My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 31



Tidur ku semakin pulas di temani Hujan yang begitu deras malam ini, aku menarik selimut hingga menutupi hampir seluruh tubuh mungil ku.


Namun tidur ku sedikit terganggu dengan pergerakan dari belakang punggung ku,aku berusaha untuk membuka mata hendak memastikan apa yang terjadi.


Tiba tiba sebuah tangan kekar melingkar indah di pinggang ku,aku segera membalikan badan nafas ku menjadi lega saat tau siapa pemilik tangan tersebut.


" Kapan kamu pulang."


" Belum lama."


" Kok gak ke dengeran."


" Takut ganggu kamu."


Akupun mendekatinya dan membalas pelukannya,lalu menenggelamkan wajah ku di dadanya.


Debaran jangtung nya terdengar sangat jelas. Aku pun tersenyum dan mengangkat wajah ku.


" Apa kamu merasakan sesuatu?" tanya nya.


" Iya, apa kamu habis lari maraton,kenapa jangtung mu berisik sekali,aku jadi gak bisa tidur" goda ku.


" Apa kamu juga habis mimpi buruk,jantung mu juga tidak kalah berisik." dia malah balik menggoda ku.


" Benarkah." dengan repleks aku mengusap dada ku,dan ternyata memang benar,dada ku sudah bergemuruh seperti sebuah gunung merapi yang siap mengeluarkan lahar panasnya.


Dia pun terkekeh dan semakin mengeratkan pelukannya.


" Aku sangat ingin mengigit mu." bisiknya.


" Aku pun membalas pelukannya tak kalah erat." aku juga ingin menelan mu hidup hidup .


" Coba saja kalo bisa." dia semakin mengeratkan pelukannya ,membuat aku susah untuk bernafas.


" Lepasin,aku cuma becanda,kenapa kamu malah ingin membunuh ku." protes ku. sambil memukul punggungnya.


" Kalo tidur sama kamu aku gak bisa tidur pulas." ucapnya sambil melepaskan pelukannya.


" Kenapa,aku gak akan ganggu kamu,aku juga gak ngorok." sahut ku sedikit kesal.


" Tapi aku yang akan selalu menganggu mu,dan tidak akan membuat mu tidur pulas juga." bisiknya kembali.


" Al,,yang kamu lakukan ke aku itu jahat." ucap ku dengan gaya mirip seperti orang dari dalam film tersebut. ( yang pernah nonton pasti tau kan.) 😂


Tawanya semakin pecah,memecah keheningan malam ini,derasnya hujan tak mampu mengalahkan perdebatan kami saat ini.


Entah kenapa dan mulai kapan aku menjadi lebih banyak bicara ,dan tertarik untuk menanggapi obrolan unfaedah yang dulu menurut ku tidak penting.


Kami saling bercanda, bergurau dan saling menggoda di atas ranjang yang sama.klitikan ,cubitan ,bahkan Ciuman dan pelukan pun tak terlewatkan.


Hingga Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 03.00 pagi.


" Kamu lihat sayang,kamu sama sekali tidak membiarkan ku tidur." ucapnya sambil beranjak dari tempat tidur.


" Enak saja,kamu juga sama." sahut ku tak mau kalah.


Dia sudah masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan aku sendiri masih asik di atas tempat tidur,tidak lama dia pun keluar. Dan langsung mengganti pakaian.


" Kamu gak shalat?" tanya nya.


" Gak." jawab ku dengan singkat.


" Ya sudah, aku ke mesjid,kamu tidur aja." saat dia ingin membuka pintu aku mencegahnya.


" Al.."


" Iya." sahutnya seraya membalikan badan. Dan lagi lagi tanpa tau malu aku memajukan bibir ku seperti biasa.


" Jangan menggoda ku,aku sudah punya Wudhu." ucapnya dan masing mamatung di tempatnya.


" Emang di masjid gak ada air." gumam ku sedikit kesal.Aku pun merebahkan badan dan menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuh ku.


Tiba tiba dia menyibakan selimut tersebut kamudian menindihku dan mulai menciumi seluruh wajah ku.


