My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 138



Waktu menunjukan pukul 16.00,saat yang di tunggu tunggu,Faiz bersiul ria di hadapan cermin,sambil mengoleskan salep pereda nyeri pada wajahnya,setelah selesai ia bersiap hendak pergi.


" Umi,,Faiz mau pergi dulu." ucap Faiz sambil berlenggang dengan memainkan kunci motor di tangannya.


" Mau ke mana? baru juga pulang udah kelayapan." gerutu Umi namun tetep mengizinkan.


" Cari angin." sahut Faiz sambil mengedipkan mata pada sang Ibu,setelah berada di atas motornya.


" Jangan lupa bawa angin nya pulang,kalau sudah dapat." canda Umi membuat pemuda itu tertawa.


Tidak menunggu lama Faiz pun melajukan motornya meninggalkan halaman rumah Umi dan meninggalkan pondok pesantren itu,membawa kendaraannya ke jalanan bergabung dengan kendaraan lain,begitu juga dengan Satria yang kini sudah menghentikan pekerjaannya,ia bergegas membersihkan diri lalu pergi hendak menjemput sang istri.


Tidak memakan waktu lama,Faiz tiba di depan sebuah toko kue dengan menggunakan jaket hitam masker dan kacamata serta helm yang masih melekat melindungi kepalanya.


" Permisi." sapanya sambil menyerahkan buket bunga pada seorang gadis yang tengah duduk santai di sebuah kursi kecil di balik meja kerjanya sambil memainkan ponsel.


Sontak wanita itu terkejut,sambil mengangkat kepalanya,menatap seraya memicingkan mata masih enggan menerima buket bunga tersebut,setelah sekian detik akhirnya wanita itu tersenyum.


" Terimakasih." ucapnya sambil menerima buket bunga nya,nampak gadis itu langsung mengendus bunga mawar merah yang masih nampak segar.


" Suami ku ternyata romantis juga,bukan hanya mengantar kan makanan tapi bunga juga,dia memang selalu bisa membuatku bahagia dengan caranya sendiri." gumamnya dalam hati dengan senyum yang terus tersungging di bibinya.


Senyum yang selama ini Faiz rindukan,hingga pria itu mematung memandang wajah gadis cantik yang selalu terbayang siang dan malam.


Citra kembali menatap pria di depannya yang ia fikir sebagai kurir.


" Maaf kenapa anda masih di sini? apa ongkosnya belum di bayar?" tanyanya heran.


" Maaf apa nona tidak menanyakan dari siapa bunga tersebut?" tanya pria itu.


" Dari siapa? tentu saja dari..." ucapannya tergantung,saat menyadari suara pria itu.


" Faiz!!" tebak Citra seraya menarik masker yang menutup sebagian wajah pria itu,hingga talinya terputus,seketika tangannya menutup mulut yang terbuka lebar.


" Ya Ampun Faiz!!" teriak Citra sambil berlari kecil mengelilingi meja yang menghalanginya,teriakan Citra membuat semua orang menatap padanya,para karyawan ikut menghampirinya,dan menyambut dengan senang,setelah selesai berbincang ringan para karyawan kembali ke tempat nya masing masing.


Sementara Citra,tanpa di duga gadis itu memeluk pria di hadapannya dengan sangat erat,membuat jantung Faiz seakan berhenti berdetak.


Pria itu semakin tidak bisa bergerak,tubuhnya terasa kaku,saat Citra belum juga melepaskan pelukanya.


" Lu jahat,kenapa gak pernah kirim kabar sekali pun sama gue." lirihnya masih dengan melingkarkan tanganya di pinggang sang kakak.


" Gue sibuk." hanya kata itu yang lolos dari mulutnya dengan susah payah.


Gadis itu melonggarkan pelukanya,menatap kesal pada Faiz yang masih nampak setengah sadar.


" Sibuk apa lupa?" tanya Citra dengan raut wajah seolah merajuk dengan bibir yang sedikit ia majukan,terlihat sangat menggemaskan hingga pria itu tak tahan ingin sekali meraup wajah itu.


" Sibuk Cit." sahut Faiz lagi.


" Iya deh,gue percaya sama pak dokter,sini gue pengen lihat wajah ganteng nya pak dokter." Citra membantu membuka helm yang sejak tadi menutupi kepala Faiz,Gadis itu sedikit berjinjit karena tinggi badannya berbeda,hingga akhirnya wajah mereka setara dan dengan begitu Faiz bisa lebih leluasa menatap wajah cantik milik adiknya itu,lagi lagi membuat Faiz tak bisa bernafas dengan benar.


" Ya allah,,maafkan aku,aku tau ini salah,tapi aku benar benar tidak bisa menolaknya." gumamnya dalam hati.


" Nah kalau gini kan wajah tampan abang Faiz keliatan sama adek." goda Citra lagi sambil kembali menapakan kakinya,lagi lagi Faiz di buat tercengang rasanya kaki itu sudah tidak bisa menopang berat badannya karena meleleh seperti lelehan lilin yang terbakar api .


tiba tiba mata gadis itu membulat saat melihat wajah Faiz yang penuh dengan luka lebam.


