My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
120



Beberapa minggu setelah itu,kehidupan rumah tangga Satria dan Citra berjalan normal seperti biasa,Satria setiap hari mengantar Citra ke toko,setelah itu ia pergi ke pondok,membantu pembangunan panti asuhan yang di dirikan di sekitar pondok.


Satria dan Al kini tengah sibuk merancang desain sendiri tanpa bantuan siapa pun,berbekal pengalaman dari kasus yang berhubungan dengan Randy, menjadi pelajaran bagi mereka,mereka menjadi tidak mudah untuk percaya pada orang lain.


Sehingga mereka terpaksa harus turun tangan,dari mulai membeli bahan bangunan dan lainnya.


Satria dan Al sedang bercengkerama dengan para pekerja tukang,tangan dan matanya tidak berhenti bergerak,menunjuk beberapa sudut yang menurutnya belum terlihat sempurna.


Hingga pandangannya teralihkan pada seorang gadis yang baru saja turun dari motor di antar seorang ojek online.


Citra membawa beberapa dus berisi kue dan roti dari tokonya untuk cemilan para tukang bangunan.


Gadis itu berjalan,melewati bangunan yang kini sudah setengah jadi itu,matanya berkeliaran mencari sosok yang sudah sangat ia rindukan,hingga akhirnya pandangannya pun bertemu.


Dari jarak yang tidak begitu dekat,Citra tersenyum saat melihat Satria tengah memperhatikannya.


Gadis itu mencoba menggodanya dengan memberikan kecupan jarak jauh,yang langsung di balas dengan kerlingan sebelah mata oleh Satria.Terlihat sangat menggemaskan.


Citra tergelak seraya menggelengkan kepala,ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumah Alvi,sementara Satria yang berhasil membalas godaan sang istri menggulum bibirnya rapat rapat agar tidak di ketahui semua orang yang berada di dekatnya saat itu.Namun yang mereka lakukan tidak luput dari perhatian Al.


Ayah beranak dua itu menggelengkan kepala sambil memutar bola matanya.


" Jaga sikap mu,jangan terlalu memperlihatkan ke bodohan mu." bisik Al.


" Maksud mu?"


" Aku sudah tau kelakuan konyol mu,jangan sampai mereka juga tau,jika bang Satria yang mereka segani ternyata bucin juga,bahkan bisa takluk hanya dengan seorang gadis."


" Harga diri mu di pertaruhkan." tambahnya lagi.


" Aku tidak perduli." balas Satria dengan wajah khasnya yang kaku dan tanpa ekspresi.


*


*


" Assalamualaikum!!" sapa Citra saat ia sudah sampai di teras rumah Alvi.


" Wa'alaikumsalam!!" balas Alvi dari dalam yang langsung membukakan pintu.


" Haii,Al." sapa Citra sambil melambaikan tangannya.


" Cit,Lu ke sini?"


" Iya,tadi bang Satria suruh gue bawain kue buat tukang." jawab Citra pura pura,padahal hanya akal akalanya saja agar bisa bertemu sang suami.


" Oh,,ya sudah,kenapa gak langsung Lu kasih aja?"


"Nanti aja,gue mau ketemu si kembar dulu." ujar Citra.


"Jangan di ganggu, Mereka baru saja tidur!!" teriak Alvi ketika Citra masuk ke dalam kamarnya,insting keibuannya muncul ketika sang anak terancam dengan gangguan Citra yang selalu membuat ulah.


" Gue belum sempet mandi dari tadi." lirihnya sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.


" Ya sudah lu mandi dulu sebelum mereka bangun." ujar Citra sambil mencolek pipi merah Shafa dan Marwah yang sedang terlelap.


" Gue juga belum sempet makan." lirihnya lagi.


" Masalahnya kalo gue lagi makan tiba tiba mereka buang air,bikin nafsu makan gue jadi ilang." Alvi merengek,menjadi ibu muda dengan dua bayi sekaligus memang tidak mudah,padahal Al selalu siap siaga membantunya dalam hal apapun.


" Ya itu memang sudah resiko Lu sebagai ibu,Lu harus terbiasa dalam hal itu." Citra berubah menjadi penasehat yang bijaksana,padahal dia sendiri belum berpengalaman, bahkan belum tau cara membuat anak.


Alvi menghembuskan nafas kasar,sambil beranjak hendak membersihkan tubuh."tolong pesenin makanan perut gue udah laper banget." pinta Alvi,semenjak Bi Marni tidak ada,semua tugasnya di gantikan Umi,Ibu muda itu meresa tidak enak jika harus meminta makanan pada mertuanya.


