My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
117



"Kalian tidak perlu malu,aku tau kalian sudah melakukan lebih dari hanya berpelukan." ujar Al ketika melihat gerak gerik dari penganti baru itu.


" Apa ? kamu serius Bi?" tanya Alvi tak percaya.


" Tanyakan saja pada mereka." balas Al dengan gerakan kepalanya.


Kemudian ia menatap Citra dan Satria begantian sambil memicingkang matanya.


" Hhhmmm,,ternyata bang Satria gercep juga,aku tidak menyangka sahabatku ini bisa menaklukan bang Satria semudah itu,bahkan tidak sampai satu hari,Lu pantes di beri penghargaan Cit." seru Alvi seraya menepuk bahu sahabatnya dengan bangga.


" Sayang!! yang namanya kucing,kalo di kasih ikan asin ya di embat. " balas Al seraya membawa istrinya menuju ke tempat di nama motor mereka di simpan.


" Kita pulang sekarang,aku akan memanggil dokter ke pondok untuk mengobati luka kalian." titah Al pada semua Santrinya.


Merekapun langsung pulang menuju pondok dengan menggunakan mobil,sementara dua pasangan suami istri itu mengunakan motor mereka masing masing.


Dalam perjalanan,Alvi melingkarkan tangannya di perut sang Suami,sambil sesekali menggoda dan bercanda gurau hingga menimbulkan kekehan dari keduanya.


Sementara Satria dan Citra,saling diam dan kaku, nampak terlihat seperti seorang driver ojol dan customer nya,bahkan lebih parah.


Mereka saling mengejar satu sama lain,karena jalanan pedesaan yang terlihat lebih sepi dari pengendara lain,membuat mereka lebih leluasa menjalankan kendaraannya.


" Ciiieee!!! malu malu kucing.." seru Alvi,saat Al berhasil mengimbangi laju kembadaraan yang di kendarai Satria.


" Apaan sih Lu?" sahut Citra.


Satria tancap gas, membawa kendaraannya dengan kecepatan tinggi menghindari teriakan dari makhluk bucin itu.


Namun lagi lagi Al mengejarnya,dan berhasil mengimbanginya lagi.


" Peluk dong kayak gue nih!!!" teriak Alvi lagi,dengan wajah yang terlihat menyebalkan.


" Peluk aku,agar mereka tidak mengejek kita lagi." titah Satria pelan,namun masih terdengar oleh istrinya.Dengan ragu Citrapun melingkarkan tangannya di pinggang Satria.


" Kaku banget sih Lu,kayak lagi pegangan sama tukang ojek." Alvi belum juga puas menggoda mereka.


Membuat Satria semakin kesal,pria itu menarik tangan istrinya hingga melingkar sempurna di perutnya.


" Tidak bisa di ajak kerjasama." gerutu Satria.


Namun tidak ada sahutan,hingga akhirnya mereka sampai di pondok pesantren.


Semua orang menunggu mereka dengan harap harap cemas.


" Akhirnya kalian selamat." seru Abi sambil memeluk semuanya.


" Kalian tidak apa apakan?" tanya Abi pada anak anak panti.


" Tidak apa apa Opa." jawab para bocah itu dengan serempak.


" Kalian Bagaimana,apa ada yang terluka parah?" tanya Abi beralih kepada para Santri.


" Tidak apa apa Bi,hanya luka lecet dan memar saja."


" Alhamdulillah,kalau begitu kalian kembali ke asrama dan istirahat,Abi akan panggilan dokter,Sementara menunggu dokter kalian obati lukanya terlebih dulu." titah Abi.


Dan Mbak Zahra pun tak lupa memberi pelukan dan ciuman kepada suami tercintanya.


" Lihat,mereka saja yang lebih lama menikah masih bisa mesra mesraan,kenapa kalian yang pengantin baru malah hambar begini." goda Al pada Citra dan Satria dengan menunjuk Bang Haikal dan Mbak Zahra, pria beranak dua itu tidak sadar bahwa pernikahan yang Satria dan Citra jalani tidak lepas dari ulahnya sendiri,dan tidak di dasari oleh rasa cinta.


