang sia sia.
Sedangkan Citra ia sudah bekerja di sebuah toko roti yang berada di luar daerah dan hanya bisa pulang ke kampung sebulan sekali.
" Assalamu'alaikum." suara seseorang yang ku kenal terdengar dari luar rumah.
" Walaikum salam." jawab ku sambil membukakan pintu. " Cit, kapan lu balik." tanya ku.
"Semalem." jawabnya sambil nyelonong masuk ke rumah ku.
" Cieee..Gajian ya? telaktir gue dong !! "
" Boro boro gajian gue balik ja gak pamit ama yang punya." lirihnya dengan memajukan bibirnya.
" Lho, kenapa?"
" Ternyata kerja itu cape Al,, gue gak kuat, alapagi lama lama di depan oven badan gue ikut angus kaya gini." rengeknya sambil memperlihatkan kulit tangannya.Ku perhatikan tangannya tidak ada masalah, hanya saja badanya menjadi makin kurus, mungkin karena kacapean pikir ku.
" Yah namanya juga kerja, lu enak bisa ngerasain kerja, sedangkan gue." lirih ku sambil menarik nafas berat.
" Al gue punya ide, gimana kalo kita bikin usaha kecil kecilan aja.Insya allah kalo di tekunin pasti lama lama bisa berkembang"
" Usaha apa?" tanya ku, dan Citra pun membisikan sesuatu di telinga ku.
Aku pun mendengarkanya dengan sangat teliti, dan saat ku fahami apa yang dia bicarakan aku pun mengangguk dan langsung menyetujuinya.Tidak ada salahnya untuk mencoba.
" Boleh juga." ucap ku dengan yakin.
Setelah itu kami berdua pun mulai belajar secara otodidak dengan mengandalkan ponsel pintar kami untuk melihat tutorialnya, dan modal , bahan serta peralatan seadanya.
Pertama kali yang kami lalukan adalah berniat untuk mencoba membuat kue tradisional, walaupun kami sama sekali tidak punya keahlian dalam bidang memasak, jangan kan memasak menyalakan kompornya pun kami tidak bisa. Tapi dengan belajar yang tidak bisa, akan menjadi bisa , dan yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.
" Mulai sekarang, dapur jadi kawasan Alvi, jangan ada yang masuk kalau Al lagi di sana." peringatan ku kepada semua penguni rumah.
" Emang kamu mau ngapain?" tanya ibu ku .
" Al mau belajar bikin kue."
" Gak salah, kamu mau bikin kue?" abang ku ikut bertanya dengan sedikit meledek. Dan aku pun mengangguk dengan sangat yakin.
" Paling juga entar dapur ibu di bikin jadi kayak kandang Unta." gerutu ibu ku, mendengar nama unta hatiku terasa sedikit di cubit dan aku sempat mengingat kembali wajah unta arab yang beberapa waktu lalu telah ku tolak.
" Udah lah bu, biarin aja mungkin mereka lagi gabut pengen maen masak masakan." ledek abang ku kembali sambil terkekeh.
Setelah beberapa kali mengalami kegagalan, akhirnya tidak ada hasil yang menghianati usaha. Kue yang kami buat sudah layak untuk kami makan, selanjutnya harus layak untuk di jual,
" Kalian serius mau jualan kue kaya gini?" tanya abang ku saat melihat kue yang kami buat.
" Serius lah bang." jawab ku dan Citra bersamaan.
" Boro boro mau beli, di kasih aja abang ragu mau nerimanya." ledek nya sambil bergidik ngeri.
" Kalau ragu liat aja, jangan di makan." seloroh Citra dengan kesal.
" Diihh..Ngeliatnya Enek."
Kami pun kesal dan ingin membuangnya , Namun mbak Siva datang dan mencegahnya.
" Ko di buang sih Al, sini biar mbak aja yang coba." ucapnya dengan merebut piring yang berisi kue dari tangan ku.
" Jangan Dek, entar keracunan lagi." abang ku tak henti hentinya meledek.
" Issshhh...Abang ini seneng banget liat adeknya kesel." bela mbak Siva sambil melirik ku.
Tanpa ragu mbak Siva pun mau mencicipinya.
kami memperhatikan setiap gerak gerik dan raut wajah dari mbak Siva, kamipun merasa tegang layaknya seperti sedang mengikuti kompotisi memasak.
Kami pun merasa tenang saat melihat mbak Siva menganggukan kepala dan tersenyum.
" Ini sih enak, tapi kalau di jual dengan penampilan kaya gini gak bakal laku." ujarnya seperti juri yang sedang mengkritik hasil masakan dari para peeserta.
" Besok bikin lagi ya, nanti mbak bantuin." ucapnya , dan kami pun semakin bersemangat setelah mendapat dukungan dari kakak ipar ku.
Akhirnya setelah kemaren dapat masalah karena FB thor ada yang bajak, dan gk bisa masuk ke aplikasi NT, dan sekarang dah bisa lagi dan lanjutin ceritanya, dukung terus ya biar thor makin semangat , biar Al bisa memulai bisnisnya dengan lancar, dan Doa dari ustadz Al segera terkabul...kasih like komen dan votenya ya guys...🤗🤗🤗