My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 129



Menjelang sore,Satria menghampiri istrinya di kediaman Alvi,pakaiannya nampak bersih dan terlihat lebih segar,berbeda dari yang di lihat sebelumnya .


Di saat dua Al tengah sibuk di dalam kamar,memandikan si kembar.


Pasangan penganti baru itu tidak mau menyia- nyiakan kesempatan untuk saling berbincang.


" Sudah mandi?" tanya Citra,sambil mendekati suaminya yang duduk di atas sofa ruang keluarga.


" Sudah."


" Kapan? dimana?"


" Tadi sebelum ke sini,di asrama santri sekalian sholat ashar juga." sahut Satria sambil menarik tubuh istrinya agar lebih mendekat.


" Jangan deket-deket,aku masih malu jika mereka tau." Citra menyikut perut Satria lalu kembali menggeser tubuhnya.


" Kenapa? kita sudah menikah,tidak ada salahnya."


" Tetap saja,Mereka pasti mengejek ku,dan akan melayangkan pertanyaan pertanyaan konyol."


" Aku tau itu." Sahut Satria


" Ya sudah kita pulang." Satria beranjak sambil menarik tangan istrinya.


Setelah berpamitan mereka pun langsung pulang,30 menit dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah.


Seperti biasa Citra selalu menawarkan kopi,sementara Satria membuka pakaiannya di kamar,gadis itu masuk ke dapur hendak membuatkan kopi.


" Kamu tau Nizam,cucunya bu Sukma?" tanya Citra saat Suaminya tengah duduk di meja makan.


" Iya,kenapa?" Satria mengeryitkan keningnya.


" Dia tampan ya? aku yakin 10 tahun kemudian dia akan menjadi seorang remaja yang banyak di kagumi perempuan,seandainya usiaku saat ini 5 tahun,akan ku kejar dia sampai dapat." Citra nampak antusias sambil terkekeh ia duduk berhadapan dengan suaminya yang kini tengah menekuk wajahnya.


" Berani sekali menceritakan pria lain di depan suami." ucap Satria,membuat gadis itu kembali tersenyum tidak enak.


" Maaf,aku hanya bercanda,tapi memang benar sih,apalagi lesung pipinya, aahhh!! mengemaskan sekali." tambahnya lagi sambil menopang dagu


Satria memutar bola matanya,beranjak dan mulai berlalu masuk ke dalam kamar sambil membanting pintu,membuat Citra terperanjat.


" Ada apa?" gadis itu nampak heran,ia menghampiri suaminya yang tengah terbaring menghadap tembok membelakanginya.


" Bang!!" Tidak ada sahutan,Citra menggoyangkan lengannya beberapa kali,namun pria itu masih saja bergeming.


" Bang!!"


" Abang sayang!!" bisiknya,dengan suara yang di buat selembut mungkin,namun tetap saja pria itu masih tidak tertarik.


" Bang!! kenapa sih?" gadis itu mulai frustasi,ia menarik tubuh Suaminya dengan sekuat tenaga hingga akhirnya Satria terlentang,dengan cepat Citra duduk di atas perutnya dan menindihnya.


Tidak sampai di situ,Citra juga meraup wajah Satria saat hendak memalingkan wajah,gadis itu menatap dalam namik mata suaminya,mencari sesuatu dari balik sorot matanya.


" Kenapa?" tanyanya lagi sedikit berbisik.


" Aku tidak suka mendengar kamu memuji ketampanan pria lain,hari ini kamu sudah dua kali membuatku kesal." akhirnya Satria angkat bicara.


" Dua kali?" Citra mengeryitkan dahinya.


" Apa perlu aku ingatkan? pertama kamu bilang itu pada Azzam,dan sekarang pada Nizam,apa kamu memang penyuka berondong?" kesal Satria, membuat Gadis itu menggulum bibirnya.


" Mereka bukan berondong,tapi jagung muda,tenang saja aku lebih suka jagung tua." goda Citra sambil berbisik.


" Ada ada saja,aku tidak menyangka kamu bisa sekesal ini." Citra turun dari perut Satria lalu merebahkan tubuhnya di samping sang suami.


" Jangan bilang kalau kamu cemburu pada mereka." Citra melirik pria di sampingnya.


Lagi lagi membuat Citra terkekeh,gadis itu memiringkan tubuhnya mengadap sang suami yang kini nampak menggemaskan.


" Mereka anak kecil,aku tidak menganggap mereka seorang pria."


" Jika seperti ini kamu malah terlihat lebih menggemaskan di banding mereka berdua." Citra mengecup pipi suaminya berkali kali dengan sangat gemas,lalu mencubitnya.


