My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah

My Hubby ! Ana Uhibbuka Fillah
Bab 36



Dengan wajah kesal Al kembali ke kamar,ia melihat istrinya masih menggulung diri dalam selimut,Alvi yang menyadari suaminya datang langsung memejamkan mata dan memakin mengeratkan selimut ia dia dekap.


" Sayang.." bisik Al sambil memeluknya dari belakang membuat bulu kuduk gadis itu berdiri.


" Jangan pura pura tidur,lanjutin yang tadi yuk." ajaknya sambil membalikan tubuh istrinya yang masih polos tanpa sehelai benang pun. Alvi pun hanya cengengesan manampilkan deretan gigi putihnya.


" Aku takut Al.." lirihnya sambil melirik benda tumpul yang terlihat menonjol di bawah sana,Al pun hanya terkekeh dan kembali menciumi istrinya itu.


" Aku akan melakukan dengan lembut,sakitnya cuma sebentar." bisiknya lagi kemudian ia pun langsung ikut masuk ke dalam selimut dan membuka celana kembali.


Alvi sudah terlihat pasrah dan hanya menutup mata saat suaminya menindih dan mulai membuka kakinya,tanpa menunggu lama Al pun melancarkan aksinya,perlahan ia mulai memasukan burung unta pada kandangnya .


" Akkhhh..." Alvi sedikit berteriak saat barang berharga robek.Tangannya meremas apapun yang ia gapai. Butiran bening berhasil lolos dari sudut matanya.


Al masih setia pada posisinya,setelah melihat istrinya rileks ia pun mulai menggerakan pinggulnya memaju mundurkan dan memutarnya.


Desahan dan erangan dari Alvi seolah menjadi alunan irama yang merdu membuatnya semakin ganas dan semangat untuk terus menghajar istrinya. gigitan dan cakaran pun seakan terasa seperti belaian lembut yang membuatnya semakin menikmati permainan malam itu.


Semakin lama samakin buas sampai akhirnya ia merasa burung untanya mual,ia pun mengerang saat burung untanya memuntahkan cairan putih ke dalam sarangnya.


" Makasih sayang." ucapnya sambil menciumi seluruh wajah istrinya itu,dan mengusap peluh yang mengalir dari kening dan lehernya. ia pun langsung beranjak dan masuk ke kamar mandi.


Alvi tak bergeming ia masih memejamkan mata,dadanya masih kembang kempis. Ia sangat syok sekaligus menikmati serangannya dari Unta Arabnya itu.


Tidak lama Al pun keluar dan langsung memakai setelan koko nya.


" Sayang ini sudah jam tiga,kita sholat dulu." ajaknya sambil terus memperhatikan istrinya yang masih setia menggulung diri dengan selimutnya,ia tau Alvi masih sangat kelelahan,ia pun hanya menggelengkan kepala dan menyunggingkan bibirnya,dan mulai menunaikan shalat sunat tanpa membangunkan istrinya.


Perlahan mata Alvi terbuka setelah mendengar lantunan ayat Suci yang selalu di bacakan suaminya.


Ia pun tersenyum saat mendapati unta Arabnya sudah duduk bersila di atas sejadah. " Unta Arab ku sayang,kenapa kamu jadi lebih terlihat tanpan seperti itu." Gumamnya dalam hati sambil memperhatikan suaminya yang masih khusyu di depan al qur'an . Ia pun kembali merona setelah mengingat pertempuran nya semalam,hingga membuatnya tertidur tidak lebih dari satu jam. kejadian yang menimpanya kemarin tidak ingin ia ingat lagi,ia menganggap itu semua musibah,dan di balik musibah pasti ada hikmahnya.


" Kamu dah bangun,aku bantu kamu ke kamar mandi ya." ucap nya sambil beranjak dan menghampirinya lalu memberikan handuk untuk Alvi kenakan.


" Nanti wudhu kamu batal."


" Gak papa,air banyak ko." ucap nya dan lengsung menggendong tubuh istrinya yang hanya terbalut selimut tipis,Alvi hanya mampu menundukan kepalanya menyembunyakan wajah nya di balik dada bidang suaminya.


Alvi sudah keluar dari kamar mandi, langkahnya tertatih.Kerutan di wajahnya terlihat seperti menahan sakit.


Al langsung menghampirinya dan ingin kembali menggendong istrinya,tapi langkahnya tertahan saat Alvi merentangkan tangannya di depan.


" Jangan, aku sudah punya wudhu."


Al pun mengurungkan niatnya,sebenarnya ia tidak tega melihat istrinya kesusahan bahkan hanya untuk melangkahkan kaki.


" Kita sholat berjama'ah ya." ajaknya sambil membantu menggelar sejadah untuk istrinya itu. Alvi tersenyum dan menganggukan kepala.


" Sayang jangan senyum kayak gitu,aku gak bisa nahan lagi."


" Nahan apa? terus aku harus manyun gitu." sahutnya sambil mamanyun kan bibirnya ,membuat Al semakin ingin mendekatinya.


" Eitttsss...Aku punya wudhu,aku gak mau bolak balik kamar mandi." protesnya saat melihat Al ingin meraup wajahnya.


Al pun hanya mengusap wajahnya dengan kasar,terlihat sangat prustasi,ia ingin sekali menghajar istrinya itu. Namun ia harus menahannya.


*


*


*


" Aku ngajar anak anak dulu ya,kamu tidur lagi aja,jangan ke toko dulu." pamit Al pada istrinya setelah selasai melaksanakan shalat subuh berjama'ah.


" Hmmmm..." Alvi pun memeluk suaminya,dan mengecup bibir suaminya untuk yang pertama kalinya ia berinesiatif sendiri.


" Mulai genit ya." ujar Al sambil mempererat pelukannya,Alvi pun terkekeh dan lanjut menggoda dengan menciumi seluruh wajah unta Arabnya. Dan mengusap tengkuk yang menjadi area sensitif bagi suaminya itu.


" Berhenti,atau mau aku hajar " Al langsung mendorong tubuh Alvi ke atas kasur dan menindihnya, lalu mencium bibir istrinya itu,tangannya bergerak meraba dada Alvi dan memainkan mainan paforitnya. lalu turun ke pinggang. Dan seketika itu juga Alvi terbahak.


" Al,,ampun hentikan." ucap Alvi di sela sela tawanya,saat mendapat gelitikan dari suaminya itu.


Al pun menghentikan aksinya setelah melihat istrinya itu kelelahan.


" Udah telat,anak anak pasti udah nungguin aku." Al pun beranjak dan pergi setelah memberikan kecupan di kening Alvi.


Alvi membaringkan tubuhnya, tulang tulangnya terasa patah dan remuk,ia mencoba memejamkan mata, namun setelah beberapa lama ia tak kunjung tertidur.


Ia pun bangun dan pergi ke dapur hendak menyiapkan sarapan.


" Gak ada apa apa." lirihnya,setelah membuka lemari pendingin,ia pun duduk di meja makan.Ia sadar bahwa selama menikah tidak pernah menyiapkan kebutuhan suaminya, tidak pernah memasak,nyuci pun mengandalkan jasa loundry. Ia hanya sibuk di tokonya dari pagi sampai malam,dan pulang hanya untuk numpang tidur. Namun suaminya sama sekali tidak pernah memperdulikan hal itu.


" Istri macam apa gue." lirihnya,kemudian ia pun beranjak dsn pergi ke luar hendak menemui Bi Marni.


" Dapur umum dimana ya?" tanya nya pada diri sendiri ,ia memukul jidatnya sendiri,merutuki kebodohannya,sudah beberapa bulan tinggal di sana namun ia sama sekali belum mengetahui seisi pondok pesantren yang terkenal dan terbesar di kotanya itu.


Ia pun melai menyusuri setiap bangunan bangunan yang ada di sana,mulutnya menganga setelah melihat beberapa tempat yang terlihat sangat megah. Di antaranya perpustakaan yang terhubung dengan ruang laborstorium,kantin, asmara putra dan putri, Aula, lapangan besar untuk berolah raga. juga masih banyak bangunan untuk fasilitas lainnya.


" Gila ,,bisa bisa gue nyasar." gumamnya saat perjalanan nya seakan tanpa ujung.


Dan akhirnya setelah cukup jauh berjalan iapun melihat subuah tulisan DAPUR UMUM di depan pintu sebuah bangunan .


mulutnya kembali menganga.


" Gila,apa gue gak salah lihat,dapur umum nya lebih gede dari rumah yang gue tempati." lirihnya dengan mata berbinar.


Ia pun mengintip dari balik jendela,dan benar saja,Bi Marni ada di sana sudah sibuk dengan alat terpurnya,di bantu oleh beberapa orang,dengan ragu ia menghampiri wanita paruh baya itu.


" Assalamu'alaikum Bi." sapa Alvi sambil menyunggingkan senyum nya.


" Wa'alaikum salam,loh Neng Alvi ada apa? tumben."


" Gak apa apa Bi,cuma pengen liat liat aja,lagi sibuk ya?" ucap Alvi basa basi.


" Oh,ya sudah, biasa bibi cuma masakin sarapan buat anak anak di sini,Neng Alvi lagi libur ya?kalo perlu sesuatu bilang bibi aja."


Alvi pun tersenyum dan dengan ragu ia mengatakan sesuatu.


" Aku pengen masak di rumah ,tapi gak punya bahan." ucapnya sambil menampakan barisan giginya.


" Oh..Ya udah ambil aja di sana,umi sama Neng Zahra juga kalo pengen masak ngambil dari sini." ucapnya sambil menunjuk sebuah ruangan yang masih berada di dalam bangunan tersebut.


Tanpa menunggu lama gadis itu pun menghampiri tempat yang di tunjukan bi Marni,lagi lagi matanya membulat dan mulutnya menganga setelah membuka ruangan tersebut,sebuah pantry raksasa dengan bahan makanan yang sangat lengkap tertata rapi di sana, sangat pantas di bilang minimarket.


" Bahan makanan sebanyak ini,untuk berapa bulan." gumamnya,sambil memilih bahan makanan yang ingin dia masak.


" Bi sayuran sebanyak itu buat berapa bulan?" jiwa keponya mulai meronta ronta.


" Kalo gak di isi tiap hari,seminggu juga abis Neng."


" Apa?" Alvi menganga dan seketika ia ingat santri di sana ribuan jumlahnya,dan pantas saja kalo bahan makanan sebanyak itu bisa habis dalam satu minggu.


" Terus kalo belanja abis berapa duit?" gadis itu semakin penasaran.


" Jarang belanja kok Neng,ikan sama semua sayuran di sini hasil kebun sendiri." jelas bi Marni yang masih sibuk di depar kompor.


Gadis itu pun menganggukan kepala.


" Makanya kalo di sini jangan cuma numpang tidur doang.Udah lama tapi gak tau apa apa." gumam seorsng gadis yang sedang membantu Bi Narni,namun masih bisa terdengar.


" Emang kenapa,ada masalah?" timpal Alvi yang sejak dari tadi memperhatikan gerak gerik orang tersebut,seperti tidak menyukainya.


" Aku pulang ya Bi,makasih.."Kerena tidak mendapat jawaban lagi gadis itu pun pamit untuk pergi.


Gadis itu berjalan dengan menundukan kepalanya,orang tadi membuat perasaanya kesal.


Namun langkahnya terhenti di depan sebuah bangunan setelah mendengar suara seseorang yang ia kenal. pandanganya mulai tertuju ke dalam ruangan tersebut ,ia pun memperhatikan seseorang yang sedang menerangkan sesuatu pada para santri.


Al membulatkan matanya setelah melihat istrinya keluyuran di luar,namun seketika ia tersenyum dan menggelengkan kepala merasa salah tingkah setelah mendapat sun jauh dari istrinya yang berada di luar sana.


*


*


*


kasih vote like dan komen buat thor ya guys,,,akhirnya unta arab sama kambing cewek bisa malam pertama juga..😂😂😂