" Itu kenapa?" tanya Citra panik,sambil menyentuh ringan pipi Faiz dengan ibu jari dan telunjuknya,lalu memutar ke kiri dan ke kanan,Namun tidak ada sahutan, Faiz masih sibuk dengan fikirannya sendiri hingga tak menyadari raut kekhawatiran adiknya.


" Faiz!!" panggil Citra sedikit meninggikan suaranya.


" Hah,iya?" Faiz seketika tersadar.


" Wajah lu kenapa?" tanyanya lagi.


" Sambutan dari Abi." sahut Faiz membuat gadis itu tak mengerti.


" Ceritain sekarang,ayo kita ngobrol cantik sambil ngopi!" ajak Citra sambil melingkarkan tangannya di lengan Faiz lalu membawanya ke sebuah caffe sebrang toko kuenya.


Setibanya di sana Citra tergelak,saat Faiz mulai menceritakan kejadian semalam.


Tanpa mereka sadari sepasang mata tengah mengawasinya sejak tadi,tatapannya menajam serta rahang mengeras,tanganya pun terkepal erat saat melihat wanitanya begitu dekat dengan pria lain bahkan tidak sedikitpun Citra menjaga jarak.


" Cit,gue mau nanya sesuatu boleh?" air wajahnya berubah serius.


" Nanya saja."


" Soal kalung itu...." ucapannya terhenti saat Citra memotongnya dengan antusias.


" Oh soal kalung itu gue udah..." ucapannya terpotong kala ponsel yang di genggamnya berdering,nampak sebuah pesan dari seorang pria yang ternyata sedang ia rindukan saat ini.


Gadis itu tersenyum ,dengan tidak sabar membukanya.


" Jangan beritahu dia kita sudah menikah." pesan dari Satria,membuat Citra mengerutkan kening,gadis itu melirik sekeliling caffe mencari keberadaan suaminya,Namun tak terlihat.


" Kamu di mana?" Balas Citra.


Sambil menunggu balasan dari suaminya,Citra kembali menatap Faiz,gadis itu nampak gelagapan saat menjelaskan tentang kalungnya.


" Hmmm,,kalung nya,kalung itu masih ada,udah gu - gue pakai satu." jawabnya.


" Satu lagi?" tanya Faiz dengan penuh penasaran.


" Satu lagi masih ada di rumah,gue simpen karena belum nemu laki laki yang tepat untuk memilikinya,sesuai yang lo pesan." Citra masih terbata menjelaskannya,Namun Faiz cukup percaya,pria itu menyenderkan punggungnya lega.


Sementara Citra,gadis itu terlihat masih gugup,sampai keringat dingin,tenggorokannya pun kering,ia langsung meminum minumannya.


tiba tiba ponselnya kembali berdering.


" Di hati mu." Balas Satria,membuat gadis itu tersedak hingga menyemburkan minumannya.


Satria tertawa kecil saat melihat tingkah istrinya itu dari kejauhan,rasanya ingin sekali ia menghampirinya lalu segera membawanya pergi, apalagi saat ini ia melihat Faiz menepuk punggung istrinya.Rasanya ia tak bisa lagi terlalu lama membiarkan Citra.


Tanpa terasa waktu mulai semakin sore,beberapa kali Citra melirik jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul 17.30.


Faiz paham apa yang di rasakan Citra,pria itu menawarkan diri untuk mengantarnya pulang.


" Lu mau pulang gue anterin ya." ucap Faiz,Namun Citra menolaknya.


" Gak usah,gue pulang sendiri aja,ini udah terlalu sore,kayaknya mau hujan juga,sebaiknya lu pulang duluan aja." tolak Citra halus.


" Yakin?"


" Yakin,lu kayak gak tau gue aja." jawab Citra meyakinkan.


" Ya udah kalau gitu,gue duluannya." Faiz mulai beranjak,di ikuti Citra yang mengantarnya ke halaman Cafe.


Gadis itu melambaikan tangan ketika Faiz mulai menyalakan motor dan pergi meninggalkannya.


Citra terlihat membuang nafas kasar,sambil mengusap dadanya,tiba tiba saja sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya,sontak gadis itu terkejut,ia melirik seseorang di sebelahnya,seketika bibirnya kembali tersungging saat melihat si pemilik tangan yang tanpa permisi melilit pinggangnya.


" Abang,di sini juga?" tanya Citra tak menyangka.


" Hmmm.."


" Aku tidak melihatnya."


" Aku memakai jurus bunglon." Balas Satria membuat gadis itu tergelak sambil membalas melingkarkan tangannya di pinggang sang suami.


Bab selanjutnya siap siap tahan nafas ya...jangan lupa kasih dukungannya juga buat thor,,dengan cara kasih vote like dan komen ...see you.