
Pagi harinya seperti biasa Al sibuk mengajar para santrinya,sementara Alvi menyibukan dirinya membantu Bi Marni memasak di dapur umum. Sepertinya memasak menjadi hobi baru baginya walaupun tidak bisa melakukannya sendiri.
" Udah beres semua kan Bi?" tanya Alvi setelah selesai memasak menu terakhir.
" Udah Neng, makasih ya udah bantuin." jawab Bi Marni sambil meletakan makanan di wadah untuk Alvi bawa pulang.
" Kayaknya anak anak udah pada bubar, Al pasti udah di rumah, aku pulang dulu ya Bi." ucap Alvi setelah menyadari hari semakin siang.
" Iya Neng ,ini bawa buat sarapan."ujar Bi Marni sambil menyerahkan kotak makanan.Dan Alvi pun menerimanya.
Gadis cantik itu berjalan melewati madrasah tempat suaminya mengajar,di luar dugaan Al ternyata masih fokus mengajar,sampai ia tidak menyadari istrinya memperhatikannya dari luar.
" Kok tumben jam segini belum bubar." gumam Alvi.
Ia pun kembali berjalan dengan santainya untuk pulang ke rumah sambil bersiul mengayun ayun kan kantong plastik di tangannya yang berisi makanan dari Bi Marni tadi.
Saat sedang Asyik berjalan tiba tiba ia merasakan tubuhnya terangkat ke atas,seseorang dari belakang menggendongnya ala bridal style
Alvi pun terkesiap dan langsung berteriak sambil menutup matanya.
tiba tiba ia merasakan bibirnya tersumpal oleh benda kenyal nan hangat yang sudah tidak asing baginya,gadis itu pun langsung membuka matanya dan melihat siapa orang yang berani menggendongnya dan mencium bibirnya.
" Bi, ngagetin aja sih.Udah kayak lagi nyulik anak perawan." protes Alvi dengan memukul kecil dada sang suami sambil mencebikan bibirnya. Al pun terkekeh sambil mengecup sekilas bibir istrinya itu.
" Lagian asyik banget jalannya,sampai gak nyadar ada orang di belakang."
" Mana aku tau, tadi aku lihat kamu masih di madrasah."
" Emang kamu abis dari mana?"
" Dapur umum,bantuin Bi Marni masak." jawab Alvi sambil mengalungkan tangannya di leher sang suami,yang masih menggendongnya,berjalan menyusuri jalanan setapak menuju tempat tinggal mereka.
Sampai di depan rumah Umi Al baru menurunkan istrinya.
" Kenapa Al?" tanya Umi yang kebetulan sedang berada di teras rumahnya sambil menyiram tanaman.
" Gak apa apa kok Umi." jawab pasangan itu serempak.
" Umi kira kenapa, kalian sudah sarapan?"
" Belum Mi,Al baru beres ngajar." jawab Al.
" Kalo gitu kalian sarapan di sini aja." tawar Umi, namun Al langsung menolaknya.
" Maaf Mi kapan kapan lagi aja ya ,kita mau sarapan di rumah aja." tolak Al.
"Hmmmm,,kayaknya kamu udah gak suka masakan Umi lagi yah." ucap Umi dengan ledekanya.
" Gak kok Mi,masakan Umi tetap selalu di hati,tapi sekarang Al lagi pengen sarapan di rumah."
" Ya udah kalo gitu,makan yang banyak biar cucu cucu Umi sehat." ucap Umi sambil mengusap punggung menantunya.
" Iya Mi."
Kemudian pasangan suami istri itu pun pamit pada Umi dan melanjutkan perjalanan nya.
Sampai di rumah Alvi langsung menuju ke dapur hendak menyiapkan sarapan,sementara Al masuk ke kamar untuk mengganti pakaiannya.
" Bi hari ini gak sibuk kan?" tanya Alvi setelah Al menghampirinya.
" Gak Yank, hari ini pengen di rumah sambil manja manjaan sama kamu." goda Al sambil memeluk istrinya dari belakang.
" Aku pengen ke rumah Bapak." pinta Alvi sambil menunjukan muka melasnya.
" Ya udah kalo gitu,abis sarapan kita ke sana."
" Beneran Bi?" tanya Alvi dengan mata yang sudah berubah.
" Iya sayang, apa sih yang enggak buat kamu." ucap Al sambil mencubit pipi istrinya dengan gemas.
" Tapi sebelum ke rumah bapak kita mampir ke toko ya Bi." pinta Alvi lagi,Al pun hanya bisa mengangguk pasrah.
" Ahhhh,,kamu memang suami ku yang paling the best." ujar Alvi sambil mengalungkan tangan di leher suaminya dan menciumi sebelah pipi nya beberapa kali.
Al hanya tersenyum sambil membalas mengecup kening istrinya.
