My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 76



Menjelang malam, Faiz dan Al sibuk di dapur menyiapkan makan malam untuk mereka.


Sedangkan Alvi yang memang tidak pandai memasak, di larang melekukan sesuatu yang akan membuatnya kelelahan hanya bisa berdiam diri, berada di teras balkon apartemen,sambil melihat pemandangan kota Kairo dari ketinggian.Kelap kelip lampu dari bangunan lain terlihat peserti bintang bertebaran. Musim dingin di Kairo membuat gadis cantik itu harus memakai beberapa pakaian hangat untuk melindungi kulit mulusnya dari rasa dingin yang terasa menusuk sampai ke tulang.


Gadis itu tersenyum,menghirup oksigen dalam dalam, ia tidak pernah menyangka bisa menginjakan kakinya di negara orang,kehidupan sederhana membuatnya enggan untuk berharap sesuatu yang tidak mungkin.


Tapi kini ia bahkan masih mengira ini hanya mimpi,kalo saja ini mimpi ia benar benar tidak ingin terbangun dari tidurnya . menurutnya hanya mimpi buang air kecil yang selalu menjadi kenyataan.


Lamunan nya terhenti saat seseorang memanggilnya.


" Sayang masuklah !!! cuaca di luar sangat dingin.." teriak Al dari dalam.


" Sebentar lagi Bi." sahutnya.


Lalu Al menghampirinya sambil membawakan segelas susu hangat untuk sang istri.


" Minum dulu susunya." titah Al.


Alvi pun langsung menerima gelas tersebut dengan kedua tangannya.


" Makasih ya Bi." ia langsung meneguk susu tersebut sampai habis.


Al tersenyum seraya mengusap pucuk kepala sang pujaan hatinya dengan sangat lembut.


" Apa kamu suka tinggal di sini?" tanya nya


" Sangat suka,bahkan aku tidak menyangka bisa berada di sini." mata Alvi berbinar ,Al dapat merasakan kebahagiaan yang terlihat di wajah sang istri.


" Syukur lah, Aku senang melihat mu bahagia."


"Tentunya aku bahagia karena mu." Alvi melingkarkan tangannya ke pinggang Al sambil menyender di bahu lelakinya itu.


Faiz sesekali melirik pasangan suami istri itu dari dalam, bibirnya pun terangkat sempurna melihat bahagiaan sang Kakak, bagaimana tidak, ia sudah menjadi saksi perjuangan Al untuk mendapatkan cinta dari gadis pujaan hatinya itu.


" Ku harap aku bisa hidup bahagia seperti mereka nanti." lirihnya dalam hati.


Dalam situasi seperti ini,hanya satu orang yang selalu memenuhi pikirannya,cintanya terhalang antara jarak dan waktu .Rasanya saat ini ingin sekali ia melihat atau mendengar suara dari sang pujaan hati,namun mengingat janjinya kepada sang kakak iapun mengurungkan niatnya.


" Citra ,,apa aku salah jika merindukan mu?aku memang bukan siapa siapa untuk mu,bahkan aku tidak pantas untuk memikirkanmu, aku harap perjuangan ku tidak sia sia." lirihnya dalam hati.


Keinginan terbesarnya membuat ia harus rela berjuang dan berkorban.Menjadi seorang dokter ,membahagiakan orang tua,serta membanggakan seseorang yang dia cintai adalah tujuan hidupnya.


" Aku melalukan ini semua agar aku pantas mendapatkan mu,ku harap kamu bisa membalas perasaanku." lirihnya lagi.


Di teras balkon pasangan suami istri itu masih asyik menikmati kebersamaannya,hembusan angin malam bukanlah penghalang bagi mereka, Al memeluk istrinya dari belakang seolah memberi kehangatan.


" Hmmm,,,bukan nya kita ke sini untuk mencari Unta,seperti yang kamu inginkan." jawab Al


" Aku bahkan lupa akan hal itu." Alvi terkekeh sambil mengajak suaminya duduk di sebuah bangku kecil.


" Sepertinya ada banyak hal yang lebih menyenangkan di banding mencari unta." tambahnya lagi.


" Tentu saja,yang pasti aku ingin mengajak mu ke pasta pernikahan teman ku,dan bertemu teman teman ku di sini, aku sudah sangat lama tidak bertemu dengan mereka."


mendengar ucapan Al, wajah Alvi seketika muram,menghirup udara dalam dan membuangnya kasar.


" Kenapa?" tanya Al yang langsung menyadari perubahan sikap dari istrinya itu.


" Kalau boleh aku memilih untuk tidak ikut,kamu saja yang bertemu mereka." ucap Alvi sambil menundukkan kepalanya.


" Tapi kenapa kamu gak mau ikut?" Al mengangkat dagu Alvi dengan telunjuknya.Tatapan mata merekapun bertemu,Al menelisik lebih dalam, terlihat jelas gurat kesedihan dari mata sang istri.


" Aku malu,aku juga takut mempermalukan mu,aku tau teman teman mu bukan orang biasa,mereka pasti orang orang hebat yang pendidikan tinggi, aku takut tidak bisa mengimbanginya." jelas Alvi


" Aku takut mereka bertanya,aku lulusan dari universitas mana,dan apa pekerjaan ku, aku gak mungkin menjawab hanya lulusan menengah atas dan hanya ibu rumah tangga yang bahkan tidak bisa memasak." seloroh Alvi dengan satu tarikan nafas membuat dadanya kembang kempisnya.


Namun alasanya membuat sang suami tergelak.


" Sayang,,kenapa kamu punya pemikiran sejauh itu?" tanya Al sambil meraih kepala sang istri dan membawanya ke dalam dekapannya.


" Aku bahkan sudah memikirkan hal itu dari jauh jauh hari,mengingat kamu yang berpendidikan tinggi dan berpengetahuan luas,serta wajah kamu yang tampan, hanya wanita bodoh yang tidak tertarik pada mu,aku merasa kasta kita berbeda,apalagi setelah aku melihat wanita kemarin,aku bahkan tidak ada apa apanya di bandingkan dia." seroloh Alvi seakan di buat dramatis.


Al terkekeh mendengar ocehan sang istri,menurutnya kehamilan sang istri membuatnya sedikit lebay.


" Kenapa kamu malah tertawa,aku serius Bi." Alvi menaikan suaranya,merasa kesal karena Al tidak menanggapinya.


" Sayang jangan berlebihan, dan berhenti berpikir yang macam macam, kamu bilang hanya wanita bodoh yang tidak tertarik pada ku?


Apa kamu tidak ingat kamu pernah menjadi wanita bodoh?


Sudah lah jangan berfikir seperti itu,bagiku kamu adalah wanita sempurna,jangan pedulikan orang lain yang merendahkan mu.Kamu tidak usah khawatir,aku akan selalu ada untuk mu."


" Tapi Bii......" ucapanya terpotong karena Al sudah mengangkat tubuhnya,dengan satu gerakan tangannya Al berhasil membawa sang istri masuk ke dalam rumah.


...***ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Up nya dikit dikit aja ya guys,,tapi Thor usahain up tiap hari..Thor sedih melihat vote yang masih sedikit...rasanya Thor ingin bernyanyi di pojokan ....Ku menagiiiisssss....😭😭😭😭***