" Beruang kutub ku bisa cemburu hanya pada dua ekor kelinci kecil." ujarnya lagi.


Hingga menjelang malam,di tempat lain,Al di kejutkan oleh kabar dari sang adik yang memberitahukan tentang kepulanganya.


" Apa? kamu mau pulang?"


" Iya Bang,Faiz sudah menyelesaikan kuliahnya di sini,tapi untuk tahap selanjutnya Faiz ingin melakukannya di indonesia saja." rengek Faiz.


Karena sebelumnya, Faiz sudah menjalani kuliah di indonesia selama dua tahun,akhirnya ia hanya perlu satu tahun lagi untuk menyelesaikannya,hingga satu tahun sudah ia lalui,jauh dari keluarga dan sahabat,membuatnya tak mampu lagi menahan kerinduan.


Beberapa kali memimpikan gadis yang ia cintai,membuat konsentrasinya buyar,hingga niatnya semakin kuat untuk tetap pulang kembali ke tanah air.


" Kapan kamu pulang?" tanya Al,yang sudah terlihat frustasi.


" Mungkin seminggu lagi,jangan ceritakan kepulangan Faiz pada siapapun,termasuk Umi,abi dan Citra,Faiz ingin membuat kejutan untuk mereka." jawab Faiz dengan antusias,mau tidak mau Al pun menyetujui,setelah itu mereka pun memutuskan sambungannya.


Al nampak termenung di teras rumahnya,hal yang ia takutkan akan segera terjadi,entah apa yang akan terjadi pada Adik kesayangannya jika ia mengetahui semuanya,Cinta,dan keluarga yang selama ini Faiz perjuangkan ternyata mendustainya.


" Bii!!" suara Alvi berhasil mengagetkannya.


" Iya sayang." Al tersenyum berusaha menyembunyikan keterkejutannya.


" Sudah malam kenapa masih di luar?" Alvi mengelus pundak suaminya,memicingkan mata memperhatikan gelagat sang suami yang tidak seperti biasa.


" Tidak apa apa,aku hanya sedang cari angin." Al merangkul istrinya membawanya masuk ke dalam rumah.


" Kita tidur dulu,sebelum mereka mengajak bergadang." ujarnya lagi,seraya membaringkan istrinya,di susul juga olehnya.


Namun setelah beberapa lama Al masih saja terjaga,terlentang,miring,telungkup sudah ia lakukan,namun tetap saja matanya tidak bisa terpejam,gerak geriknya membuat Alvipun merasa terganggu.


" Kenapa Bi?" Alvi terbangun ia langsung duduk menghadap sang suaminya.


" Kita sudah cukup lama bersama,jangan ada yang di sembungikan lagi dari ku." ucap Alvi sambil menyugar rambut suaminya.


" Mungkin aku memang tidak bisa membantu menyelesaikan masalah mu,tapi setidaknya kamu bisa membaginya padaku,agar beban mu tidak terlalu berat." ujarnya lagi.


" Aku bingung,Faiz akan kembali ke sini?" Al tidak bisa memembendung kegundahanya sendiri,ia mulai menceritakan semuanya pada sang istri.


" Jadi Faiz menyukai Citra?" tebak Alvi yang langsung di angguki suaminya.


"Aku sengaja tidak memberi tahukan pernikahan Citra dan Satria padanya,Aku takut jika ini semua akan menyakiti perasaannya, apalagi jika dia tau kalo Citra adalah adiknya sendiri dan dia bukan anak kandung Umi."


" Tapi lambat laun dia akan mengetahuinya,kita harus berusaha menenangkan dan menjelaskannya dengan baik,aku yakin dia bisa mengerti." ucap Alvi.


" Iya,tapi aku takut dia kecewa padaku,karena semua ini salahku,karena aku tidak memberitahunya sejak dulu."


" Dia pasti kecewa tapi aku yakin tidak akan lama,dia sangat menyayangimu." hibur Alvi,akhirnya Al sedikit lebih tenang,ia merebahkan kepalanya di pangkuan sang istri,lalu mulai memejamkan mata.


...***ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terima kasih guys,,masih setia nunggu kelanjutannya,maaf jika masih banyak typo,mohon dukungannya dengan memberikan vote,like dan komen,maaf juga jika di sini alur waktunya tidak seperti di dunia nyata mohon di maklumi,karena untuk menjadi seorang dokter tidak semudah itu forguso...😅😅


Butuh waktu yang cukup lama,tapi di sini Faiz bisa dengan mudah menjadi seorang dokter muda...🤣


namanya juga dunia halu...


jangan lupa ikutin juga kelanjutan kisah Faiz di judul yang lain.." I WILL NEVER LET'S YOU GO***".