My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 104



Selang beberapa hari,akhirnya kini Alvi sudah di nyatakan pulih,luka jahitan di perutnya sudah mulai mengering,hanya saja masih menyisakan nyeri sehingga ia belum di ijinkan untuk pulang.


Dan inilah waktu yang ia tunggu tunggu,dimana ini kali pertamanya ia di pertemukan dengan bayi kembarnya.


Seorang perawat membawa bayi kembar perempuan yang terlahir prematur tersebut ke ruang di mana Alvi di rawat,di sana juga sudah terdapat semua keluarga yang senantiasa menjaga dan menemaninya,begitu juga Citra yang masih mengenakan kursi roda karena luka bakar di kakinya akibat kebakaran tempo hari belum juga pulih.


Kehadiran bayi kembar perempuan tersebut di sambut dengan suka cita.


Senyum manis terukir dari bibir cantiknya kala perawat itu menyerahkan salahsatu bayi tersebut padanya.Sementara satu bayinya lagi telah berada di dalam gendongan Al.


"Ini si kakak, Coba di kasih Asi ya Bu.Jika di rasa cukup,boleh bergantian sama di adik." ucap perawat itu dengan ramah.


Alvipun langsung mengulurkan tangannya,


Di saat itu juga ia tak dapat membendung air matanya,melihat kondisi bayi yang berukuran kecil,sangat jauh dari bayi yang terlahir normal, Ia lalu menghujani kecupan bertubi tubi di wajah bayi mungil itu.


"Bagaimanapun keadaan kalian sekarang,ibu yakin kalian pasti kuat,dan kalian akan tumbuh dengan baik, Ibu sangat merindukan kalian." Alvi membelai wajah berkulit merah nan tipis itu dengan sangat lembut.


" Ayo coba kasih ASI." ajak Umi seraya menghampirinya.


" Tapi bagaimana caranya Mi?" Alvi masih terlihat kesulitan,dan Umipun dengan senang hati membantunya,Umi mulai menyibakan hijab yang di kenakan Alvi,namun tiba tiba Al langsung melarang nya.


" Tunggu dulu Mi,yang benar saja,Umi mau membukanya di depan semua orang?" tanya Al panik sambil melirik semua orang di sana,termasuk Abi,bang Haikal dan juga Satria.


Merekapun mengerti,tanpa di minta mereka pun keluar dari ruangan tersebut.Dan kini hanya menyisakan para wanita dan Al saja.


" Kamu tidak ikut keluar Al?" goda Umi.


" Gak Mi,gak apa apa kan kalo Al yang melihat,lagipula Al sudah lama tidak melihatnya." sahut Al acuh.


" Biii...." Alvi membulatkan mata menatap tajam suaminya,setelah itu melirik Umi dengan malu.


Al terkekeh seraya mengedipkan mata genitnya.


" Mulai sekarang kamu harus lebih banyak mengalah,sainganmu ada dua." ujar Umi sambil mencoba membantu Alvi membuka sedikit bagian dadanya,dan saat itu juga bayi kecil itu langsung melahap haknya.


Alvi kembali terisak saat memperhatikan bayinya itu menghisap dengan sangat lahap,hingga terlihat pipi dan mulut kecilnya bergerak mengembung.


" Kamu lapar ya?" tanya Alvi sambil menirukan suara anak kecil.


"Waahhh,,anak ayah rakus juga ya? Mimi yang banyak ya sayang!!" seru Al sambil mencolek pelan pipi bayinya itu dengan gemas.


Ibu pun ikut menghampirinya,lalu mengusap punggung Alvi dengan lembut.


" Ibu tenang saja,Umi samasekali tidak pernah merasa di repotkan,Umi malah senang mendapat anggota baru lagi,apalagi bayi perempuan,Umi memang sudah lama menginginkannya." sahut Umi.


" Terimakasih ya Mi,Ibu titipkan anak juga cucu cucu Ibu,mungkin setelah ini ibu akan lebih sering mengunjungi nya." Ibu menggenggam tangan besannya itu.


" Sama sama Bu,anak ibu juga anak ku juga,dan cucu ibupun cucuku juga,Umi akan menyayangi mereka sepenuh hati Umi." Umi pun membalasnya sambil memeluk Ibu.


Alvi menitikan air matanya kala melihat kedekatan ibu dan mertuanya itu,ia tidak pernah membayangkan bisa mendapat mertua sebaik Umi,bahkan ia pernah beranggapan bahwa seorang mertua tidak akan pernah bisa bersikap baik pada menantunya dan akan selalu menganggu urusan rumah tangga anaknya.


Tapi kini semua yang ia fikirkan tidak terbukti.


Setelah di rasa cukup Ibu membantu mengendong si kakak lalu menaruhnya di dalam box,kemudian bergantian untuk memberi asi pada si adik.


" Mau di kasih nama siapa Nak Al?" tanya Ibu,setelah berhasil membantu Alvi untuk menyusui si adik.


" Hmmmm..Bagaimana kalo aku kasih nama Shafa dan Marwah?" tanya balik Al.


" Kenapa?" tanya Alvi.


"Setelah kejadian ini aku jadi teringat kisah pengorbanan Siti Hajar,yang kala itu tengah menyusui Nabi Ismail, Siti Hajar yang tengah kehabisan air untuk minum di sebuah lembah pasir dan bukit yang tandus,Siti Hajar pergi mencari air pulang pergi dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali,saat kali ketujuh Siti Hajar mendengar suara yang mengejutkan,dan suara itu adalah suara air yang memancar di dalam tanah,dengan derasnya tepat di bawah telapak kaki Nabi Ismail.Dan air itu adalah air Zam zam.Dan kamu telah mengorbankan jiwa ragamu untuk melahirkan mereka,hingga mereka terlahir dengan selamat.


Maka dari itu aku ingin memberikan nama itu untuk mereka,karena aku yakin di balik semua pengorbanan yang kita lakukan maka insyaallah akan ada hasil yang memuaskan." jelas Al panjang lebar.


Semua orangpun mengangguk faham.


" Nama yang bagus." ujar Ibu.


" Sematkan juga namaku,agar semua orang tau,bayi cantik ini adalah anak ku." Alvi tersenyum bangga.


" Baiklah,Kita beri nama Khumaira Al jalari juga di ujungnya."


Keputusan sudah bulat,fix no debat,kini kedua bayi perempuan itu bernama Shafa khumaira Aljalari juga Marwah Khumaira Aljari.


Bayi kembar perempuan itu sudah di pastikan akan mendapat banyak kasih sayang dari semua orang yang berada di sekitarnya.Terutama dari sang ayah yang sudah mewanti wanti sejak dini,ia akan mendidik dan menjaga anak perempuan nya itu dengan sangat baik,bahkan ia tidak akan membiarkan setitik lukapun mengenainya.


*******


*******


Assalamualaikum aunty dan BESTie semua,,salam kenal dari Shafa dan Marwah,mohon dukungan dan votenya buat Thor ya,jangan lupa juga like dan komen juga , biar Shafa dan Marwah bisa lanjut ikut dalam cerita ayah dan Ibu Al...😁😁😁😁