My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 40



Menjelang sore,Akhirnya mereka pun telah sampai di pekarangan rumah orang tua Alvi, dari dalam ibu yang menyadari suara motor berhenti di depan rumah nya langsung membukakan pintu. Betapa senang ia ketika melihat siapa yang datang.


" Neng..!!!" ibu langsung berhambur memeluk anak gadis satu satunya.


" Assalamu'alaikum Bu." Alvi menyalami ibunya dan di ikuti oleh Al.


" Wa'alaikum salam,yuk masuk kalian apa kabar?ibu kangen.Kenapa baru mengunjungi ibu." ajak ibu dengan merangkul Alvi.


" Alvi fikir,ibu sama bapak udah buang Alvi,dan berharap Alvi gak kembali ke sini." ucap Alvi dingin seperti biasanya,Ibu pun terdiam sejenak dan menarik nafasnya dalam dalam.


" Sayang,gak boleh ngomong kaya gitu." bisik Al sambil merangkul istrinya itu.


Al dan Alvi sudah duduk di sofa ruang tamu sedangkan Ibu pergi ke dapur untuk membuatkan minum,air mata ibu menetes begitu saja setelah mendengar ucapan Alvi tadi.


" Apa Alvi belum bisa nerima pernikahan ini,apa keputusan kami salah,telah memaksa dia untuk menikah.Apa Alvi akan membenci kami." ibu masih duduk melamun di meja makan.


" Yank,aku sholat ashar dulu." ucap Al sambil beranjak.


" Mau di sini apa di mesjid?"


" Di mesjid Aja."


" Ya udah,kayaknya bapak juga di sana."


" Aku pinjem sarung dong."


" Entar ya aku pinggil ibu dulu." Alvi pun menghampiri ibunya yang masih di dapur,ia melihat ibunya terisak.


" Bu.." Alvi mendekati ibunya,dan ibu buru buru menghapus air mata dari pipinya.


" Iya Neng,maaf ibu lama buatin minumnya."


" Gak apa apa Bu,Alvi cuma mau minjem sarung bapak buat Bang Al." ucap Alvi,Ibu pun tersenyum setelah mendengar panggilan dari anak untuk menantunya itu.


" Syukur lah,Alvi sudah tidak memanggil unta Arab lagi." gumam ibu dalam hati.


" Oh..ya udah ibu ambilin."


Ibu pun beranjak dan langsung masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil sarung.


" Nak Al mau ke mesjid?" tanya ibu sambil menyerahkan sarung.


" Iya bu."


" Ya udah,bapak juga masih di sana." ucap ibu lagi,dan Al hanya mengangguk.


" Aku ke mesjid dulu,kamu juga shalat ya."


" Hmmmm.." Al mengecup kening Alvi setelah Alvi mencium tangannya.


Ibu masih memperhatikan mereka.


" Neng ibu pengen bicara." ucap ibu setelah memastikan Al sudah pergi.


" Bicara aja bu." Alvi masuk ke kamarnya di ikuti ibunya.


" Kamu masih marah sama ibu,Bapak?" tanya ibu setelah mereka duduk persama di tepi ranjang.


" Gak kok bu."


" Apa Nak Al memperlakukan mu dengan baik?"


" Iya ,dia baik." jawab Alvi masih seperti biasa,Walaupun ia sudah menerima Al namun hati kecilnya masih merasa kecewa pada orang tuanya.


" Apa kamu bahagia?"


" Iya Bu,Alvi bahagia."


" Syukur kalo begitu,ibu sama bapak hanya ingin yang terbaik buat kamu, ibu ingin kamu bahagia,maaf kalo ibu mengecewakan mu,kalo kamu gak bahagia,dan Nak Al menyakiti mu,bilang sama ibu,ibu sama bapak tidak akan membiarkan mu hidup bersama orang tidak memperlakukan mu dengan baik,dan ibu sama bapak dengan senang hati akan membawa mu kembali ke sini. " lirih ibu,Alvi langsung menggelengkan kepala ia tidak mau di pisahkan dengan suaminya.


ia pun menatap manik mata dari ibunya,ia melihat ketulusan dan kasih sayang dari mata itu,Alvi pun langsung memeluk ibunya.


"Maafin Alvi bu,Alvi belum bisa jadi anak dan baik buat Ibu sama bapak.Maaf juga Alvi sempat merasa kecewa sama ibu,bapak, sampe gak mau ketemu kalian." Alvi terisak di pelukan ibunya.


" Semua yang kami lakukan hanya untuk kebaikan dan kebahagian kamu Neng. Tolong maafin kami juga." ibu memeluk Alvi tak kalah erat Alvi menggelengkan kepala.


" Ibu sama Bapak gak salah, Alvi yang salah sudah melawan dan membangkang sama kalian,harusnya Alvi berterima kasih, sekarang Alvi bahagia."


Ibu pun melepaskan pekulannya.


" Ya sudah kamu jangan nangis lagi,kalo kamu bahagia kami pun ikut bahagia." ucap Ibu sambil mengusap air mata dari pipi gadis kecilnya itu.


" Cuma penampilannya aja bu." sahut Alvi,mereka pun tertawa bersama.