" Mau gue pesenin apa?"


"terserah Lo aja,Gue pemakan segala." balas Alvi yang langsung menghilang dari balik pintu kamar mandi.


" Hmmm,,double date kayaknya seru." gumam Citra sambil menaruh telunjuk di dagunya.


Gadis itu terkekeh saat membayangkannya,tanpa berfikir panjang iapun memesan makanan dengan jumlah yang cukup banyak.


Di dalam kamar mandi,Ibu muda itu masih asyik dengan busa busa yang menutupi seluruh tubuhnya, matanya terpejam menikmati aroma sabun yang memenangkan otaknya,ia sangat enggan untuk mengakhiri kegiatan mandinya seolah tidak pernah bertemu dengan air beberapa abad,seperti itik yang baru menemukan comberan,Ibu muda itu dengan riangnya memainkan air dan busa,persis seperti bintang iklan sabun yang sering di lihat di televisi.


Dua jam berlalu,seorang kurir datang hendak mengantar makanan,Citra segera mengambil dan membayarnya,gadis itu langsung menata makanan di atas meja makan,namun Alvi belum juga selesai dari ritual mandinya.


Dan terpaksa Citra harus menggedor dan meneriakinya.


" Lu mandi apa pingsan sih,lama bener?"tanya Citra kesal.


" Gue kan sekali mandi satu jam,karena sekarang mandinya cuma sehari sekali,jadi gue mandinya dua jam." jelas Alvi tanpa rasa bersalah.


ibu muda itu langsung memakai pakaian dan mengeringkan rambutnya, lalu setelah itu memasang jilbabnya,tanpa sempat memoles riasan apapun di wajahnya.


" Lu gak pake apa apa Al?" protes Citra.


" Males lah,tapi gue masih tetep cantik kan?" tanya Alvi sambil mengembangkan senyumnya.


" Iya sih,tapi tetep aja,muka lu butuh sentuhan perawatan,inget loh,wajah itu investasi,jangan sampe baru anak dua udah kelihatan tua." cibir Citra seraya membawa Alvi untuk duduk di depan meja rias,lalu membantu sahabatnya itu untuk mengoleskan sedikit riasan di wajahnya.


" Walaupun Lu sibuk,tapi lu harus bisa menyempatkan waktu untuk mengurus diri lu sendiri,tampil cantik di depan suami merupakan ibadah kan? jadi jangan sampai bang Al bosan melihat Lu kucel and the kumel,bau asem." ujar Citra lagi, membuat Ibu muda itu terdiam,dan benar saja selama ini ia terlalu cuek dengan penampilan yang apa adanya,apalagi semenjak hamil dan melahirkan serta jarang keluar rumah,semua riasan make up yang ia punya hanya sebatas koleksi.


" Lu benar juga." ujar Alvi seraya mengoleskan lipstik warna natural ke bibirnya.


Setelah selesai,mereka berdua pun ke luar dari kamar,berjalan bersama menuju dapur hendak makan,tiba tiba Alvi membulatkan mata saat melihat hidangan di meja makan.


" Lu mau ngadain syukuran,banyak banget makanannya." cicit Alvi,gadis itu hanya terkekeh tanpa rasa bersalah.


" Gue sengaja pesen ini semua buat Lu,Lu kan ibu menyusui jadi harus banyak makan." jawab Citra dengan santai.


" Yang benar saja,Lu mau bikin badan gue tambah subur?" protes Alvi lagi.


" Udah Lu makan aja." titah Citra seraya mengajak sahabatnya itu untuk segera duduk.


" Tunggu dulu,gue harus panggil suami gue biar bisa makan bareng." ujar Alvi yang langsung mengambil ponselnya.


" Ajak laki gue juga ya!!" teriak Citra,gadis itu berhore ria, tujuannya untuk double date akan terkabul.


Dan tidak menunggu waktu lama Al dan Satria datang,mereka langsung duduk di meja makan dengan saling berhadapan,pengantin baru itu saling curi curi pandang,sesekali Satria menggoda istrinya dari balik meja makan,ia mencolek serta mengelus kaki citra dengan kakinya.


Gadis itu masih nampak acuh,namun tiba tiba ia terkejut saat kaki Satria semakin naik ke atas dan tidak sengeja menyentuh bagian intimnya dari bawah,hingga gadis itu tersedak dan makanan dalam mulutnya berhambur mengenai wajah Satria yang berada di hadapannya.