My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 105



Ketiadaan Al di pondok pesantren untuk beberapa saat membuat pondok pesantren tersebut mengalami sedikit perubahan,kini pondok tersebut semakin ramai dengan keberadaan anak panti yang terpaksa harus di ungsikan ke sana.


Tingkah polah anak panti yang sedang aktif aktifnya membuat seorang wanita penghuni pondok merasa geram.


" Harus sampai kapan aku berada di sini?aku sudah muak dengan tempat ini,karena ulah mu aku harus rela berbagi kamar dengan para bocah menyebalkan itu!!" ujarnya ketika ia diam diam menghubungi seseorang.


" Kau bisa diam tidak,aku sudah bosan mendengar keluhanmu,jika kamu sudah merasa lelah kamu boleh pergi dari tempat itu,tapi jangan harap kamu bisa mendapat apa yang kamu inginkan." balas seorang pria di balik sambungan telponnya.


" Dasar bocah ingusan,apa yang kamu lakukan semuanya tidak ada yang berhasil,sekarang kamu lihat,wanita pujaan hatimu kini tengah pulih,dan anak anaknya pun selamat,mereka semakin bahagia di sana." geram Fiona.


" Sudah cukup,jangan menyalahkan aku terus." bentak Randy yang langsung memutuskan sambungan telponnya,lalu melempar benda pipih miliknya itu hingga hancur.


Menyadari apa yang ia lakukan tidak membuahkan hasil yang memuaskan,dan kini keberadaannya terancam,salahsatu anak suruhannya berhasil di penjarakan,bukan tidak mungkin ia juga akan menyusulnya suatu saat.


Setelah itu ia memanggil para anak buah yang berada di luar kamarnya.


Ia memberikan gepokan uang kepada mereka semua.


" Pergi jauh jauh dari sini,dan ingat tutup mulut kalian rapat rapat,jika kalian berani membocorkan rahasia kita,aku akan pastikan kalian akan membusuk di penjara dan keluarga kalian akan mati di tanganku." ancamnya.


Para preman itupun mengangguk,lalu menuruti perintah sang tuan.


Mereka berusaha untuk melarikan diri dengan membawa seluruh keluarganya masing masing.Namun usaha mereka sia sia,sebelum mereka berhasil kabur,polisi yang menangani kasus kebarakan panti asuhan tersebut dengan mudah mengetahui keberadaan mereka dengan berbekal beberapa barang bukti dan saksi.


Para preman itu tidak bisa berkutik setelah polisi membekuknya di beberapa tempat yang berbeda.


Satria yang kini tengah berada di rumah sakit ,langsung pamit setelah menerima panggilan dari pihak kepolisian.


********


" Mereka ,mereka yang menyuruhku untuk mencelakai mertua ustadz Al!!!" ujar seorang pria yang berada di balik jeruji besi,kala melihat seorang polisi memasukan ke tiga preman tersebut untuk bergabung bersamanya.Sebelum melakukan pengintrogasian.


" Lepaskan aku,aku tidak bersalah,mereka yang menyuruhku untuk melakukan perbuatan jahat itu!!" teriaknya lagi,namun polisi tersebut sama sekali tidak mendengarnya.


Setelah Satria tiba di kantor polisi,para preman itu di bawa ke ruang interogasi,seorang penyidik memberikan beberapa pertanyaan terhadap mereka hingga ia harus melakukan kekerasan,namun hasilnya selalu nihil para tersangka hanya bungkam tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.Walaupun di beberapa bagian tubuhnya sudah penuh dengan darah segar yang mengucur deras.


" Jawab aku,apa yang membuat kalian melalukan pembakaran panti asuhan itu?" lagi lagi penyidik itu bertanya hal yang sama.


" Jawab cepat kalo tidak aku tidak akan segan segan untuk menjahit mulut kalian!!" acaman penyidik itupun tak mampu membuat mereka goyah.


Hingga akhirnya sebuah lolongan keras terdengar,kala penyidik itu menindih telapak tangan salah satu dari tersangka itu dengan kaki kursi yang di dudukinya.


" Lihat dia,nasib kalian akan sama sepertinya jika kalian tidak mau membuka suara." ujar penyelidik.


Para tersangka itupun mulai gemetaran,hingga hampir tak sadarkan diri.


" Sudah cukup,mereka akan mati sebelum memberi jawaban,sepertinya kita membutuhkan cara yang lain."


Satria yang sejak tadi memperhatikannya di balik dinding kaca langsung memberhentikan pengintrogasian.


" Lihat aku! apa kamu mengenali wajah ini?" Satria menunjukan sebuah foto seorang wanita muda yang sangat cantik.