" Ya udah kamu mandi dulu sana,abis ini bantuin ibu masak." ucap Ibu,dan Alvi pun mengangguk,ibu tersenyum dan mengusap kepala anaknya .Ia senang melihat perubahan Anaknya itu yang dulu sangat anti masuk dapur apalagi membantunya memasak.


Di tempat lain Al sudah menyelesaikan kewajibanya,ia langsung menghampiri seseorang yang di kenalinya.


" Assalamu'alaikum Pak."


" Wa'alaikum salam,Nak Al?" bapak terkejut namun ia terlihat senang dengan kehadiaran menantunya itu.


" Apa kabar,Alvi di sini juga?" Bapak langsung memeluk Al.


" Alhamdulillah baik Pak, Alvi di rumah."


" Oh,,ya udah kita pulang sekarang." Ajak Bapak,ia sudah tidak sabar bertemu dengan anak gadis kesayangannya.


" Bagaimana hubungan kalian,apa Alvi mengecewakan Nak Al?" tanya Bapak saat berjalan menuju rumah.


" Hubungan kita lebih baik,dia juga tidak pernah mengecewakan ku." jawab Al sambil menunjukan senyum cerahnya.


" Tapi aku yang sudah mengecewakan bapak,karna sudah lalai menjaga putri kesayangannya sampai terjadi sesuatu yang tidak pernah di harapkan,semoga bapak tidak mengetahuinya." gumam Al dalam hati


" Syukur lah kalo gitu,terima kasih sudah mau merima Alvi,bapak harap kamu bisa menjaga dan mendidik Alvi supaya bisa menjadi lebih baik lagi." Bapak menepuk bahu Al,dan Al hanya menganggukan kepalanya.


" Terimakasih Pak,sudah mempercayakan aku untuk menikahi Alvi,aku akan selalu menjaganya."


Sementara itu,di tempat lain dengan waktu yang sama,Alvi sudah berada di dapur bersama ibunya.


" Kamu bisa masak sekarang? tanya ibu di sela sela kegiatan memasaknya.


" Masih belajar Bu,Alvi gak pernah sempet buat masak,Alvi sibuk pagi pagi udah berangkat ke toko dan pulangnya malem terus."


" Kamu itu harus bisa atur waktu,sesibuk apa pun jangan pernah lalai sama kewajiban,duluin dulu kebutuhan suami,sebelum melakukan yang lain."


" Iya bu."


" Emang Nak Al gak pernah protes apa,kamu sibuk terus di toko."


" Gak kok Bu,dia malah dukung Alvi."


"Syukur kalo begitu, Nak Al memang sangat sayang sama kamu,tapi kamu juga harus memperlakukannya dengan baik,bikin suami kamu makin sayang, manjain dia,bikin dia nyaman sama kamu,buatkan makanan yang enak, servis yang enak,gak apa apa pake baju seksi di depan suami gak bakal dosa,di kamar ke barat baratan,tapi di luar tetep ke timur timuran.


isyaallah wanita secantik Luna maya dan seanggun Raisa juga gak bakal di lirik." ibu memberi wejangan,dan Alvi malah terkekeh mendengarnya.


" Kamu ini malah ketawa,inget loh,pelakor dimana mana."


" Iya Bu,tapi gimana lakinya juga, kita udah bersikap baik,kalo lakinya buaya ya tetep Aja,tapi Alvi yakin Bang Al gak gitu." ucap Alvi dengan santai.


" Iya,tapi seenggaknya kita harus berusaha memberi yang terbaik buat suami,kalo suaminya masih selingkuh berarti emang lakinya yang edan.Bukan salah kita." gerutu ibu dan Alvi semakin terkekeh.


" iiihh..kamu tuh kelo di bilangin,udah ah ibu mules,awas tuh gosong ibu mau ke toilet dulu." ibu pun langsung masuk ke toilet yang tidak jauh dari dapur.


Tidak Lama Al dan Bapak pun sampai di rumah.


Bapak langsung masuk ke kamar untuk mengganti pakaian,begitu pun Al yang langsung masuk ke kamar Alvi,namun ia tidak melihat istrinya di sana.


" Alvi kemana ya?" tanya Al pada Bapak yang berpapasan saat mereka sama sama keluar dari kamar masing masing.


" Coba lihat di dapur." ucap Bapak,dan Al pun menurutinya.


Setelah di dapur ia melihat istrinya sibuk sendiri di balik kompor,seperti biasa ia mengendap endap dan langsung melingkar kan tangannya di perut Alvi,lalu meremas mainan pavoritnya dan mencium pipi istrinya.


" Bi jangan gitu ,ada ibu." bisik Alvi, Al pun langsung sadar dan langsung membalikan tubuhnya,ia melihat ibu mertuanya berdiri tak jauh darinya,dan Bapak mertua yang tadi ikut menyusulnya ke dapur.


" Ehh..Maaf Pak Bu." ucap Al sambil mengusap tengkuknya,wajahnya merah menahan malu.


Bapak dan ibu pun hanya tersenyum.


" Gak apa apa,,kita juga pernah muda." jawab Bapak sekenanya dan langsung mendapat cubitan dari ibu di perutnya.


*


*


*


***Jangan lupa like komen dan votenya guys..jangan pelit pelit biar thor yang gabut ini makin semangat..🤗🤗


Sun jauh buat semuannyya...😘😘😘😘***