My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 46



Setelah beberapa hari berdiam diri di rumah, di tinggal sang suami menghadiri setiap undangan untuk berdakwah setiap harinya membuat Alvi uring-uringan.Ingin sekali ia menemui mbak Zahra dan bayinya,namun niatnya selalu terhalang,karena kehadiran gadis bernama Sarah yang selalu menempel pada Mbak Zahra.


Hanya karena berharap simpatik dari Umi dan Abi,Selain membantu Bi Marni di dapur Sarah juga membantu mbak Zahra mengurus bayinya.


Setelah selesai membereskan pekerjaan rumah, Alvi hendak pergi ke dapur umum untuk mengambil beberapa bahan sayuran untuk ia masak sebelum sang suami pulang,


Dapur umum terlihat sepi,tidak ada Bi Marni di sana,karena sudah terbiasa tanpa ragu Alvi masuk dan tanpa ia duga, ia berpapasan dengan Sarah yang selalu menatapnya dengan tatapan membunuh,dan bukan Alvi namanya kalau tidak membalas tatapannya tak kalah bengis.


Mereka sama sama saling melempar tatapan yang menyeramkan, sepertinya perang dingin akan segera di mulai,entah apa yang menyebabkan dua gadis itu bersiteru.


Sudah merasa kesal,Alvi langsung meninggalkannya begitu saja,hendak masuk ke pantry namun Sarah membuntuti nya dari belakang.


" Lakukan sesuka hati mu,selagi masih ada kesempatan berada di sini,karena aku akan pastikan tidak akan lama lagi kamu akan keluar dari pondok ini." kata kata pertama yang terucap dari mulut Sarah.


" Maksud mu apa? "


" Ingat,aku hanya meminjamkan Al pada mu untuk sementara,dan aku akan segera mengambil nya kembali,sama halnya dengan pakaian yang pernah aku pinjam kan pada mu." setelah mengucapkan itu,Sarah pun berlalu tanpa menunggu balasan dari Alvi.


Alvi hanya berdiam,menyerap semua ucapan yang Sarah katakan. Ia masih tidak mengerti apa maksud dari semua yang gadis itu ucapkan, namun keyakinan nya tentang perasaan gadis itu kepada suaminya semakin kuat. Tentu saja ia tidak akan membiarkan semua itu terjadi.


Dengan langkah cepat gadis itu kembali pulang,melihat hari sudah mulai petang ia kembali meraih ponselnya dan menghubungi seseorang yang selalu di rindukannya.


( Bi,tumben pulangnya telat? 😔) pesan yang di kirimnya kepada sang unta Arab.


( Maaf yank,ini lagi di jalan mau pulang,tadi aku mampir ke rumah sakit dulu jenguk Satria.🙏)" tidak menunggu lama pesannya terbalas.


( Gimana kabarnya sekarang?)


( Alhamdulillah dia udah sadar .)


( Alhamdulillah kalo gitu,cepet pulang ya bang,adek kangeeenn...😘😘😘) Alvi berusaha menggoda suaminya.


Entah kenapa semenjak kehadiran Sarah dirinya merasa terancam,ia tidak ingin kehilangan suaminya,laki laki yang mampu meluluhkan hatinya itu seolah menjadi bagian dari hidupnya,ia tidak akan membiarkan apa yang sudah menjadi miliknya di miliki orang lain,itu sebabnya ia rela meninggalkan pekerjaannya hanya demi sang suami.


Karena keasyikan mengirim pesan gadis itu lupa akan tugasnya menyiapkan makanan untuk sang suami,sampai orang yang ia tunggu tunggu pun tiba.


" Assalamualaikum."


" Wa'alaikumsalam, aku kira kamu masih jauh." Alvi menyambut kedatangan sang suami dengan senang, lalu mencium tangannya dan di balas dengan kecupan di keningnya.


" Emang kenapa,katanya kangen?" balas Al sambil menggandeng sang istri masuk ke rumah.


" Maaf aku belum nyiapin kamu makan." lirih Alvi dengan wajah bersalahnya, Al membalasnya dengan tersenyum,tentunya ia senang karena untuk hari ini Al bebas dari makanan asin atau hambar yang selalu di hidangkan istrinya.


" Gak apa apa yank,kita bisa minta ke dapur umum." ucap Al sambil mengangkat dagu istrinya dan mengecup bibirnya,bukanya senang Alvi malah menunjukan wajah garangnya,ia memalingkan muka dan meninggal kan Al begitu saja.


" Yank ,," Al tidak mengerti dengan sikap istrinya. Lalu menyusul sang istri ke dapur.


" Haii,,kok ngambek sih?" Al mencoba menggoda istrinya dengan memeluknya dari belakang.