" Aku jadi penasaran bagaimana kalian melakukan malam pertama." tambah Alvi terkekeh sambil membayangkan sesuatu yang ada di dalam otaknya kini,dan membuat Satria semakin kesal.


Dua sejoli itu selalu terlihat kompak dalam hal apapun,bahkan dalam memojokkan orang lain sekalipun.


Sementara yang lain sudah membubarkan diri,dan Bang Haikal serta Mbak Zahra memanggil dokter untuk memeriksa kondisi semua santri.


" Gue tidak melakukan apa apa." jawab Citra seraya melirik pada suaminya.


" Jangan bohong,kita sudah bersahabat saat masih dalam kandungan,tidak ada yang perlu kita sembunyikan."


" Kita menang tidak melakukan apa apa." balas Citra dengan wajah memelas.


" Ayolah,kalo Lu merasa gak nyaman sama mereka, kita cerita berdua saja,Gue traktir lu makan seafood sepuasnya deh." tawar Alvi.


" No !!" tolak Citra seraya menggelengkan kepalanya dengan Cepat.


" Jatah gue salama setahun Lu ambil deh." Alvi masih berusaha bernegosiasi demi mengobati rasa penasarannya.


" Enggak!!" Citra di buat frustasi,hingga Satria menarik tangannya.


" Kita harus pergi." ucap Satria,yang langsung membawa istrinya meninggalkan tempat itu.


" Hei,,kalian mau kemana?" teriak Alvi.


" Kita harus pulang." sahut Satria sambil menyalakan motornya.


" Buru buru banget sih,udah kebelet ya Bang,pengen pipis enak." Alvi masih terus menggoda mereka sampai akhirnya merekapun pergi.


" Sayang sudah !!" Al menarik tangan istrinya dan membawa tubuh kecil itu ke dalam panggkuannya,ia mulai mendekatkan bibirnya ke bibir sang istri,namun sebelum bibir itu mendarat Alvi segera mendorong dan kembali berdiri.


" Masuk Bi,tidak enak di lihat orang." ajak Alvi seraya menarik tangan suaminya untuk masuk ke dalam rumah.


Setelah sampai di ruang keluarga,mereka melanjutkan aktifitas yang terhenti tadi.


Alvi kembali duduk di pangkuan suaminya sambil mengalungkan tangan di leher sang suami.


" Aku juga kebelet ,pengen pipis enak." bisik Al ke telinga Alvi dengan suara berat.


Alvi tersenyum,jemarinya menyentuh dan berjalan menyusuri setiap inci wajah tampan unta arabnya,mulai dari kening,hidung dan berakhir di bibir yang selalu membuatnya terbuai dengan kecupan kecupan hangatnya.


" Sabar ya Bi." lirih Alvi,kemudian ia menempelkan bibirnya di bibir sang suami,semakin lama semakin dalam penyatuan mereka,saling membalas *******, dan sedikit menghisapnya.


Hingga suara gagang pintu kamar terdengar,Alvi segera beranjak dari pangkuan suaminya saat melihat Umi yang baru selesai menidurkan si kembar ke luar dari kamar dan sempat melihat adegan anak dan menantunya itu.


Umi sempat menggelengkan kepala,menatap tajam pada anaknya.


" Kalian sudah pulang? anak anak bagaimana?" tanya Umi khawatir


" Iya Mi, anak-anak baik-baik aja."


" Syukurlah,kalo begitu Umi pulang dulu,si kembar baru tidur setelah Umi kasih susu." ujar Umi seraya melangkahkan kakinya menuju keluar.


" Iya Mi,terimakasih." balas dua Al,sambil mengantar umi ke depan rumah.


" Jangan macam macam ya Al,Alvi belum sembuh sepenuhnya,dia juga masih dalam masa nifas." ujar Umi,seraya mengacungkan jari telunjuknya.


" Iya Mi,Al tau,cuma gini doang gak masalah kali." balas Al.


" Emang gak masalah,tapi yakin cuma gitu doang? entar malah pengen yang lebih gimana?" goda Umi.


Al pun terkekeh malu sambil mengusap tengkuknya.


...****************...


Guys jgn lupa tinggalkan jejak,kasih vote like dan komen...