" Ayo abisin dulu makan nya,kalo gak abis kita gak jadi ke rumah Bapak."
" Siap pak Ustadz." ujar Alvi dengan semangat sambil mengangkat tangannya di kening seperti sedang memberi hormat.
" Bi !!! pengen makan martabak." rengek Alvi saat sedang berada dalam perjalanan menuju tokonya.
" Sayang, jam segini mana ada martabak, abangnya aja pasti baru tidur." ujar Al sambil mengendarai mobilnya.
" Tapi Bi aku pengen banget." rengek Alvi sambil menggoyang goyangkan lengan suaminya.
" Ya udah, kalo udah sampai rumah Bapak nanti aku bikinin."
" Emang bisa?" cibir Alvi.
" Bisa dong,apa sing yang gak bisa buat bumil yang satu ini." jawab Al sambil mencubit pipi istrinya,walau pun terlihat kesal , ia tetap berusaha menunjukan kesabarannya.
" Makasih Ayah." ujar Alvi sambil menyandarkan kepalanya pada lengan sang suami.
" Sama sama sayangnya ayah." balas Al sambil tersenyum, perasaanya pun selalu di buat tak karuan,terkadang Alvi selalu membuatnya kesal namun di lain waktu Alvi pula yang selalu bisa membuatnya tersenyum dan tertawa.
Setelah sampai di toko Alvi dan Al langsung masuk tak lupa mengucapkan salam.
Mereka langsung di sambut dengan antusias oleh seluruh penghuni toko, kecuali Citra yang kebetulan sedang tidak berada di sana.
" Loh,,kursinya kok kosong, Citra mana?" tanya Alvi pada Rini sambil menunjukan kursi tempat dirinya bekerja dulu.
" Teh Citra lagi nganter pesenan Teh." jawab Rini.
Alvi pun menganguk sambil mendaratkan bokongnya di kursi tersebut,kemudian meminta satu kursi lagi pada karyawannya untuk sang suami.
Karyawan itu pun memberikan kursi sekaligus minuman untuk mereka
" Kangen banget sama tempat ini." lirih Alvi sambil memperhatikan setiap sudut tokonya, tidak lama Citra kembali dengan keringat yang terlihat sudah membasahi seluruh wajahnya.
" Al ,lu di sini?" tanya Citra yang seperti biasa langsung menyambar minuman milik sahabatnya.
" Iya, emang gak ada yang mau kerja di sini apa? kok Lu masih kerja keras kayak gini,Lu itu bos,santai dong kayak gue." cibir Alvi sambil menunjukan senyum menyebalkannya.
" Banyak sih yang mau kerja di sini,tapi gue belum nemu yang kayak Faiz ." jawab Citra.
" Emang kenapa nyari yang kayak Faiz?"
" Faiz kerjanya cekatan,dan yang penting Faiz gak mau di gaji." jawab Citra sambil terkekeh.
" Itu sih namanya penjajahan,mana ada yang mau kerja tapi gak mau di gaji." sahut Alvi.
" Oh ya bang ,gimana kabar Faiz?" tanya Citra pada Al yang sedari tadi hanya diam sambil memperhatikan dua sahabat itu berbicara.
" Alhamdulillah Faiz sehat,karena perbedaan waktu aku juga jadi jarang komunikasi." jawab Al seperlunya.
" Ahhh,,,aku jadi semakin kangen sama Faiz ,semoga impian nya segera tercapai." ujar Citra sambil mendaratkan bokongnya di lantai toko tersebut dengan lunglai. Sementara Al dan Alvi hanya mengamini.
" Bi kalo cape istirahat aja dulu di kamar atas." titah Alvi yang segera di angguki oleh Al.
Setelah memastikan Al tidak ada,Alvi langsung membicarakan sesuatu yang membuat sehabatnya itu kembali bersemangat.
" Lu serius?" tanya Citra antusias
" Iya, gue denger dari laki gue." ujar Alvi
" Waaahhh,,,mimpi apa gue semalam, bisa dapat kabar baik kayak gini." cicit Citra sambil terus menyunggingkan senyum nya.
" Iya gue ke sini cuma mau kasih tau Lu aja,Jadi Lu masih punya kesempatan,tapi kalo gue jadi Lu sih, walaupun masih punya kesempatan gue lebih milih mundur duluan." ucap Alvi.
" Woy ,, dari dulu gue udah di ajarin maju tak gentar,bukan mundur Alon Alon." sahut Citra tak terima.
" Terserah Lo dah, gue mau ke rumah Bapak." ucap Alvi sambil beranjak meninggalkan sahabatnya yang masih menyunggingkan senyumnya.
" Bang Sat,,I'am coming." gumamnya.
Makasih guys buat kalian yang selalu setia nunggu up-nya ,jgn lupa dukungannya juga,dengan like komen dan kasih vote yang banyak...😘😘😘😘