" Kamu mandi aja,aku mau masak,aku gak mau minta ke dapur umum,aku gak suka kamu makan masakan si mata Elang itu." gerutu Alvi sambil mengangkat pisan ke udara.


" Oh,jadi kamu marah gara gara itu,ya udah kita pesen dari luar aja yah,kamu gak perlu masak." bujuk Al untuk menghindari masakan absurd buatan sang istri.


" Gak mau ,aku mau masak,kamu harus makan masakan ku,aku gak mau kamu jatuh cinta pada orang lain karena masakannya." tolak Alvi sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya. Al hanya tergelak dengan ucapan istrinya.


" Mana mungkin sayang ku,cinta ku, bidadari ku,ayolah lebih baik kamu temenin aku mandi aja yah,pesen dari luar gak tiap hari juga kan." Al masih berusaha membujuk dan akhirnya Alvi pun luluh.


Tanpa menunggu lama Al pun langsung menggendong sang istri masuk ke dalam kamarnya.


" Kamu mandi sendiri aja ya Bi." pinta Alvi saat berada di dalam kamar.


" Aku yakin,kalo aku ikut masuk bukan cuma mandi aja,aku gak mau yah kalo aku hamil nanti anaknya jadi Made in kamar mandi." ucap Alvi sambil menyilang kan tangannya di dada lalu mendaratkan bokongnya di sofa.


Al pun terbahak lalu meraup pipi istrinya dengan gemas.


"Semakin hari kamu semakin menggemaskan kan." Al pun mencium bibir Alvi dan sedikit ******* nya .


" Udah kamu mandi,aku pesenin makanan sekarang." Alvi mendorong tubuh Al lalu meraih ponselnya.


" Mau makan apa Bi?" tanya Alvi saat Al sudah berada di ambang pintu kamar mandi.


" Mau makan kamu aja." sahut Al sambil berbalik lalu mengedipkan sebelah matanya.


" Aku serius bi."


" Ya udah,terserah sayang ku aja." Al memberikan kecupan jarak jauh sebelum menutup pintu kamar mandi. Dan Alvi pun membalasnya lalu memesan makanan sesuai keinginan nya.


*


*


*


Selama menunggu Al mandi dan pesenan makanan nya datang,Alvi sibuk dengan ponselnya ia saling berbalas pesan dengan grup chat dari toko nya.Kini yang menjadi topik pembicaraan mereka adalah Citra dan Faiz.


Selama Alvi memutuskan berhenti Citra yang mengganti posisinya,sedangkan Faiz dengan suka rela menawarkan diri untuk membantunya.


" Pasangan yang serasi." gumam Alvi sambil menerbitkan senyum khasnya. sampai ia tidak menyadari unta arabnya yang sudah selesai mengenakan pakaian.


" Ngapain senyum senyum kayak gitu?" tanya Al yang merasa di cuekin.


"Mereka cocok kan Bi?" tanya Alvi sambil memperlihatkan foto Citra bersama Faiz." Lho Bi, mau kemana lagi?" tanya Alvi lagi saat melihat sang suami sudah berpakaian rapih.


" Ke mesjid yank, terus ngajar anak anak sebentar." jawab Al sambil mendaratkan bokong nya di sofa sebelah sang istri.


Alvi beringsut mendekatkan dirinya pada sang suami,lalu menyadarkan kepalanya di bahu Al,dan melingkarkan tangan di perut unta Arabnya seakan tidak rela di tinggal.


" Kamu sibuk banget sih Bi,aku sengaja diam di rumah tapi kamu malah ke luar terus." lirih Alvi.


"Maaf sayang,ini udah jadi tugas aku,aku mohon kamu bisa ngerti yah,aku juga udah usahain gak nerima undangan dari luar kota lagi.Biar aku bisa pulang tiap hari."


Alvi mengangkat kepalanya menatap manik mata penuh cinta dari sang suami,perasaan kesal dan marah hilang lah sudah.


Menjadi cinta yang semakin hari semakin tumbuh membesar.


" Maafin aku Bi." lirih Alvi masih menatap dalam dengan mata yang sudah berkaca kaca.


" Gak apa apa kamu gak salah, aku sangat mencintai mu." Al memeluk dan mengusap punggung sang istri berusaha untuk menenangkannya.


" Udah yah,aku ke mesjid dulu,bentar lagi Magrib, kalo makanan nya udah Dateng,bayar pake uang dari dompet aku." ucap Al sambil menciumi seluruh wajah dan juga bibir mungil milik sang istri sebelum meninggalkannya.


*


*


*


***Ayo dong guys,,like komen dan vote yang banyak..


semoga kalian suka ceritanya..sun jauh buat semuanya ..😘😘😘😘😘***