
Setelah melakukan ritual semedi,Alvi menyenderkan kepalanya pada lengan sang suami,ia mengangkat wajahnya untuk melihat suaminya yang ternyata sudah memejamkan mata.
" Bii.."
" Hmmmm.."
" Udah ngantuk?"
" Kenapa,mau nambah?" goda Al sambil membuka matanya lalu menatap pada sang istri.
" iihhhh...Apaan sih." ucap Alvi sambil malingkan wajahnya.
" terus kenapa?"
" Aku mau nanya soal Bang Satria." lirih Alvi ragu ragu.
" Tumben,biasanya kamu gak terterik soal orang lain." tatapan Al berubah seketika.
" Bukan Aku Bi,tapi Citra ,dia bilang suka sama bang Satria." jelas Alvi sambil memainkan jari di perut sang suami.
" Apa?" Al terperanjat dan langsung menatap mata istrinya dalam dalam,berharap ada kebohongan di sana.
" Kanapa sih Bi ,kok jadi kagek kayak gitu?"
" Gak apa apa,ya udah kita tidur,kita lanjutkan obrolannya besok." Al menarik kepala sang istri agar lebih mendekat,mereka pun tertidur di bawah selimut yang sama.
*
*
*
*
Pagi menjelang, setelah Alvi melakukan rutinitas barunya mengantar teh untuk sang suami, kini ia di sibukan dengan tanaman dan bunga yang menghiasi pekarangan rumah minimalisnya, semenjak berhenti dari pekerjaannya di toko ia lebih senang mengisi waktunya dengan mengoleksi tanaman.
Menyiram dengan air dari selang yang di pegangnya,gadis itu terus tersenyum sambil memperhatikan setiap bunga bunga yang di tanamnya bermekaran.
Saking asyiknya,ia tidak menyadari seorang gadis dari halaman aula yang berhadapan dengan rumahnya.menatapnya dengan tatapan yang tidak bersahabat.Sambil menyapu halaman gadis itu terus bergumam.
" Kasian banget ya Al, punya istri gak berguna banget,masak aja gak bisa."
Alvi yang baru menyadari orang tersebut langsung terdiam,sambil membalas tatapannya.
" Lu ngatain gue,sini kalo berani,gak usah gumam gumam di situ." teriak Alvi tanpa segan pada gadis yang hanya berjarak beberapa meter darinya.
Saat Sarah ingin menghampirinya, gadis kaku itu sudah menyerang nya dengan menyemprot kan air dari selang yang masih di pegangnya.
" Makanya pagi pagi tuh langsung mandi,biar otak Lu fresh, udah bangun tapi masih mimpi,jangan harap laki gue mau sama Lu." teriak Alvi sambil terus menyemprotkan air sampai gadis di hadapannya basah kuyup.
" Hei,,kalian ngapain?" Al yang baru datang pun terlihat kebingungan saat melihat sahabat kecilnya sudah basah di serang sang istri.
" Al,,dia....."
" Biii.." teriak Alvi dari teras rumah dengan sorot mata yang seakan ingin menelannya hidup hidup.
Tidak ingin menambah masalah,Al langsung menghampiri istrinya,lalu mematikan keran air terlebih dulu.
tanya Al pada istrinya sambil melirik pada Sarah.
" Dia duluan yang bikin masalah,dia bilang aku istri gak berguna." lirih Alvi dengan manjanya. Sambil menampakan wajah sedihnya.
Al hanya menggelengkan kepala dan langsung mendekap sang istri dengan penuh sayang berusaha menenangkan Alvi, tanpa menghiraukan seseorang yang masih mematung di sana.
" Kita masuk yuk." ajak Al setelah memastikan istrinya tenang.
" Gendong." rengek Alvi sambil mengalungkan tangan di leher suaminya.
Dengan entengnya Al langsung mengangkat tubuh Alvi seakan tanpa beban. Dan membawanya masuk ke dalam rumah,Alvi yang berada dalam gendongan suaminya melirik ke belakang sambil menjulurkan lidah.
Setelah berada di dalam rumah Al mendudukkan istrinya di sofa ruang keluarga.
" Biii.."
" Iya."
" Apa yang dia omongin bener?"
" Dia ngomong apa?"
" Dia bilang aku istri gak berguna,masak aja gak bisa."
" Gak usah di dengerin, gak usah di fikirin." ujar Al sambil beranjak lalu masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian.
Dan Alvi menyusul nya.
" Bi,kayaknya aku harus berangkat ke toko lagi aja deh." ucap Alvi sambil mendaratkan bokong di sofa.
" Kenapa?"
" Aku males ketemu si cewek mata elang itu tiap hari."
" Aku gak mau ngelarang,aku juga juga gak bisa nyuruh,itu terserah kamu,yang penting kamu bisa jaga diri.
Mendengar penjelasan sang suami Alvi menjadi sedikit kecewa dan matanya sudah mulai berkaca-kaca.
" Kenapa ,kamu suka ya kalo aku pergi ke toko,biar kamu bisa bebas dari makanan yang aku masak." sahut Alvi dengan meninggikan nada suaranya.
" Bukan gitu sayang, bukanya tadi kamu yang minta." Al terlihat prustasi sambil menghampiri istrinya.
Ia tidak mengerti dengan sikap Alvi yang menjadi plin-plan dan kekanak Kanakan.
*
*
*
***Maaf guys ,,up-nya lama, sedikit dan gak gk jelas,akhir akhir ini,Thor gak enak badan,mohon do'anya dari kalian semua.🙏🙏🙏
jgan lupa like komen dan vote nya juga.,jga trus kesehatanya..😘😘😘***