" Sudah ya." ucapnya sambil mengusap rambutku sekilas,akupun kembali tersenyum padanya. dan kembali tertidur.


" Assalamu'alaikum ,sayang kamu belum bangun."


" Hmmmm.."


" Bukannya hari ini kamu harus ke toko?" ucapnya lagi, perlahan tapi pasti aku pun membuka mata mengumpul nyawa terlebih dulu sebelum beranjak dari tempat tidur.


" Kita pergi bareng,aku juga ada undangan ke kampung sebelah."


" Ya udah,aku mandi dulu." ujar ku sambil merentangkan tangan ku ke hadapannya.


Sepertinya dia sudah sangat hafam,tanpa bertanya lagi dia langsung menggendongku dan membawa ku ke dalam kamar mandi.


" Mau sekalian di mandiin." tawarnya.


" Gak usah." tolak ku sedikit malu.


Tidak lama aku pun keluar dari kamar mandi . Sedangkan Dia masih sibuk menyiapkan keperluanya sendiri.


" Ada yang bisa aku bantu?" tanya ku.


" Gak ada ,udah beres semua." jawab nya.


" Kalo saja kamu seorang CEO seperti novel yang sering aku baca,pasti saat ini aku sedang membantu memasangkan mu dasi dan jas." canda ku sambil terkekeh.


" Kalo aku seorang CEO aku pasti akan menikah dengan sekretaris atau rekan bisnis ku." balasnya tak kalah pedas,aku pun hanya mengendus kesal.


" Sudah siap,kita berangkat sekarang." ajak ku karna memang hari sudah semakin siang.


" Kamu gak sarapan dulu?"


" Gak usah aku sarapan di toko aja,apa kamu mau sarapan dulu?"


" Gak,nanti aku bawa roti dari toko kamu aja." ucapnya ,dan kami pun bergegas untuk segera pergi.


*


*


*


Dengan hanya menempuh jarak 30 menit kami pun sampai di toko kue ku.Aku segera turun dan dia mengekori ku dari belakang.


" Assalamu'alaikum." ucap ku saat pertama membuka pintu,walau terkenal dingin dan cuek namun aku selalu membiasakan diri untuk mengucapka salam. ,sebagai sapaan untuk semua karyawan ku yang sudah sibuk dengan pekerjaannya masing masing.


" Wa'alaikum salam." jawab Rini dan beberapa karyawan yang sedang menata roti dan kue ke dalam etalase.


" Citra dah dateng?" tanya ku,dengan raut wajah datar ku


" Udah,dia di belakang?"


Aku pun hanya mengangguk lalu mengajak unta Arab ku berkeliling mimilih roti mana yang ingin dia makan.


" Mau yang mana?" tanya ku saat sudah berkeliling namun tidak ada satu pun yang dia ingin kan.


" Roti favorit di sini yang mana?"


" Masa kamu gak tau,kakak mu saja tau,malah dia sudah beberapa kali ke sini." ucap ku dengan santai.


" Aku takut di usir kalo ke sini.Kamu tau sendiri pemilik toko ini sangat dingin dan kaku, bikin pelanggan pada kabur." jawabnya sambil mengulum bibirnya,aku pun membalas dengan menyikut perutnya yang kebetulan ada di belakang ku.


" Enak saja." protes ku,namun aku tidak marah,karena memang benar adanya,pelanggan ku selalu enggan melihat wajah cantik ku ,Itu sebabnya aku memilih Rini yang menjadi kasir,yang sering berinteraksi langsung dengan pelanggan.


Setelah itu aku memberikan roti yang dia inginkan, dia pun pamit untuk pergi,untungnya suasana toko masih belum banyak pengunjung, aku mengantarnya sampai depan pintu.


" Aku pamit dulu yah, jaga diri baik baik,jangan telat makan,aku usahain pulang secepatnya."


"Iya kamu juga hati hati." jawab ku ,lalu ku cium tangannya dan ia pun membalasnya dengan kecupan di kening ku.


Berat rasanya saat harus melepasnya pergi, rasa kehilangan membuat diri terasa hampa tak berdaya.


***Jangan lupa kasih like komen dan votenya juga buat thor...


jangan pelit pelit ya guys..🤗🤗😘***