"Dia istri yang cantik dan baik bukan,dia wanita yang selalu menerimamu apa adanya,dan kamu sangat mencintainya,kamu rela melakukan apa saja untuknya,tapi setelah melihat perbuatanmu ini,aku tidak yakin dia akan setia lagi padamu,wajahnya begitu cantik,pasti akan ada banyak orang yang menginginkannya." Satria menyeringai sambil mengelus foto tersebut dengan tatapan liar,membuat pria itu muak dan tidak terima melihat wanita tercintanya di pandang lelaki lain.


" Jangan macam macam kau!!" bentaknya sambil meludah.


" Aku tidak akan macam macam,karena dia bukan tipeku,tapi tidak dengan yang lain." Satria memutar bola matanya melirik para penyidik yang masih berada di sana,para penyidik itu langsung mengerti apa yang di maksud Satria.


" Waaahh,benar benar cantik,mungkin akan seru jika kita memakainya secara bergantian,kebetulan aku sedang butuh pelampiasan." sahut salahsatu penyidik yang langsung di setujui oleh yang lainnya.


" Jika kamu masih tidak mau memberikan jawaban,jangan salahkan kami jika sampai berbuat itu,namun ceritanya akan berbeda jika kamu mau bekerja sama dengan kami." tambah Satria,lalu berpindah pada pria yang terlihat lebih muda.


" Kau kenal Ibu ini,keluarga satu satunya yang kamu punya,dengan penyakit komplikasinya aku pastikan di akan meninggal secara perlahan tanpa di ketahui orang,dia akan membusuk di kamarnya dan jasadnya akan menjadi santapan para belatung." ujar Satria


" Tapi semua itu tidak akan terjadi kalo kamu mau bekerja sama denganku,kalo kamu mau menjawab semua pertanyaan kami dengan baik,aku pastikan ibumu akan sembuh,aku akan membawanya ke rumah sakit terbaik dan membiayai semuanya,aku juga akan menjamin kehidupannya selama kamu berada di sini." tawarnya lagi.


Setelah itu beralih ke pria berambut gondrong.


" Kau lihat ini,wanita yang telah mengandung dan siap melahirkan buah hatimu,bahkan hanya tinggal menghitung hari,bayi yang bertahun tahun kau nanti,apa kau tidak mau mendampingi istrimu saat melahirkan nanti,apa kau yakin mereka akan selamat,ingat aku bisa dengan mudahnya menyuruh dokter untuk mencelai mereka." ancam Satria.


" Tapi kalo kau bersedia bekerja sama dengan kami,aku akan meringankan hukumanmu,aku akan memberikan kesempatan untuk mu untuk bisa mendampinginya saat melahirkan,dan kamu punya kesempatan untuk memeluk dan mencium bayimu,aku juga akan memastikan semua biaya yang istrimu butuhkan,aku akan menanggung biaya persalinan dan biaya bayimu selama kamu menjalani hukuman." Jelas Satria,berusaha mengiming imingi,dengan memanfaatkan kelemahan mereka.


" Ingat ,keselamatan mereka ada di tangan kalian sekarang,jika kalian bungkam hanya untuk melindungi mereka dari ancaman bos kalian,bos kalian tidak dapat memastikan keselamatan mereka dari tanganku." ancam Satria sambil menampakan seringan yang mampu membuat bulu kuduk berdiri.Membuat para tersangka itu bergidik ngeri hingga tubuhnya bergetar hebat.


" Fikirkan itu baik baik,aku beri kalian waktu lima menit untuk berfikir,ingat kesempatan tidak akan datang dua kali." Satria mulai beranjak hendak meninggalkan ruangan tersebut,namun tiba tiba langkahnya terhenti saat salah satu dari tersangka itu membuka suaranya.


" Aku akan memberitahumu,tapi kamu harus berjanji akan menepati semua yang kamu ucapkan tadi." lirih seorang pria yang di ancam dengan keselamatan ibunya, sambil meringis menahan seluruh tulangnya yang terasa remuk.


Satria kembali berlutut,siap untuk mendengar penjelasan darinya.


" Aku ingin kau memastikan keselamatan ibu ku dari ancaman orang itu,jangan sampai dia menyakiti ibuku,setelah aku membocorkan rahasia ini." imbuhnya lagi.


Satria mengangguk dengan mantap,tidak nampak kebohongan dari tatapannya.


" A---aku hanya orang suruhan." jelasnya dengan terbata bata.


" Siapa yang menyuruhmu?" Satria menatap tajam pria tersebut.


" Randy." sahutnya lagi,sebelum ia terkapar tak sadarkan diri.


Santria langsung beranjak tanpa berkata apapun lagi,ia menyuruh para penyidik untuk mengurus ketiga tersangka itu hanya dengan gerakan kepalanya.


" Heii ,,kau harus menepati janjimu,kau harus melindungi istriku dari pria itu di saat aku tidak ada." teriak pria yang yang memiliki istri berwajah cantik.


" Aku akan menepati janjiku,jika perlu aku akan menikahi mereka semua." balas Satria sambil melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut.